Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
FishyRonmentDiskusi tentang lingkungan dan konservasi Sumber Daya Alam.
Req INFO : Danau LOH TAWAR (TAKENGON - ACEH TENGAH)
Guys,
Ada yang bisa bantu kasih info mengenai Danau Loh Tawar di daerah Aceh Tengah tepatnya di daerah TAKENGON.
__________________ K i k i -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"A good rule of angling philosophy is not to interfere with any fisherman’s ways of being happy, unless you want to be hated."
**Zane Grey, Tales of Fishes, 1919**
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Suku Gayo di Aceh Tengah berbeda dengan penduduk daerah Aceh pada umumnya. Mereka tidak mau disebut orang Aceh, dan lebih suka disebut sebagai orang Gayo. Karena itu, deskripsi orang Gayo berbeda dengan Aceh hingga kini tetap relevan. Gayo memang mempunyai sejarah keturunan dari Batak Karo di Sumatera Utara. Pada awalnya, Aceh Tengah yang zaman dulu masih kosong belum berpenduduk memang menjadi pilihan warga Karo untuk bermigrasi. Kini Aceh Tengah telah dihuni beragam suku yang hidup damai.Pada beberapa waktu yang lalu daerah Aceh Tengah ini merupakan daerah konflik, yang menurut salah satu sepupu temanku adalah daerah yang menakutkan untuk ditinggali, karena selama beberapa bulan di Takengon sempat diberlakukan jam malam dan dijadikan sebagai Daerah Operasi Militer. Cuman setelah selesainya masalah dengan GAM, pelahan Takengon mulai menggeliat, mulai bebenah dan bangkit. Memang ada juga sedikit kasus dalam hal perpolitikan di Takengon beberapa waktu yang lalu pada saat pemilihan calon bupati, sampai-sampai karena tuduhan-tuduhan yang sampai sekarang belum juga selesai, kantor KPU setempat menjadi korban pembakaran oknum-oknum tertentu.
Takengon adalah ibukota kabupaten Aceh Tengah yang berada di poros Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Bagian Utara berbatasan dengan Kab. Bener Meriah dan Kab.Bireuen, sebelah Selatan berbatasan dengan Kab.Nagan Raya dan Kab.Gayo Lues, Timur berbatasan dengan Kab. Aceh Timur, Barat berbatasan dengan Kab. Pidie. Selain lokasinya yang berada di poros Aceh, Takengon memiliki sejumlah obyek wisata yang tidak ada di tempat lain. Hanya saja, hingga kini wisata Takengon masih terpukul akibat konflik. Salah satu obyek wisata yang terkenal di Takengon adalah Danau Laut Tawar, satu-satunya danau luas di NAD yang diapit oleh perbukitan. Dalam hal wisata alam, ada omongan orang yang bilang bahwa belum lengkap berkunjung ke NAD jika belum sampai ke danau ini.
Nah dikarenakan gosokan-gosokan tentang Takengon seperti diatas oleh beberapa temen, akhirnya sabtu tanggal 17 Maret 2007 kemarin, dengan nekat membawa kabur mobil kantor, kami bertujuh (6 cowok dan 1 cewek) langsung saja cabut ke Takengon, Aceh Tengah. Jarak tempuh Takengon dari Banda Aceh antara 8 - 10 jam perjalanan. Kami berangkat sekitar jam 17.00 dan baru memasuki daerah Takengon pada jam 02.00 pada hari berikutnya. Takengon yang berada di daerah dataran tinggi gayo ini ternyata sangat menyenangkan, biarpun cenderung kecil, tetapi kota-nya rapi dan bersih. Apalagi ditambah dengan cuaca yang sejuk dan cenderung dingin (aku rasa-rasa sih lebih dingin dibanding daerah Puncak Bandung). Ditambah lagi dengan pemandangan di sekitar Danau Laut Tawar, danau yang cukup luas yang dikelilingi oleh perbukitan tinggi. Memang pada saat ini Danau Laut Tawar hanyalah danau tanpa ada fasilitas-fasilitas yang seharusnya ada di lokasi-lokasi wisata, hanya jalan mengelilingi danau saja yang ada, sedangkan fasilitas taman rekreasi, penginapanm dan hiburan-hiburan lainnya belum ada, paling tidak belum dikelola dengan baik. Mungkin ini semua memang efek-efek dari konflik antara GAM dengan Negara kita beberapa waktu lalu, tetapi moga-moga saja dalam waktu yang tidak terlalu lama pembangunan Danau Laut Tengah dan Takengon pada khususnya akan semakin pesat.
Sebagai layaknya blogger, yang sudah seharusnya dan semestinya narsis, ada beberapa skrinsyut yang sempet terekam dari Takengon dan Danau Laut Tawar dan semuanya ada Eh iyah, di Takengon ini juga bisa dibilang tempat bersejarah buat aku, karena disinilah pertama kali aku mencukur botak kepalaku (biarpun masih tersisa 3 cm sih)… huehehehe…
Selain keindahan alam dll-nya apakah anda juga tau potensi ikan pancingan di danau tersebut, menurut info saudara saya yg pernah ditugaskan disana sampai dengan 2 tahun yg lalu danau tersebut benar benar belum dimaksimalkan.
Bahkan warga disekitar danau pun jarang sekali yg mancing di danau tsb, menurut info paling hanya beberapa orang saja yang menembak ikan dengan cara menyelam (tradisional) itupun tidak setiap hari kata ybs. Karena mata pencarian warga disekitarnya adalah petani kopi, dan memang benar bahwa Takengon adalah salah satu penghasil kopi robusta terbaik di indonesia.
Kalau memang benar2 menjanjikan lokasinya mana tau danau ini bisa dijadikan target ekspedisi selanjutnya.
__________________ K i k i -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"A good rule of angling philosophy is not to interfere with any fisherman’s ways of being happy, unless you want to be hated."
**Zane Grey, Tales of Fishes, 1919**
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Allow Pak Kiki,
saudara saya ada yg tinggal di Takengon dan rumahnya tepat didepan danau.
Kalau tidak salah namanya danau laut tawar..sama tidak yah sama danau Loh Tawar/ Lot Tawar?
Menurut dia, ikan yang ada Mujahir, ikan Mas, Depik, Denung, Craskap.
Dan umpan yang banyak dipakai disana untuk mancing ikan Nila & Mas adalah ikan Depik..dan ada juga yang pakai ubi kayu.
Allow Pak Kiki,
saudara saya ada yg tinggal di Takengon dan rumahnya tepat didepan danau.
Kalau tidak salah namanya danau laut tawar..sama tidak yah sama danau Loh Tawar/ Lot Tawar?
Menurut dia, ikan yang ada Mujahir, ikan Mas, Depik, Denung, Craskap.
Dan umpan yang banyak dipakai disana untuk mancing ikan Nila & Mas adalah ikan Depik..dan ada juga yang pakai ubi kayu.
Iya betul namanya namanya Danau Laut Tawar
Bukannya Grascap itu mau makan lure???
Kalau liat latar belakang fotonya Pak Roel yg diatas (walaupun sedikit) terlihat struktur pinggiran danau yg landai trus terdiri dari bebatuan kecil... Bukannya ini salah satu struktur favoritnya Hampala/Palung???
Soni kira kira bener nggak tuh???
__________________ K i k i -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"A good rule of angling philosophy is not to interfere with any fisherman’s ways of being happy, unless you want to be hated."
**Zane Grey, Tales of Fishes, 1919**
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kalau liat latar belakang fotonya Pak Roel yg diatas (walaupun sedikit) terlihat struktur pinggiran danau yg landai trus terdiri dari bebatuan kecil... Bukannya ini salah satu struktur favoritnya Hampala/Palung???
Soni kira kira bener nggak tuh???
Bo Kiki, saya mah ga yakin di alam grasscarp mau makan lure, nama ikannya aja grasscarp (carp pemakan rumput) saya kira tdk sesuai dgn dietnya/makanannya sehari hari.
Mestinya iya, tempat yg spt demikian 'biasanya' jadi tempat favoritnya hampala meski bukan selalu. Yg penting sih ada ga hampala hidup di danau itu?
Di tempat saya, waduk Cirata, hampalanya malah lebih banyak frenzy di tengah danau yg ada struktur bukit/drop off di dasarnya. sesekali saja terlihat sanpai mepet dekat daratan.
__________________
Selalu rindu mancing 085722258849, 081809782090
Allow Pak Kiki,
saudara saya ada yg tinggal di Takengon dan rumahnya tepat didepan danau.
Kalau tidak salah namanya danau laut tawar..sama tidak yah sama danau Loh Tawar/ Lot Tawar?
Menurut dia, ikan yang ada Mujahir, ikan Mas, Depik, Denung, Craskap.
Dan umpan yang banyak dipakai disana untuk mancing ikan Nila & Mas adalah ikan Depik..dan ada juga yang pakai ubi kayu.
yups betul apa yg dikatakan KuweRambut saya saudaranya yg tinggal di Takengon. Salam kenal
Bung Rully Roel ini gaya tulisannya seperti seorang Jurnalist atau reporter perjalanan. Asyik dan perlu dibaca!
Saya sudah beberapa kali ke Aceh tapi hanya di Aceh Timur (Lhok Seumawe) dan Banda Aceh saja. Maklum, urusannya terkait bisnis terus! Next time saya wajib melihat pemandangan di daerah pedalaman termasuk Tangengon itu. Insya Allah!
yups betul apa yg dikatakan KuweRambut saya saudaranya yg tinggal di Takengon. Salam kenal
Pak Afung kalau boleh tau Depik dan Denung itu ikan jenis apa yah maksud saya bahasa umumnya... maklum nih abis disetiap daerah nama ikan bisa berbeda wlopun jenisnya sama...
__________________ K i k i -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"A good rule of angling philosophy is not to interfere with any fisherman’s ways of being happy, unless you want to be hated."
**Zane Grey, Tales of Fishes, 1919**
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pak Afung kalau boleh tau Depik dan Denung itu ikan jenis apa yah maksud saya bahasa umumnya... maklum nih abis disetiap daerah nama ikan bisa berbeda wlopun jenisnya sama...
oke salam kenal dulu sebelumnya om Kiki, depik itu ikannya sebesar jari telunjuk, kalau nama lainnya sih gak ada, soalnya depik cuma ada di danau laut tawar. Untuk Denung juga cuma ada di danau laut tawar, bentuknya seperti ular, giginya tajam, ekor sangat berbahaya, kalau ekornya sudah lengket kemana saja susah dilepas, biasanya kalau kena pancing ekornya langsung dipotong.Tapi Denung sudah langka disini. Sekian info dari saya
Saya mau ikut diskusi dikit ya....
Kebetulan saya menikah dengan orang Takengon yang tinggal di Jakarta...
Beberapa kali saya sempat singgah kesana baik setelah kawin (mudik) maupun saat bujangan dulu, ketika jadi kuli tinta...
Takengon sebetulnya adalah daerah putih (sebutan militer bagi daerah yang penduduknya dominan dengan NKRI - pada masa konflik lalu).
Hanya saja beberapa saat setelah pencabutan status DOM 1989 di Aceh, Takengon (atau jalan-jalan menuju Takengon) dijadikan tempat pembuangan mayat "Cuak" (mata-mata militer).
Namun demikian bila dibanding daerah lain di Aceh, Takengon memang relatif lebih "aman".
Soal Danau Laut Tawar, sebutan itu diberikan oleh masyarakat setempat karena danau tersebut sangat luas.
Dipinggir danau terdapat untaian bukit yang masih asri. disepanjang pinggir danau sering terlihat mata air yang mamancurkan airnya dari pinggir (bukan dari bawah air).
Nah pada masa-masa tertentu ikan-ikan depik (khas takengon) akan berkumpul didekat mata air tersebut dan nelayan disana tinggal memasang bubu saja utk menangkapnya.
Ikan Depik ini adalah sejenis ikan wader atau cere yang rasanya sangat gurih dan agak pahit dibagian kepalanya.
Soal jenis-jenis ikan yang ada di danau tersebut, menurut pengalaman saya memancing disana dan juga menurut penuturan mertua saya (salah seorang maniak mancing di danau laut tawar), saat ini didominasi oleh Mujahir. meski masih sering terlihat ikan mas, Graskap dll
Dahulu ikan mas sangat mudah dipancing didanau tersebut, bahkan ukurannya sangat istimewa (hingga diatas 10 kilo perekor) namun pada pertengahan tahun sembilan puluhan Pemda setempat membuat keputusan yang salah (menurut orang2) dengan mencemplungkan sangat banyak bibit Graskap yang dikemudian hari memakan habis ikan ikan dan anak-anak ikan yang ada disana. Anehnya saat ini Graskap-pun sangat sulit didapatkan,
Pencemaran didanau laut tawar belum separah danau-danau lainnya di Indonesia ini, hal itu terbukti pada saat saya kesana tahun 2005 lalu, saya masih bisa langsung meminum air danau tersebut tanpa harus dimasak terlebih dahulu dan merasakan sakit perut, tentunya air yang diminum adalah air yang ditengah danau.
Jika kita melihat Danau tersebut dari dekat, akan banyak kita jumpai gubuk-gubuk pemancing yang dibangun sekitar5 meter menjorok kedanau, ukuran gubuk-gubuk tersebut biasanya hanya 3X4 meter.
Perahu nelayan didanau tersebut juga masih sangat sederhana, berbentuk seperti Kano dengan panjang 3 meter dan lebar sekitar 80 cm hingga 1 m.
Para pemancing disana masih sangat tradisional mereka memancing dengan menggunakan sistem glosor dengan kumis 2 buah dan umpan cacing, ikan depik atau Keo (sejenis ulat yang hidup di bongkahan kayu yang terendam)
Seiring dengan damainya Aceh, saya mendengar kabar bahwa daerah dipinggir Danau tersebut saat ini banyak dikuasai oleh orang dari luar Takengon baik itu para pejabat Sipil dan Militer maupun orang-orang asing yang dulu pernah bertugas di sana sebagai anggota Aceh Monitoring Mission (AMM), namun demikian saya juga belum sempat mengecek apakah benar atau itu hanya isu sesaat saja.
oke salam kenal dulu sebelumnya om Kiki, depik itu ikannya sebesar jari telunjuk, kalau nama lainnya sih gak ada, soalnya depik cuma ada di danau laut tawar. Untuk Denung juga cuma ada di danau laut tawar, bentuknya seperti ular, giginya tajam, ekor sangat berbahaya, kalau ekornya sudah lengket kemana saja susah dilepas, biasanya kalau kena pancing ekornya langsung dipotong.Tapi Denung sudah langka disini. Sekian info dari saya
Quote:
Originally Posted by nemo
Soal jenis-jenis ikan yang ada di danau tersebut, menurut pengalaman saya memancing disana dan juga menurut penuturan mertua saya (salah seorang maniak mancing di danau laut tawar), saat ini didominasi oleh Mujahir. meski masih sering terlihat ikan mas, Graskap dll
Dahulu ikan mas sangat mudah dipancing didanau tersebut, bahkan ukurannya sangat istimewa (hingga diatas 10 kilo perekor) namun pada pertengahan tahun sembilan puluhan Pemda setempat membuat keputusan yang salah (menurut orang2) dengan mencemplungkan sangat banyak bibit Graskap yang dikemudian hari memakan habis ikan ikan dan anak-anak ikan yang ada disana. Anehnya saat ini Graskap-pun sangat sulit didapatkan,
Salam
Panca
Terimakasih banyak untuk info-nya Pak Afung dan Pak Panca...
Wah berarti disana ngga bisa dijadiin target utk LURING dong yah
Saya sedikit bingung nih, menurut bro Candra kalau Grasscap itu tidak makan anak2 ikan sedang menurut Pak Panca setelah dilepas bibit Grasscap oleh pemda lantas populasi ikan mas berkurang karena anak2nya kemungkinan dimakan oleh Grasscap.
Kesimpulannya Grasscap itu sebenernya bisa dipancing pake Lure atau tidak sih? Dulu banget jaman masih SMP pernah juga sih mancing ikan Grasscap ini tapi dengan umpan pelet karena belum kenal sama tehnik luring...
Tolong utk para pakar yg bisa menjawab pertanyaan ini atau paling tidak memberikan penjelasaannya...
__________________ K i k i -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"A good rule of angling philosophy is not to interfere with any fisherman’s ways of being happy, unless you want to be hated."
**Zane Grey, Tales of Fishes, 1919**
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Terimakasih banyak untuk info-nya Pak Afung dan Pak Panca...
Wah berarti disana ngga bisa dijadiin target utk LURING dong yah
Saya sedikit bingung nih, menurut bro Candra kalau Grasscap itu tidak makan anak2 ikan sedang menurut Pak Panca setelah dilepas bibit Grasscap oleh pemda lantas populasi ikan mas berkurang karena anak2nya kemungkinan dimakan oleh Grasscap.
Kesimpulannya Grasscap itu sebenernya bisa dipancing pake Lure atau tidak sih? Dulu banget jaman masih SMP pernah juga sih mancing ikan Grasscap ini tapi dengan umpan pelet karena belum kenal sama tehnik luring...
Tolong utk para pakar yg bisa menjawab pertanyaan ini atau paling tidak memberikan penjelasaannya...
Menurut saya mah, kemungkinan salah identifikasi ikannya bro Kiki.
Kami di Cirata dan waduk2 besar di jawa, umumnya mancing grasscarp dgn umpan cacing, pelet, ulat, lumut dan daun2an.
Ini kutipan ilmiah dari fishbase.org
OpenDNSidella(Valenciennes, 1844) Family: Cyprinidae (Minnows or carps)
picture (Ctide_u4.jpg) by JJPhoto Order: OpenDNS (carps) Class: Actinopterygii (ray-finned fishes) FishBase name: Grass carp Max. size: 150 cm TL (male/unsexed; Ref. 3057; max. published weight: 45.0 kg (Ref. 724; max. reported age: 21 years Environment: demersal; potamodromous ; depth range 0 - 30 m Climate: temperate; 0 - 35°C; 65°N - 25°N Global Importance: fisheries: minor commercial; aquaculture: commercial Resilience: Low, minimum population doubling time 4.5 - 14 years (K=0.13-0.19; tm=2-10; tmax=21; Fec=50,000) Distribution: Asia: China to eastern Siberia (Amur River system, Ref. 1441). Widely transported around the world (Ref. 724. Introductions often brought with it the parasitic nematode Bothriocephalus opsarichthydis (Ref. 12217). Several countries report adverse ecological impact after introduction. Diagnosis: Dorsalspines (total): 3-3; Dorsalsoft rays (total): 7-8; Analspines: 3-3; Analsoft rays: 7-11. No barbels. Snout very short, its length less than or equal to eye diameter. Postorbital length more than half head length (Ref. 4967). 18 soft rays for caudal fin (Ref. 40476). Biology: Occurs in lakes, ponds, pools and backwaters of large rivers (Ref. 5723), preferring large, slow-flowing or standing water bodies with vegetation. Tolerant of a wide range of temperatures from 0° to 38°C, and salinities to as much as 10 ppt and oxygen levels down to 0.5 ppm. Feeds on higher aquatic plants and submerged grasses; takes also detritus, insects and other invertebrates. One of the world's most important aquaculture species and also used for weed control in rivers, fish ponds and reservoirs (Ref. 9987). Spawns on riverbeds with very strong current (Ref. 3057. Utilized also fresh and eaten steamed, pan-fried, broiled and baked (Ref. 9987). Considered as a pest in most countries because of the damages made to submerged vegetation (Ref. 43281) Threatened: Not in IUCN Red List , (Ref. 3650 Dangerous: potential pest Coordinator: Main Ref: Shireman, J.V. and C.R. Smith.. 1983. (Ref. 4Update | OpenDNS
__________________
Selalu rindu mancing 085722258849, 081809782090
Menurut saya mah, kemungkinan salah identifikasi ikannya bro Kiki.
Kami di Cirata dan waduk2 besar di jawa, umumnya mancing grasscarp dgn umpan cacing, pelet, ulat, lumut dan daun2an.
Ini kutipan ilmiah dari fishbase.org
OpenDNSidella(Valenciennes, 1844) Family: Cyprinidae (Minnows or carps)
picture (Ctide_u4.jpg) by JJPhoto Order: OpenDNS (carps) Class: Actinopterygii (ray-finned fishes) FishBase name: Grass carp Max. size: 150 cm TL (male/unsexed; Ref. 3057; max. published weight: 45.0 kg (Ref. 724; max. reported age: 21 years Environment: demersal; potamodromous ; depth range 0 - 30 m Climate: temperate; 0 - 35°C; 65°N - 25°N Global Importance: fisheries: minor commercial; aquaculture: commercial Resilience: Low, minimum population doubling time 4.5 - 14 years (K=0.13-0.19; tm=2-10; tmax=21; Fec=50,000) Distribution: Asia: China to eastern Siberia (Amur River system, Ref. 1441). Widely transported around the world (Ref. 724. Introductions often brought with it the parasitic nematode Bothriocephalus opsarichthydis (Ref. 12217). Several countries report adverse ecological impact after introduction. Diagnosis: Dorsalspines (total): 3-3; Dorsalsoft rays (total): 7-8; Analspines: 3-3; Analsoft rays: 7-11. No barbels. Snout very short, its length less than or equal to eye diameter. Postorbital length more than half head length (Ref. 4967). 18 soft rays for caudal fin (Ref. 40476). Biology: Occurs in lakes, ponds, pools and backwaters of large rivers (Ref. 5723), preferring large, slow-flowing or standing water bodies with vegetation. Tolerant of a wide range of temperatures from 0° to 38°C, and salinities to as much as 10 ppt and oxygen levels down to 0.5 ppm. Feeds on higher aquatic plants and submerged grasses; takes also detritus, insects and other invertebrates. One of the world's most important aquaculture species and also used for weed control in rivers, fish ponds and reservoirs (Ref. 9987). Spawns on riverbeds with very strong current (Ref. 3057. Utilized also fresh and eaten steamed, pan-fried, broiled and baked (Ref. 9987). Considered as a pest in most countries because of the damages made to submerged vegetation (Ref. 43281) Threatened: Not in IUCN Red List , (Ref. 3650 Dangerous: potential pest Coordinator: Main Ref: Shireman, J.V. and C.R. Smith.. 1983. (Ref. 4Update | OpenDNS
yups betul apa yg dikatakan om candra, mungkin begini maksud om panca, ikan mas bertelur di spot (rumput danau) sedangkan grasscarp memakan spot tersebut yah sekalian deh telur ikan mas atau telur ikan lainnya ikut termakan sehingga populasi ikan berkurang