Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
pemancing : Mas agus, hajar, jarot, deden dan saya sendiri
waktu : 30 maret - 1 april 2007
lokasi : gareng, ngobaran, gunung kidul. ketinggian +/-30m. (hari ke 1)
lokasi : biting, ngrenehan, gunung kidul. ketinggian +/-15m. (hari ke 2)
teknik : mancing dasar dan kambangan
target : ikan dasar dan ikan atas
umpan : tongkol dan kembung 5 kg
peralatan : rod Shimano Hyperloop, Tica Success dan Shino Spin Power, reel Banax sx 5000, Tica Scepter, Tica Cybernatic dan Tica Spin Focus, line braided Pioneer Tuna Terror & Musculine 80lbs dan monofilament 0.50-0.70
Hari jum'at 30/3 jam 2 siang kami berangkat mengendarai sepeda motor menuju pantai Ngobaran, di tengah perjalanan kami mampir di pertigaan panggang membeli perbekalan untuk malam harinya. Sampai di pantai Ngobaran sekitar pukul 4 sore, langsung menitipkan kendaraan di warung pak Kamin. Selanjutnya perjalanan diteruskan ke arah barat dengan berjalan kaki selama +/- 1 jam. Perjalanan sangat melelahkan, karena rute yang naik turun tebing.
Sampai di lokasi sekitar jam 5 sore, kami langsung menset peralatan dan mulai mancing. Lemparan pertama, pancing saya langsung strike sidat laut 1 1/2 kg an. Selanjutnya giliran pancingnya deden strike baby red snaper 1 kg an. Sampai jam 12 malam tidak ada strike lagi, yang lain pada tidur, tinggal saya dan jarot yg mancing. Saat sedang asik ngobrol, kami dikejutkan oleh pancing jarot yang berderit nyaring, ternyata strike baby GT 1 kg an. Setelah itu kantuk mulai menyerang, kami pun memutuskan untuk tidur.
Jam 8 pagi kami bangun dan langsung packing. Sampai di base camp warung Pak Kamin sekitar jam 9, langsung dilanjutkan acara sarapan dan istirahat. Sore harinya, setelah terasa fresh, kami melanjutkan trip ke 2 di biting, tebing sisi kanan ngrenehan. Sampai di lokasi jam 5 sore, langsung menset peralatan. Karena mancing dasar gak berhasil, jam 10 malam saya mencoba mancing kambangan, ternyata strike layur. lumayan rame layurnya, tiba-tiba lemparan yang kesekian kalinya pancing saya terasa berat, ternyata strike barakuda 4 kg an. sampai jam 3 pagi, kantuk mulai menyerang, kami pun memutuskan untuk tidur.
Jam 8 pagi kami bangun dan langsung packing. Mungkin bagi sebagian orang, hasil yang diperoleh jauh dari kata memuaskan, namun bagi kami 'sportfishing mancing dari karang bukanlah dari segi hasil tangkapan, namun tingkat kesulitan mencapai hotspot lah yang utama, karena tidak semua orang mampu mencapai lokasi tersebut.' Mudah-mudahan trip selanjutnya lebih memuaskan. (sorry pic ny gak terang, karna gk pk digicam)
Mungkin bagi sebagian orang, hasil yang diperoleh jauh dari kata memuaskan, namun bagi kami 'sportfishing mancing dari karang bukanlah dari segi hasil tangkapan, namun tingkat kesulitan mencapai hotspot lah yang utama, karena tidak semua orang mampu mencapai lokasi tersebut.'
Thanks
Yap i agree with that. Saya pertama kali kenal rockcasting '94 di tulungagung dan sekitarnya, awal2nya 5-6 trip KO trs ga pernah dapat ikan. Padahal jarak tempuh ke lokasi jalan kaki 30-120 menit, rata2 sih memang 1 jam.
Saat saya sdh patah semangat malas rockcasting lagi, seorang teman saya(padahal punya perahu di prigi) yg jauh lebih tua umurnya memberi spirit. Jangan mancing di anggap target utama akibatnya kalo sering KO maka akan patah semangat. Bagi pelaku rockcasting yg utama yah jalan kakinya/hiking alias olah raga, nanti setelah sampai tujuan mendapat bonus mancing!!
Adakah angkot atau jenis transportasi lain untuk menuju tempat tersebut selain menggunakan motor?, mungkin suatu saat nanti pas lagi ke Yogya bisa sekalian mancing,......
waduh... itu lokasinya keren banget... selamat ya, really nice adventure.
saya juga pernah ngalami sih jalan naik turun bukit karang, emang capenya kebayar sama asiknya mancing.
mas mau tanya dikit neh, itu joran bisa berdiri apa ditancepin ke karang? apa ga rusak butt nya? atau ada dudukannya?
tica cybernetic saya liat di toko tadi keren banget bentuknya, anda pake yang seri brapa? harga di jogja brapa ya? trus performance nya bagus ga? saya naksir tuh sama reel itu karena bagus penampilannya. cuma ada hal yang jadi ganjalan, itu kakinya reel ada lubang segitiga jadi kaya membuat kakinya jadi ringkih mudah patah gitu ya?
Memang mancing dari karang dapat digolongkan 'advanture sport' karena merupakan gabungan 'hiking' dan 'fishing'. Bahkan untuk yang extreme bisa 'climbing' dan 'fishing' seperti spot Bcici di daerah Panggang, Gunung Kidul. Ada pula yang plus 'running', karena tebing yang rendah rawan oleh air yang naik tiba2 seperti Grindan di daerah Wedi Ombo dan Banyu Tibo di daerah Siung, Gunung Kidul.
Saat mendapatkan ikan pun masih direpotkan dengan proses menaikkan ikan dengan menggunakan jangkar. Sangat tidak mudah mengangkat beban 20 kg dari ketinggian tertentu karna faktor gravitasi. Bahkan tidak jarang ikan gagal diangkat. Hal ini yang menjadikan rockfishing memerlukan tenaga extra lebih dari sekedar memancing.
Untuk pak Wiwied :
Supaya gak rusak, nancepin jorannya pake dudukan dari pipa stainless.
Saya pake Cybernatic seri GG100, di jogja sekitar 500rb. Untuk performancenya selama ini bagus2 aja, karena rasionya yang rendah sehingga ringan saat menggulung sangat berguna untuk mancing dasar. Sementara ini belum ada sih komplain dari temen2 klo kaki reelnya patah, mungkin karena bodynya alumunium.
Untuk pak Wiwied :
Supaya gak rusak, nancepin jorannya pake dudukan dari pipa stainless.
Saya pake Cybernatic seri GG100, di jogja sekitar 500rb. Untuk performancenya selama ini bagus2 aja, karena rasionya yang rendah sehingga ringan saat menggulung sangat berguna untuk mancing dasar. Sementara ini belum ada sih komplain dari temen2 klo kaki reelnya patah, mungkin karena bodynya alumunium.
Thanks for all
lho? bodynya tica cybernetic dari alumunium to? tak kirain grafit komposit seperti tica2 yang lain... emang bener dari alumunium mas? ada bacaannya ya di box nya? soalnya waktu gw liat di toko pancing itu reel digantung di rak dan di bodynya ga ada tulisan keterangan bahan dasarnya, jadi aku ya ga liat buku manual atau box nya...
"The aluminium and graphite body construction greatly reduces weight while still providing strength and durability. * Integrated body and working mechanisms distribute the weight over a central axis point to give better balance, less flexing during line retrieve and allows the angler to detect even the slightest strike by the fish when a lure is being retrieved. *All working mechanisms are incorporated into the streamlined CIFS main reel body and move freely in specially designed tracking systems. * Slimline CIFS design greatly improves the balance between rod and reel resulting in better casting and ergonomic benefits for the angler"
Pak wiwied, klo dari websitenya tertulis begitu, tapi gak tau juga, sementara ini sich masih bagus2 aja.
salam semua,
Jam 8 pagi kami bangun dan langsung packing. Mungkin bagi sebagian orang, hasil yang diperoleh jauh dari kata memuaskan, namun bagi kami 'sportfishing mancing dari karang bukanlah dari segi hasil tangkapan, namun tingkat kesulitan mencapai hotspot lah yang utama, karena tidak semua orang mampu mencapai lokasi tersebut.' Mudah-mudahan trip selanjutnya lebih memuaskan. (sorry pic ny gak terang, karna gk pk digicam)
Thanks
Oom Azwar,
Two tumbs up untuk trip mancingnya, bener2 the real extreme fishing....... . BTW, pas kemaren di Ngrenehan, airnya warnanye butek coklat yach oom? (liat di fotonya), padahal kaya'nya nggak ada "bocoran" (tembusan) dari air tawar yach? Atau habis kena hujan sehingga air warna coklat karena lumpur dari atas bukit. Gimana posisi pasang-surutnya, udah mulai stabil atau masih cukup besar perbedaanya?
Salam,
__________________
Ichang
RAFAC Rabbitfish.....Try to fish with pole rod & feel the zenzation.....You'll cry for more.....!
Two tumbs up untuk trip mancingnya, bener2 the real extreme fishing....... . BTW, pas kemaren di Ngrenehan, airnya warnanye butek coklat yach oom? (liat di fotonya), padahal kaya'nya nggak ada "bocoran" (tembusan) dari air tawar yach? Atau habis kena hujan sehingga air warna coklat karena lumpur dari atas bukit. Gimana posisi pasang-surutnya, udah mulai stabil atau masih cukup besar perbedaanya?
Salam,
@Bos Ichang, kebetulan pas Om Azwar pulang, aye berangkat ke Ngrenehan kami serombongan berpapasan di jalan cuman gak sempat say hello cuma saling pencet klakson he he he.
agak siangan dikit air udah jernih, tapi posisi pasang surutnye masih besar. surutnya lebih rendah dari waktu kita ke sana Bos. Rencana sih mau rock fishing juga sama Beni di Ngrenehan, berhubung dalam rangka ngeracunin new garonger en trainee-nye 4 orang jadi batal rock fishingnye.
@ Mr. Azwar: salam kenal. podo-podo wong jogja ning arang ketemu he he he en selamat atas hasil mancingnya.
lho? bodynya tica cybernetic dari alumunium to? tak kirain grafit komposit seperti tica2 yang lain... emang bener dari alumunium mas? ada bacaannya ya di box nya? soalnya waktu gw liat di toko pancing itu reel digantung di rak dan di bodynya ga ada tulisan keterangan bahan dasarnya, jadi aku ya ga liat buku manual atau box nya...
Tica Cybernetic Spinning Reels
8 Precision stainless steel RRB bearings
Cybernetic frame system
Aluminum spool
Titanium plated anti twist line roller
Computer balanced ani-twist rotor
Ambidextrous
Soft touch handle knob
Intelligent oscillating system
90 mm extra long handle arm for power retrieve
Instant anti reverse Aluminum alloy body
Water proof device
semoga bermanfaat.
salam
sgt
__________________
Blessing in Disguise
Last edited by sigit_y; 11-04-2007 at 17:51.
Reason: salah ketik
wah... makasih buat yang udah repot2 cariin spec cybernetic buat saya... jadi kepingin punya neh.... hehehehe... bentuknya manis memang... dian sastro aja kalah manis...
Perjalanan mancing yang mantab banget dan fully adventure nih.
Jadi inget waktu dulu (thn 80an) saya juga sering mancing rockcasting di pantai seltan Jateng, Jatim, dan Jogja termasuk Panggang juga pernah. Dulu ikannya masih besar2, mungkin sekarang sudah berbeda kondisinya. Dulu juga jalannya masih susah barangkali sekarang sudah bagus.
__________________
Fishing is always in my mind
Visit my blog at:
http://www.senengmancing.blogspot.com/
wakh.... wakh... mas azwar keren bgt nie hasilnya sampai2 berangkat 2 trip sekaligus....
kapan2 bisa kita buat trip bareng lagi nie....
regard,
RBS
Quote:
Originally Posted by punxerkid
salam semua,
pemancing : Mas agus, hajar, jarot, deden dan saya sendiri
waktu : 30 maret - 1 april 2007
lokasi : gareng, ngobaran, gunung kidul. ketinggian +/-30m. (hari ke 1)
lokasi : biting, ngrenehan, gunung kidul. ketinggian +/-15m. (hari ke 2)
teknik : mancing dasar dan kambangan
target : ikan dasar dan ikan atas
umpan : tongkol dan kembung 5 kg
peralatan : rod Shimano Hyperloop, Tica Success dan Shino Spin Power, reel Banax sx 5000, Tica Scepter, Tica Cybernatic dan Tica Spin Focus, line braided Pioneer Tuna Terror & Musculine 80lbs dan monofilament 0.50-0.70
Hari jum'at 30/3 jam 2 siang kami berangkat mengendarai sepeda motor menuju pantai Ngobaran, di tengah perjalanan kami mampir di pertigaan panggang membeli perbekalan untuk malam harinya. Sampai di pantai Ngobaran sekitar pukul 4 sore, langsung menitipkan kendaraan di warung pak Kamin. Selanjutnya perjalanan diteruskan ke arah barat dengan berjalan kaki selama +/- 1 jam. Perjalanan sangat melelahkan, karena rute yang naik turun tebing.
Sampai di lokasi sekitar jam 5 sore, kami langsung menset peralatan dan mulai mancing. Lemparan pertama, pancing saya langsung strike sidat laut 1 1/2 kg an. Selanjutnya giliran pancingnya deden strike baby red snaper 1 kg an. Sampai jam 12 malam tidak ada strike lagi, yang lain pada tidur, tinggal saya dan jarot yg mancing. Saat sedang asik ngobrol, kami dikejutkan oleh pancing jarot yang berderit nyaring, ternyata strike baby GT 1 kg an. Setelah itu kantuk mulai menyerang, kami pun memutuskan untuk tidur.
Jam 8 pagi kami bangun dan langsung packing. Sampai di base camp warung Pak Kamin sekitar jam 9, langsung dilanjutkan acara sarapan dan istirahat. Sore harinya, setelah terasa fresh, kami melanjutkan trip ke 2 di biting, tebing sisi kanan ngrenehan. Sampai di lokasi jam 5 sore, langsung menset peralatan. Karena mancing dasar gak berhasil, jam 10 malam saya mencoba mancing kambangan, ternyata strike layur. lumayan rame layurnya, tiba-tiba lemparan yang kesekian kalinya pancing saya terasa berat, ternyata strike barakuda 4 kg an. sampai jam 3 pagi, kantuk mulai menyerang, kami pun memutuskan untuk tidur.
Jam 8 pagi kami bangun dan langsung packing. Mungkin bagi sebagian orang, hasil yang diperoleh jauh dari kata memuaskan, namun bagi kami 'sportfishing mancing dari karang bukanlah dari segi hasil tangkapan, namun tingkat kesulitan mencapai hotspot lah yang utama, karena tidak semua orang mampu mencapai lokasi tersebut.' Mudah-mudahan trip selanjutnya lebih memuaskan. (sorry pic ny gak terang, karna gk pk digicam)
wah... makasih buat yang udah repot2 cariin spec cybernetic buat saya... jadi kepingin punya neh.... hehehehe... bentuknya manis memang... dian sastro aja kalah manis...
Oom Wiwied kalau pingin jelas tanya ke pak Alex Pioneer Pancing. Saya pernah mampir ke Ancol lihat yg agak besar cocok buat Poping.
Modelnya memang manis n elegan.