Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
FishyRonmentDiskusi tentang lingkungan dan konservasi Sumber Daya Alam.
Sebuah pesan singkat masuk ke handphone saya siang itu. "Jadi ikut ke Derawan nggak minggu depan?," tulis seorang teman dari Yayasan Kehati, Jakarta. Wow, akhirnya ajakan yang sempat tertunda beberapa kali datang juga. Langsung saja saya jawab," Jadi dong. Harus ikut." Sebenarnya rencana menyusuri keindahan alam kepulauan ini sudah sejak Mei silam. Tetapi karena cuaca tidak memungkinkan dan ombak yang tinggi, maka baru September ini kami bisa ke sana.
Yup. Setelah sekian lama, akhirnya datang juga waktunya buat saya mengunjungi Kepulauan Derawan, salah satu tempat yang mempesona dengan keelokan dan keunikan alamnya di belahan Indonesia.
Kepulauan Derawan terletak di sebelah timur delta Sungai Berau, Kalimantan Timur, memiliki enam pulau utama, Maratua, Derawan, Sangalaki, Panjang, Samama dan Kakaban. Pulau yang dihuni masyarakat hanya dua, yakni Pulau Derawan dan Pulau Maratua. Dua dari pulau-pulau tersebut, Pulau Kakaban dan Pulau Maratua adalah pulau atol (gugusan pulau yang terbentuk dari karang).
Kawasan ini dikenal karena memiliki keragaman hayati laut yang tinggi, setelah Raja Ampat di Papua. Di samping kekayaan terumbu karang, ikan dan biota karang, ekosistem Danau Kakaban yang unik, kepulauan ini juga tercatat sebagai salah satu tempat penetasan penyu hijau (Chelonia mydas) di Asia Tenggara. Pun, karena keindahan alam bawah lautnya, Derawan dikenal sebagai salah satu tujuan menyelam di dunia.
Beberapa titik penyelaman di sekitar Pulau Kakaban, Barracuda Point, The Wall dan Blue Light Cave. Dengan aliran arus yang deras dan medan sulit, justru menjadikan tantangan tersendiri bagi para penyelam.
Lalu, danau Kakaban juga merupakan kekayaan alam yang unik. Dikenal sebagai danau ubur-ubur karena terdapat banyak ubur-ubur di dalamnya. Tempat lain yang memiliki kekayaan serupa adalah danau di Kepulauan Palau, Mikronesia. Selain itu, ada Pulau Sangalaki yang merupakan kawasan konservasi penyu hijau dan penyu sisik. Di pulau ini, setiap malamnya, penyu-penyu akan datang untuk ‘menitipkan’ telurnya di tempat yang aman hingga mereka menetas dan menghasilkan puluhan tukik (anak penyu).
Pemandangan di Sangalaki juga sangat indah. Alam yang masih perawan menjadikan pulau tidak berpenghuni ini menjadi salah satu tujuan wisata yang paling digemari. O ya, selain penyu, ada satu lagi yang diminati penyelam, yakni bertemu dengan Manta Alfredi (Pari Hantu), karena binatang unik ini memang hanya terdapat di Sangalaki.
Hmmm…rasanya tak sabar saya untuk melihat segala keindahan alam yang akan saya jelajahi sebentar lagi. Bermain dengan pasir putih nan lembut, ribuan bintang di langit, ubur-ubur tanpa sengat, penyu-penyu hijau yang bertelur. Belum lagi keindahan bawah lautnya, sayang saya tidak bisa diving, only snorkel.
Beberapa saat lagi, dan saya akan berada jauh dari Jakarta, di dunia lain, lepas dari hiruk pikuk kota dan gemerlap metropolitan. Suatu tempat yang akan membawa saya masuk ke dalam pesona semesta yang sesungguhnya. Sampai jumpa di Derawan..my journey to paradise.. tell u later !!
Sebuah pesan singkat masuk ke handphone saya siang itu. "Jadi ikut ke Derawan nggak minggu depan?," tulis seorang teman dari Yayasan Kehati, Jakarta. Wow, akhirnya ajakan yang sempat tertunda beberapa kali datang juga. Langsung saja saya jawab," Jadi dong. Harus ikut." Sebenarnya rencana menyusuri keindahan alam kepulauan ini sudah sejak Mei silam. Tetapi karena cuaca tidak memungkinkan dan ombak yang tinggi, maka baru September ini kami bisa ke sana.
Yup. Setelah sekian lama, akhirnya datang juga waktunya buat saya mengunjungi Kepulauan Derawan, salah satu tempat yang mempesona dengan keelokan dan keunikan alamnya di belahan Indonesia.
Kepulauan Derawan terletak di sebelah timur delta Sungai Berau, Kalimantan Timur, memiliki enam pulau utama, Maratua, Derawan, Sangalaki, Panjang, Samama dan Kakaban. Pulau yang dihuni masyarakat hanya dua, yakni Pulau Derawan dan Pulau Maratua. Dua dari pulau-pulau tersebut, Pulau Kakaban dan Pulau Maratua adalah pulau atol (gugusan pulau yang terbentuk dari karang).
Kawasan ini dikenal karena memiliki keragaman hayati laut yang tinggi, setelah Raja Ampat di Papua. Di samping kekayaan terumbu karang, ikan dan biota karang, ekosistem Danau Kakaban yang unik, kepulauan ini juga tercatat sebagai salah satu tempat penetasan penyu hijau (Chelonia mydas) di Asia Tenggara. Pun, karena keindahan alam bawah lautnya, Derawan dikenal sebagai salah satu tujuan menyelam di dunia.
Beberapa titik penyelaman di sekitar Pulau Kakaban, Barracuda Point, The Wall dan Blue Light Cave. Dengan aliran arus yang deras dan medan sulit, justru menjadikan tantangan tersendiri bagi para penyelam.
Lalu, danau Kakaban juga merupakan kekayaan alam yang unik. Dikenal sebagai danau ubur-ubur karena terdapat banyak ubur-ubur di dalamnya. Tempat lain yang memiliki kekayaan serupa adalah danau di Kepulauan Palau, Mikronesia. Selain itu, ada Pulau Sangalaki yang merupakan kawasan konservasi penyu hijau dan penyu sisik. Di pulau ini, setiap malamnya, penyu-penyu akan datang untuk ‘menitipkan’ telurnya di tempat yang aman hingga mereka menetas dan menghasilkan puluhan tukik (anak penyu).
Pemandangan di Sangalaki juga sangat indah. Alam yang masih perawan menjadikan pulau tidak berpenghuni ini menjadi salah satu tujuan wisata yang paling digemari. O ya, selain penyu, ada satu lagi yang diminati penyelam, yakni bertemu dengan Manta Alfredi (Pari Hantu), karena binatang unik ini memang hanya terdapat di Sangalaki.
Hmmm…rasanya tak sabar saya untuk melihat segala keindahan alam yang akan saya jelajahi sebentar lagi. Bermain dengan pasir putih nan lembut, ribuan bintang di langit, ubur-ubur tanpa sengat, penyu-penyu hijau yang bertelur. Belum lagi keindahan bawah lautnya, sayang saya tidak bisa diving, only snorkel.
Beberapa saat lagi, dan saya akan berada jauh dari Jakarta, di dunia lain, lepas dari hiruk pikuk kota dan gemerlap metropolitan. Suatu tempat yang akan membawa saya masuk ke dalam pesona semesta yang sesungguhnya. Sampai jumpa di Derawan..my journey to paradise.. tell u later !!
mas di jelasin dong ini mas sony yang mau kederawan atau berita di kompasnya yg gini
saya sih nangkapnya bukan mas soninya yang mau kederawan tapi ini kutipan dari kompas tulisannya spt itu
__________________
tebak avatar nya siapa?? hehehe
Di lihat dari fotonya, tempat yg luar biasa ....indaaaah.
Buat moderator yg mau menempuh medan peperangan, cocok nih tempat buat bulan madu sekalian ngajarin bokin mancing.
Di lihat dari fotonya, tempat yg luar biasa ....indaaaah.
Buat moderator yg mau menempuh medan peperangan, cocok nih tempat buat bulan madu sekalian ngajarin bokin mancing.
Pak Jon, ngga ke Berau lagi? Ke Derawan n sekitar aja pak... ada pulau kosong bisa adventure juga hehehe...
Fishing + Adventure ??? lagi kuidam2kan... hehehe...
Pak Jon, ngga ke Berau lagi? Ke Derawan n sekitar aja pak... ada pulau kosong bisa adventure juga hehehe...
Fishing + Adventure ??? lagi kuidam2kan... hehehe...
bos anda sendiri kapan dong ke berau, jangan hanya dengar ceritanya pak Jon dkk saja, klu bisa sih ngalamin sendiri, entar saya tunjukan lokasi pulau pulau exsotic dan saya yakin kalau sudah lihat + diving yang laen pasti lupa dan anda pasti bilang inilah salah satu surga diving di Indonesia ini ( bukan promosi loh ). Kalau mancing eehmmm mau mana ? saltwater atau freswater tinggal pilih!!!!!!!!!!!!!!!!!
Terletak di jajaran timur Pulau kalimantan terdapat beberapa pulau seperti Derawan, Sanglaki dan Kalkaban.
Kepulauan ini sangat kaya dengan ekosistem lautnya, koral yang indah, ikan-ikan kecil, penyu, you name it. Konon kabarnya surga untuk diving
Buat sharing budget juga karena akan menyewa kapal menelusuri pulau2x kecil yang sebagian tak berpenghuni tersebut.
I. Transportasi
JKT - Balikpapan- JKT
AIR ASIA 1.306.000 pp
Garuda Rp 750.700 one way
AA Rp 492.500 oneway
Lion Air Rp 440.000 one way
Balikpapan - berau- BLpapan (nah...ini yang mahal...)
- Kalstar sekali jalan Rp 759.000
- Riau Air sekali jalan Rp 650.000
(note : kabarnya Riau Airline ngga beroperasi lagi a? cmiiw)
Penginapan :
a. di berau kalo nyampe malam (info tak ada niy)
b. di Derawan Rp 150.000/malam untuk 3 orang, kalo mau lux Rp 200.000
(kriteria luxnya ngga tau ya...orang belum pernah)
Sewa Kapal
1 hari penuh Rp 1.750.000 untuk 8 orang, biar puas jelajah pulau pulau tersebut sewa 2 hari
jadi kira2x (asumsi pake Air Asia)...: +/- Rp 4,5 jutaan..untuk trip 4 hari
sayang ya...trip ini bisa lebih mahal dibandikan ke Singapur atau KL...
mudah-mudahan kedepan ada kemajuan, perbaikan infrastruktur, subsidi untuk penerbangan mungkin?
Terletak di jajaran timur Pulau kalimantan terdapat beberapa pulau seperti Derawan, Sanglaki dan Kalkaban.
Kepulauan ini sangat kaya dengan ekosistem lautnya, koral yang indah, ikan-ikan kecil, penyu, you name it. Konon kabarnya surga untuk diving
Buat sharing budget juga karena akan menyewa kapal menelusuri pulau2x kecil yang sebagian tak berpenghuni tersebut.
I. Transportasi
JKT - Balikpapan- JKT
AIR ASIA 1.306.000 pp
Garuda Rp 750.700 one way
AA Rp 492.500 oneway
Lion Air Rp 440.000 one way
Balikpapan - berau- BLpapan (nah...ini yang mahal...)
- Kalstar sekali jalan Rp 759.000
- Riau Air sekali jalan Rp 650.000
(note : kabarnya Riau Airline ngga beroperasi lagi a? cmiiw)
Penginapan :
a. di berau kalo nyampe malam (info tak ada niy)
b. di Derawan Rp 150.000/malam untuk 3 orang, kalo mau lux Rp 200.000
(kriteria luxnya ngga tau ya...orang belum pernah)
Sewa Kapal
1 hari penuh Rp 1.750.000 untuk 8 orang, biar puas jelajah pulau pulau tersebut sewa 2 hari
jadi kira2x (asumsi pake Air Asia)...: +/- Rp 4,5 jutaan..untuk trip 4 hari
sayang ya...trip ini bisa lebih mahal dibandikan ke Singapur atau KL...
mudah-mudahan kedepan ada kemajuan, perbaikan infrastruktur, subsidi untuk penerbangan mungkin?
iya om bpp--berau emang mahal bgt mudahan menjelang PON 2008 bandara jadi di perpanjang jadi pesawat2 gede bisa masuk jadi lebih murah seperti tarakan-- bpp sktr 200rban aja
atau bisa di coba jakarta - tarakan jadi ngga via balikpapan mungkin bisa lebih murah, nti dari tarakan --naik speedboat ke bulungan (30mnt)--- naik bis lagi keberau (1jam), atau naik pesawat kalstar tarakan ---berau(20mnt) tapi ngga tau juga habis berapa? ngga pernah pergi2 sih
__________________
tebak avatar nya siapa?? hehehe