Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
Meskipun Kapten Heri meminta agar kami berangkat jam 4 pagi, baru jam 8 kami siap di Pelabuhan. Maklum, para pemancing ini tidak termasuk pemancing 'hardcore' namun pemancing 'enjoying life'.
Singkat cerita jam 8 kapal Semangat I berangkat meninggalkan dermaga POPSA Makassar, menuju Bangkaluang, tujuan pertama kami. Sepanjang perjalanan kami trolling dan sempat kehilangan sebuah Cedar Plug, yang tidak ketahuan kapan disambarnya, kemungkinan disambar ikan bergigi. Disamping itu praktis tidak ada sambaran lagi. Sampai Bangkaluang kami langsung popping, tanpi hanya menghasilkan seekor Blue Fin Trevally. Ada beberapa sambaran lain tapi semuanya terlepas.
Dari Bangkluang kami menuju ke Dewakang, kembali popping disana, tapi tidak ada sambaran. Malam itu kami bermalam di Dewakang, semua pemancing tidur cepat.
Keesokan paginya kami popping disana, dan melihat Gerombolan Tuna tidak jauh dari pantai. Segera kami kejar tapi gerombolan itu hanya sebentar sebentar muncul. Jadi kembali kami turunkan joran trolling, dengan umpan Tuna Clone. Sempat strike bebeapa kali tapi kembali tidak ada ikan yang berhasil dinaikkan ke kapal. Dari situ kami langsung ke Marasende. Di tengah jalan kembali kami menemukan gerombolan Tuna, peralatan popping pun turun, kali ini kami berhasil menaikkan beberapa ekor. Tercatat saya menaikkan seekor, Indra seekor, Joss menjadi 'Tuna Slayer' dan menaikkan 3 ekor. Dandung nasibnya masih sial, jadi dia belum berhasil menaikkan satu pun. Diluar itu ada sekitar 10 kali strike yang lepas atau tidak hooked up. Seekor YellowFin Tuna yang tertangkap langsung kami jadikan sashimi dan menjadi makan siang kami. Nikmatnya luarr biasa.
Sampai Marasende hari sudah sore, dan kembali kami popping disana. Sekali lagi sang GT rupanya sedang memusuhi kami, jadi tidak ada satu sambaranpun. Menjelang gelap kapal dijangkar di lepas pantai Marasende, pada kedalaman sekitar 170 meter. Jigging dimulai, dan menghasilkan seekor dogttoth dan beberapa kuwe kecil (2 kiloan). Kebanyakkan kuwe yang kami dapat kami release kembali kecuali 2-3 ekor yang pada waktu diangkat terluka cukup parah dan kemungkinan tidak akan bertahan.
Sementara itu Kapten heri memasang rangkaian mancing dasar dengan umpan setengah tongkol yang dipasang pada ranggung, pada joran trolling dengan reel Shimano Tiagra 50WLRS.
Disamping kuwe kami juga memperoleh banyak Barracota yang disana disebut Lama kelamaan kami malas jigging karena hasilnya kebanyakkan barracota dan kuwe kecil kecil. Jadi malam itu kami kebanyakkan ngobrol saja sambil menikmati Shiraz Cabernet yang dibawa pakar anggur kami, Indra, dari Jakarta, dan menikmati musik dari MP3 player yang disambungkan dengan speaker multimedia kecil.
__________________ adrianus
What does not kill me, makes me stronger - Friedrich Nietzsche (1844-1900)
Selagi santai begitu tiba tiba clicker tiagra berbunyi. Keempat pemancing hanya saling melihat, dan akhirnya Dandung berinisiatif mengangkat joran. Ia segera memompa joran. Tampaknya ikan cukup besar. Keringat mengalir dan setelah sekitar 15 menit ikan berhasil diganco. Seekor escolar dengan berat sekitar 30 kg.
Kapten Heri lalu menawarkan pada saya untuk mancing ikan serupa. Membayangkan mengangkat ikan dari kedalaman 170 meter dengan Tiagra 50 W yang berat kayaknya nggak deh. Tapi kalau gearnya lain... Jadi saya pinjam joran jigging Smith PE-10 Indra, dan saya pasangkan dengan Stella 10000 FA saya, tapi spoolnya saya gunakan 20000SW dengan kenur 65 lbs. Ini adalah setup yang saya gunakan untuk popping Tuna. Sebagai umpan kembali digunakan tongkol, tapi dikaitkan pada metal jig glow in the dark 300 gram.
Umpan diturunkan, dan tidak lama kemudian joran bergerak-gerak, pertanda umpan sedang dimakan ikan. Segera saya ambil joran dan mulai fight. Terasa ikan cukup besar, tapi tidak terlalu melawan. Yang jadi masalah hanya kedalamannya yang mencapai 170 meter, jadi kemungkinan kenur terulur lebih dari 200 meter. Tidak terlalu lama ikan sudah nampak di permukaan, seekor escolar lagi dengan ukuran hampir sama dengan yang dipancing Dandung. Seorang ABK mengganco, namun sang escolar berontak sehingga lepas. Ya sudahlah, paling tidak saya sudah berhasil menaikkannya.
Sekarang giliran Indra, dengan setup yang sama hanya kali ini menggunakan reel dia (reel saya putarannya di kanan). Spool tetap menggunakan spool 20000SW saya. Umpan diturunkan, tapi setengah jalan sudah dimakan ikan, rupanya disambar seekor barracota.
Berikutnya tidak ada yang mau lagi, saya sendiri tidak begitu antusias karena dari 2 ekor yang sudah naik, fightnya tidak terlalu berarti. Tapi akhirnya iseng iseng saya turunkan juga joran. Beruntung sampai dasar tanpa disambar barracota. Joran saya pegangi, dan dalam beberapa menit terasa sambaran ikan. Joran saya hentak dan terasa bahwa kali ini sang ikan melawan. Dinaikkan 30 meter ikan berontak dan turun lagi 20 meter. Dinaikkan 10 meter turun lagi 30 meter. Padahal drag sudah cukup tinggi. Kami semua bingung ikan apa ini? Pasti bukan escolar karena yang sudah, fightnya tidak seberapa. Kapten heri menebak ini pasti Hiu, atau Kerapu raksasa. Kalau Kerapu pasti diatas 60kg, katanya.
Setelah berjuang sekitar 25 menit, barulah ikan bisa dinaikkan ke permukaan. Ternyata seekor escolar lagi, sedikit lebih besar dari yang dipancing Dandung, tapi tidak sangat besar mengapa yang ini gightnya luar biasa? Analisa saya kemungkinan yang ini spesies jantan.
Berikutnya giliran Joss, dengan setup yang sama, umpan diturunkan lagi. Kali ini baru setengan jalan umpan disambar. Saya katakan pada Joss agar tetap menurunkan umpannya, biar ikan yang tertangkap jadi live bait. Ternyata benar saja, begitu sampai dasar tidak lama umpan disambar lagi. Tanpa kesulitan Joss menaikkan seekor Escolar lagi, kali ini agak kecil, sekitar 20 kg.
Indra mencoba lagi, tapi kembali umpannya disambar seengah jalan, dan meskipun diturunkan tidak ada yang makan. Waktu dinaikkan ternyata seekor kuwe 3 kg-an. Karena hari sudah larut (lewat jam 2 pagi) akhirnya kami memutuskan untuk tidur saja.
bagi yang koneksi internetnya cukup cepat dapat mendownload video klip pertarungan melawan escolar di sini http://www.fishyforum.com/images/escolar.wmv
ukuran file 19 MB, klik kanan lalu pilih save-as untuk mensave di komputer anda.
__________________ adrianus
What does not kill me, makes me stronger - Friedrich Nietzsche (1844-1900)
Selagi santai begitu tiba tiba clicker tiagra berbunyi. Keempat pemancing hanya saling melihat, dan akhirnya Dandung berinisiatif mengangkat joran. Ia segera memompa joran. Tampaknya ikan cukup besar. Keringat mengalir dan setelah sekitar 15 menit ikan berhasil diganco. Seekor escolar dengan berat sekitar 30 kg.
Kapten Heri lalu menawarkan pada saya untuk mancing ikan serupa. Membayangkan mengangkat ikan dari kedalaman 170 meter dengan Tiagra 50 W yang berat kayaknya nggak deh. Tapi kalau gearnya lain... Jadi saya pinjam joran jigging Smith PE-10 Indra, dan saya pasangkan dengan Stella 10000 FA saya, tapi spoolnya saya gunakan 20000SW dengan kenur 65 lbs. Ini adalah setup yang saya gunakan untuk popping Tuna. Sebagai umpan kembali digunakan tongkol, tapi dikaitkan pada metal jig glow in the dark 300 gram.
Umpan diturunkan, dan tidak lama kemudian joran bergerak-gerak, pertanda umpan sedang dimakan ikan. Segera saya ambil joran dan mulai fight. Terasa ikan cukup besar, tapi tidak terlalu melawan. Yang jadi masalah hanya kedalamannya yang mencapai 170 meter, jadi kemungkinan kenur terulur lebih dari 200 meter. Tidak terlalu lama ikan sudah nampak di permukaan, seekor escolar lagi dengan ukuran hampir sama dengan yang dipancing Dandung. Seorang ABK mengganco, namun sang escolar berontak sehingga lepas. Ya sudahlah, paling tidak saya sudah berhasil menaikkannya.
Sekarang giliran Indra, dengan setup yang sama hanya kali ini menggunakan reel dia (reel saya putarannya di kanan). Spool tetap menggunakan spool 20000SW saya. Umpan diturunkan, tapi setengah jalan sudah dimakan ikan, rupanya disambar seekor barracota.
Berikutnya tidak ada yang mau lagi, saya sendiri tidak begitu antusias karena dari 2 ekor yang sudah naik, fightnya tidak terlalu berarti. Tapi akhirnya iseng iseng saya turunkan juga joran. Beruntung sampai dasar tanpa disambar barracota. Joran saya pegangi, dan dalam beberapa menit terasa sambaran ikan. Joran saya hentak dan terasa bahwa kali ini sang ikan melawan. Dinaikkan 30 meter ikan berontak dan turun lagi 20 meter. Dinaikkan 10 meter turun lagi 30 meter. Padahal drag sudah cukup tinggi. Kami semua bingung ikan apa ini? Pasti bukan escolar karena yang sudah, fightnya tidak seberapa. Kapten heri menebak ini pasti Hiu, atau Kerapu raksasa. Kalau Kerapu pasti diatas 60kg, katanya.
Setelah berjuang sekitar 25 menit, barulah ikan bisa dinaikkan ke permukaan. Ternyata seekor escolar lagi, sedikit lebih besar dari yang dipancing Dandung, tapi tidak sangat besar mengapa yang ini gightnya luar biasa? Analisa saya kemungkinan yang ini spesies jantan.
Berikutnya giliran Joss, dengan setup yang sama, umpan diturunkan lagi. Kali ini baru setengan jalan umpan disambar. Saya katakan pada Joss agar tetap menurunkan umpannya, biar ikan yang tertangkap jadi live bait. Ternyata benar saja, begitu sampai dasar tidak lama umpan disambar lagi. Tanpa kesulitan Joss menaikkan seekor Escolar lagi, kali ini agak kecil, sekitar 20 kg.
Indra mencoba lagi, tapi kembali umpannya disambar seengah jalan, dan meskipun diturunkan tidak ada yang makan. Waktu dinaikkan ternyata seekor kuwe 3 kg-an. Karena hari sudah larut (lewat jam 2 pagi) akhirnya kami memutuskan untuk tidur saja.
bagi yang koneksi internetnya cukup cepat dapat mendownload video klip pertarungan melawan escolar di sini http://www.fishyforum.com/images/escolar.wmv
ukuran file 19 MB, klik kanan lalu pilih save-as untuk mensave di komputer anda.
Congrats guys ! Wah gede bener oil fish-nya, tangan jadi gatel ini.....
Kapan berangkat kesana lagi ? Ikutan dong ?
Denger2 akan ada rombongan Jakarta yang akan berangkat kesana (Semangat 1) sekitar 16 April yah ? Pak Dedy atau siapa gitu..... p. Jon kenal-kah ?
Moga-moga masih ada ikan-nya........
Saya kenal pak Deddy tapi terakhir dia mau jual " slot " nya karena beliau tuh engga suka jigging / bottom fishing , dia enthusiast popping dan mendengar hasil popping tidak memuaskan , jadi ragu ragu .
Kalau ada yang mau ambil alih , pasti bisa nego tuh uang mukanya .
Wah gile juga ikan layur-nya , modelnya kayak naga ya he he he .. .
20 Kg kebilang kecil ya mas andry , gw nga pernah dapet di atas 10 Kg , bikin ngiler aja nih gambar2 kayak gini . Ya yang beginian ini bikin saya pengen pulang ke tanah air secepatnya . Lagian keliatannya indonesian angler maju pesat buanget sejak 5 taon lalu .
Escolar ((Lepidocybium flavobrunneum)
Istilah keren Oilfish, istilah jawanya snake mackerel familynya Gempylidae yang kalo di West sering disalah artikan dengan family Dicentrarchus labrax alias bass atau seabass.
Daging ikan ini banyak mengandung minyak lilin alami yang tidak bisa dicernakan oleh peralatan metabolisme makhluk hidup yang hasil akhirnya kram perut dan diare bagi pengkonsumsinya.
Semoga mas Adri cs gak makan ikan ini mengingat akibatnya dikit syereem
Kita nyobain dikit kok pak, enak juga sih. Soalnya memang udah dikasih tau bahwa ikan ini agak beracun, makannya gak boleh banyak banyak. Kalau kebanyakkan bisa mencret!
Tapi kabarnya juga di Jepang ikan ini dijual segar dan sebagai fish cake. Tapi orang Jepang emang ikan buntel juga dimakan sih, hehehe.
__________________ adrianus
What does not kill me, makes me stronger - Friedrich Nietzsche (1844-1900)
Habis buat apa itu escolar ? Pasti ada guna nya khan . Mungkin kah minyaknya itu penuh OMEGA 3 yang terkenal itu ?
Dulu di P. Ratu ada yang mancing ikan Hiu Botol , katanya minyaknya
untuk cosmetic , tidak lama setelah dipancing besar besaran , Hiu Botol menjadi jarang ditemukan lagi di P. Ratu .