FishyForum

Go Back   FishyForum > FishySalt > FishyRonment

Notices

FishyRonment Diskusi tentang lingkungan dan konservasi Sumber Daya Alam.


Closed Thread
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #1 (permalink)  
Old 29-11-2007, 17:08
arysnjy's Avatar
Ary "KING FISHER"
Location: Bandung
Fishing Fun"Mihira Sanpei"
 
Join Date: Jan 2007
Posts: 317
Points: 4,848, Level: 29 Points: 4,848, Level: 29 Points: 4,848, Level: 29
Activity: 5% Activity: 5% Activity: 5%
Send a message via Yahoo to arysnjy
Cool Pemburu Ikan Hias Ancam Kelestarian Pulau Biawak Indramayu

Selain Keberadaan Industri Migas yang Diduga Ikut MencemariINDRAMAYU, (PR).-
Selain pencemaran yang diduga diakibatkan oleh keberadaan industri minyak dan gas (migas), Pulau Biawak yang terletak sekira 40 km arah utara pesisir pantai Kabupaten Indramayu juga terancam kelestariannya oleh para pemburu ikan hias dan terumbu karang yang menjadi kekayaan biota laut pulau terpencil tersebut.

Sebab penangkapan ikan hias dan pencarian terumbu karang oleh para pemburunya, dilakukan de-ngan cara-cara yang sangat merusak. Selain menggunakan bom dan sianida (potassium), mereka juga menggunakan jaring yang tidak ramah lingkungan. Akibatnya kerusakan lingkungan di pulau tersebut menjadi tak terhindarkan.
Seperti halnya diungkapkan Kepala Kantor Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Indramayu, Drs. Umar Budi Karyadi dan penggiat lingkungan hidup dari LSM Siklus di Indramayu, Oni Toyib dalam perbincangan dengan "PR" secara terpisah, Selasa (21/6). Mereka menyebutkan, pencari ikan hias dan terumbu karang di Pulau Biawak kebanyakan datang dari kawasan kepulauan seribu yang menjual hasil tangkapannya kepada konsumen ikan hias di Jakarta termasuk untuk ekspor.
"Menurut informasi petugas penjaga mercusuar di Pulau Biawak, sering menemukan pemburu ikan hias dan terumbu karang yang membawa senjata dalam operasinya hingga petugas tidak dapat berbuat banyak untuk memperingatkannya. Jadi ancaman kelestarian di pulau itu sebenarnya bukan hanya oleh keberadaan industri migas semata," kata Umar Budi Karyadi.
Ia mengakui, Pulau Biawak memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata. Namun mengingat posisinya sebagai kawasan konservasi yang harus dilindungi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, maka tidak memungkinkan untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata massal. Karenanya kendati pernah ada sejumlah investor yang berniat mengelolanya, hingga kini tidak terdengar lagi kabarnya usai melakukan survei di kawasan itu.
Untuk itu menurut Umar, sebagai upaya untuk menjaga kelestarian di lingkungan Pulau Biawak, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Indramayu berencana memasang alat komunikasi di pulau terpencil itu. Hingga setiap pengunjung yang datang dapat terpantau dan setiap peristiwa yang terjadi di Pulau Biawak dapat langsung dilaporkan dan termonitor.
Menyesalkan
Adapun tentang penggunaan bom dan sianida yang dilaporkan mengancam di Pulau Biawak, menurut penggiat lingkungan Oni Toyib, hal itu dimungkinkan karena ikan-ikan hias di lautan kebanyakan hidup di antara karang. Karenanya untuk memudahkan penangkapan adalah dengan mengebom dan sekaligus menebar racun sianida. Cara itu dinilai praktis karena dengan menghancurkan karang-karang yang sekaligus dimanfaatkan untuk diperjual-belikan, pelaku dapat menangkap ikan hias yang diburunya.
Adanya aktivitas perburuan ikan hias dan terumbu karang, selain merusak lingkungan di Pulau Biawak juga mendatangkan masalah bagi masyarakat pesisir khususnya para nelayan. Sebab menyusul sering terjadinya pengeboman karang oleh pemburu ikan hias, berdampak pada menyusutnya jumlah ikan hasil tangkapan nelayan. Karena ikan-ikan karang seperti ikan baronang dan kakap, sebagaimana dikeluhkan para nelayan, belakangan menjadi sulit ditangkap di perairan sekitar Pulau Biawak karena rusaknya tempat hidup ikan-ikan tersebut.
Menurut Oni jenis ikan yang banyak ditemukan di perairan Pulau Biawak di antaranya kiper (Scatophagus argus), samandar (Siganus verniculator), kerapu (Chremileptis altivella), dokter (Lebroides dimidiatus), kakatua (Callyodon ghabbon), kerapu tikus (Cinhiticthy aprianus), zebra (Dendrichirus zebra), kupu-kupu (Cheetodon chrysurus), kokotokan, Merakan (Pierois veliteus), pisau-pisau dan petek perak (Desayllus reticulatus)," kata penggiat lingkungan dari LSM Siklus tersebut.
Terkait kasus pencemaran Pulau Biawak oleh limbah industri migas, dua anggota DPRD Kab. Indramayu H. Urip dan Lukman Hakim, SH menyesalkan dilakukannya pengambilan sampel limbah crude oil dari Pulau Biawak dengan menggunakan fasilitas dari salah satu industri migas yang ada.
Di samping itu, pengujian sampel crude oil di Lembaga Minyak dan gas (Lemigas) yang akan di laksanakan oleh Kantor kementerian Lingkungan Hidup, juga diyakini dapat memberikan hasil pengujian yang kurang maksimal. "Sebab Lemigas, kendati disebut-sebut sebagai lembaga independen, namun pendanaannya berasal dari industri-industri migas yang ada," kata keduanya.
Untuk itu, baik H Urip maupun Lukman Hakim, SH berharap dilakukan pengulangan pengambilan sampel crude oil dari Pulau Biawak yang didanai secara mandiri oleh Pemkab Indramayu. Dimana sampel yang diambil, penelitiannya diberikan ke lembaga lain di luar Lemigas hingga hasilnya bisa menjadi pembanding atas hasil penelitian yang dilakukan oleh Lemigas.(A-96)***


Keterangan Gambar:
SEJUMLAH anggota DPRD, LSM dan petugas Kantor Kementerian Lingkungan Hidup termasuk aparat kepolisian dari Polres Indramayu, Kamis (16/6) mengambil sampel "crude oil" di Pulau Biawak, Indramayu. Pulau terpencil yang kaya sumber daya hayati dan memiliki potensi wisata yang bisa diandalkan tersebut belakangan diketahui tercemar oleh keberadaan industri migas yang ada namun belum diketahui siapa mencemarinya.*MARSIS SANTOSO/"PR"
Attached Thumbnails
04pengambil-sampel.gif  
__________________
Wild Fishing, Nature Bait, Adventurer, Survival n Get The Fishes
"Ary Sanjaya"
YM ID : arysnjy@yahoo.com
Email : arysnjy@fishyforum.com
  #2 (permalink)  
Old 04-12-2007, 19:53
GT Man's Avatar
Mas Waluyo R H, M.Mcg.
Location: Renon, Denpasar
KALAH RUPO MENANG DUPO
 
Join Date: Jan 2007
Posts: 2,925
Points: 13,256, Level: 49 Points: 13,256, Level: 49 Points: 13,256, Level: 49
Activity: 38% Activity: 38% Activity: 38%
Default

Hasrat untuk meraih keuntungan secara cepat dan instant seringkali menghancurkan masa depan. Penangkapan ikan dengan racun, peledak, pukat dll memang cepat mendapatkan ikan dalam jumlah besar... Akan tetapi jangan lupa, panen dengan cara tersebut tidak akan langgeng.
__________________
Less Fish More Sport
Yang penting happy
=== Mas Wal ===

  #3 (permalink)  
Old 07-12-2007, 09:13
monyet's Avatar
ferry
Location: Sunter deket danau
CHERISH ANGLER (3500-50)
 
Join Date: Jul 2007
Posts: 2,301
Points: 10,996, Level: 45 Points: 10,996, Level: 45 Points: 10,996, Level: 45
Activity: 94% Activity: 94% Activity: 94%
Default

Manaaa tindakan dari para tuan tuan yang berwenang?? NOOOLL BESAARRRR. Kalo korupsi, makan gaji buta, penyalah gunaan fasilitas, nepu masyarakat, dsb dsb mah pada pinter banget....
__________________
BAN MARINE AQUARIUM OWNERSHIP AND TRADING !!!
  #4 (permalink)  
Old 07-12-2007, 09:40
fisherman's Avatar
Dimas Akbar
Location: Cileungsi ( Pinggiran Cibubur )
Saturday Fisherman
 
Join Date: Sep 2006
Posts: 172
Points: 4,868, Level: 29 Points: 4,868, Level: 29 Points: 4,868, Level: 29
Activity: 1% Activity: 1% Activity: 1%
Post Dampak Sebab - Akibat..

Selama kesejahteraan ekonomi suatu bangsa masih di bawah standar layak...maka selama itu pula kerusakan alam akan terus berlangsung sebagai akibat upaya pemenuhan kebutuhan hidup dengan cara2 instan dan tak berpendidikan tanpa memikirkan dampak global....

Jarang kita temukan kejadian di negara yang makmur merusak lingkungannya sendiri..kecuali mereka merusak dengan menginvasi wilayah2 yang kaya sumber daya alam lewat kedok investasi setelah masa penjajahan dulu...
__________________
========

Mikul Dhuwur Mendem Jero
  #5 (permalink)  
Old 07-12-2007, 09:57
afif's Avatar
erwin arsyad
Location: Pancoran-Jaksel
Orang Bima (NTB)
 
Join Date: May 2007
Posts: 1,262
Points: 5,703, Level: 32 Points: 5,703, Level: 32 Points: 5,703, Level: 32
Activity: 22% Activity: 22% Activity: 22%
Default

Quote:
Originally Posted by GT Man View Post
Hasrat untuk meraih keuntungan secara cepat dan instant seringkali menghancurkan masa depan. Penangkapan ikan dengan racun, peledak, pukat dll memang cepat mendapatkan ikan dalam jumlah besar... Akan tetapi jangan lupa, panen dengan cara tersebut tidak akan langgeng.
Yang begituan dihukum mati aje, ................ jadi yang lain pada takut, terjaga dech laut kita.
  #6 (permalink)  
Old 11-12-2007, 10:48
arysnjy's Avatar
Ary "KING FISHER"
Location: Bandung
Fishing Fun"Mihira Sanpei"
 
Join Date: Jan 2007
Posts: 317
Points: 4,848, Level: 29 Points: 4,848, Level: 29 Points: 4,848, Level: 29
Activity: 5% Activity: 5% Activity: 5%
Send a message via Yahoo to arysnjy
Angry

semakin habis ekosistem laut perawan kita klw begini caranya, ancoorrrrr ludesssssssss
__________________
Wild Fishing, Nature Bait, Adventurer, Survival n Get The Fishes
"Ary Sanjaya"
YM ID : arysnjy@yahoo.com
Email : arysnjy@fishyforum.com
  #7 (permalink)  
Old 18-12-2007, 09:20
pangripto's Avatar
A. Pangripto
Location: Cirebon
RegularFishy
 
Join Date: May 2007
Posts: 44
Points: 1,013, Level: 12 Points: 1,013, Level: 12 Points: 1,013, Level: 12
Activity: 0% Activity: 0% Activity: 0%
Default :smt022

Kasihan Indramayu ku .....
Hutan Mangrove banyak ditebang untuk perluasan tambak, pencemaran air sungai dan laut oleh industri dan sekarang ..... sudah mulai merambah ke tengah lautan ............
Closed Thread

Bookmarks

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Trackbacks are On
Pingbacks are On
Refbacks are On


Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Kekayaan Ikan Lokal dalam Proses Kepunahan yellowfin FishyRonment 2 11-04-2007 19:57
Spesies Ikan Endemis Makin Langka yellowfin FishyRonment 6 11-04-2007 08:34
Sekilas Resor dan Potensi P. Bidadari yellowfin FishyRonment 0 21-10-2004 15:28
UU Perikanan Halaman 2... yellowfin FishyRonment 0 19-10-2004 14:04
UU Perikanan Indonesia - Terbaru 2004 (hal.1) yellowfin FishyRonment 0 19-10-2004 13:25


All times are GMT +7. The time now is 05:13.


Powered by vBulletin® Version 3.7.2
Copyright ©2000 - 2008, Jelsoft Enterprises Ltd.
Search Engine Friendly URLs by vBSEO 3.1.0
copyright 2003-2008 FishyForum.com