Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
FishyRonmentDiskusi tentang lingkungan dan konservasi Sumber Daya Alam.
VALENCIA, SENIN - Pemanasan global merupakan sesuatu yang tak terbantahkan lagi dan dapat menimbulkan dampak sangat mengerikan. Demikian salah satu pernyataan dalam laporan terakhir Panel PBB untuk Perubahan Iklim atau United Nations Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) yang diumumkan di Valencia, Sabtu (19/11).
Sekretaris Jendral PBB Ban Ki Moon menantang pemerintah negara-negara di seluruh dunia untuk melakukan aksi nyata mengatasi ancaman tersebut. Ia mengajak para pengambil kebijakan untuk merespon temuan ini dalam konferensi perubahan iklim di Bali yang akan digelar awal Desember 2007.
"Sangat mendesak, usaha global harus dilakukan," ujar Ban Ki-Moon, Sekretaris Jendral PBB. Ia berharap para pengambil kebijakan dari seluruh dunia dapat merespon temuan ini dalam konferensi perubahan iklim yang akan digelar di Bali mulai 3 Desember 2007.
Mengerikan
Laporan tersebut menyebut manusia sebagai biang utama pemanasan global. Emisi gas rumah kaca mengalami kenaikan 70 persen antara 1970 hingga 2004. Konsentrasi gas karbondioksida di atmosfer jauh lebih tinggi dari kandungan alaminya dalam 650 ribu tahun terakhir.
Rata-rata temperatur global telah naik 1,3 derajat Fahrenheit (setara 0,72 derat Celcius) dalam 100 tahun terakhir. Muka air laut mengalami kenaikan rata-rata 0,175 centimeter setiap tahun sejak 1961.
Sekitar 20 hingga 30 persen spesies tumbuh-tumbuhan dan hewan berisiko punah jika temperatur naik 2,7 derajat Fahrenheit (setara 1,5 derajat Celcius). Jika kenaikan temperatur mencapai 3 derajat Celcius, 40 hingga 70 persen spesies mungkin musnah.
Meski negara-negara miskin yang akan merasakan dampak sangat buruk, perubahan iklim juga melanda negara maju. Pada 2020, 75 juta hingga 250 juta penduduk Afrika akan kekurangan sumber air, penduduk kota-kota besar di Asia akan berisiko terlanda banjir dan rob. Di Eropa, kepuanahan spesies akan ekstensif. sementara di Amerika Utara, gelombang panas makin lama dan menyengat sehingga perebutan sumber air akan semakin tinggi.
Kondisi cuaca ektrim akan menjadi peristiwa rutin. Badai tropis akan lebih sering terjadi dan semakin besar intensitasnya. Gelombang panas dan hujan lebat akan melanda area yang lebih luas. Risiko terjadinya kebakaran hutan dan penyebaran penyakit meningkat.
Sementara itu, kekeringan akan menurunkan produktivitas lahan dan kualitas air. Kenaikan muka air laut akan memicu banjir lebih luas, mengasinkan air tawar, dan menggerus kawasan pesisir.
- Pemanasan global merupakan sesuatu yang tak terbantahkan lagi dan dapat menimbulkan dampak sangat mengerikan. Demikian salah satu pernyataan dalam laporan terakhir Panel PBB untuk Perubahan Iklim atau United Nations Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) yang diumumkan di Valencia, Sabtu (19/11).
Sekretaris Jendral PBB Ban Ki Moon menantang pemerintah negara-negara di seluruh dunia untuk melakukan aksi nyata mengatasi ancaman tersebut. Ia mengajak para pengambil kebijakan untuk merespon temuan ini dalam konferensi perubahan iklim di Bali yang akan digelar awal Desember 2007.
"Sangat mendesak, usaha global harus dilakukan," ujar Ban Ki-Moon, Sekretaris Jendral PBB. Ia berharap para pengambil kebijakan dari seluruh dunia dapat merespon temuan ini dalam konferensi perubahan iklim yang akan digelar di Bali mulai 3 Desember 2007.
Mengerikan
Laporan tersebut menyebut manusia sebagai biang utama pemanasan global. Emisi gas rumah kaca mengalami kenaikan 70 persen antara 1970 hingga 2004. Konsentrasi gas karbondioksida di atmosfer jauh lebih tinggi dari kandungan alaminya dalam 650 ribu tahun terakhir.
Rata-rata temperatur global telah naik 1,3 derajat Fahrenheit (setara 0,72 derat Celcius) dalam 100 tahun terakhir. Muka air laut mengalami kenaikan rata-rata 0,175 centimeter setiap tahun sejak 1961.
Sekitar 20 hingga 30 persen spesies tumbuh-tumbuhan dan hewan berisiko punah jika temperatur naik 2,7 derajat Fahrenheit (setara 1,5 derajat Celcius). Jika kenaikan temperatur mencapai 3 derajat Celcius, 40 hingga 70 persen spesies mungkin musnah.
Meski negara-negara miskin yang akan merasakan dampak sangat buruk, perubahan iklim juga melanda negara maju. Pada 2020, 75 juta hingga 250 juta penduduk Afrika akan kekurangan sumber air, penduduk kota-kota besar di Asia akan berisiko terlanda banjir dan rob. Di Eropa, kepuanahan spesies akan ekstensif. sementara di Amerika Utara, gelombang panas makin lama dan menyengat sehingga perebutan sumber air akan semakin tinggi.
Kondisi cuaca ektrim akan menjadi peristiwa rutin. Badai tropis akan lebih sering terjadi dan semakin besar intensitasnya. Gelombang panas dan hujan lebat akan melanda area yang lebih luas. Risiko terjadinya kebakaran hutan dan penyebaran penyakit meningkat.
Sementara itu, kekeringan akan menurunkan produktivitas lahan dan kualitas air. Kenaikan muka air laut akan memicu banjir lebih luas, mengasinkan air tawar, dan menggerus kawasan pesisir.
__________________
Dapatkan Fitur & Kenyamanan Fasilitas Fishy Forum dengan bergabung disini
Atau mau Cankruk'an dg Member Jatim lainnya klikdisini
Sudah waktunya negara-negara yang merasa "sok" superpower bersama-sama dengan negara lain memikirkan dampak global ini, mengalihkan perhatian dari teknologi senjata ke teknologi lingkungan.
Bos Cah Don, apakah peran kita untuk menyelamatkan lingkungan dari pemanasan global ini? Apakah produk modern ada yang berdampak negatif?
Info sangat bermanfaat dan agar menjadi perhatian kita.
sebenarnya ada banyak yang bisa kita lakukan untuk sedikit menghambat laju pemanasan global itu dalam kehidupan sehari-hari, dengan seminimal mungkin mengurangi pemakaian AC, listrik, bahan bakar, parfum bergas, obat serangga semprot, barang-barang sekali pakai, dsb-dsb.
Coba, cek di panel AC anda di rumah dan di mobil, berapa derajat? Kalau lebih rendah dari 26 derajat, berarti anda sudah ikut serta dalam memanaskan bumi. Dan juga apakah AC di rumah dan mobil anda sudah pakai freon ramah lingkungan?
Coba lihat di meja rias keluarga kita, apakah masih berserakan parfum, hairspray, dan lainnya yang bergas?
Coba perhatikan, apakah kita masih selalu menerima kantong plastik kalau berbelanja di super market? Memakai sumpit yang sekali pakai terus dibuang?
Saya kira, semua yang saya tulis di atas masih banyak dan sering kita lakukan, hanya dengan alasan "ogah repot" dan "menekan biaya". Dan semua itu harus kita bayar dengan memanasnya temperatur bumi ini.
Negara-negara besar dan maju itu juga menurut saya masih "omdo". Mereka mengkampanyekan "stop global warming" tapi industri mereka masih memproduksi barang-barang yang menyebabkan global warming. Cerobong asap pabrik mereka masih memproduksi CO2, dan segala macam produk lainnya yang sama sekali jauh dari ramah lingkungan.
Negara-negara besar dan maju itu juga menurut saya masih "omdo". Mereka mengkampanyekan "stop global warming" tapi industri mereka masih memproduksi barang-barang yang menyebabkan global warming. Cerobong asap pabrik mereka masih memproduksi CO2, dan segala macam produk lainnya yang sama sekali jauh dari ramah lingkungan.
Yup setuju sekali pk Bowo dg usaha2 itu kita sedikit bisa mengurangi dampak Global Warning..Tapi kalau melihat filosofi pabrik2 yg selama ada yg ''Demand'' maka selalu ada yg ''Support'' atau di kitanya para user yg selama ada yg Support/produksi maka kita akan membelinya , yah sangat sulit memang..
Tapi harus kita coba demi Bumi ini yg pasti...
__________________
Dapatkan Fitur & Kenyamanan Fasilitas Fishy Forum dengan bergabung disini
Atau mau Cankruk'an dg Member Jatim lainnya klikdisini
^
betul Pak Donny, saya juga sebisa mungkin mencoba mengurangi konsumsi barang-barang yang sebenanrnya tidak perlu, seperti sumpit sekali pakai, parfum spray, dll.
cuman kadang kesel aja, kalau denger US, Eropa dan Jepang ini berceloteh ttg global warming. lha mbok pengusaha mereka itu yang diceramahin supaya bikin produk yang ramah lingkungan.
ntar kan mereka akan diprotes dan dimusuhi sama konglomerat toyota, honda, suzuki, toshiba, panasonic, ford, jaguar, dll-dll-dll