Bulan Oktober ini, di Jepang sudah mulai masuk musim gugur. Artinya, musim mancing Tachiuo sudah tiba. Kedatangan ikan Tachiuo ini, serangkali bersamaan dengan datangnya cumi-cumi, karena mungkin musim kawin / bertelurnya hampir sama. Tapi yang jelas, keduanya datang ke pinggiran selain untuk mencari lokasi bertelur juga karena mengincar Iwashi (Sarden) dan juga Koaji (Kembung).
Mancing Tachiuo ini sebenarnya termasuk gampang. Sebab ikan ini datangnya juga sering dalam kelompok dan termasuk carnivora rakus. Jadi, kalau timing-nya tepat, bisa dipastikan kita akan bisa memancing Tachiuo ini.
Teknik Memancing Nagezuri:
Memancing dengan melepar umpan dalam rangkaian dari dermaga, pantai atau dinding penahan ombak, bisa juga dari tetra).
Peralatan Standar:
1. Joran
Biasanya dipakai joran 5,4 meter, tidak terlalu lentur, tapi juga tidak keras. Sebab, kalau terlalu lentur, sulit untuk melempar ke lokasi yang agak jauh dari bibir dermaga.
2. Rangkaian
Leader wire/kawat sepanjang 60-80 cm, yang disambungkan dengan mainline dengan kili-kili.
Selain itu, juga memakai "denki hotaru". Aku tidak tau namanya dalam bahasa Indonesia. Tapi aku pernah lihat di toko mancing. Alat ini berupa tabung kecil isi bahan kimia, yang kalau "dipatahkan" jadi menyala, warna umumnya hijau muda atau merah agak ungu. Alat ini berfungsi untuk mengundang ikan target untuk mendekat.
3. Mata kail
Dipasang pada kawat leader, single single hook, double single hook. Aku sendiri membuat variasi sendiri dengan memasang double single hook+triple hook

.
4. Pelampung
denchi uki (pelampung yang ada lampunya) karena mancing ini dilakukan pada malam hari / dini hari, pada saat masih gelap.
5. Timah pemberat, besarnya disesuaikan dengan pelampung.
6. Reel dan kenur
Spinning Reel, kenur nilon/PE ukuran 6-12lbs juga sudah lebih dari cukup
7. Umpan
Ikan sarden kecil, ikan kibinago, irisan daging ikan sanma (pike).
Teknik Mancing Funezuri
Memancing dengan naik kapal ke lokasi tempat ikan berada.
Peralatan Standar:
1. Joran
Joran kapal, sepanjang 2,7 - 4,5 meter. Kalau terlalu pendek susah, kalau terlalu panjang, menggangu yang lain
2. Rangkaian
Leader wire/kawat sepanjang 60-80 cm, yang disambungkan dengan mainline dengan kili-kili.
3. Mata kail
Biasanya kalau mancing dengan perahu, hooknya memakai head jig, atau sekalian memakai metal jig. Mengingat ikan target biasanya jauh di bawah air (bisa mencapai 80-100 meter ) jadi perlu yang agak besar/berat, agar bisa segera samapi di lokasi ikan.
4. Reel dan kenur
Bait reel dengan line counter, biar bisa ngukur kedalaman hook kita. kalau naik kapal, biasanya si kapten kapal akan bilang ikan di kedalaman sekian. Jadi kalau tidak ada line counter-nya agak sulit.
Kalau tidak ada reel dengan line counter, bisa juga dengan kenur yang ada warnanya, dimana per 5 / 10 meter, warnanya ganti, meski tetep agak repot juga.
Kenur nilon/PE ukuran 6-12lbs juga sudah lebih dari cukup
5. Umpan
Ikan sarden kecil, ikan kibinago, irisan daging ikan sanma (pike).
Kalau pakai jig, ya, umpannya besi itu lah...
Em, ada yang ketinggalan gak, ya... em, ntar kalau ada yang ketinggalan, saya tambah lagi, deh...
Plus ada beberapa foto, semoga membantu. (Foto belum lengkap, nanti akan aku posting lagi...

)
Rangkaian... denchi uki, denki hotaru, rangkaian mata pancing single hook kombinasi triple hook
Kalau pas gelap, jadinya kelihatannya kayak gini
hasil pancingan Senin kemarin
