Quote:
Originally Posted by rushday
wuih.... muantebs tuh om andi.
mancing cumi dekat rumah.....huahahahaha.... bisa tiap hari tuh mancingnya om.
|
Iya nih mas Rusjdi,
kalau tidak hujan atau angin kencang dan ada teman kami pergi saja mancing. Lha susahnya itu sering anginnya kencang atau hujan atau teman sedang berhalangan. Kan memang disarankannya agar tidak mancing sendirian demi keselamatan.
Kalau anginnya terlalu kencang sering braid nya terbang nyangkut ke pepohonan disekitarnya karena tebing nya terlalu dalam, atau salah-salah kami nya terbawa angin dan nyebur malah dimakan cumi cumi.
Kalau melemparnya kurang jauh ketengah maka dipinggir sering dapat cuttlefish yang sangat besar sehingga kesulitan ngangkatnya/reelnya tidak kuat dan terpaksa dikeroyok bertiga, satu orang pegang rod dan gulung reel, satu lagi ikut pegang dan ngangkat rodnya dan yang lain narik braidnya pakai sarung tangan. Kalau pakai gaff kami takut minggir-minggir di reef nya.
Iya Jerry, kadang kami pakai squid jig diberi bumbu tuna oil sedikit tapi seringnya pakai yellow tail atau pilchard.
Dusa Okami,
Bukan dari pinggir rumah tapi kami biasanya jalan pagi dengan isteri disepanjang pantai yang bisa kami tempuh dengan berjalan kaki beberapa menit dari rumah. Tapi kalau pergi mancing ya terpaksa pakai mobil karena bawaannya banyak dan rame-rame.
Memang Australia punya banyak sekali spot untuk mancing sehingga kalau ingin mancing punya banyak pilihan.
Indonesia seharusnya punya lebih banyak fishing spots cuma sayangnya tidak dijaga/pelihara dan pencemaran lingkungan yang tidak diatasi serta overfishing sehingga keadaannya seperti sekarang ini.