Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
FishyRonmentDiskusi tentang lingkungan dan konservasi Sumber Daya Alam.
Beberapa jenis ikan seperti ikan sepat, gatul, gabus, mujaer, serta katak dan ular ternyata masih terlihat hidup di endapan air lumpur Porong. Demikian hasil survei terhadap kehidupan biota yang bertahan di endapan air lumpur Dinas Lingkungan Hidup, Pertambangan dan Energi bersama Dinas Perikanan dan Kelautan Sidoarjo bersama Yayasan Pendamping, Partisipasi, dan Pemberdayaan Ekonomi (YP3E).
- Untuk itu Dinas Lingkungan Hidup, Pertambangan dan Energi berharap, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan dampak air lumpur yang dikeluarkan dari luapan lumpur panas Banjarpanji (BJP) 1 Porong. “Warga tidak perlu khawatir yang berlebihan mengenai dampak lumpur. Karena terbukti adanya kehidupan ikan yang ada di endapan air lumpur. Itu menunjukkan bahwa air tersebut tidak akan berdampak serius,” kata kepala Dinas Lingkungan Hidup, Pertambangan dan Energi Kabupaten Sidoarjo, H.M Hasan Basri saat mensurvei beberapa lokasi di Desa Jatirejo.Lebih lanjut mantan Wakil Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo itu menjelaskan, bukti kehidupan ikan-ikan yang ada di endapan lumpur itu menjadi faktor penting terhadap pembuangan air lumpur ke Sungai Porong. Namun Hasan menegaskan, air lumpur itu harus di lakukan penjernihan lewat sistem Water Treatment Plant (WTP) sebelum dibuang. “Apalagi air lumpur yang nanti dibuang ke sungai maupun ke laut itu akan di-steril-kan dahulu,” ujarnya.
Salah seorang warga Jatirejo, Moch Romli (29) ikut menambahkan, meski air yang keluar dari luapan lumpur Porong itu tercemar, tetapi ikan-ikan dan biota lainnya masih bisa hidup. Apalagi kondisi pada pagi, sore, hingga malam ikan-ikan itu tampak bermunculan. “Kalau ikan ditaruh di lokasi lumpur jelas mati, karena panas matahari dan asap gas yang keluar dari semburan. Tapi kalau air sudah memisah dari lumpur tidak berdampak pada ikan,”ujarnya.
Meski ada beberapa ikan yang terbukti masih hidup di endapan air lumpur, namun untuk ikan yang dibudidayakan seperti udang dan bandeng masih perlu pengujian laboraturium. Pasalnya, beberapa waktu sebelumnya, luberan air lumpur yang sempat masuk ke area tambak salah satu warga mengakibatkan udang dan bandeng mati. “Kemungkinan pada saat itu, kadar oksigen yang ada di tambak tidak cukup, karena air yang masuk terjadi percampuran dengan lumpur yang cukup pekat. Ini yang harus diperhatikan lebih lanjut. Jangan sampai terjadi kerugian bagi para petambak,” ujar Staf Dinas Perikanan dan Kelautan Sidoarjo, Sudiono saat mengikuti survei.
Sementara itu, Ketua YP3E, Hariyadi mengatakan, dengan bukti masih banyaknya kehidupan ikan di air lumpur, bisa menepis ketakutan warga. Apalagi terbukti dengan hasil analisis lumpur, semua umumnya menunjukkan pada ambang rata-rata, seperti derajat keasaman (pH), besi (Fe) dan mangan (Mn).
ikan hidup... apa dagingnya ga kmasukan zat2 yang bersifat racun buat tubuh yang makan tuh ikan?? hayoo... sapa yang brani makan ikan dari kolam lumpur LAPINDO???
Menurut saya informasi yg dituliskan dalam artikel ini sangat menyesatkan.
Mengapa? Karena standard pencemaran air bukan diukur dengan ada tidaknya mahluk hidup dalam air tersebut.
Ada standard WHO yg menjadi acuan peraturan pemerintah dan juga perda mengenai standard air. Parameternya banyak seperti BOD, COD, kandungan logam berat, nitrat, bakteri coli, sifat fisis dll. Lumpur alam yg kandungan logam beratnya rendah dimana beberapa mahluk hidup dapat bertahan tidak serta merta berarti masuk klasifikasi mutu air tertentu. Karena parameter yg relevan kemungkinan adalah kandungan suspended solids, turbidity atau bahkan BOD. parameter tersebut didapat dengan melakukan water analysis.
Walaupun sudah dilakukan water analisys, air olahan sebuah Waste Water Treatment Plant sering kali dipastikan mutunya dengan melewatkannya melalui kolam berisi ikan. Kalau ikannya semaput berarti ada yg salah. Biasanya ikan yg digunakan adalah yg memiliki kepekaan tinggi terhadap perubahan mutu air di alam. Di Eropa biasanya digunakan rainbow trout.
Tidak ada standard ikan apa yg cocok untuk sungai atau danau di Indonesia. Yang pasti bukan Katak atau ular yg jelas-jelas bukan ikan, tapi juga bukan ikan mujaer, bukan ikan gabus apalagi ikan sapu-sapu.
Sebenarnya yang dipersoalkan, apakah dampak air lumpur terhadap air nya atau terhadap biota air? Kalau yang dipersoalkan pencemaran air, Peter benar juga, misalnya di comberan masih bisa hidup ikan ikan lele, gabus dan sapu sapu, yapi apa airnya dianggap bersih buat mandi? He, he, he!
Ini adalah salah satu pernyataan birokrat yang as-bun dan ngebelain sang Bozz, berapa sih dia dibayar sama Bakrie?? Banyak pernyataan yang gak masuk akal, contoh :
- masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan dampak air lumpur yang dikeluarkan dari luapan lumpur panas Banjarpanji (BJP) 1 Porong : sudah jelas dampak negatifnya banyak banget, dari pencemaran sumber air - hingga ngerusak harta benda, dsb dsb. Kok disuruh gak usah khawatir?? Dasar, pejabat gendheng!!
- Karena terbukti adanya kehidupan ikan yang ada di endapan air lumpur. Itu menunjukkan bahwa air tersebut tidak akan berdampak serius ; kalo sayah komentar mah ntar kepanjangan, (dasar pejabat tolol!!), ingat kasus Teluk Minamata??, Buyat??? disana juga ikan mah banyak, tapi tercemar!!!!
- “Apalagi air lumpur yang nanti dibuang ke sungai maupun ke laut itu akan di-steril-kan dahulu ; Mau sterilkan air lumpur??? opo iki??? aku gak mudheng. Mo nyeteril pake apa?? jadi pejabat kok asal ngomong - gak pake otak!!!
- Sementara itu, Ketua YP3E, Hariyadi mengatakan, dengan bukti masih banyaknya kehidupan ikan di air lumpur, bisa menepis ketakutan warga ; Ini mah ulangan dari analogisme sama Minamata dan Buyat
Marilah kita bernyanyi..... itulah Indonesia....... Hidup Kleptokrasi!!!!!
Kapan yach kita bisa punya sistem pemerintahan yang bersih dan berpihak pada rakyat?? Let's start it from ourselves, let's do good for our people, let's do good for our country.....
__________________ BAN MARINE AQUARIUM OWNERSHIP AND TRADING !!!