Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
FishyPediaRuangan khusus untuk membicarakan proyek FishyPedia
Kita yang suka mancing, sudah barang tentu selalu berdekatan dengan air, baik itu sungai, danau ataupun laut. Ada yang cuma sedalam 10 cm, 20 cm, sedengkul, sepinggang, seleher, sekepala, 3 meter, 10 meter, 20 meter, sampai mungkin 1000 meter lebih. Ada air yang tenang, ada yang berarus, ada yang berombak, ada yang muter-muter. Intinya, air dengan segala kondisi dan situasinya.
Nah, kadang kala, ada sesuatu yang sama sekali tidak kita inginkan terjadi, yang mungkin sering disebut dengan kecelakaan. Sebuah contoh kecelakaan yang bisa berakibat cukup fatal adalah kecebur, apalagi kalau yang kecebur itu nggak bisa berenang.
Nah, kalau kita dihadapkan pada situasi semacam itu, artinya melihat orang yang tercebur ke air, apa yang harus kita lakukan untuk menolongnya?
Mungkin kita bisa melemparkan tali (kalau ada). Bisa juga dengan melempar lifejacket (juga kalau ada). Lebih bagus kalau life jacket yang diikat sama tali untuk narik, itu yang paling bagus. Tapi semua itu kan belum tentu ada di sekitar kita saat kejadian.
Ada satu barang yang kemungkinan besar selalu kita bawa saat kita mancing, yaitu cool box, apalagi yang ada talinya. bisa juga benda-benda yang bisa terapung lainnya, termasuk tackle box yang kedap air. Tentu saja semua itu harus dikosongkan dulu, terus ditutup rapat, baru dileparkan sedekat mungkin sama korban.
Atau apa lagi yang bisa kita perbuat kalau melihat kejadian seperti itu? Mungkin para mancinger bisa tukar ide dan pikiran, sehingga kalau kita memahaminya, paling tidak kita bisa sedikit memberikan pertolongan pertama saat melihat orang kecebur di air.
Disamping itu semua tentu saja, faktor menjaga keselamat diri sendiri, termasuk pemakaian life vest saat kita memancing, itu juga sangat dianjurkan. Semua itu demi keselamatan kita sendiri juga, kan?
Best thing to do : send people equipped with extra live jacket - and attach a rope to the helper.
Kalo nyambitnya pake cool box, gak suggest akh. Salah - salah tuch coolbox malah niban korban yang akhirnya sukses bikin do'i pingsan + kelojotan.
Ato kalo perlu disambit pake popper ajah, kalo kena khan bisa buat latihan strike ikan babon?? J/K guys....
__________________ BAN MARINE AQUARIUM OWNERSHIP AND TRADING !!!
Di Jepang rupanya ada ketentuan setiap pemancing diharuskan oleh insurance company utk memakai " self inflated " life vest kalau mancing di laut diatas kapal dan sedikit off topic , ceritanya begini ;
Mr. Konishi pemilik Carpenter lagi mancing dgn NOMAD di Australia , kapal yang mereka gunakan adalah type skiff ukuran 5 meteran dan pada satu waktu , mereka mancing di daerah yang bergelombang , saat itu Mr. Konishi lagi fight dgn GT besar dan ombak besar tiba tiba menampar badan nya , pada saat itu " self inflated " life vest nya menggelembung sehingga Mr. Konishi kaget , tetapi akhirnya GT tersebut berhasil di takluk kan dan di CnR , hanya saja cerita pada malam itu dimeja makan bukan tentang tentang GT tetapi tentang " self inflated " life vest .
Kalau seseorang telah memakai life vest , tentunya kalau terjauh kelaut pasti masih bisa survive dan ditolong dgn cepat krn warna life vest yang cemerlang ( kuning/orange ) tetapi kalau tanpa life vest , biarpun mahir berenang tentunya sangat susah dicari krn kebanyakan rambut orang Indonesia hitam , sangat susah membedakan nya dgn warna laut , kecuali saya yang sudah putih semua rambut nya .
Pernah kejadian di tahun 80'an , Ateng P. Ratu jatuh kelaut pada subuh hari dalam perjalanan ke P. Deli , beruntung kami bisa mencarinya krn hari masih gelap dan ketika itu suara teriakan nya juga terbenam dgn suara motor tempel , kendati dia hanya sekitar 10~20m dari lingkaran pencarian kita ditengah ombah yang cukup lumayan . Setelah ditolong , Ateng menangis !
Ada baiknya kalau lagi naik kapal , life vest dan " self inflated " life vest mungkin menjadi pilihan terbaik untuk pemancing yang merasa risih menggunakan life vest yang tebal .
Jon .
__________________
It's not what you don't know that gets you into troubles , it's what you know for sure that ain't so . Mark Twain .
kalo semua kagak misal, tali, cool bos, jaket pelampung, dll,,,
satu satunya jalan cuma 1 yaitu dia kagak enak deh,,,, seperti kata om ferry sambir pake popper tanpa treble hook.......ato casting aja juga... kan bisa ngetest kekuatan tuh PE juga....
BTW : selalu bawa deh,,, tali, baju pelampung,,, pisau,, yang penting bisa mengapung deh....
misal pisau ini dan baju pelampung,, dan tali biasa saya bawa tali bahan nylon dari kapal tuna punya,,, pake yang bisa nyala di malam hari/gelap deh
Ada saran dari seorang rekan begini : Kalau mau mancing harus bawa Aqua botol.... makin gede makin baik (paling bagus galonan). Jadi kalau setelah minum habis botol nya (bukan untuk Aqua galonan) jangan di buang ke laut , tapi di ikat dan di rangkai pake kenur / tali plastik (kalo ada) dengan tutup botolnya harus ada pada botolnya. Jadi kalo ada yang kecebur, itu dapat di pergunakan sebagai pelampung emergency. Ini bisa membantu orang tersebut untuk mengapung (supaya kagak cepet capek). Lagipula kalau mau di sambit pake popperpun, jangan sambit ke orangnya tapi kepelampung Aqua emergencynya, jadi orangnya kagak pingsan ke sambit popper. Tarikannya juga cukup nyahud lah. Kalau Aqua Galonan bisa langsung lempar aja asal isinya tidak penuh (tinggal seperempat kebawah, bolehlah.... kalo haus bisa minum juga tuh)
Cara ini ada satu kelemahannya yaitu : waktu orang keceburnya tidak boleh pagi2, karena botol-botol Aqua belon pada kosong. hehehe
Disisi lain juga dapat melestarikan laut tanpa menyampah plastik di laut.
Jadi kalau habis mancing emergency pelampung aquanya kagak terpakai , harap di buang ke tong sampah di darat. Atau kalau anda mau simpan untuk trip berikutnya, boleh-boleh aja.