Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
Beberapa hari lalu sempat mancing dengan seorang pemancing baronang pemula. Sebelum mancing saya memberikan kuliah "matrikulasi" dulu, mengingat doi belum pernah mancing dengan menggunakan kail garong sama sekali. Materi kuliah berisi setting joran tegek sampai siap digunakan dan simulasi gerakan pelampung saat baronang menggerogoti lumut.
Pada saat praktik di lapangan, teman saya pemula tersebut pada sesi pertama malah lebih banyak menaikkan ikan daripada saya. usut punya usut, ternyata si doi hanya ingat kuliah saya bahwa kalau ada gerakan yang aneh sedikit saja dari gerakan pelampung alaminya, langsung gentak. Sedangkan saya, justru sudah terpola dengan gerakan pelampung yang menggetar, sehingga kalau ada gerakan aneh dari pelampung saya masih menunggu pelampung tersebut menggetar. kebetulan cara makan ikan di lokasi jarang sekali menimbulkan getaran pada pelampung, sehingga akibatnya telat melalu, lumut gundul. Setelah saya koreksi, sesi berikutnya banyak sekali baronang yang naik......
Nah, sharing gerakan-gerakan pelampung yuk......karena memang tidak selalu pelampung menggetar saat baronang makan lumut dikail kita. Kadang hanya senar dibawah pelampung yang menegang, memutar dsb.
Hmhhh good point Pak Hamzy. Kalo dosennya Pak hamzy - kok muridnya jadi cepet bisa yach? Kalo saya khan dosennya Pak Icang sama Pak Tom ; bisanyah lamaaa banget. Saya seh curiga, 2 dosen ini maunya ngasih kuliah lamaan - biar uang kuliahnya jadi banyak........
Apa sogokannya biar gede????
__________________ BAN MARINE AQUARIUM OWNERSHIP AND TRADING !!!
Beberapa hari lalu sempat mancing dengan seorang pemancing baronang pemula. Sebelum mancing saya memberikan kuliah "matrikulasi" dulu, mengingat doi belum pernah mancing dengan menggunakan kail garong sama sekali. Materi kuliah berisi setting joran tegek sampai siap digunakan dan simulasi gerakan pelampung saat baronang menggerogoti lumut.
Pada saat praktik di lapangan, teman saya pemula tersebut pada sesi pertama malah lebih banyak menaikkan ikan daripada saya. usut punya usut, ternyata si doi hanya ingat kuliah saya bahwa kalau ada gerakan yang aneh sedikit saja dari gerakan pelampung alaminya, langsung gentak. Sedangkan saya, justru sudah terpola dengan gerakan pelampung yang menggetar, sehingga kalau ada gerakan aneh dari pelampung saya masih menunggu pelampung tersebut menggetar. kebetulan cara makan ikan di lokasi jarang sekali menimbulkan getaran pada pelampung, sehingga akibatnya telat melalu, lumut gundul. Setelah saya koreksi, sesi berikutnya banyak sekali baronang yang naik......
Nah, sharing gerakan-gerakan pelampung yuk......karena memang tidak selalu pelampung menggetar saat baronang makan lumut dikail kita. Kadang hanya senar dibawah pelampung yang menegang, memutar dsb.
Salam
Hemm ... untung dosen gue si dukun ..
liat benang dulu baru liat pelampung , .. makanya gue selalu turunin umpan pelan pelan .. jadi sebelum kenur turun sempurna haruslah kita liat benang
Kalo saya lebih suka liat ujung joran dan ngerasain getaran/gerakan pake tangan. Jadi nggak pake pelampung mancingnya. Karena kalo liat pelampung naik turun kena ombak malah sakit mata. Maklum mata udah mulai lamur. Pernah sekali nyoba pake pelampung, malah gak kena-kena. Alias telat melulu.
Tapi dengan cara ini, menurut saya jadi tidak terpengaruh oleh besar/kecilnya ombak. Mungkin susahnya adalah untuk setting kedalaman makan-nya beronang. Karena ujung joran selalu diusahakan sekitar 10 - 20 cm saja dari air.
Dan menurut saya, beronang lebih berani makan, karena umpan tidak akan bergoyang-goyang ngikutin naik turunnya pelampung yang kena ombak. Coba aja anda. Dikasih makan atao disuapin, tapi sendoknya digoyang-goyang terus. Kan kheki juga. Apalagi beronang....
Terima kasih..
__________________
Not Expert. Just Like Fishing.
________________________
S. Budhi R.
Kalo saya lebih suka liat ujung joran dan ngerasain getaran/gerakan pake tangan. Jadi nggak pake pelampung mancingnya. Karena kalo liat pelampung naik turun kena ombak malah sakit mata. Maklum mata udah mulai lamur. Pernah sekali nyoba pake pelampung, malah gak kena-kena. Alias telat melulu.
Tapi dengan cara ini, menurut saya jadi tidak terpengaruh oleh besar/kecilnya ombak. Mungkin susahnya adalah untuk setting kedalaman makan-nya beronang. Karena ujung joran selalu diusahakan sekitar 10 - 20 cm saja dari air.
Dan menurut saya, beronang lebih berani makan, karena umpan tidak akan bergoyang-goyang ngikutin naik turunnya pelampung yang kena ombak. Coba aja anda. Dikasih makan atao disuapin, tapi sendoknya digoyang-goyang terus. Kan kheki juga. Apalagi beronang....
Terima kasih..
om .. pelampungnya di gantung .. jadi ga naik turum .. gitu
Saya nunggu triknya mas Yono, waktu mancing bareng beliau bolak-balik naikin lingkis dalam kondisi air berombak dan angin kuat, umpan lumut basi yg umur dah 2 minggu.
__________________ Begini ini kalau lama gak mancing
Berdasarkan pengalaman, sayah juga ada tips kecil - tapi karena sayah masih junior banget - gak berani ngasihnyah. Takut malah diketawain para pendekar.... Soalnyah saya sendiri belon begitu lancar - masih trial and error, tapi metode ini kadang bisa menghasilkan.
(Chaaang, Toooom, Yoooon, Diiiinnn ; ampuuuunn gw bukannya sok jago).
__________________ BAN MARINE AQUARIUM OWNERSHIP AND TRADING !!!
Saya nunggu triknya mas Yono, waktu mancing bareng beliau bolak-balik naikin lingkis dalam kondisi air berombak dan angin kuat, umpan lumut basi yg umur dah 2 minggu.
wah susah tuh mas .. harus bolak balik batrean kresek ijo 50 kali PP .. baru bisa setingkat MJO ilmunya .. he he he
mendingan ambil privat saja mas sama saya .. entar saya kasih tahu dah
Berdasarkan pengalaman, sayah juga ada tips kecil - tapi karena sayah masih junior banget - gak berani ngasihnyah. Takut malah diketawain para pendekar.... Soalnyah saya sendiri belon begitu lancar - masih trial and error, tapi metode ini kadang bisa menghasilkan.
(Chaaang, Toooom, Yoooon, Diiiinnn ; ampuuuunn gw bukannya sok jago).
Hahaha tipsnya mana Om? Tipsnya dulu di posting, baru ampunnya belakangan donk. Wakaka
Kalo saya lebih suka liat ujung joran dan ngerasain getaran/gerakan pake tangan. Jadi nggak pake pelampung mancingnya. Karena kalo liat pelampung naik turun kena ombak malah sakit mata. Maklum mata udah mulai lamur. Pernah sekali nyoba pake pelampung, malah gak kena-kena. Alias telat melulu.
Tapi dengan cara ini, menurut saya jadi tidak terpengaruh oleh besar/kecilnya ombak. Mungkin susahnya adalah untuk setting kedalaman makan-nya beronang. Karena ujung joran selalu diusahakan sekitar 10 - 20 cm saja dari air.
Dan menurut saya, beronang lebih berani makan, karena umpan tidak akan bergoyang-goyang ngikutin naik turunnya pelampung yang kena ombak. Coba aja anda. Dikasih makan atao disuapin, tapi sendoknya digoyang-goyang terus. Kan kheki juga. Apalagi beronang....
Terima kasih..
Quote:
Originally Posted by Jovan
om .. pelampungnya di gantung .. jadi ga naik turum .. gitu
Nggak juga tuh... buktinya klu saya mancing dgn cara "celup" tetep dimakan ( klu lg ada baronangnya ), waktu Pari 5, Hari I & ke II saya ancing dgn tehnik celup, hasilnya lumayan lho.
Pada dasarnya pakai atau tidak pakai pelampung tergantung kebiasaan aja kok. Pemakaian pelampung ditujukan agar kita dpt mendeteksi umpan kita dmakan apa tidak.
Thank's
Nggak juga tuh... buktinya klu saya mancing dgn cara "celup" tetep dimakan ( klu lg ada baronangnya ), waktu Pari 5, Hari I & ke II saya ancing dgn tehnik celup, hasilnya lumayan lho.
Pada dasarnya pakai atau tidak pakai pelampung tergantung kebiasaan aja kok. Pemakaian pelampung ditujukan agar kita dpt mendeteksi umpan kita dmakan apa tidak.
Thank's