Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
Rekans…
Saya baru mengenal tegek beberapa hari ini,dan mempelajari beberapa hal tentang tegek ini.
Dari beberapa diskusi dengan rekan 2 yang sdh “berjenggot” dengan tegek , dan pengamatan detail bentuk sambungan tegek ,dapat di catat disini beberapa hal yang penting tentang tegek,semoga bermanfaat:
a. Mekanisme patah/putusnya tegek: dari bentuk tegek yang berbeban dpat diperkirakan tegek akan patah atau putus melalui dua mekanisme.
1. Patah nya tegek, terutama terjadi pada bagian tengah dari panjang tegek, patahnya tegek pada daerah ini di sebabkan oleh gaya momen yang melebihi kekuatan bahan tegek.
2. Patah atau putus pada daerah ujung karena kelemahan pada sambungan. Dari bentuk sambungan tegek, tampaknya sangat kritis pada sambungan daerah ujung ini, di mana gaya yang bekerja dominan merupakan gaya tarik, bukan gaya momen. Sistem sambungan tegek menunjukan suatu mekanisme “pasak”, dimana bagian yang kecil seolah-olah memasak bagian yang besar, yang mengakibatkan pecahnya bagian ujung sambungan dan bagian kecil lolos keluar.
Kelemahan ini sdh dapat dia perkuat dengan membalut bagian ujung luar sambungan dengan benang, oleh beberapa rekan.
Dengan memperhatikan mekanisme ini sangat di anjurkan untuk tidak memberikan oli atau pelumas lain pada system sambungan, karena dibutuhkan friction yang baik, antara bagian luar dan dalam tegek,rapping ujung sebagai pengamanan tambahan di anjurkan.
b. Ketidak sempurnaan sambungan :
Dari beberapa tegek yang di amati , ditemukan adanya ketidak sempurnaan sambungan akibat melubernya cat dan coating ke daerah sambungan, perhatikan sketsa terlampir .
Cat dan coating yang melebar ke daerah sambungan ini secara sepintas tidak bermasalah,selain sistem sambungan terasa tidak benar2 rapat,dan agak “koclak” tetapi dari segi kekuatan joran hal ini akan menurunkan kekuatan joran, karena system sambungan tidak terjadi pada bagian ujung yang mana sudah di persiapkan, melainkan agak mundur kebelakang ke daerah yang tidak diperkuat utk sambungan.
Dengan amplas halus no 400-1000 kelebihan cat dan coating ini dapat di buang dan ketidak sempurnaan ini dapat di perbaiki.
Kornelius
__________________
Baik tidak baik
Pulau Alor lebih baik
Rekans…
Saya baru mengenal tegek beberapa hari ini,dan mempelajari beberapa hal tentang tegek ini.
Dari beberapa diskusi dengan rekan 2 yang sdh “berjenggot” dengan tegek , dan pengamatan detail bentuk sambungan tegek ,dapat di catat disini beberapa hal yang penting tentang tegek,semoga bermanfaat:
a. Mekanisme patah/putusnya tegek: dari bentuk tegek yang berbeban dpat diperkirakan tegek akan patah atau putus melalui dua mekanisme.
1. Patah nya tegek, terutama terjadi pada bagian tengah dari panjang tegek, patahnya tegek pada daerah ini di sebabkan oleh gaya momen yang melebihi kekuatan bahan tegek.
2. Patah atau putus pada daerah ujung karena kelemahan pada sambungan. Dari bentuk sambungan tegek, tampaknya sangat kritis pada sambungan daerah ujung ini, di mana gaya yang bekerja dominan merupakan gaya tarik, bukan gaya momen. Sistem sambungan tegek menunjukan suatu mekanisme “pasak”, dimana bagian yang kecil seolah-olah memasak bagian yang besar, yang mengakibatkan pecahnya bagian ujung sambungan dan bagian kecil lolos keluar.
Kelemahan ini sdh dapat dia perkuat dengan membalut bagian ujung luar sambungan dengan benang, oleh beberapa rekan.
Dengan memperhatikan mekanisme ini sangat di anjurkan untuk tidak memberikan oli atau pelumas lain pada system sambungan, karena dibutuhkan friction yang baik, antara bagian luar dan dalam tegek,rapping ujung sebagai pengamanan tambahan di anjurkan.
b. Ketidak sempurnaan sambungan :
Dari beberapa tegek yang di amati , ditemukan adanya ketidak sempurnaan sambungan akibat melubernya cat dan coating ke daerah sambungan, perhatikan sketsa terlampir .
Cat dan coating yang melebar ke daerah sambungan ini secara sepintas tidak bermasalah,selain sistem sambungan terasa tidak benar2 rapat,dan agak “koclak” tetapi dari segi kekuatan joran hal ini akan menurunkan kekuatan joran, karena system sambungan tidak terjadi pada bagian ujung yang mana sudah di persiapkan, melainkan agak mundur kebelakang ke daerah yang tidak diperkuat utk sambungan.
Dengan amplas halus no 400-1000 kelebihan cat dan coating ini dapat di buang dan ketidak sempurnaan ini dapat di perbaiki.
Kornelius
Uraiannya sangat ilmiah, layak dapat semangkuk cendol ijo. he3
Sedikit tambahan : jangan lupa bagian "sambungan" nya harus diukur dengan teliti apakah kedua ruas (baik yang dalam maupun yang luar) harus bener2 "bulat" kalau ada yang "gepeng" bisa dibantu dengan menambalkan bagian yang gepengnya dengan power glue sesudah kering baru diamplas agar jadi benar2 "bulat" kadang2 dari ruas jorannya udah gak bulat lalu ditambah dengan catnya tidak "rata" , tapi setahu saya biasanya pada bagian "sambungannya" tidak di cat. dan jangan lupa pada bagian "luar"nya dililitin benang nylon supaya lebih kuat lagi menahan beban dalam sewktu membetot ikan. kalau soal ini saya yakin banyak pakarnya ya?
Saya belum lama menggunakan tegek, tapi khusus untuk Ginei sy punya pendapat khusus dengan tegek yang jadi favoritku ini
Dari pengamatan beberapa rekan dan sy amati juga, ginei mempunyai celah pada ujung sambungan, ini bukan kekurangan justru ini adalah rancangan yang dipakai pada ginei. Pendapat sy, beban pada sambungan disengaja tertumpu tidak pada ujung ruas yang memang kritis namun pada bagian yang lebih dalam yang pasti lebih kuat.
karakter ginei beda dengan karakter tegek lainnya yang sama-sama kelas kaku, pada ginei lengkungan terjadi hampir di semua ruas, kalo menurut om Erwin hampir parabolik sempurna. Sambungan yang longgar membuat ruas saat melengkung tidak membebani ujung ruas lainnya.
Dengan section ujung yang lebih besar diameternya (lbh kuat tentunya) dibanding tegek kevlar misalnya, ginei justru mempunyai lendutan yang lebih besar. Karakter itulah yang membuat rekan garonger merasa lebih lama untuk menaikkan ikan berukuran sama..
ilustrasi menggambarkan tegek saat tanpa beban dan berbeban.
Bagi saya kaum pemula yg masih ijo bgt ...maaf apabila agak sedikit berbeda pendapat dgn pak Edi, menurut saya celah pada sambungan ujung ruas lebih baik di "isi" atau tertutup dgn rapat utk menghindari sentakan kaget, beban berat maupun getaran yg dapat mengakibatkan retaknya ruas2 joran. Demikian juga dgn bending dari joran tersebut akan lbh sempurna. Gin-Ei bukanlah custom made tegeg tetapi mass product yg QCnya belum sempurna (harga 330 rb mana boleh perfect hehehehe)...jadi wajar kalo mmg masih ada kekurangan yg harus kita isi sendiri. Disamping itu juga backbone benar2 harus di perhatikan dgn memberikan tanda sehingga joran ngga keseleo nantinya
Bagi saya kaum pemula yg masih ijo bgt ...maaf apabila agak sedikit berbeda pendapat dgn pak Edi, menurut saya celah pada sambungan ujung ruas lebih baik di "isi" atau tertutup dgn rapat utk menghindari sentakan kaget, beban berat maupun getaran yg dapat mengakibatkan retaknya ruas2 joran. Demikian juga dgn bending dari joran tersebut akan lbh sempurna. Gin-Ei bukanlah custom made tegeg tetapi mass product yg QCnya belum sempurna (harga 330 rb mana boleh perfect hehehehe)...jadi wajar kalo mmg masih ada kekurangan yg harus kita isi sendiri. Disamping itu juga backbone benar2 harus di perhatikan dgn memberikan tanda sehingga joran ngga keseleo nantinya
Mungkin dari senior2 ada pendapat yg lbh baik?
salam,
leki
hehe...
tidak apa-apa om beda pendapat, biar berkembang terus...
pendapat saya, menutup celah malah memberikan beban ke ujung ruas, tidak menghilangkannya..
betul pendapat mas, ginei adalah mass product saya setuju sekali, justru itu malah ragu apa memang ada backbonenya? bukankah itu menambah ongkos ...hehehe (jadi nyinggung thread lain nih..) sepengetahuan saya tentang pembuatan benda silindris dengan fiber atau cara lainnya, pembuatan backbone secara sengaja memerlukan proses yang lebih mahal.
mengenai QC, berapa persen ginei punya celah di sambungan? sy baru mengamati 3 tuh...., kalo semua begitu berarti memang disengaja.
Dukun2 tegeg lg pada semedi ama bakar menyan spy dpt SIM heehhehehhe...
Pak Edi, Saya mmg perhatikan baik gen ei maupun meta juga bercelah semua...bingung juga apa disengaja atau mmg produksinya kurang detail...Mungkin yg punya tegeg mahal dapat memberikan comment?...krn jelas tegeg yg lbh mahal mutu pengerjaannya lbh bagus...
Kalo saya selalu kembali ke joran biasa (light tackle dlm hal ini yg 3 section)...kalo dilihat tidak ada celahnya.
Harusnya dgn celah yg sangat rapat transfer power ke ruas lain dan lengkungannya lbh bagus dan merata.
Mohon maaf bila pendapat saya salah nih
Dukun2 tegeg lg pada semedi ama bakar menyan spy dpt SIM heehhehehhe...
Pak Edi, Saya mmg perhatikan baik gen ei maupun meta juga bercelah semua...bingung juga apa disengaja atau mmg produksinya kurang detail...Mungkin yg punya tegeg mahal dapat memberikan comment?...krn jelas tegeg yg lbh mahal mutu pengerjaannya lbh bagus...
Kalo saya selalu kembali ke joran biasa (light tackle dlm hal ini yg 3 section)...kalo dilihat tidak ada celahnya.
Harusnya dgn celah yg sangat rapat transfer power ke ruas lain dan lengkungannya lbh bagus dan merata.
Mohon maaf bila pendapat saya salah nih
Asal nimbrung aja nih, menurut pendapat saya setiap produsen joran sudah memperhitungkan panjang yang kontak antara ruas dengan ruas yang lain (lip splice) berbeda antara masing masing ruas. Untuk ruas yang paling atas (yang mempunyai beban paling ringan dan diameter paling kecil) lip splice nya cuma 3 cm. Tapi antara ruas terbawah dengan yang kedua dari bawah kadangkala mempunyai panjang 7-10 cm.
Pada sewaktu fabrikasi masing masing ruas bagian bawah dilakukan penebalan untuk menyesuaikan supaya titik kontak ruas atas dengan ruas bawah sesuai dengan desain. Pada kasus joran tegeg gin-ei dan meta kemungkinan penebalannya terlalu berlebihan sehingga ruas atasnya masuk agak dalam keruas bawah padahal penebalan yang dilakukan terbatas, sehingga terlihat ada celah. Tapi itu tidak menjadi masalah karena pada prinsipnya panjang kontak (lip splice) tetap sesuai desain.
Yang jadi masalah justru jika panjang kontak (lip splice) cuma 3 cm. Itu juga yang menyebabkan Daiwa lebih lama bertahan daripada joran tegeg yang lain. Panjang kontak masing masing ruas nya lebih panjang daripada joran yang baru sekarang
Sorry numpang nimbrung ah.
Saya sependapat dgn Om budi. untuk masalah sela antara rua joran itu hanya bagian dari design tidak terlalau bermasalah yg terpenting adalah diantara sampbungan jgn sampai terjadi spaci kerengangan yg membuat joran kala di gentak berbunyi.
buat om Leki Joran mahal seperti Meta belum tentu bagus dan sebaliknya joran yg murah seperti jin ei blm tentu jelek.
Gei ei vs Metta
Dari analisa saya selama megang tegeg, dan bertemu Gin ei saya berangapan bahwa gin Ei masih yg terbaik krn yg seperti dikatakan Om edi parabolik dan ketebalan bahannya
Untuk Meta Bahan terlalu tipis dan paraboliknya hanya terjadi di ruas kedua dari depan. atau disebut Hard action.
Back bone : setiap joran mempunyai back bon menurut saya. tapi apakah mungkin setiap perusahan yg mengeluakan tegeg memberitahukan back bone nya kpd pembeli? Sedangkan si tegeg sediri tidang mempunyai tanda ut bbnya tdk seperti joran yg mempunyai kolonhgan cincin.
Sekarang sekarang ini banya joran yg bermunculan dgn fersi baru.
sampel joran jig master kenapa dia menjadi kuat? dikarenakan paraboliknya bisa terjadi sampai kepangkal joran.
masih banyak lagi jr yang lain yg sifatnya seperti itu dan memang sangat kuat.
tulisan ini hanya pendapat saya loh heeeeeee.
__________________ Dari kecil sampe tua mancing terus...........
Sorry numpang nimbrung ah.
Saya sependapat dgn Om budi. untuk masalah sela antara rua joran itu hanya bagian dari design tidak terlalau bermasalah yg terpenting adalah diantara sampbungan jgn sampai terjadi spaci kerengangan yg membuat joran kala di gentak berbunyi.
buat om Leki Joran mahal seperti Meta belum tentu bagus dan sebaliknya joran yg murah seperti jin ei blm tentu jelek.
Gei ei vs Metta
Dari analisa saya selama megang tegeg, dan bertemu Gin ei saya berangapan bahwa gin Ei masih yg terbaik krn yg seperti dikatakan Om edi parabolik dan ketebalan bahannya
Untuk Meta Bahan terlalu tipis dan paraboliknya hanya terjadi di ruas kedua dari depan. atau disebut Hard action.
Back bone : setiap joran mempunyai back bon menurut saya. tapi apakah mungkin setiap perusahan yg mengeluakan tegeg memberitahukan back bone nya kpd pembeli? Sedangkan si tegeg sediri tidang mempunyai tanda ut bbnya tdk seperti joran yg mempunyai kolonhgan cincin.
Sekarang sekarang ini banya joran yg bermunculan dgn fersi baru.
sampel joran jig master kenapa dia menjadi kuat? dikarenakan paraboliknya bisa terjadi sampai kepangkal joran.
masih banyak lagi jr yang lain yg sifatnya seperti itu dan memang sangat kuat.
tulisan ini hanya pendapat saya loh heeeeeee.
Jadi kalau menurut oom Erwin tegeg yang mana yang di rekomen neeh....sebelum Meta ane retak neeh.....!!!!!
Om Win bukankah yang Hard Action waktu dapat ikan kita lebih ngirit tenaga karena cuma nahan dan ujung joran yang "main" dengan Baron sedangkan yang untuk yang Parabolik tenaga yang kita keluarkan harus lebih "banyak" dibandingkan dengan yang Hard-action? bagaimana kalau kita atasnya ambil Gin er dibawahnya kita kombinasikan dengan Hard-action dibagian bawahnya? apa pendapat anda Om?
Guys...thanks buat advice n opini2nya.
Saya juga mau bilang sama teman2 ttg pengalaman saya memakai meta 5.4...
1 bulan yg lalu ketika saya mancing di pari...saat menggentak joran meta tanpa dosa (tdk sangkut karang maupun barons) terdengar suara "KRETAK"...ternyata ruas 4 (no 2 dr bawah tegeg) pecah bagian ujungnya stlh wrapping...di rumah akhirnya dibenerin (dibantu temen) dan dipotong sebanyak 35 cm...tinggal 5.05 mtr deeeehhhhhhhh...
Kemaren saya coba lifting 1.5 kg beban...ehhhh "KRETAK" lg diruas yg sama (ujungnya sdh diwrapping jg). Setelah diselidiki memang ruas 4 ini memiliki ketebalan yg lbh tipis dibanding ruas2 lainnya....(hati2 guys masalah nya si gajami jg sdh kena 2x dan ada teman2 lain yg kena juga).
Akhirnya saya mau coba utk di coating bagian dalamnya utk menambah ketebalan ruas 4 tsb...sekarang dipotong 30 cm...jd 4.75 mtr....Hamzahhhh gw punya metanium 4 mtr-an juga nih hehehehehe...(gw jadi ga PD nih pake meta!!!)
Ttg Gen-Ei...say punya yg 4.3 mtr....mmg lbh tebal semua ruasnya dan kokoh.
Walau agak berat dikit tapi worthy utk fight dgn kelas babon...
Om Win bukankah yang Hard Action waktu dapat ikan kita lebih ngirit tenaga karena cuma nahan dan ujung joran yang "main" dengan Baron sedangkan yang untuk yang Parabolik tenaga yang kita keluarkan harus lebih "banyak" dibandingkan dengan yang Hard-action? bagaimana kalau kita atasnya ambil Gin er dibawahnya kita ko