Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
Seperti sudah kami duga dan perkirakan ABK kapal kapal di Sumur yang biasa dipakai ke wilayah Ujungkulon tidak akan bisa diharapkan dapat mengimbangi rekan rekan se profesi mereka di Muara Binuangeun, Merak atau Paku/Anyer. Kapal kapal di Sumur pun semuanya memang di desain untuk membawa rombongan piknik.Maka ABK nya pun lebih terbiasa "melayani" yang piknik. Kapal yang kami gunakan hanya mempunyai 2 lubang untuk memegang joran trolling tapi tidak ada satupun yang memiliki tempat penyimpanan joran.
Contoh adalah akhir minggu kemarin waktu kami melakukan trip ke Ujung Kulon. Kami menggunakan KM Samudra milik Sdr Koni yang asli orang Sumur (rumah dan tokonya di depan Balai Desa) dan dikapteni oleh Hasan dan dibantu 3 orang ABK. Hasan memang kapten yang cekatan sekali. Benar seperti kata Moezhar dari BFC, ia sangat mahir mengemudikan kapalnya bermanuver sekitar karang tempat kita melakukan popping. Tapi apa yang dilakukan para ABK waktu kami berusaha dapat ikan melalui mancing dasaran. Setelah mengiris-iris cumi menjadi irisan sangat kecil (karena asumsi mereka kami menggunakan pancing ukuran kecil) mereka hanya berkumpul di haluan dan asyik ngobrol.
Baru setelah saya teriak dan minta 2 orang dari mereka berada di dekat kami untuk melepaskan pancing dari kail dan memasangkan umpan lagi (dan diperintahkan juga oleh Kaptennya) mereka datang. Saya pelajari bahwa kecuali Hasan sang kapten, hampir semua ABK tidak punya pengetahuan tentang alat alat mancing "modern". Malahan ada seorang
yang bahkan tidak tahu cara memasangkan reel ke joran apalagi membuat "rig"! Jangan harapkan mereka mencucikan joran dan reel kita setelah acara mancing selesai seperti yang biasa dilakukan oleh ABK kapal kapal mancing di Muara Binuangeun!
Jadi, kesimpulannya, janganlah mengharapkan terlalu banyak dan siap siaplah untuk melakukan segalanya sendiri!
Seperti sudah kami duga dan perkirakan ABK kapal kapal di Sumur yang biasa dipakai ke wilayah Ujungkulon tidak akan bisa diharapkan dapat mengimbangi rekan rekan se profesi mereka di Muara Binuangeun, Merak atau Paku/Anyer. Kapal kapal di Sumur pun semuanya memang di desain untuk membawa rombongan piknik.Maka ABK nya pun lebih terbiasa "melayani" yang piknik. Kapal yang kami gunakan hanya mempunyai 2 lubang untuk memegang joran trolling tapi tidak ada satupun yang memiliki tempat penyimpanan joran.
Contoh adalah akhir minggu kemarin waktu kami melakukan trip ke Ujung Kulon. Kami menggunakan KM Samudra milik Sdr Koni yang asli orang Sumur (rumah dan tokonya di depan Balai Desa) dan dikapteni oleh Hasan dan dibantu 3 orang ABK. Hasan memang kapten yang cekatan sekali. Benar seperti kata Moezhar dari BFC, ia sangat mahir mengemudikan kapalnya bermanuver sekitar karang tempat kita melakukan popping. Tapi apa yang dilakukan para ABK waktu kami berusaha dapat ikan melalui mancing dasaran. Setelah mengiris-iris cumi menjadi irisan sangat kecil (karena asumsi mereka kami menggunakan pancing ukuran kecil) mereka hanya berkumpul di haluan dan asyik ngobrol.
Baru setelah saya teriak dan minta 2 orang dari mereka berada di dekat kami untuk melepaskan pancing dari kail dan memasangkan umpan lagi (dan diperintahkan juga oleh Kaptennya) mereka datang. Saya pelajari bahwa kecuali Hasan sang kapten, hampir semua ABK tidak punya pengetahuan tentang alat alat mancing "modern". Malahan ada seorang
yang bahkan tidak tahu cara memasangkan reel ke joran apalagi membuat "rig"! Jangan harapkan mereka mencucikan joran dan reel kita setelah acara mancing selesai seperti yang biasa dilakukan oleh ABK kapal kapal mancing di Muara Binuangeun!
Jadi, kesimpulannya, janganlah mengharapkan terlalu banyak dan siap siaplah untuk melakukan segalanya sendiri!
Makanya itulah perlunya kita belajar buat knot sendiri dan lainnya, kalau perlu ya ngeganco ikan sendiri. Emang dulu nelayan ditempat lain juga sudah pada gape? Mereka (caddy) rata - rata ya cuma kenek saja, kadang kadang ngelepas ikan dari pancingan lebih lihay kita sendiri. Dan parahnya kalau caddy nya mabok, nggak bisa ngapa - ngapain, sedangkan pemancing (tamunya) ayik naikin ikan................
Makanya itulah perlunya kita belajar buat knot sendiri dan lainnya, kalau perlu ya ngeganco ikan sendiri. Emang dulu nelayan ditempat lain juga sudah pada gape? Mereka (caddy) rata - rata ya cuma kenek saja, kadang kadang ngelepas ikan dari pancingan lebih lihay kita sendiri. Dan parahnya kalau caddy nya mabok, nggak bisa ngapa - ngapain, sedangkan pemancing (tamunya) ayik naikin ikan................
Makanya, itulah perlunya Pak HarjonoS rajin rajin ngajari kita kita yang masih pemula nih kalau mancing bareng lagi. He, he, he!
Makanya, itulah perlunya Pak HarjonoS rajin rajin ngajari kita kita yang masih pemula nih kalau mancing bareng lagi. He, he, he!
Pasti pak, pokoke... yang pingin ditanya, tanyakan saja.
selama saya masih bisa & tahu saya nggak pelit bagi ilmu. Tapi kalau masalah knot, kayanya si Chandra lebih jago tuh dari ogut.
Pasti pak, pokoke... yang pingin ditanya, tanyakan saja.
selama saya masih bisa & tahu saya nggak pelit bagi ilmu. Tapi kalau masalah knot, kayanya si Chandra lebih jago tuh dari ogut.
Bisa saja nih pak Harjono, padahal hasil knot nya beliau kan lebih rapi daripada saya.
__________________
Selalu rindu mancing 085722258849, 081809782090
Bisa saja nih pak Harjono, padahal hasil knot nya beliau kan lebih rapi daripada saya.
Ah, Chandra suka merendah begitu, terus terang saya akui ente ngejelasinnya lebih rinci & sekilas saya perhatikan buat knotnya (sambungan PE & leader) sama seperti si Bani (anak buah Yantosu).
Makanya itulah perlunya kita belajar buat knot sendiri dan lainnya, kalau perlu ya ngeganco ikan sendiri. Emang dulu nelayan ditempat lain juga sudah pada gape? Mereka (caddy) rata - rata ya cuma kenek saja, kadang kadang ngelepas ikan dari pancingan lebih lihay kita sendiri. Dan parahnya kalau caddy nya mabok, nggak bisa ngapa - ngapain, sedangkan pemancing (tamunya) ayik naikin ikan................
Trus yang ngeganco ikan Tuna hasil pancing di Gajami siapa Pa'? Hahahahahha