Melengkapi report hari jum’at malam kemarin.
Berangkat ber 6, angler nya saya, dani, peng gie, hong, (daniel dan kris dr jepara). Pagi2 setelah tiba di pacitan kami langsung menuju rumah p Erwin pemilik perahunya. Ukuran perahu 3x15 m jadi lumayan besar. Sebelumnya memang sdh ada kesepakatan andai cuaca tidak memungkinkan maka kita akan mundur/batal berangkat ke tengah. Mungkin akan surfcating atau rockcasting aja karena terlanjur jalan jauh2 dr semarang.
Tapi setelah dijelaskan situasinya oleh p Erwin dan para ABK juga setelah melihat sendiri situasinya maka kami juga mantap u/ ke tengah. BTW thx to mas Soni yg juga sdh mengingatkan sebelumnya akan safety dan memang kita perhatikan juga seperti tidak akan memaksakan berangkat kalo cuaca buruk dan membawa life jacket.
Jam 8 kapal start dari dermaga pantai ria teleng, ombak memang sedikit besar so maju terus pantang mundur. Kira2 setelah 10 mil malah lebih tenang sedikit jadi tidak ada rasa kuatir sama sekali. Sesuai hitungan mas Soni memang speed nya hanya sekitar 6-8 knot. Kami tidak trolling dgn serius di perjalanan karena banyak yg masih mengantuk krn bergadang selama dr semarang ke pacitan. Jadi hanya memasang 2 joran dgn 1 rapala dan 1 bulu trus ditinggal tidur, juga abk handline dgn bulu. Hasil sekitar 3-4 ekor kalo ga salah.
Sore sesampainya di lokasi ternyata sdh ada 5 kapal nelayan yg sdh disana, yg 2 mancing yg 2 lagi memancing dgn teknik “flyfishing”

. Benar2 pengertian flyfishing karena mereka memakai layangan yg terbang tinggi dgn cumi mainan di bawahnya. Ini juga agak menggangu saat poping. Kondisi laut ombak tidak memecah tapi alunannya lumayan tinggi. Karena msh sore/terang saya dan ko peng gie mencoba popping. Tapi hanya 10 menit saja karena saya kurang latihan bhesi alias kuda2 sehingga bolak balik hampir jatuh mengimbangi goyangan kapal. Daripada kejebur atau membahayakan bibir orang lain dgn popper akhirnya saya berhenti. Sementara teman2 yg lain menyiapkan set jigging.
Mas Soni saya sempat mencoba meteornya actionnya yahut

tapi sayang belum disenggol.
Jigging masih sore sepi sambaran, hanya dapat sekitar 4 ekor itu. Akhirnya saya tinggal tidur sebentar sampai saya bangun karena teriakan teman2 (ternyata sdh gelap dan lampu sdh terpasang). Saat itu Daniel lagi fight dan ga lama naik lah YFT 15 kg an umpan yozuri blanka biru 150 gr, hal ini langsung membangkitkan semangat u/ jigging semua.
Tapi ternyata apa yg tadi tuna nyasar/naas? Kok ga ada yg menyambar sampai saat terasa ada sambaran di rod saya, dgn semangat 45 saya sentak dan pompa eh ringan saja walau terasa ada kehidupan. Akhirnya naiklah ikan tsb yg merupakan rekor hingga pulang besok yaitu seekor bawal ukuran 2,5. Yah benar2 bawal putih tapi cuma 2,5 ons dan sialannya yah itulah rekor terkecil trip mancing ini

. Padahal pakai jig 150 gr.
Saat semua sdh mulai malas dan sebagian lagi KO mabuk laut, Cuma saya, dani dan p Hong yg bertahan. Lalu di laut banyak banget ikan berkeliaran di sekeliling kapak, dari ikan terbang, cumi, tuna tongkol. Saya dan dani tetap jigging dgn target ikan besar belum tergoda dgn ikan2 tsb. P hong akhirnya mengganti set nya dgn baitcast kelas 8-15 lb dgn mini spoon <10 gr dan di cast. Mulailah naik tongkol se kg an, , 2, 3,4 juga tuna 3 kg an. Akhirnya ga kuat juga, ikut ganti set ringan dgn ultegra 3000, ikut juga . Nah lumayan ikut narik juga. Juga akhirnya Dani ganti set juga.
Ber 3 saja kami mancing di bantu ABK yg lumayan gesit mencopot ikan yg tertangkap.
Kami mencoba berbagai jenis umpan antara lain mini jig, spoon, minnow semua dimakan. Setelah bosan, saya dan Dani memutuskan ganti set yg agak berat lagi buat ngejar omzet, strike langsung tarik dan angkat. Saya pakai joran popping sekalian coba popperio, sempat strike 1x tp tidak hook up. Saya amati umpan yg paling cepat disambar adalah Rapala x-rap 10, mag minnow ukuran yg sama, juga “maria” merah putih. Sampai saya stop karena capai dan ngantuk, mereka ber 2 msh terus. Total akhirnya yah seperti report saya sebelumnya. Jam 7 pagi kami memutuskan pulang dari rencana awal mau pulang jam 2 siang, krn sebagian teman yg mabok. Jam 4 sampai di darat (sempat mampir di rumpon lainnya sebentar, dapat juga bbrp).
Nah saat inilah saya baru tau ada kehebohan ombak pasang besar melanda di mana2 dan syukur puji Tuhan karena kami semua di lindungiNya. Tapi memang di tengah hanya terasa alunannya saja yg memang cukup tinggi 3-4 m tapi ombaknya tidak memecah.
Note:
Secara quantity ok tapi tidak secara quality (ga sesuai brosur)

karena katanya biasa ikannya >15 bahkan bisa >30, katanya. Juga benar p Lod banyak yg bilang disini masih suka muncul marlin dan layaran.
Arus kuat banget, jig 150 melayang. Kurang persiapan ga bawa jig yg lbh besar mungkin salah satu penyebab kegagalan ini. Juga 5 kapal semua dgn lampu apa ini juga mempengaruhi? Padahal bbrp kali terlihat induk YFT tapi tidak ada yg mau menyambar.