Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
Laporan Fun Trip Krakatau Via Sumur 30 Juni – 1 Juli 07 (Foto-foto akan dia upload oleh Gajami!)
Catatan
Dengan didahului ucapan terima kasih kepada Pak Jack Sparrow yang telah melaporkan “Fishing Trip” beliau ke Krakatau yang beliau anggap sebagai perjalanan yang sangat mengecewakan maka sebelum berangkat kami telah melakukan sejumlah perubahan dalam tujuan dan strategi perjalanan kami. Pertama, kami tidak berani menyebut perjalanan kami sebagai “Fishing Trip” tetapi hanya sebagai sebagai sebuah perjalanan “eksploratori” dan boleh dibilang pula sebagai piknik (“Fun Trip”). Tujuan perjalanan kami sepenuhnya adalah memenuhi keingin tahuan kami atas Gunung Krakatau yang terletak di Selat Sunda tersebut. Seperti diketahui letusan Gunung Krakatau yang terjadi pada tahun 1883 telah ditulus menjadi beberapa buku, di jadikan tema film, dan menjadi obyek penelitian para pakar dunia. Peserta. Seluruhnya berjumlah 8 orang terdiri dari “anggota” FF dan non-anggota FF. Anggota FF adalah; A. S. Ruky (The Old Man and the Sea), Susilo (HarjonoS), Werry (Gajami) dan Walther Lee (Beemaro). Non anggota terdiri dari Yayat Ruky (Adik A.S. Ruky), Farid (Putra Yayat Ruky), Alex Djauhari (Menantu A. S. Ruky) dan Ross (Teman Alex dari New Zealand) Perjalanan
Perjalanan menuju kepulauan Krakatau kami mulai dari desa Sumur dimana terletak resort wisata Pulau Umang. Perjalanan menggunakan KM Samudra yang mampu membawa sampai 12 orang penumpang. Jarak Sumur – Krakatau ditempuh oleh kapal/perahu bermesin mobil kira kira 60 PK tersebut dalam waktu 4 jam. Untuk perbandingan, pelayaran dari Sumur ke Ujung Kulon memerlukan waktu 2.5 jam. Cuaca ketika menuju ke Krakatau sangat bagus dan laut begitu teduh dan tenang seperti air danau. Kami meninggalkan Sumur jam 08.30 dan tiba di kompleks Krakatau jam 12.30 siang. Alasan utama kami mengapa tidak melakukan perjalanan ini via Labuan, Carita atau Merak karena sewa kapal dari Sumur cukup murah apalagi bisa dibagi dengan jumlah peserta yang cukup besar. Krakatau
Setelah meletus pada tahun 1883 gunung Krakatau berubah menjadi sebuah kompleks pulau yang terdiri dari Pulau pulau Krakatau Besar, Pulau Sertung dan Pulau Panjang. Mulau tahun 1950an muncul pulau baru yang berlokasi hampir persis ditengah tengah bekas kawah besar yang kemudian dinamai Anak Krakatau. Menurut para penjaga, bila pada awal 1980an anak krakatau masih kadang kadang tertutup bila air laut sedang pasang maka saat ini tinggi sang anak telah mencapai 560 meter dari permukaan laut. Kawasan kepulauan tersebut sangat menakjubkan serta menimbulkan pula perasaan ngeri bila kami menyadari bahwa perahu kami sebanrnya terapung apung diatas permukaan kawah gunung berapi aktif yang tertutup air laut. Sewaktu perahu kami memasuki perairan krakatau kami seperti memasuki perairan yang berbeda dan batasnya terlihat dengan jelas seperti sebuah garis lurus. Air laut di dalam kompleks Krakatau berwarna hijau agak muda seperti tercampur sejenis bahan kimia walaupun kedalamannya ada yang mencapai ratusan meter. Kami juga mersakan arus air yang cukup kuat yang menimbulkan gelombang yang agak tinggi. Fasilitas di Krakatau
Krakatau bukanlah daerah kunjungan wisata sehingga di kompleks Krakatau tidak ada fasilitas apapun untuk pengunjung misalnya penginapan apalagi rumah makan. Pengunjung dengan kapal yang cukup besar dapat menginap di kapal mereka. Pengunjung yang menggunakan kapal cepat biasanya melakukan perjalanan sehari saja berangkat dari Carita atau Anyer dengan waktu tempuh 3 jam untuk satu arahnya. Bagi pengunjung yang kepalang tanggung dan ingin menginap bisa berkemah di pulau Anak Krakatau atau di sebuah telauk di pulau Krakatau Besar yang disebut Legon Cabe. Sayangnya, dikedua tempat tersebut tidak ada sumber air tawar sama sekali. Di semua pulau di kompleks Krakatau termasuk di Anak Krakatau tidak ada dermaga untuk perahu menyandar. Dengan demikian pengunjung yang ingin turun harus menggunakan sekoci kecil atau perahu karet yang dibawa sendiri atau terpaksa “ngoyor”. Rombongan kami beruntung karena setelah melapor ke patroli BKSDA kami malah ditawari untuk menginap di pos (barak) mereka di Pulau Panjang yang ada sumber air tawar dan memiliki Gen Set. Dengan senang hati kami terima tawaran tersebut. Dari perahu kami di angkut kedarat menggunakan perahu Jukung mereka secara bergiliran. Kami tidur bersama mereka dan malah dipinjami kasur lipat tipis dan makan minum bersama mereka. Baru pada hari Minggu tanggal 1 Juli jam 8 pagi kami diantar kembali ke peerahu kami untuk kemudian melakukan penjelajahan disekitar kompleks tersebut dan mendekat ke Anak Krakatau untuk mengambil foto dari jarak dekat. Mancing di Krakatau. Karena sejak awal sudah disepakati bahwa tjuan perjalanan adalah bukan mancing maka kalaupun sebagian peserta membawa peralatan mancing tetapi yang dibawa adalah peralatan untuk mancing dasaran dan trolling. Memang sesampainya di Krakatau kami mencari spot yang diperkirakan ada ikan tanpa bantuan Finder karena kami tidak membawanya. Kami hanya mencari pinggir pinggir pulau dimana diperkirakan ada terumbu karang. Kami mulai melakukan kegiatan mancing untuk mencari lauk untuk makan siang dan malam. Hasilnya hanya ikan ikan karang kecil dan ada lencam sebesar 4 jari. Untungnya di pasar Panimbang kami telah membeli cukup banyak ikan dan cumi segar yang cukup untuk makan siang sampai malam! Trolling yang dilakukan selama perjalan pergi dan pulang ( 4 jam) tidak menghasilkan strike apapun! Penjagaan Krakatau
Selama berada di tempat para penjaga, Pak Ikbal menjelaskan bawa seluruh kompleks cagar alam Krakatau berada dibawah pengelolaan (pengawasan) Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Propinsi Lampung. Pemerintah Indonesia mempunyai keinginan keras untuk menjaga kelestarian kompleks ini sepenuhnya. Perubahan apapaun yang dilakukan oleh manusia (misalnya menanam pohon yang dibawa dari kota) tidak diperbolehkan. Oleh karena itu kompleks tersebut dijaga dengan sangat ketat oleh sebuah tim penjaga yang berjumlah 6 orang dan dipersenjatai dengan 2 buah Sten Gun. Siapapun yang ingin mengunjungi Krakatau harus meminta ijin terlebih dahulu dari Kantor BKSDA Lampung dan setiba di lokasi harus segera melaporkan kedatangannya ke pos BKSDA disana. Kegiatan pengunjung terutama yang melakukan penelitian diatas gunung, dibawah atau didalam air harus dipandu dan diawasi oleh para penjaga disana. Pemanduan dan pengawasan tersebut ada biaya resmi antara rp. 220.rb sampai rp.330.ribu per rombongan (kriteria untuk perbedaan tarif tersebut saya lupa). Karena fihak BKSDA menyadari bahwa sangat repot dan mahal bagi pengunjung bila pergi ke Lampung untuk meminta ijin permohonan ijin bisa dilakukan melalui fax ke nomor ini: 0721-703882. Mereka juga cukup fleksibel bahwa pengunjung “dadakan” seperti misanya yang ingin mencoba mancing atau melancong kesana secara “mendadak” mereka tetap ijinkan asalkan begitu masuk wilayah komplek Karakatau segera melapor ke Pos Penjagaan seperti layaknya tamu yang datang ke rumah orang atau kampung orang!
Kesimpulan
1. Krakatau adalah kompleks “kepulauan” yang menarik dan merangsang bagi kita yang punya minat pada alam dan ingin merasakan bertualang (atau ingin menyepi!).
2. Mengacu pada pengalaman kami mancing yang ternyata hasilnya seperti yang diceriterakan Capt. Jack maka Krakatau bukanlah tempat potensil untuk mancing serius. Kalau ingin juga mancing seperti kata Yantosu bawalah Fish Finder!
3. Bila anda sekedar ingin mengunjungi Krakatau secara singkat tanpa harus menginap maka anda biasa lakukan perjalanan pulang pergi dalam sehari dari Labuan, Carita, Anyer atau Merak. Biayanya memang bisa mencapai 3.5 sampai 6 juta rupiah untuk paling banyak 7 orang!
P.Ruky ,....informasi yg sangat berguna buat rekan2 FF apabila berkunjung ke Krakatau utk memancing dll........ any way nice trip Mr.Ruky,frends and family to krakatau
Quote:
Originally Posted by underground_angler
...infonya sangat lengkap pak...bisa jadi acuan kalo berkunjung kesana..tks..
Wah, report bagus dan lain dari yg biasanya....sangat berguna...walaupun gak dapat ikan gede...dimata-matain dulu baru digempur ikannya...bukan begitu Pak Ruky.....
Wah, report bagus dan lain dari yg biasanya....sangat berguna...walaupun gak dapat ikan gede...dimata-matain dulu baru digempur ikannya...bukan begitu Pak Ruky.....
Salam Manceng...
Andri Jangkoeng
Mas Andri (juga, Yanto dan Kiki), memang sengaja, reportnya saya muati dengan informasi yang rinci agar bermanfaat bagi teman teman lain yang belum pernah ke Krakatau. Selain itu juga untuk menyeimbangkan kekecewaan dalam hal mancingnya, he, he, he! Pemandangannya memang menakjubkan. Sebentar lagi Gajami akan meng up load foto fotonya.
Oh ya, setelah ngobrol lama sekali (hampir setengah malam) denga Pak Ikbal pimpinan kelompok petugas BKSDA disana dengan beberapa anggotanya saya memperoleh kesan yang lain (lebih positif) tentang mereka, apalagi setelah menyaksikan sendiri kondisi hidup mereka disana. Komentar saya yang dulu agak negatif saya harus tarik atau koreksi!
Mas Andri (juga, Yanto dan Kiki), memang sengaja, reportnya saya muati dengan informasi yang rinci agar bermanfaat bagi teman teman lain yang belum pernah ke Krakatau. Selain itu juga untuk menyeimbangkan kekecewaan dalam hal mancingnya, he, he, he! Pemandangannya memang menakjubkan. Sebentar lagi Gajami akan meng up load foto fotonya.
Oh ya, setelah ngobrol lama sekali (hampir setengah malam) denga Pak Ikbal pimpinan kelompok petugas BKSDA disana dengan beberapa anggotanya saya memperoleh kesan yang lain (lebih positif) tentang mereka, apalagi setelah menyaksikan sendiri kondisi hidup mereka disana. Komentar saya yang dulu agak negatif saya harus tarik atau koreksi!
Iya Pak, kita udah Suuzon duluan....Tentunya menjadi koreksi kita semua kalo sebelum mencoba jangan berkata....
__________________
Selalu rindu mancing 085722258849, 081809782090 Moderator fishing_freak@fishyforum.com
Anda suka dgn forum ini? mendapatkan manfaat dari forum ini? Gabung yuk, bersama komunitas mancing terbesar di tanah air
Dapatkan lebih banyak manfaat dgn FISHY PREMIUM : http://www.fishyforum.com/t2700/
wah pak Ruky, tulisan yg hebat pak buat kita2 yang belum pernah ke Krakatau, jadi kita punya gambaran ttg Krakatau.
Btw.... Spot Popping ada nggak pak? spot spt Kr.Jajar atau Tj. Layar gitu.
Kalo kata Si Jabrick potenstial fishing ground utk popping itu ada di selatan P. Sertung yg mengahadap ke Samudera Hindia langsung, pak Ruky berlayar sampe sana nggak?
Trus gimana pak pelayanan KM. Samudera? apa ada perubahan? kaptenya masih si Hasan kan?
__________________ Moezhar BFC ------------------------- SCHIZOPOPPINGMANIA moezhar@fishyforum.com
-------------------------
Cplok... Cplok... Jebyuurrrrrrrr....... kreeeeekkkkkkk !!!!
I Love This Game
Syailendra Sang Wisaksana Wangsa Indra Parama Arta
Location: Tambelan Island South China Sea, Indonesia
PremiumFishy
Join Date: Jul 2007
Posts: 68
Quote:
Originally Posted by The Old Man and the Sea
Oh ya, setelah ngobrol lama sekali (hampir setengah malam) denga Pak Ikbal pimpinan kelompok petugas BKSDA disana dengan beberapa anggotanya saya memperoleh kesan yang lain (lebih positif) tentang mereka, apalagi setelah menyaksikan sendiri kondisi hidup mereka disana. Komentar saya yang dulu agak negatif saya harus tarik atau koreksi!
Laporannye sangat bagos Pak Ruky, kite enjoy bacenye....awak jadi pengin pule pergi kesane...
Tapi takot gak..kalu dengar laporan Capt.jack, yang katenye dicegat petugas BKSDA pake sten-gun....ternyate bener....mereka tu rupenye punye sten-gun seperti yang dilaporkan oleh Pak Ruky....
Tapi Pak Ruky, apekah kite boleh bersikap permisif (memberikan uang) karene melihat kondisi mereke yang serbe kurang???? Apekah petugas bise memberikan kuitansi untuk biaye pemanduan? Kalo tidak apekah itu bukan namenye "pungli"???
Saye tak tahu apekah Capt.Jack pade saat dimintai uang itu disertekan juga kuitansi??? Haloooo capt.jack...biseke kasih penjelasan???
Aniwei, makaseh Pak Ruky atas laporannye yang lengkap dan bagos...mohon maaf kepade semua anggota FF kalau komentar awak kurang sejok dihati...
Romo Singo Dimejo Mangku Sangga Bumi Gemah Ripah Loh Jinawi
Location: Jakarta, Indonesia
RegularFishy
Join Date: Nov 2006
Posts: 950
Quote:
Originally Posted by Hang Tuah
Laporannye sangat bagos Pak Ruky, kite enjoy bacenye....awak jadi pengin pule pergi kesane...
Tapi takot gak..kalu dengar laporan Capt.jack, yang katenye dicegat petugas BKSDA pake sten-gun....ternyate bener....mereka tu rupenye punye sten-gun seperti yang dilaporkan oleh Pak Ruky....
Tapi Pak Ruky, apekah kite boleh bersikap permisif (memberikan uang) karene melihat kondisi mereke yang serbe kurang???? Apekah petugas bise memberikan kuitansi untuk biaye pemanduan? Kalo tidak apekah itu bukan namenye "pungli"???
Saye tak tahu apekah Capt.Jack pade saat dimintai uang itu disertekan juga kuitansi??? Haloooo capt.jack...biseke kasih penjelasan???
Aniwei, makaseh Pak Ruky atas laporannye yang lengkap dan bagos...mohon maaf kepade semua anggota FF kalau komentar awak kurang sejok dihati...
Hang Tuah,
Retired Pirate
Hi Tuah.......mereka nggak mo ngasih kuitansi...alasannya nggak bawa.. Mintanya Rp.300.000,---, katanya biaya pemanduan...padahal kita nggak minta dipandu kokcuma mo mancing doang, nggak melakukan penelitian apapun....
Nggak apa2 kok, akhirnya mereka mau juga terima Rp.100.000,-- setelah nego dengan temen saya yang dari Bandar Lampung
Pak Ruky,
Very good trip and good report....
Salam,
JS
__________________
[SIGPIC][/SIGPIC]
No risk No Return
No Pain No Gain
No Money No Ship
No Ship No Fisssshhh....
Laporan Fun Trip Krakatau Via Sumur 30 Juni – 1 Juli 07 (Foto-foto akan dia upload oleh Gajami!)
Catatan
Dengan didahului ucapan terima kasih kepada Pak Jack Sparrow yang telah melaporkan “Fishing Trip” beliau ke Krakatau yang beliau anggap sebagai perjalanan yang sangat mengecewakan maka sebelum berangkat kami telah melakukan sejumlah perubahan dalam tujuan dan strategi perjalanan kami. Pertama, kami tidak berani menyebut perjalanan kami sebagai “Fishing Trip” tetapi hanya sebagai sebagai sebuah perjalanan “eksploratori” dan boleh dibilang pula sebagai piknik (“Fun Trip”). Tujuan perjalanan kami sepenuhnya adalah memenuhi keingin tahuan kami atas Gunung Krakatau yang terletak di Selat Sunda tersebut. Seperti diketahui letusan Gunung Krakatau yang terjadi pada tahun 1883 telah ditulus menjadi beberapa buku, di jadikan tema film, dan menjadi obyek penelitian para pakar dunia. Peserta. Seluruhnya berjumlah 8 orang terdiri dari “anggota” FF dan non-anggota FF. Anggota FF adalah; A. S. Ruky (The Old Man and the Sea), Susilo (HarjonoS), Werry (Gajami) dan Walther Lee (Beemaro). Non anggota terdiri dari Yayat Ruky (Adik A.S. Ruky), Farid (Putra Yayat Ruky), Alex Djauhari (Menantu A. S. Ruky) dan Ross (Teman Alex dari New Zealand) Perjalanan
Perjalanan menuju kepulauan Krakatau kami mulai dari desa Sumur dimana terletak resort wisata Pulau Umang. Perjalanan menggunakan KM Samudra yang mampu membawa sampai 12 orang penumpang. Jarak Sumur – Krakatau ditempuh oleh kapal/perahu bermesin mobil kira kira 60 PK tersebut dalam waktu 4 jam. Untuk perbandingan, pelayaran dari Sumur ke Ujung Kulon memerlukan waktu 2.5 jam. Cuaca ketika menuju ke Krakatau sangat bagus dan laut begitu teduh dan tenang seperti air danau. Kami meninggalkan Sumur jam 08.30 dan tiba di kompleks Krakatau jam 12.30 siang. Alasan utama kami mengapa tidak melakukan perjalanan ini via Labuan, Carita atau Merak karena sewa kapal dari Sumur cukup murah apalagi bisa dibagi dengan jumlah peserta yang cukup besar. Krakatau
Setelah meletus pada tahun 1883 gunung Krakatau berubah menjadi sebuah kompleks pulau yang terdiri dari Pulau pulau Krakatau Besar, Pulau Sertung dan Pulau Panjang. Mulau tahun 1950an muncul pulau baru yang berlokasi hampir persis ditengah tengah bekas kawah besar yang kemudian dinamai Anak Krakatau. Menurut para penjaga, bila pada awal 1980an anak krakatau masih kadang kadang tertutup bila air laut sedang pasang maka saat ini tinggi sang anak telah mencapai 560 meter dari permukaan laut. Kawasan kepulauan tersebut sangat menakjubkan serta menimbulkan pula perasaan ngeri bila kami menyadari bahwa perahu kami sebanrnya terapung apung diatas permukaan kawah gunung berapi aktif yang tertutup air laut. Sewaktu perahu kami memasuki perairan krakatau kami seperti memasuki perairan yang berbeda dan batasnya terlihat dengan jelas seperti sebuah garis lurus. Air laut di dalam kompleks Krakatau berwarna hijau agak muda seperti tercampur sejenis bahan kimia walaupun kedalamannya ada yang mencapai ratusan meter. Kami juga mersakan arus air yang cukup kuat yang menimbulkan gelombang yang agak tinggi. Fasilitas di Krakatau
Krakatau bukanlah daerah kunjungan wisata sehingga di kompleks Krakatau tidak ada fasilitas apapun untuk pengunjung misalnya penginapan apalagi rumah makan. Pengunjung dengan kapal yang cukup besar dapat menginap di kapal mereka. Pengunjung yang menggunakan kapal cepat biasanya melakukan perjalanan sehari saja berangkat dari Carita atau Anyer dengan waktu tempuh 3 jam untuk satu arahnya. Bagi pengunjung yang kepalang tanggung dan ingin menginap bisa berkemah di pulau Anak Krakatau atau di sebuah telauk di pulau Krakatau Besar yang disebut Legon Cabe. Sayangnya, dikedua tempat tersebut tidak ada sumber air tawar sama sekali. Di semua pulau di kompleks Krakatau termasuk di Anak Krakatau tidak ada dermaga untuk perahu menyandar. Dengan demikian pengunjung yang ingin turun harus menggunakan sekoci kecil atau perahu karet yang dibawa sendiri atau terpaksa “ngoyor”. Rombongan kami beruntung karena setelah melapor ke patroli BKSDA kami malah ditawari untuk menginap di pos (barak) mereka di Pulau Panjang yang ada sumber air tawar dan memiliki Gen Set. Dengan senang hati kami terima tawaran tersebut. Dari perahu kami di angkut kedarat menggunakan perahu Jukung mereka secara bergiliran. Kami tidur bersama mereka dan malah dipinjami kasur lipat tipis dan makan minum bersama mereka. Baru pada hari Minggu tanggal 1 Juli jam 8 pagi kami diantar kembali ke peerahu kami untuk kemudian melakukan penjelajahan disekitar kompleks tersebut dan mendekat ke Anak Krakatau untuk mengambil foto dari jarak dekat. Mancing di Krakatau. Karena sejak awal sudah disepakati bahwa tjuan perjalanan adalah bukan mancing maka kalaupun sebagian peserta membawa peralatan mancing tetapi yang dibawa adalah peralatan untuk mancing dasaran dan trolling. Memang sesampainya di Krakatau kami mencari spot yang diperkirakan ada ikan tanpa bantuan Finder karena kami tidak membawanya. Kami hanya mencari pinggir pinggir pulau dimana diperkirakan ada terumbu karang. Kami mulai melakukan kegiatan mancing untuk mencari lauk untuk makan siang dan malam. Hasilnya hanya ikan ikan karang kecil dan ada lencam sebesar 4 jari. Untungnya di pasar Panimbang kami telah membeli cukup banyak ikan dan cumi segar yang cukup untuk makan siang sampai malam! Trolling yang dilakukan selama perjalan pergi dan pulang ( 4 jam) tidak menghasilkan strike apapun! Penjagaan Krakatau
Selama berada di tempat para penjaga, Pak Ikbal menjelaskan bawa seluruh kompleks cagar alam Krakatau berada dibawah pengelolaan (pengawasan) Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Propinsi Lampung. Pemerintah Indonesia mempunyai keinginan keras untuk menjaga kelestarian kompleks ini sepenuhnya. Perubahan apapaun yang dilakukan oleh manusia (misalnya menanam pohon yang dibawa dari kota) tidak diperbolehkan. Oleh karena itu kompleks tersebut dijaga dengan sangat ketat oleh sebuah tim penjaga yang berjumlah 6 orang dan dipersenjatai dengan 2 buah Sten Gun. Siapapun yang ingin mengunjungi Krakatau harus meminta ijin terlebih dahulu dari Kantor BKSDA Lampung dan setiba di lokasi harus segera melaporkan kedatangannya ke pos BKSDA disana. Kegiatan pengunjung terutama yang melakukan penelitian diatas gunung, dibawah atau didalam air harus dipandu dan diawasi oleh para penjaga disana. Pemanduan dan pengawasan tersebut ada biaya resmi antara rp. 220.rb sampai rp.330.ribu per rombongan (kriteria untuk perbedaan tarif tersebut saya lupa). Karena fihak BKSDA menyadari bahwa sangat repot dan mahal bagi pengunjung bila pergi ke Lampung untuk meminta ijin permohonan ijin bisa dilakukan melalui fax ke nomor ini: 0721-703882. Mereka juga cukup fleksibel bahwa pengunjung “dadakan” seperti misanya yang ingin mencoba mancing atau melancong kesana secara “mendadak” mereka tetap ijinkan asalkan begitu masuk wilayah komplek Karakatau segera melapor ke Pos Penjagaan seperti layaknya tamu yang datang ke rumah orang atau kampung orang!
Kesimpulan
1. Krakatau adalah kompleks “kepulauan” yang menarik dan merangsang bagi kita yang punya minat pada alam dan ingin merasakan bertualang (atau ingin menyepi!).
2. Mengacu pada pengalaman kami mancing yang ternyata hasilnya seperti yang diceriterakan Capt. Jack maka Krakatau bukanlah tempat potensil untuk mancing serius. Kalau ingin juga mancing seperti kata Yantosu bawalah Fish Finder!
3. Bila anda sekedar ingin mengunjungi Krakatau secara singkat tanpa harus menginap maka anda biasa lakukan perjalanan pulang pergi dalam sehari dari Labuan, Carita, Anyer atau Merak. Biayanya memang bisa mencapai 3.5 sampai 6 juta rupiah untuk paling banyak 7 orang!
Reportnya bagus, detail & informatif sekali pak.
Nih aku timpuk pake kolor hejo... eh salah bata hejo......... ha......ha........ha........
Wah tripnya enjoy banget ya pak, tapi mana pictsnya. Biasanya khan bapak juga ambil gambarnya. Pasti bagus2. Picts dari Werry juga mana? Biasanya dia paling jago ambil moment2 unik. So Beemaro, where's your picts?
Sayang khan kalo gak ada pictnya......