Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
FishyRonmentDiskusi tentang lingkungan dan konservasi Sumber Daya Alam.
Teduh angin Lautan Banda membuat kami terpana dalam keasikan memancing di daerah Pulau Buton Sulawesi tenggara. Dari kejauhan nampak beberapa perahu nelayan menyusuri tubiran karang-karang di daerah Pulau Buton Sulawesi tenggara.
Awalnya kami yang lagi asyik mancing dekat mereka tidak merasa curiga sama sekali akan keberadaan perahu nelayan tersebut akan meledakkan terumbu karang. Di keheningan air lautan itu tiba-tiba kami tersentak dan terkaget dengan adanya ledakan besar dengan jarak yang tidak jauh dari kami. Duaaar.... boooom... air menyembur kurang lebih sampai 2 - 3 meter, ledakan itu jelas mengagetkan kami yang lagi asik mengayun-ayun joran menanti sambaran ikan.
"Astofirullohallazim... mereka nelayan tadi ternyata meledakan terumbu karang. Tidak lama tiga kapal nelayan langsung memunguti ikan yang menggelepar dari atas permukaan air.
Kami yg menyaksikan itu sedih lemas dan takut. Kami mengajak kapten untuk mendekati mereka namun sang kapten berkata lebih baik kita tidak usah mencari masalah, siapa tahu mereka melempari kita dengan bom yg membuat kapal jadi berantakan. waduh...
Kami hanya terdiam membisu melihat kelakuan pemandangan tersebut, kami sedih sebab kami tidak mencegahnya. Kami sedih dan tahu mereka tidak berpikir panjang karena memang terdesak kebutuhan perut...,
nah itu sekelumit perjalanan menyusuri pulau boton dekat taman nasional wakatobi yg katanya masih bagus karangnya.
Kejadian itu membuat kami yg di atas kapal saling diskusi bla... bla.. bla soal pengeboman. "Seharusnya ... pemerintah tegas membasmi yang begian dong," kata temen saya enggak kalah serunya. "Ya TNI jangan tidur aza, lihat tuh," sahut temen satu lagi. Sementara kapten kapal yg saya tumpangi dan krunya hanya senyum senyum simpul sambil nyetuk, "TNI AL, Polisi dan pemerintah apa ya mau ditempat yang sepi kayak begini," katanya singkat namun cukup menghentakkan kami. Ia pun lantas bercerita di Pulau Buton yang luasnya 1/2 pulau Jawa penduduknya enggak lebih dari 5000 orang itu pun terpencar diperkampungan kecil. Di sana cuma ada beberapa guru yg di datangkan dari sulawesi. rata-rata penduduknya nomaden berpindah-pindah dari pantai satu ke pantai yang lain atau mereka hidup di perahu.
kalo aparat dan pemerintah aza engak bisa mengcover arealnya apa lagi FORMASI yg kerja disekretariat cuma 2 orang yaitu markus n puji ..... maka boleh dong aku bernyanyi o.. tak mungkin... tak mungkin engkau kembali.. he... he,,,
Quote:
Originally Posted by rushday
mungkin formasi kita dpt mengajak pemerintah untuk memecahkan masalah ini ???
sekedar usul aja bos, maaf kalo salah.
Kejadian itu membuat kami yg di atas kapal saling diskusi bla... bla.. bla soal pengeboman. "Seharusnya ... pemerintah tegas membasmi yang begian dong," kata temen saya enggak kalah serunya. "Ya TNI jangan tidur aza, lihat tuh," sahut temen satu lagi. Sementara kapten kapal yg saya tumpangi dan krunya hanya senyum senyum simpul sambil nyetuk, "TNI AL, Polisi dan pemerintah apa ya mau ditempat yang sepi kayak begini," katanya singkat namun cukup menghentakkan kami. Ia pun lantas bercerita di Pulau Buton yang luasnya 1/2 pulau Jawa penduduknya enggak lebih dari 5000 orang itu pun terpencar diperkampungan kecil. Di sana cuma ada beberapa guru yg di datangkan dari sulawesi. rata-rata penduduknya nomaden berpindah-pindah dari pantai satu ke pantai yang lain atau mereka hidup di perahu.
kalo aparat dan pemerintah aza engak bisa mengcover arealnya apa lagi FORMASI yg kerja disekretariat cuma 2 orang yaitu markus n puji ..... maka boleh dong aku bernyanyi o.. tak mungkin... tak mungkin engkau kembali.. he... he,,,
hahahaha...... bisa aja ngelesnya bos yg kita yg satu ini .. hahahahaha.....
Wah...ngebayanginnya semakin kesal dan juga geram. Enaknya orang seperti itu difoto dan terus diserahkan ke Pol Air, trus ditindak deh. Kalo bisa tunggu aksinya biar ditembak aja langsung pelakunya. Yang sangat disayangkan dari dulu mungkin penyuluhan dan juga mudahnya jalur pembelian bahan baku bom ikan. Sepertinya hal ini tidak pernah dipikirkan dengan serius. Maaf kalo salah-salah kata kalo dilihat-lihat sekarang aparatur negara yang harusnya memikirkan rakyat malah beramai-ramai mikirin gaji naik dan juga gimana mempertahankan jabatan. Mohon lah dengan sangat untuk bersikap profesional.
Saya sangat yakin setiap satu perkara kecil yang segera diselesaikan dan dicarikan penyelesaiannya akan lebih baik daripada membiarkannya menjadi isu besar dan menjadi penyesalan yang tidak dapat dirubah lagi.
Dan kiranya apabila pemancing-pemancing akan berangkat memancing ada baiknya menyediakan alat komunikasi dan apabila memungkinkan laporkan saja hal ini segera. Semoga dunia ini semakin baik dan nyaman untuk ditinggalli.
Bravo buat pak Markus yang telah berbagi cerita pilu ini.
Ingin setiap pembinasaan dan bahkan perusakan terumbu karang akan berimbas langsung pada ekonomi masa depan nelayan kedepannya. Kalo semua terumbu karang sudah dibom habis dan ikan sudah tidak ada. Mo ngapain nelayan? Mo Jadi teroris hah? atau mau jadi bangsa tingkat rendah alias bangsa konco, lihat donk negara tetangga kita, udah maju ga pake bom2 terumbu karang, ga bakalan maju dan kaya kalo semua cuek aja? Buset deh........
Sorry...kesel juga yah dengernya...padahal kalo saya mo ngomong kasar juga ga ada artinya soalnya saya yakin nelayan yang ngebom ga bakalan buka fishy forum.... Kalo saya bisa bikin bom....saya akan bom orang yang ngebom terumbu karang, hehehe..kan sepii ga ada yang liat ..... Betul ga pak Markus.....
Best Regards
Ray
__________________
Life is simple....Eat....Sleep...and...FISH!!!
makanya kita2 harus keep nomer telp polisi, karena pemboman itu bukan hanya merusak ekosistem laut tapi juga akan mengurangi hasil laut. klo kita menemui hal serupa kayaknya kita harus bertindak tegas memberantasnya tentunya dengan bantuan pihak kepolisian biar mereka jera dan tidak akan melakukannya lagi. mungkin ini salah satu yang bisa kita lakukan karena tidak mungkin kita bisa turun tangan sendiri.
Kapten kapal tsb spt nya berkata benar, jgn kan di pulau yg terpencil gitu, di jkt aja yg banyak terjadi penghancuran alam dan pengambilan ikan scr membabi buta ngak di tindak, contoh nyata di sekitaran kapuk banyak sekali penyetrum ikan dan penjala serta penjaring ikan di kolam2 tampung air antara ring road cengkareng dan hutan bakau yg tinggal sejumput itu luasnya, gimana ngak punah ikan2 kita.
__________________
[SIGPIC][/SIGPIC][SIZE=4][B]The Greatest General From Shu Kingdom.[/B][/SIZE]
Bosen sayah mah kalo ngomong yang beginian, musuh utama kelautan itu ada 2 (disamping polusi) : Bomb fishing and cyanide fishing. Sayah mah usah bosan dan jenuh laporan. Pihak yang berwajib juga cuma do nothing. Contoh :
1. kasus portas di p Pari : udah ada informasi, bahwa pelaku pemortasan adalah anak ketua RT di P Panggang, then tindakan aoa yg udah di ambil?? .NOL BESAR!!
2. Karang di Binu - terutama hingga 50m mah relatif habis di bom nelayan dari Lampung (prosesnya tahunan) - sampe sekarang gak ada tuch tindakan dari yang berwenang.
Lalu peran masyarakat : apa tindakan masyarakat yang menyaksikan aksi pengrusakan alam tersebut? nol besar pula. Kenapa masyarakat takut untuk do something?? karena tidak ada sama sekali perlindungan dari aparat.
Selama gak ada tindakan yang tegas dan negara bersikap buta terhadap segala bentuk pengrusakan, jangan harap 'fish bombing' dan 'cyanide fishing' akan berhenti.
Boro boro kita rakyat biasa, Kementrian KLH ajah gak berdaya..... opo iki???? Kementrian KLH tidak punya wewenang untuk melakukan tindakan, sifatnya cuma 'rekomendasi' (rekomendasi mah sama aja bohong!!!). Trust me guys, kalo gak percaya - coba tanyain sama Menteri KLH sendiri.
Lalu, percuma ajah di hampir setiap penjuru kepulauan Seribu ada plang pengumuman yang berisikan ancaman terhadap pengrusakan alam / kelautan. Tidak ada tindakan sama sekali. Bongkar aja plang pengumunan itu.....
Lalu, Formasi juga harus mempunyai akses dan 'power' untuk menekan aparat agar melakukan aparat. Bijimane supaya Formasi punya 'power' ??? itu tugas kita semua para angler!!.......
__________________ BAN MARINE AQUARIUM OWNERSHIP AND TRADING !!!
Bung Markus, Thank's informasinya.
Begitu ngebaca reportnya Bung Markus, darah mendidih jadinya, yang ngebom karang itu, lupa bahwa karang itu adalah hutang dari nelayan generasi sekarang kepada nelayan generasi berikutnya.
Tapi krn urusan perut jadi dia ngebom, sebenarnya kalau pemerintah daerah setempat dapat memberikan pengertian dan membantu nelayan tsb tidak akan separah itu, sampai ngebom segala, lama-2 dasar lautan Indonesia jadi lapangan bola, atau bisa menjadi lapangan terbang kapal terbang bawah laut paling besar sedunia.
Saya menyarankan, FORMASI atau FF membuat seminar (1 hari aja, Sabtu atau minggu), tentang kerusakan terumbu karang di Indonesia dan tata cara pencegahannya, tdk perlu mahal-2, yg penting ngerti dan dapet bukti kita ikut (sertifikat), shg kita kalau ngeliat sertifikat, makin sayang sama lautan Indoesia (punya tanggung jawab untuk melestarikan terumbu karang dan jenis ikan billfish).
Saya rasa kalo soal efek negatif dari bom dan portas mah semua orang juga udah tahu. 99,99% dari angler pasti setuju dengan pentingnya kelestarian. Saya rasa, kita mah gak butuh seminar, gak butuh sertifikat, yang kita butuhkan adalah 'law enforcement' atas segala macem tindakan pengrusakan alam. Yang kudu lebih diberi pengertian dan pengarahan adalah para 'pelaku'. Kita khan cuma 'penonton'??. Yang kudu ditindak adalah para bomber dan portasser.
Tanggung jawab utama pelestarian alam ada pada Pemerintah, dan didukung oleh seluruh rakyat. Kalo sekarang mah lengkap sudah penderitaan alam Indonesia : udah mah pemerintah dan aparatnya pada dodol, sebagian rakyatnya terus melakukan tindakan pengrusakan....
We don't need any certification my brother, we need real action...
__________________ BAN MARINE AQUARIUM OWNERSHIP AND TRADING !!!
pengerusakkan lingkungan hidup mememang sih tanggung jawab pemerintah dan masyarakat dengan sendirinya .
Saya juga binggung kalau pemeerrintah kayaknya tutup mata dan kuping utk masalah pengrusakkan lingkungan hidup .Banyak contoh pengrusakkan hutan, akibatnya ya,,, banjir bandang,,longsor,Dll
Mungkin kita2x yg di FF bisa dikit aja kalau lagi mancing , siapkan tong sampah lah, pengalaman beberapa kali mancing abk lagi bersih2x kapal sampah yg udah dikumpulkan dlm dus aqua ikut dibuang...........kelaut....
Sukaang