Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
FishyRonmentDiskusi tentang lingkungan dan konservasi Sumber Daya Alam.
Taman Nasional Danau Sentarum merupakan perwakilan ekosistem lahan basah danau, hutan rawa air tawar dan hutan hujan tropik di Kalimantan.
Danau Sentarum sebagai danau musiman yang berada di taman nasional ini terletak pada sebelah cekungan sungai Kapuas, yaitu sekitar 700 km dari muara yang menuju laut Cina Selatan. Dibatasi oleh bukit-bukit dan dataran tinggi yang mengelilinginya, Danau Sentarum merupakan daerah tangkapan air dan sekaligus sebagai pengatur tata air bagi Daerah Aliran Sungai Kapuas. Dengan demikian, daerah-daerah yang terletak di hilir Sungai Kapuas sangat tergantung pada fluktuasi jumlah air yang tertampung di danau tersebut.
Taman Nasional Danau Sentarum memiliki tumbuhan khas dan asli yaitu tembesu/tengkawang (Shorea beccariana). Selain itu juga terdapat tumbuhan hutan dataran rendah seperti jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonystylus bancanus), meranti (Shorea sp.), keruing (Dipterocarpus sp.), dan kayu ulin (Eusideroxylon zwageri).
Sistem perairan dari danau air tawar dan hutan tergenang ini menjadikan Danau Sentarum tidak seperti danau-danau lainnya. Airnya bewarna hitam kemerah-merahan karena mengandung tannin yang berasal dari hutan gambut di sekitarnya. Pada saat musim hujan, kedalaman air danau tersebut dapat mencapai 6-8 meter dan menyebabkan tergenangnya hutan sekitarnya. Tetapi, pada saat musim kemarau, dimana tinggi air di Sungai Kapuas berangsur-angsur turun, air dari Danau Sentarum akan mengalir ke Sungai Kapuas sehingga debit air di sungai tersebut relatif stabil. Akhirnya pada saat puncak musim kemarau, keadaan Danau Sentarum dan daerah sekitarnya akan menjadi hamparan tanah yang luas. Ikan-ikan yang tadinya berada di danau, akan terlihat di kolam-kolam kecil.
Kehidupan masyarakat yang berada di sekitar taman nasional yaitu suku Dayak Iban, Sebaruk, Sontas, Kenyah dan Punan masih tradisional. Rumah panjang (Betang) yang dihuni oleh suku tersebut beragam besarnya, ada yang dihuni lima sampai delapan kepala keluarga dan ada yang dihuni 15 sampai 30 kepala keluarga. Rumah panjang yang dihuni 15 – 30 kepala keluarga, mempunyai panjang rata-rata 186 meter dan lebar 6 meter. Kehidupan di rumah betang memperlihatkan suatu kerukunan, kepolosan dan keramahtamahan suku tersebut, dan biasanya wisatawan akan disuguhi tarian dayak. Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Bukit Lanjak, Nanga Kenelang dan Bukit Tekenang. Melihat panorama danau, bersampan dan pengamatan satwa burung dan penelitian yang dilengkapi sarana laboratorium. Cara pencapaian lokasi :
Cara pencapaian lokasi: Pontianak-Sintang-Semitau menggunakan kendaraan roda empat sekitar 11 jam atau Sintang-Semitau menggunakan longboat (bandong) ditempuh sekitar tujuh jam. Dari Semitau ke lokasi menggunakan perahu motor jurusan Lanjak. Pontianak-Putussibau dengan pesawat terbang sekitar dua jam dan dari Putussibau ke Nanga Suhaid dengan longboat sekitar tujuh jam.
Ampir nyampe pernah Om. Hingga sekitar 50km sebelom nyah. Gw ngayap sampe ke Sungai Ayak (Sekadau), cuma karena gak kebagian kapal gw gagal ke Sintang dan Belitang.
Disini terdapat salah satu kura kura darat : namanya kura 'kura kaki gajah' gedenyah bisa ampe 30 kiloan. Sudah sangat terancam punah dan udah masuk di Cites appendix - cuma.kok kayaknya perhatian otoritas Indonesia masih jibrut banget???,
Bayangin ajah untuk spesies langka ini, ukuran segede bantal - di bawah Rp 1 jetong (cari di Jl Kartini dan pet shop deh). Gw mah sakit hati banget!!!! Kok diperdagangkan?? Makanya buat member FF yang punya halaman rumah gede, rimbun, dan berumput ; gw himbau untuk ternakin ajah..... sayangnya rumah gw mah cuma gubuk derita.....
__________________ BAN MARINE AQUARIUM OWNERSHIP AND TRADING !!!
Ampir nyampe pernah Om. Hingga sekitar 50km sebelom nyah. Gw ngayap sampe ke Sungai Ayak (Sekadau), cuma karena gak kebagian kapal gw gagal ke Sintang dan Belitang.
Disini terdapat salah satu kura kura darat : namanya kura 'kura kaki gajah' gedenyah bisa ampe 30 kiloan. Sudah sangat terancam punah dan udah masuk di Cites appendix - cuma.kok kayaknya perhatian otoritas Indonesia masih jibrut banget???,
Bayangin ajah untuk spesies langka ini, ukuran segede bantal - di bawah Rp 1 jetong (cari di Jl Kartini dan pet shop deh). Gw mah sakit hati banget!!!! Kok diperdagangkan?? Makanya buat member FF yang punya halaman rumah gede, rimbun, dan berumput ; gw himbau untuk ternakin ajah..... sayangnya rumah gw mah cuma gubuk derita.....
waahhh pasti keren ya om daerah nya, sayang euy...gak kebagian kapal. sempet nyelupin joran gak di sana.....? iya tuh gw juga pernah liat kura" kaki gede, asalnya dari sana toh.
Gw di sonoh gak sempet nyelupin joran, soalnyah bawanyah joran besi kaliber gede - 8mmx57 Mauser.. Kalo nyelupin nyang laen sih iyah...... pokoknya pengalaman yang gak bakalan terlupakan...... di rumah apung (kayu gelondongan yang diikat + sebagai dasar rumah...), Pengalaman nyang beginian susah banget dech nyarinyah.... ha ha ha ha.....
__________________ BAN MARINE AQUARIUM OWNERSHIP AND TRADING !!!
waahhh pasti keren ya om daerah nya, sayang euy...gak kebagian kapal. sempet nyelupin joran gak di sana.....? iya tuh gw juga pernah liat kura" kaki gede, asalnya dari sana toh.
Roel , saya sampai Sintang saja...karena Sintang sampai Putusibau masik 500 km lagi dan jalannya rusak parah...
Dari Pontianak saya berangkat jam 6 pagi pake Kijang dan sampai di Sintang jam 5 sore....jalannya cukup menantang dan kayaknya lebih cocok kalo pake mobil Offroad, atau sebangsa mobil double gardan seperti Ford Ranger...
Saya pengin sekali Roel ke Sentarum....sebelum Taman Nasional itu habis di tebang oleh pencuri kayu dari Malaysia....
__________________
Engkaulah perahuku dimana aku selalu rajin mendayung
Yesss Pak Ronaldo, sayah juga pengen banget ke sonoh... cuma kesempatannya syusyah buanget..... mana muahualll lageee. Kalo seminggu kombak kambek mah gak cukup. Biaya trip kombak kambek juga gak cukup 5 jetong???.. Kalo gak salah, di Danau Sentarum ini masih ada arowana merah??.... mancreng di sonoh pasti top abizzz deh
__________________ BAN MARINE AQUARIUM OWNERSHIP AND TRADING !!!
Roel , saya sampai Sintang saja...karena Sintang sampai Putusibau masik 500 km lagi dan jalannya rusak parah...
Dari Pontianak saya berangkat jam 6 pagi pake Kijang dan sampai di Sintang jam 5 sore....jalannya cukup menantang dan kayaknya lebih cocok kalo pake mobil Offroad, atau sebangsa mobil double gardan seperti Ford Ranger...
Saya pengin sekali Roel ke Sentarum....sebelum Taman Nasional itu habis di tebang oleh pencuri kayu dari Malaysia....
hehehee iya ya pak kyk nya asik tuh, mungkin lebih cepet naik heli kali pak siapa tau ada yg bisa di sewain...
Menurut data di Suaka Margasatwa Danau Sentarum, ada sekitar 207 jenis flora yang tercatat di Sentarum. Ada sekitar 120 jenis ikan. Jenis ikan itu antara lain, arwana (Sclerophages formosus), belida (Chitala lopis), toman (Channa micropeltes), betutu (Oxyeleotris marmorata), jelawat (Leptobarbus hoevenii), ulanguli (Botia macracanthus), dan lainnya.
Berbagai jenis fauna yang populasinya tinggal sedikit dan terancam punah, juga ada di sini. Fauna itu adalah, burung rangkong (Nasalis larvatus), orangutan (Pongo pygmaeus), buaya muara (Crocodylus porosus), buaya sinyulong (Tomistoma schlegelli), buaya siam (Crocodylus siamensisi), macan dahan (Neofelis nebulosa), ruai (Argusianus argus), bangau susu (Ciconia starmii), dan lainnya. Kabarnya, ada 12-16 jenis species yang belum ada nama latinnya.