Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
Spot : K.Tungku dan Tj.Tua
Angler : Saya, Hermawan dan Crew Kapal.
Cuaca : Pagi-Siang sedikit mendung, sorenya cerah
Arus : Sepanjang hari timur cukup kencang, hanya siang sedikit berkurang.
Setelah minggu kemarin pergi popping tanpa hasil dikarenakan kondisi air dan adanya acara “lempar botol” oleh sekelompok orang , maka hari Minggu kemarin saya pergi lagi. Rencana hari Sabtu dirubah ke hari Minggu karena hari Sabtu perahu dipergunakan oleh Spongebob yang berhasil naikin 1 ekor Jeng Riri dengan jig dan 1 ekor GT dengan popper.
Pagi hari sesampai di K.Tungku, acara popping dimulai dan popper Hermawan disambut miscall oleh GT. Kemudian popper saya di sambut juga namun derit bunyi reel hanya bertahan beberapa detik saja…., hook tidak menancap sempurna.
Setelah itu tidak ada sambaran lagi…….
Pindah ke spot Tj.Tua, melihat air dan arus cukup bagus. Acara popping lagi….
+/- jam 10.00, tepat di depan arus, popper saya disambut GT. Waawawwaa, sambarannya membuat cipratan air yang cukup tinggi…. Sensasi ini memang tiada duanya Namun proses hookup kembali tidak sempurna dikarenakan saya memainkan popper dengan PE yang membentuk ½ lingkaran di air . (IMHO terbukti bagus untuk menyisir GT yang ada di pinggir karang)
Selang beberapa lama, giliran popper ABK Bani yang di sambar tapi tidak kena tapi sang GT berbalik badan dan kembali menyambar popper. “STREEEEEK”, teriak Bani. Tapi dasar si Bani yang biasanya narik tambang jangkar , hookupnya gak kira-kira ditambah dragnya yang hampir mati membuat “TAASSSSSSSS” . PE-nya putus. (sedih de lu…. , udah dibilangin dragnya yang sedang-sedang saja )
Dan sampai jam 11.30 siang , kami belum berhasil menaikan ikan. Acara istirahat kami batalkan dan digantikan jalan-jalan ke P.Sindu sambil mencari spot popping baru.
IMHO, di P.Sindu ternyata ada spot casting yang sangat bagus, cuma kita harus menyewa perahu “katir” dari Merak dan kita tarik ke sana. Kita bisa casting sampai ke pinggiran dgn perahu katir tsb. (FF castingers…, kapan-kapan mau coba?)
Waktupun menunjukan pukul 13.00,- “Om, kalo mau masak pindang, ikannya kita beli saja, kalo mancing dulu takut gak keburu” , kata Supar. “Boleh”, jawab saya. Dan kamipun mendekati perahu nelayan untuk membeli ikan kuniran/ ekor kuning dan nelayan tsb pun bertanya, “mancing kok beli ikan???” . Kamipun hanya tersenyum saja………
Setelah makan pindang ikan dan cumi umpan serta istirahat sejenak , kamipun melanjutkan acara popping lagi dimana jam menunjukan pukul 14.30.
Sambil bercanda , popperpun terus dilempar. Di sebuah pojokan pertemuan arus, akhirnya popper saya pun disambut dan saya sambut kembali dengan hookup. Hihihihihi… mantaaaap. 1 ekor GT 11 kg berhasil dinaikan. Rasanya LUNAS sudah cape’ saya popping dari tadi pagi.
Dan sekarang giliran teman saya “Hermawan” dan ABK Bani yang panas. Lemparannyapun semakin panas
Akhirnya di suatu tempat belakang arus, dimana air yang flat seperti air seperti diobok-obok seorang balita. Itu adalah seekor GT yang sedang menyambar popper Hermawan. Tarikan GT tsb akhirnya berhenti, PE mulai sedikit demi sedikit kembali masuk ke spool reel. Dan kembali GT tsb berontak dan berhenti kembali. Sampai akhirnya power GT tsb habis, barulah GT tsb menyerah dan berhasil dinaikan. Setelah ditimbang, beratnya 13 kg.
Setelah itu kamipun pindah (kembali) ke K.Tungku untuk popping kembali sekalian mengatur waktu pulang ke dermaga mengingat arus timur yang kencang.
Di K.Tungkupun popper saya disambut namun tidak kena
Sampai di dermaga saya berusaha utk mencari Pa’Ryan (su_sejang”a”yahoo.com) namun sudah pulang tapi saya sempat betemu dan berkenalan dengan Edi-gun rekan FF juga yang mancing dengan perahu Nur. (Edi, senang berkenalan dgn Anda dan rekan-rekan Anda)
Inilah cerita perjuangan kami seharian hanya untuk mendapatkan GT.
Sekian dan terimakasih.
Nb. Sorry, reportnya panjang. Membaca reportnya Ryditya yang begitu menghibur, saya kepengen belajar juga.
Wah nice trip, good effort, nice result nih. BOleh juga buat belajar jadi penulis jangan mau kalah dengan rekan rekan lain yang sudah mahir menulis hehehe, siapa tau nanti bisa seperti Ernst Hemingway yang membuat buku The Old Man and The Sea.
Yanto, sukses terus tuh poppingnya! Jadi penasaran nih. Untuk "upacara bendera" tanggal 17 nanti sudah cukup seatnya? Kalau masih ada lowongan boleh deh ikut daftar! Soalnya saya belum pernah ke Tanjung Tua kan!
Yanto, selamat atas hasil poppingnya yah? Berarti dari pagi sampai malam popping terus dong, biasanya kan siang istirahat cari ikan dasaran, buat bikin pindang, kl ikannya beli sama nelayan kan berarti nggak ada istirahat........
Betul - betul stamina yang prima..............
Namun proses hookup kembali tidak sempurna dikarenakan saya memainkan popper dengan PE yang membentuk ½ lingkaran di air . (IMHO terbukti bagus untuk menyisir GT yang ada di pinggir karang)
IMHO, di P.Sindu ternyata ada spot casting yang sangat bagus, cuma kita harus menyewa perahu “katir” dari Merak dan kita tarik ke sana. Kita bisa casting sampai ke pinggiran dgn perahu katir tsb. (FF castingers…, kapan-kapan mau coba?)
Congrat atas tripnya bro. Nice report and nice GTs.
BTW bisa diterangkan lebih detail tekhnik popping "menyisir" tsb?
Sorry bro, masih belum paham nih.
Waw, boleh juga tuh kita ajak Weri dkk geng Tjap Toen.
Kapan? Hehehe
Yanto, selamat atas hasil poppingnya yah? Berarti dari pagi sampai malam popping terus dong, biasanya kan siang istirahat cari ikan dasaran, buat bikin pindang, kl ikannya beli sama nelayan kan berarti nggak ada istirahat........
Betul - betul stamina yang prima..............
Waktu Supar masak, dapet istirahatlah 1 jam Pa'.... Kalo kepepet si , Supar masak sambil jalan. Cuma kasihan Pa', kan mesinnya berisik. Tar kita juga yang susah......, teriak strike dia gak kedengeran
Ya itulah Pa' , usaha saya ....
Kapan-kapan Kaibutsunya saya bawa ya....
Terimakasih Pa'....
Wah nice trip, good effort, nice result nih. BOleh juga buat belajar jadi penulis jangan mau kalah dengan rekan rekan lain yang sudah mahir menulis hehehe, siapa tau nanti bisa seperti Ernst Hemingway yang membuat buku The Old Man and The Sea.
Saya juga coba-coba Pa' setelah membaca report Pa'Ryditya...
Film D'Oldman ndC nya , Mr.Oldman ndC punya lo Pa'. Filmnya bagus.
Saya sempat dikasih pinjam.
Terimakasih Pa' dan bagaimana dgn acara Fishing Together bareng rekan-rekan FF Lampung tgl 25-26 Agt nanti? Ikut?
Quote:
Originally Posted by The Old Man and the Sea
Yanto, sukses terus tuh poppingnya! Jadi penasaran nih. Untuk "upacara bendera" tanggal 17 nanti sudah cukup seatnya? Kalau masih ada lowongan boleh deh ikut daftar! Soalnya saya belum pernah ke Tanjung Tua kan!
Gak selalu sukses kok Pa'..., minggu kemarin kosong juga.
Tgl 17 gabung Pa' ya...., upacaranya ke Legundi. Kita bermalam di laut selama 2 malam.
Setelah menembus Krakatau pada akhir bulan Juni lalu, nanti Bintang Utara pengen coba ke Legundi. Jaraknya +/- sama dengan Merak-Krakatau. Mudah2an cuacanya bagus dan rencana trip terlaksana...
Congrat atas tripnya bro. Nice report and nice GTs.
BTW bisa diterangkan lebih detail tekhnik popping "menyisir" tsb?
Sorry bro, masih belum paham nih.
Waw, boleh juga tuh kita ajak Weri dkk geng Tjap Toen.
Kapan? Hehehe
Jer...,
arus yang menabrak pulau/karang akan mengalir ke sisi-sisi pulau/karang tsb. Kita casting popper di tengah-tengah arus yang akan membentur pulau/karang tsb. Setelah itu diamkan sejenak PE kita sampai terendam air, barulah popper dimainkan sesuai jenis popper tsb. Nanti popper tsb tidak akan langsung menuju kita tetapi mengikuti arus yang mengalir/menyisir di sisi-sisi pulau/karang tsb. Namun jika strike, kita harus cepat-cepat meretrieve agar PE menjadi kencang sehingga hookup menjadi sempurna.
Mudah-mudahan penjelasan saya bisa dimengerti.
Mengenai trip casting di sana, mungkin kita harus menyewa beberapa perahu katir yang powernya hemat BBM, yaitu perahu tanpa mesin alias gowes sendiri. hehehhehe.
1 perahu di isi 2 angler dgn seorang pemandu perahu. Castingnya sambil duduk di perahu katir.
Spot disana banyak pohon bakau, airnya gak terlalu dalam dan aman dari arus kencang.
Saya juga coba-coba Pa' setelah membaca report Pa'Ryditya...Film D'Oldman ndC nya , Mr.Oldman ndC punya lo Pa'. Filmnya bagus.Saya sempat dikasih pinjam.
Tgl 17 gabung Pa' ya...., upacaranya ke Legundi. Kita bermalam di laut selama 2 malam. Setelah menembus Krakatau pada akhir bulan Juni lalu, nanti Bintang Utara pengen coba ke Legundi. Jaraknya +/- sama dengan Merak-Krakatau. Mudah2an cuacanya bagus dan rencana trip terlaksana...
Oh ya, itu film ada di mana sekarag? Kalau enggak salah ada di Wery Gajami ya?
Wah kalau harus nginap 2 malam saya enggak bisa Yan, tanggal 18 saya mesti ada di rumah. Salah satu cucu saya merayakan ulang tahunnya yang ke 3 tanggal 18. Kasihan kalau saya tidak ada. Apa boleh buat saya cari trip pendek saja! Tks.
Spot : K.Tungku dan Tj.Tua
Angler : Saya, Hermawan dan Crew Kapal.
Cuaca : Pagi-Siang sedikit mendung, sorenya cerah
Arus : Sepanjang hari timur cukup kencang, hanya siang sedikit berkurang.
Setelah minggu kemarin pergi popping tanpa hasil dikarenakan kondisi air dan adanya acara “lempar botol” oleh sekelompok orang , maka hari Minggu kemarin saya pergi lagi. Rencana hari Sabtu dirubah ke hari Minggu karena hari Sabtu perahu dipergunakan oleh Spongebob yang berhasil naikin 1 ekor Jeng Riri dengan jig dan 1 ekor GT dengan popper.
Pagi hari sesampai di K.Tungku, acara popping dimulai dan popper Hermawan disambut miscall oleh GT. Kemudian popper saya di sambut juga namun derit bunyi reel hanya bertahan beberapa detik saja…., hook tidak menancap sempurna.
Setelah itu tidak ada sambaran lagi…….
Pindah ke spot Tj.Tua, melihat air dan arus cukup bagus. Acara popping lagi….
+/- jam 10.00, tepat di depan arus, popper saya disambut GT. Waawawwaa, sambarannya membuat cipratan air yang cukup tinggi…. Sensasi ini memang tiada duanya Namun proses hookup kembali tidak sempurna dikarenakan saya memainkan popper dengan PE yang membentuk ½ lingkaran di air . (IMHO terbukti bagus untuk menyisir GT yang ada di pinggir karang)
Selang beberapa lama, giliran popper ABK Bani yang di sambar tapi tidak kena tapi sang GT berbalik badan dan kembali menyambar popper. “STREEEEEK”, teriak Bani. Tapi dasar si Bani yang biasanya narik tambang jangkar , hookupnya gak kira-kira ditambah dragnya yang hampir mati membuat “TAASSSSSSSS” . PE-nya putus. (sedih de lu…. , udah dibilangin dragnya yang sedang-sedang saja )
Dan sampai jam 11.30 siang , kami belum berhasil menaikan ikan. Acara istirahat kami batalkan dan digantikan jalan-jalan ke P.Sindu sambil mencari spot popping baru.
IMHO, di P.Sindu ternyata ada spot casting yang sangat bagus, cuma kita harus menyewa perahu “katir” dari Merak dan kita tarik ke sana. Kita bisa casting sampai ke pinggiran dgn perahu katir tsb. (FF castingers…, kapan-kapan mau coba?)
Waktupun menunjukan pukul 13.00,- “Om, kalo mau masak pindang, ikannya kita beli saja, kalo mancing dulu takut gak keburu” , kata Supar. “Boleh”, jawab saya. Dan kamipun mendekati perahu nelayan untuk membeli ikan kuniran/ ekor kuning dan nelayan tsb pun bertanya, “mancing kok beli ikan???” . Kamipun hanya tersenyum saja………
Setelah makan pindang ikan dan cumi umpan serta istirahat sejenak , kamipun melanjutkan acara popping lagi dimana jam menunjukan pukul 14.30.
Sambil bercanda , popperpun terus dilempar. Di sebuah pojokan pertemuan arus, akhirnya popper saya pun disambut dan saya sambut kembali dengan hookup. Hihihihihi… mantaaaap. 1 ekor GT 11 kg berhasil dinaikan. Rasanya LUNAS sudah cape’ saya popping dari tadi pagi.
Dan sekarang giliran teman saya “Hermawan” dan ABK Bani yang panas. Lemparannyapun semakin panas
Akhirnya di suatu tempat belakang arus, dimana air yang flat seperti air seperti diobok-obok seorang balita. Itu adalah seekor GT yang sedang menyambar popper Hermawan. Tarikan GT tsb akhirnya berhenti, PE mulai sedikit demi sedikit kembali masuk ke spool reel. Dan kembali GT tsb berontak dan berhenti kembali. Sampai akhirnya power GT tsb habis, barulah GT tsb menyerah dan berhasil dinaikan. Setelah ditimbang, beratnya 13 kg.
Setelah itu kamipun pindah (kembali) ke K.Tungku untuk popping kembali sekalian mengatur waktu pulang ke dermaga mengingat arus timur yang kencang.
Di K.Tungkupun popper saya disambut namun tidak kena
Sampai di dermaga saya berusaha utk mencari Pa’Ryan (su_sejang”a”yahoo.com) namun sudah pulang tapi saya sempat betemu dan berkenalan dengan Edi-gun rekan FF juga yang mancing dengan perahu Nur. (Edi, senang berkenalan dgn Anda dan rekan-rekan Anda)
Inilah cerita perjuangan kami seharian hanya untuk mendapatkan GT.
Sekian dan terimakasih.
Nb. Sorry, reportnya panjang. Membaca reportnya Ryditya yang begitu menghibur, saya kepengen belajar juga.
Si Boss satu ini memang nggak ada matinya kalau Popping......
BTW Selamat ya Boss...... Boleh juga tuh Boss di arrange sama FF castingers ke P. Sindu.....
Spot : K.Tungku dan Tj.Tua
Angler : Saya, Hermawan dan Crew Kapal.
Cuaca : Pagi-Siang sedikit mendung, sorenya cerah
Arus : Sepanjang hari timur cukup kencang, hanya siang sedikit berkurang.
Setelah minggu kemarin pergi popping tanpa hasil dikarenakan kondisi air dan adanya acara “lempar botol” oleh sekelompok orang , maka hari Minggu kemarin saya pergi lagi. Rencana hari Sabtu dirubah ke hari Minggu karena hari Sabtu perahu dipergunakan oleh Spongebob yang berhasil naikin 1 ekor Jeng Riri dengan jig dan 1 ekor GT dengan popper.
Pagi hari sesampai di K.Tungku, acara popping dimulai dan popper Hermawan disambut miscall oleh GT. Kemudian popper saya di sambut juga namun derit bunyi reel hanya bertahan beberapa detik saja…., hook tidak menancap sempurna.
Setelah itu tidak ada sambaran lagi…….
Pindah ke spot Tj.Tua, melihat air dan arus cukup bagus. Acara popping lagi….
+/- jam 10.00, tepat di depan arus, popper saya disambut GT. Waawawwaa, sambarannya membuat cipratan air yang cukup tinggi…. Sensasi ini memang tiada duanya Namun proses hookup kembali tidak sempurna dikarenakan saya memainkan popper dengan PE yang membentuk ½ lingkaran di air . (IMHO terbukti bagus untuk menyisir GT yang ada di pinggir karang)
Selang beberapa lama, giliran popper ABK Bani yang di sambar tapi tidak kena tapi sang GT berbalik badan dan kembali menyambar popper. “STREEEEEK”, teriak Bani. Tapi dasar si Bani yang biasanya narik tambang jangkar , hookupnya gak kira-kira ditambah dragnya yang hampir mati membuat “TAASSSSSSSS” . PE-nya putus. (sedih de lu…. , udah dibilangin dragnya yang sedang-sedang saja )
Dan sampai jam 11.30 siang , kami belum berhasil menaikan ikan. Acara istirahat kami batalkan dan digantikan jalan-jalan ke P.Sindu sambil mencari spot popping baru.
IMHO, di P.Sindu ternyata ada spot casting yang sangat bagus, cuma kita harus menyewa perahu “katir” dari Merak dan kita tarik ke sana. Kita bisa casting sampai ke pinggiran dgn perahu katir tsb. (FF castingers…, kapan-kapan mau coba?)
Waktupun menunjukan pukul 13.00,- “Om, kalo mau masak pindang, ikannya kita beli saja, kalo mancing dulu takut gak keburu” , kata Supar. “Boleh”, jawab saya. Dan kamipun mendekati perahu nelayan untuk membeli ikan kuniran/ ekor kuning dan nelayan tsb pun bertanya, “mancing kok beli ikan???” . Kamipun hanya tersenyum saja………
Setelah makan pindang ikan dan cumi umpan serta istirahat sejenak , kamipun melanjutkan acara popping lagi dimana jam menunjukan pukul 14.30.
Sambil bercanda , popperpun terus dilempar. Di sebuah pojokan pertemuan arus, akhirnya popper saya pun disambut dan saya sambut kembali dengan hookup. Hihihihihi… mantaaaap. 1 ekor GT 11 kg berhasil dinaikan. Rasanya LUNAS sudah cape’ saya popping dari tadi pagi.
Dan sekarang giliran teman saya “Hermawan” dan ABK Bani yang panas. Lemparannyapun semakin panas
Akhirnya di suatu tempat belakang arus, dimana air yang flat seperti air seperti diobok-obok seorang balita. Itu adalah seekor GT yang sedang menyambar popper Hermawan. Tarikan GT tsb akhirnya berhenti, PE mulai sedikit demi sedikit kembali masuk ke spool reel. Dan kembali GT tsb berontak dan berhenti kembali. Sampai akhirnya power GT tsb habis, barulah GT tsb menyerah dan berhasil dinaikan. Setelah ditimbang, beratnya 13 kg.
Setelah itu kamipun pindah (kembali) ke K.Tungku untuk popping kembali sekalian mengatur waktu pulang ke dermaga mengingat arus timur yang kencang.
Di K.Tungkupun popper saya disambut namun tidak kena
Sampai di dermaga saya berusaha utk mencari Pa’Ryan (su_sejang”a”yahoo.com) namun sudah pulang tapi saya sempat betemu dan berkenalan dengan Edi-gun rekan FF juga yang mancing dengan perahu Nur. (Edi, senang berkenalan dgn Anda dan rekan-rekan Anda)
Inilah cerita perjuangan kami seharian hanya untuk mendapatkan GT.
Sekian dan terimakasih.
Nb. Sorry, reportnya panjang. Membaca reportnya Ryditya yang begitu menghibur, saya kepengen belajar juga.
PA, YANTO TERNYATA ANDA YG PAKAI SUPAR ! , HE..HE.. TDNYA SAYA MAU PAKE SUPAR , RUPANYA SUDAH ANDA YG BOOK DULUAN , KARANA TEMAN SAYA PASTI PAKAI DIA , WADUH SORRY WAKTU PA, YANTO HUB SAYA , HP SAYA TDK BISA di daerah sana , maklum flexi ,
NEXT TIME KALO ADA WAKTU YG BAIK SAYA KESANA LAGI KITA JANJIAN AJA PAK , MAU BELAJAR POPING NIE SAMA SUHU !
BERARTI WAKTU MAU JALAN NAIK PERAHU HARUSNYA BPK MELWATI SAYA , KRN SAYA DAN TEMAN SEDANG BER BINCANG DGN KAPT. SUPAR