Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
1 Hari sebelumnya sudah contact dengan pak Bincar ketemuan di dermaga penyeberangan ke Madura, sambil nunggu yang lain tentunya. Setelah saya dan deni nyampe (setengah delapan pagi), seperempat jam kemudian pak erwinar cs juga nyampe, disusul ama chrystosom.
Saat pertama nyampe di spot yang pak Bincar beritahukan, saya sempat kaget dengan kondisi spot itu. Gimana nggak? Wong kondisi sekitar spot itu adalah penuh dengan sampah, belum lagi warna air udah gak keliatan birunya sama sekali alias keruh banget, ditambah lagi di permukaan air banyak bekas tumpahan minyak atau solar.
Tapi percaya nggak, belum juga setengah jam saya dan deni berada di situ, sudah 2 ekor ikan cukil naik, dengan ukuran 1/2 kiloan dan satu lagi ukuran 1 1/2 kiloan. Saya sempat bingung, dengan kondisi spot yang seperti itu ternyata masih ada ikan yang mau hidup. Malah beberapa hari sebelumnya sempat naik cukil ukuran 4 & 7 kilo!?!?!?!?!
Mungkin dengan pertimbangan lokasi spot yang seperti itulah akhirnya pak erwinar buru2 ngajak kami langsung berangkat ke spot batu poron, supaya gak ketinggalan jam makannya ikan katanya.
Ternyata spot batu poron letaknya tidak terlalu jauh dari penyeberangan Kamal, dengan waktu tempuh 10 menit.
Setelah lapor alias minta ijin ke pos penjagaan, tanpa komando dari korlaptap (Reta aka TERA) yang batal ikut trip ini (udah mulai kesulitan ngurus SIM kali?), kami langsung setting peralatan.
Strike pertama? Biar rekans lain aja yang ngelanjutin, coz tangan saya hampir gak bisa digerakkan karena kecapekan. Lagian ini khan bukan solo trip, jadi ya yang lain biar nambahin, jangan malah dikurang-kurangin.
Pak bincar CS, tq 4 everything, next trip janji bawa saya ke socah ya.
Chrys, saya masih ngutang mineral water ya ke kamu............hehehehe, tadi lupa!
1 Hari sebelumnya sudah contact dengan pak Bincar ketemuan di dermaga penyeberangan ke Madura, sambil nunggu yang lain tentunya. Setelah saya dan deni nyampe (setengah delapan pagi), seperempat jam kemudian pak erwinar cs juga nyampe, disusul ama chrystosom.
Saat pertama nyampe di spot yang pak Bincar beritahukan, saya sempat kaget dengan kondisi spot itu. Gimana nggak? Wong kondisi sekitar spot itu adalah penuh dengan sampah, belum lagi warna air udah gak keliatan birunya sama sekali alias keruh banget, ditambah lagi di permukaan air banyak bekas tumpahan minyak atau solar.
Tapi percaya nggak, belum juga setengah jam saya dan deni berada di situ, sudah 2 ekor ikan cukil naik, dengan ukuran 1/2 kiloan dan satu lagi ukuran 1 1/2 kiloan. Saya sempat bingung, dengan kondisi spot yang seperti itu ternyata masih ada ikan yang mau hidup. Malah beberapa hari sebelumnya sempat naik cukil ukuran 4 & 7 kilo!?!?!?!?!
Mungkin dengan pertimbangan lokasi spot yang seperti itulah akhirnya pak erwinar buru2 ngajak kami langsung berangkat ke spot batu poron, supaya gak ketinggalan jam makannya ikan katanya.
Ternyata spot batu poron letaknya tidak terlalu jauh dari penyeberangan Kamal, dengan waktu tempuh 10 menit.
Setelah lapor alias minta ijin ke pos penjagaan, tanpa komando dari korlaptap (Reta aka TERA) yang batal ikut trip ini (udah mulai kesulitan ngurus SIM kali?), kami langsung setting peralatan.
Strike pertama? Biar rekans lain aja yang ngelanjutin, coz tangan saya hampir gak bisa digerakkan karena kecapekan. Lagian ini khan bukan solo trip, jadi ya yang lain biar nambahin, jangan malah dikurang-kurangin.
Pak bincar CS, tq 4 everything, next trip janji bawa saya ke socah ya.
Chrys, saya masih ngutang mineral water ya ke kamu............hehehehe, tadi lupa!
OHH SIP SIP PAK Tapi ??? Ada yg Jack POT nggak PAK ????
__________________
Dapatkan Fitur & Kenyamanan Fasilitas Fishy Forum dengan bergabung disini
Atau mau Cankruk'an dg Member Jatim lainnya klikdisini
OHH SIP SIP PAK Tapi ??? Ada yg Jack POT nggak PAK ????
Gak ada PAK, saya pastikan gak ada yang jackpot untuk kali ini. 100% gak ada yang jackpot!!!!! Lautnya flat, agak mendung. Belum tidur ya PAK????? atau malam2 gini mau jadi kucing garong????????
Gak ada PAK, saya pastikan gak ada yang jackpot untuk kali ini. 100% gak ada yang jackpot!!!!! Lautnya flat, agak mendung. Belum tidur ya PAK????? atau malam2 gini mau jadi kucing garong????????
Kalau gak salah mancingnya cuman dipiggir ya Mas Budi ? ya jelas gak ada yang jackpot kecuali mabuk perjalanan darat ... ha ha ha..., mana report lengkapnya nih sekalian pictnya ...
1 Hari sebelumnya sudah contact dengan pak Bincar ketemuan di dermaga penyeberangan ke Madura, sambil nunggu yang lain tentunya. Setelah saya dan deni nyampe (setengah delapan pagi), seperempat jam kemudian pak erwinar cs juga nyampe, disusul ama chrystosom.
Saat pertama nyampe di spot yang pak Bincar beritahukan, saya sempat kaget dengan kondisi spot itu. Gimana nggak? Wong kondisi sekitar spot itu adalah penuh dengan sampah, belum lagi warna air udah gak keliatan birunya sama sekali alias keruh banget, ditambah lagi di permukaan air banyak bekas tumpahan minyak atau solar.
Tapi percaya nggak, belum juga setengah jam saya dan deni berada di situ, sudah 2 ekor ikan cukil naik, dengan ukuran 1/2 kiloan dan satu lagi ukuran 1 1/2 kiloan. Saya sempat bingung, dengan kondisi spot yang seperti itu ternyata masih ada ikan yang mau hidup. Malah beberapa hari sebelumnya sempat naik cukil ukuran 4 & 7 kilo!?!?!?!?!
Mungkin dengan pertimbangan lokasi spot yang seperti itulah akhirnya pak erwinar buru2 ngajak kami langsung berangkat ke spot batu poron, supaya gak ketinggalan jam makannya ikan katanya.
Ternyata spot batu poron letaknya tidak terlalu jauh dari penyeberangan Kamal, dengan waktu tempuh 10 menit.
Setelah lapor alias minta ijin ke pos penjagaan, tanpa komando dari korlaptap (Reta aka TERA) yang batal ikut trip ini (udah mulai kesulitan ngurus SIM kali?), kami langsung setting peralatan.
Strike pertama? Biar rekans lain aja yang ngelanjutin, coz tangan saya hampir gak bisa digerakkan karena kecapekan. Lagian ini khan bukan solo trip, jadi ya yang lain biar nambahin, jangan malah dikurang-kurangin.
Pak bincar CS, tq 4 everything, next trip janji bawa saya ke socah ya.
Chrys, saya masih ngutang mineral water ya ke kamu............hehehehe, tadi lupa!
next trip tujuan batu poron aku pasti gak absen dah, klo nggak ya aku ksana sendiri aja hahaha... ngomong2 pake tehnik apa nih???
kira2 jam makannya jam berapa sampai jam brapa??
mas chrys strike nggak???
1 Hari sebelumnya sudah contact dengan pak Bincar ketemuan di dermaga penyeberangan ke Madura, sambil nunggu yang lain tentunya. Setelah saya dan deni nyampe (setengah delapan pagi), seperempat jam kemudian pak erwinar cs juga nyampe, disusul ama chrystosom.
Saat pertama nyampe di spot yang pak Bincar beritahukan, saya sempat kaget dengan kondisi spot itu. Gimana nggak? Wong kondisi sekitar spot itu adalah penuh dengan sampah, belum lagi warna air udah gak keliatan birunya sama sekali alias keruh banget, ditambah lagi di permukaan air banyak bekas tumpahan minyak atau solar.
Tapi percaya nggak, belum juga setengah jam saya dan deni berada di situ, sudah 2 ekor ikan cukil naik, dengan ukuran 1/2 kiloan dan satu lagi ukuran 1 1/2 kiloan. Saya sempat bingung, dengan kondisi spot yang seperti itu ternyata masih ada ikan yang mau hidup. Malah beberapa hari sebelumnya sempat naik cukil ukuran 4 & 7 kilo!?!?!?!?!
Mungkin dengan pertimbangan lokasi spot yang seperti itulah akhirnya pak erwinar buru2 ngajak kami langsung berangkat ke spot batu poron, supaya gak ketinggalan jam makannya ikan katanya.
Ternyata spot batu poron letaknya tidak terlalu jauh dari penyeberangan Kamal, dengan waktu tempuh 10 menit.
Setelah lapor alias minta ijin ke pos penjagaan, tanpa komando dari korlaptap (Reta aka TERA) yang batal ikut trip ini (udah mulai kesulitan ngurus SIM kali?), kami langsung setting peralatan.
Strike pertama? Biar rekans lain aja yang ngelanjutin, coz tangan saya hampir gak bisa digerakkan karena kecapekan. Lagian ini khan bukan solo trip, jadi ya yang lain biar nambahin, jangan malah dikurang-kurangin.
Pak bincar CS, tq 4 everything, next trip janji bawa saya ke socah ya.
Chrys, saya masih ngutang mineral water ya ke kamu............hehehehe, tadi lupa!
Tambahan
Denny sempat strike 3x kerapu batu seukuran kaki bayi yang kenna polio he..he... ama kuniran 3 jarian & 1 lagi lolos
sekitar jam 3an pelampung mas binsan 3x di serang ikan, livebait langsung ganti poper setengah jam poping juga tapi ngak ada respon positive...
klok di dermaga penyebrangan kapan2 boleh tu di coba, biar airnya seperti air comberan dimana sampah ama solar jadi satu, teryata di bawahnya ada ikan gede2
Thx's mas Bincar
kapan2 klok ke socah ke jangan lupa undanganya hehehe...
1 Hari sebelumnya sudah contact dengan pak Bincar ketemuan di dermaga penyeberangan ke Madura, sambil nunggu yang lain tentunya. Setelah saya dan deni nyampe (setengah delapan pagi), seperempat jam kemudian pak erwinar cs juga nyampe, disusul ama chrystosom.
Saat pertama nyampe di spot yang pak Bincar beritahukan, saya sempat kaget dengan kondisi spot itu. Gimana nggak? Wong kondisi sekitar spot itu adalah penuh dengan sampah, belum lagi warna air udah gak keliatan birunya sama sekali alias keruh banget, ditambah lagi di permukaan air banyak bekas tumpahan minyak atau solar.
Tapi percaya nggak, belum juga setengah jam saya dan deni berada di situ, sudah 2 ekor ikan cukil naik, dengan ukuran 1/2 kiloan dan satu lagi ukuran 1 1/2 kiloan. Saya sempat bingung, dengan kondisi spot yang seperti itu ternyata masih ada ikan yang mau hidup. Malah beberapa hari sebelumnya sempat naik cukil ukuran 4 & 7 kilo!?!?!?!?!
Mungkin dengan pertimbangan lokasi spot yang seperti itulah akhirnya pak erwinar buru2 ngajak kami langsung berangkat ke spot batu poron, supaya gak ketinggalan jam makannya ikan katanya.
Ternyata spot batu poron letaknya tidak terlalu jauh dari penyeberangan Kamal, dengan waktu tempuh 10 menit.
Setelah lapor alias minta ijin ke pos penjagaan, tanpa komando dari korlaptap (Reta aka TERA) yang batal ikut trip ini (udah mulai kesulitan ngurus SIM kali?), kami langsung setting peralatan.
Strike pertama? Biar rekans lain aja yang ngelanjutin, coz tangan saya hampir gak bisa digerakkan karena kecapekan. Lagian ini khan bukan solo trip, jadi ya yang lain biar nambahin, jangan malah dikurang-kurangin.
Pak bincar CS, tq 4 everything, next trip janji bawa saya ke socah ya.
Chrys, saya masih ngutang mineral water ya ke kamu............hehehehe, tadi lupa!
Gila Bos dengan kondisi seperti itu masih bisa tangkep cukil..? wah kalau nga keberatan bisa donk dikasih peta ke lokasi ? atau paling nga ancer-ancer getu pingin juga gathering sama fishyforum jatim tapi kalau nyesuain jadwal ssering nga dapet sim sama BINI udah kawin malah nga boleh mancing padahal dulu janjinya sebelum kawin nga pa pa oh ya jam makan ikan jam berapa terus pake teknik apa ?
Kalau gak salah mancingnya cuman dipiggir ya Mas Budi ? ya jelas gak ada yang jackpot kecuali mabuk perjalanan darat ... ha ha ha..., mana report lengkapnya nih sekalian pictnya ...
Loh...??? Loh...???
pak dwi ga ikutan toh...???
spot batu poron mana toh pak budi...???
kayaknya bagus tuh...
lautnya tenang lagi...
asik tuh...
spot batu poron mana toh pak budi...???
kayaknya bagus tuh...
lautnya tenang lagi...
asik tuh...
tau tuh mas, tumben bajak laut gak ngikut nglaut...
ntar kita cobain mas, aku tau lokasinya kok. kapan kita mau cobain spot ini???
btw ke sepulu ngikut kan????
Mas chrys tambahin reportnya nya he..he...[/quote]
tera (quote):
mas chrys strike nggak???
Wah ini pertanyaan susah,,,,
Gila,,,,,sampai kepala pusing nih,,,,mikirin gimana ya caranya biar dapat,,,,
Tapi spot yang pertama di penyeberangan kemarin emang gileee bener,,,Cukilnya lagi ngamuk,,,
Singkat aja,,,sampe di batu poron kita langsung siapkan arsenal masing-masing dan langsung cari posisi. Air kondisi masih pasang dan angin hanya bertiup semilir.
Yang pertama strike mas Bincar, ikannya kaya sembilang + salamander,,,gak tahu deh namanya,,,
Gak sampai 10 menit kemudian mas Erwin strike tompel 4 jarian + sampah. Kemudian dilanjutkan Denny strike kerapu batu dengan menggunakan rangkaian kambangan. Dalam hati, wah spotnya boleh juga nih,,,
Sambil duduk-duduk di pinggir dermaga, kita lihat rombongan ikan cucut kecil-kecil seukuran jempol tangan bergerombol berenang di dekat dermaga. Karena belum ada strike, maka mas Erwin nyoba mancing ikan cucut ini dengan menggunakan umpan udang kupas dan mata kail yang paling kecil, gak sampe 1 menit sudah strike 1 ekor, 2 ekor.
Akhirnya yang lain pada ikutan mancing ikan cucut ini, sampai mas Budi ikutan ngeluarin joran antenanya. Mungkin karena banyak temennya yang keangkat, ikan-ikan cucut ini pada ngacir dan gak mau dipancing.
Air laut pelan-pelan mulai surut, tapi gak ada yang strike.
Karena kelihatan ikannya sepi, mas Erwin, papanya dan temannya akhirnya memutuskan pindah lokasi. Katanya mau nyari lokasi lain.
Tinggal kami berempat saja yang mancing.
Sekitar jam satu temannya mas Bincar datang lagi 2 orang dan mereka langsung ikutan mancing juga.
Eeeh, malah temannya yang baru datang ini yang strike kerapu batu 1/2 kiloan, kemudian dilanjutin dapat kerapu 1 kiloan.
Setelah itu sepiii,,,
Karena mas Bincar bilang kambangannya diserang ikan, akhirnya saya, Denny dan mas Budi nyoba popping. Tetapi sampe tangannya mas Budi pegel kabel, tetap aja nggak ada yang ngejar,,,,
Sampai umpannya habis kita nggak ada yang dapat lagi,,,malah berlomba mancing karang,,,,he,,,he,,,he,,,,
Akhirnya kita memutuskan untuk balik karena umpan sudah habis dan perut sudah keroncongan minta diisi. Sebelum balik ke Surabaya, kita mampir di warung dulu untuk ngisi perut, dan kemudian langsung beli karcis dan masuk ke kapal Ferry.
Thank you mas Bincar dan kawan-kawan atas segalanya..dan sampai ketemu lagi di trip ke Socah.
Mas chrys tambahin reportnya nya he..he...
tera
mas chrys strike nggak???
Wah ini pertanyaan susah,,,,
Gila,,,,,sampai kepala pusing nih,,,,mikirin gimana ya caranya biar dapat,,,,
Tapi spot yang pertama di penyeberangan kemarin emang gileee bener,,,Cukilnya lagi ngamuk,,,
Singkat aja,,,sampe di batu poron kita langsung siapkan arsenal masing-masing dan langsung cari posisi. Air kondisi masih pasang dan angin hanya bertiup semilir.
Yang pertama strike mas Bincar, ikannya kaya sembilang + salamander,,,gak tahu deh namanya,,,
Gak sampai 10 menit kemudian mas Erwin strike tompel 4 jarian + sampah. Kemudian dilanjutkan Denny strike kerapu batu dengan menggunakan rangkaian kambangan. Dalam hati, wah spotnya boleh juga nih,,,
Sambil duduk-duduk di pinggir dermaga, kita lihat rombongan ikan cucut kecil-kecil seukuran jempol tangan bergerombol berenang di dekat dermaga. Karena belum ada strike, maka mas Erwin nyoba mancing ikan cucut ini dengan menggunakan umpan udang kupas dan mata kail yang paling kecil, gak sampe 1 menit sudah strike 1 ekor, 2 ekor.
Akhirnya yang lain pada ikutan mancing ikan cucut ini, sampai mas Budi ikutan ngeluarin joran antenanya. Mungkin karena banyak temennya yang keangkat, ikan-ikan cucut ini pada ngacir dan gak mau dipancing.
Air laut pelan-pelan mulai surut, tapi gak ada yang strike.
Karena kelihatan ikannya sepi, mas Erwin, papanya dan temannya akhirnya memutuskan pindah lokasi. Katanya mau nyari lokasi lain.
Tinggal kami berempat saja yang mancing.
Sekitar jam satu temannya mas Bincar datang lagi 2 orang dan mereka langsung ikutan mancing juga.
Eeeh, malah temannya yang baru datang ini yang strike kerapu batu 1/2 kiloan, kemudian dilanjutin dapat kerapu 1 kiloan.
Setelah itu sepiii,,,
Karena mas Bincar bilang kambangannya diserang ikan, akhirnya saya, Denny dan mas Budi nyoba popping. Tetapi sampe tangannya mas Budi pegel kabel, tetap aja nggak ada yang ngejar,,,,
Sampai umpannya habis kita nggak ada yang dapat lagi,,,malah berlomba mancing karang,,,,he,,,he,,,he,,,,
Akhirnya kita memutuskan untuk balik karena umpan sudah habis dan perut sudah keroncongan minta diisi. Sebelum balik ke Surabaya, kita mampir di warung dulu untuk ngisi perut, dan kemudian langsung beli karcis dan masuk ke kapal Ferry.
Thank you mas Bincar dan kawan-kawan atas segalanya..dan sampai ketemu lagi di trip ke Socah.