Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
FishyTronicBincang-bincang soal alat elektronik untuk kapal atau untuk mancing. GPS, Fish Finder/Depth Sounder/Sonar, Radar, dll.
ada 2 frequency yang dipake di depth sounder, 200 khz dan 60 atau 50 khz, humminbird malah memperkenalkan 4 beam sounder cuma saya kira sih ga kepake. Yang umum itu dual freq.
Bayangkan 2 kerucut (cone atau ice cream cone) yang satu gendut pendek yang satu tinggi langsing. Nah begitulah bentuk coverage sounder. 200 khz yang langsing, 50-60 khz yang gendut. 50 khz bisa mengcover area lebih luas tapi ga dalam kalo 200 khz lebih kecil areanya cuma lebih dalam jangkauannya.
fishfinder yang active akan menembakan pulse ke dasar laut yang mana akan di pantulkan kembali dan hasil pantulan itulah yang ditampilkan di layar FF anda.
Pantulan pulse itu akan memberikan gambar seperti apa bentuk dasar laut itu dan kedalamannya akan diukur berupa meter atau feet (1 feet 30 cm)
Fungsi:
Biasanya 50 khz lebih peka di shallow water (sampe 300 meter kalo ga salah, koreksi kalo salah) dan karena jangkauannya yang luas lebih sering dipake karena bisa deteksi bait fish, pelagic etc. 200 khz sebenarnya jarang dipake kecuali di laut dalam (500 mtr+) dan lebih peka biasanya untuk deteksi dasar laut. Saya biasanya kalo nyari snapper hole pake 200 hz karena contour dasar laut lebih jelas. Juga buat nyari ikan yang di dasaran. Karena pengalaman yang minim di perairan indonesia saya ga bisa kasih contoh banyak mungkin yang lebih pengalaman melototin fish finder di laut jawa lebih bisa ngasih input.
Edit: nah tuh dah di balik/ betulin, sorry waktu itu lagi day dreaming, kebalik antara 200 dan 50khz, sorry sekali lagi bukan bermaksud menulis mis leading info.
__________________
Mancing yang penting relax, dapet gak dapet belakangan
Mungkin . . . yang dimaksud dengan dual beam itu Freq 200 khz & 50 khz digunakan berbarengan ( jadi ada 3 pilihan menu : 200 khz, 50 khz dan Dual ) CMIIW .
THX
Mungkin . . . yang dimaksud dengan dual beam itu Freq 200 khz & 50 khz digunakan berbarengan ( jadi ada 3 pilihan menu : 200 khz, 50 khz dan Dual ) CMIIW .
THX
tul, bisa 200 doang, 50 hz doang atau bebarengan. Bebarengan juga bisa dalam 1 layar, atau split screen.
__________________
Mancing yang penting relax, dapet gak dapet belakangan
(Bayangkan 2 kerucut (cone atau ice cream cone) yang satu gendut pendek yang satu tinggi langsing. Nah begitulah bentuk coverage sounder. 200 khz yang gendut, 50-60 khz yang tinggi langsing. 200 khz bisa mengcover area lebih luas tapi ga dalam kalo 50-60 khz lebih kecil areanya cuma lebih dalam jangkauannya.)
Selamat malam,
Sedikit koreksi dari keterangan BabyBarracuda, kerucut yang besar adalah frekwensi yang rendah (45-60kHz) dan kerucut yang kecil adalah frekwensi tinggi (+/-200kHz).
Romo Singo Dimejo Mangku Sangga Bumi Gemah Ripah Loh Jinawi
Location: Jakarta, Indonesia
RegularFishy
Join Date: Nov 2006
Posts: 950
Quote:
Originally Posted by DeDe
(Bayangkan 2 kerucut (cone atau ice cream cone) yang satu gendut pendek yang satu tinggi langsing. Nah begitulah bentuk coverage sounder. 200 khz yang gendut, 50-60 khz yang tinggi langsing. 200 khz bisa mengcover area lebih luas tapi ga dalam kalo 50-60 khz lebih kecil areanya cuma lebih dalam jangkauannya.)
Selamat malam,
Sedikit koreksi dari keterangan BabyBarracuda, kerucut yang besar adalah frekwensi yang rendah (45-60kHz) dan kerucut yang kecil adalah frekwensi tinggi (+/-200kHz).
Salam
Anda benar:
"The dual-frequency transducers come with both a narrow (12°) 200 kHz and a wide (35°) 50 kHz cone angles. And the dual-search transducers come with both a narrow (12°) 200 kHz and a wide (35°) 83 kHz cone angles. Generally, use a wide cone angle (20° vs. 12°) for fishing shallow to medium depths.
The narrow cone (12°) penetrates to deeper depths, but shows less fish and structure due to its narrow beam. This only applies when comparing transducers of the same frequency. For example, although a 50 kHz transducer has a broader cone angle than the 200 kHz transducers, the 50 kHz transducer will travel much deeper due to its lower frequency transmission. "
Romo Singo Dimejo Mangku Sangga Bumi Gemah Ripah Loh Jinawi
Location: Jakarta, Indonesia
RegularFishy
Join Date: Nov 2006
Posts: 950
Frequency = beam???
Quote:
Originally Posted by babybaracuda
ada 2 frequency yang dipake di depth sounder, 200 khz dan 60 atau 50 khz, humminbird malah memperkenalkan 4 beam sounder cuma saya kira sih ga kepake. Yang umum itu dual freq.
Bayangkan 2 kerucut (cone atau ice cream cone) yang satu gendut pendek yang satu tinggi langsing. Nah begitulah bentuk coverage sounder. 200 khz yang gendut, 50-60 khz yang tinggi langsing. 200 khz bisa mengcover area lebih luas tapi ga dalam kalo 50-60 khz lebih kecil areanya cuma lebih dalam jangkauannya.
fishfinder yang active akan menembakan pulse ke dasar laut yang mana akan di pantulkan kembali dan hasil pantulan itulah yang ditampilkan di layar FF anda.
Pantulan pulse itu akan memberikan gambar seperti apa bentuk dasar laut itu dan kedalamannya akan diukur berupa meter atau feet (1 feet 30 cm)
Fungsi:
Biasanya 200 khz lebih peka di shallow water (sampe 300 meter kalo ga salah, koreksi kalo salah) dan karena jangkauannya yang luas lebih sering dipake karena bisa deteksi bait fish, pelagic etc. 50 khz sebenarnya jarang dipake kecuali di laut dalam (500 mtr+) dan lebih peka biasanya untuk deteksi dasar laut. Saya biasanya kalo nyari snapper hole pake 50 hz karena contour dasar laut lebih jelas. Juga buat nyari ikan yang di dasaran. Karena pengalaman yang minim di perairan indonesia saya ga bisa kasih contoh banyak mungkin yang lebih pengalaman melototin fish finder di laut jawa lebih bisa ngasih input.
Apakah artinya kalau satu beam hanya ada satu frequency, 2 beam berarti ada dua frequency yang berbeda, 3 beam ada...berarti ada 3 frequency yang berbeda?
JACK
__________________
[SIGPIC][/SIGPIC]
No risk No Return
No Pain No Gain
No Money No Ship
No Ship No Fisssshhh....
(Bayangkan 2 kerucut (cone atau ice cream cone) yang satu gendut pendek yang satu tinggi langsing. Nah begitulah bentuk coverage sounder. 200 khz yang gendut, 50-60 khz yang tinggi langsing. 200 khz bisa mengcover area lebih luas tapi ga dalam kalo 50-60 khz lebih kecil areanya cuma lebih dalam jangkauannya.)
Selamat malam,
Sedikit koreksi dari keterangan BabyBarracuda, kerucut yang besar adalah frekwensi yang rendah (45-60kHz) dan kerucut yang kecil adalah frekwensi tinggi (+/-200kHz).
Salam
Saya sempat kaget... waktu baca postingan babybarracuda.. hm..hm..hm.. apa selama ini saya salah? Setahu saya dulu waktu dapet pencerahaan dari oom Bobby Halim... beliau bilang frek 200 itu lebih kecil areanya ini efektif untuk mencari tandes, tohor atau spot... sedangkan frek. 50 mencakup area yg lebih luas.. biasanya untuk ngoncer, jigging dgn drifting.
Saya sempat kaget... waktu baca postingan babybarracuda.. hm..hm..hm.. apa selama ini saya salah? Setahu saya dulu waktu dapet pencerahaan dari oom Bobby Halim... beliau bilang frek 200 itu lebih kecil areanya ini efektif untuk mencari tandes, tohor atau spot... sedangkan frek. 50 mencakup area yg lebih luas.. biasanya untuk ngoncer, jigging dgn drifting.
Ya maklumlah namanya juga manusia jadi masih bisa salah yang penting sudah dikoreksi oleh teman teman forumers dan sudah dimengerti maksudnya .
(Apakah artinya kalau satu beam hanya ada satu frequency, 2 beam berarti ada dua frequency yang berbeda, 3 beam ada...berarti ada 3 frequency yang berbeda?)
Pak Jack,
Kira2 begitulah, tetapi juga tergantung dari transducer dan head unitnya. Ada F/F system yang memang desainnya untuk single frekwensi saja, yang otomatis transducer juga hanya single frekwensi. Unit seperti ini harganyapun lebih ekonomis dari yang dual/triple frequency.
Juga perlu diperhatikan RMS/Peak power dari F/F, untuk pemancing hobby biasanya paling tinggi sekitar 400-600W RMS. Karena bila powernya sudah 1000w (1kW) keatas, harganya luar biasa tingginya.
Juga untuk jangkauan kedalaman dari F/F sering produsen mengatakan utk power 500W RMS, 1500feet, kira2 450m, TETAPI tergantung dari kondisi air. Pengalaman saya untuk diperairan Banda, yang katanya kadar garamnya tinggi, sulit untuk bisa dipakai untuk lebih dari sekitar 300m. Dalam waktu dekat ini saya mau coba transducer baru, copper tru-hull dengan offset 20derajat. Kalau sudah ada hasilnya saya akan posting lagi dithread ini atau yg baru.
Mudah2an jawaban yg agak panjang ini bisa membantu untuk yang baru akan membeli F/F. Karena produsen2 rata2 mencantumkan angka2 terbaik dalam iklan dan bahkan juga dalam spesifikasi teknisnya, lalu ada catatan2 dengan huruf kecil2 sbg tambahan, hehehe, kita sama2 taulah apa isinya!
Salam
Romo Singo Dimejo Mangku Sangga Bumi Gemah Ripah Loh Jinawi
Location: Jakarta, Indonesia
RegularFishy
Join Date: Nov 2006
Posts: 950
Quote:
Originally Posted by DeDe
(Apakah artinya kalau satu beam hanya ada satu frequency, 2 beam berarti ada dua frequency yang berbeda, 3 beam ada...berarti ada 3 frequency yang berbeda?)
Pak Jack,
Kira2 begitulah, tetapi juga tergantung dari transducer dan head unitnya. Ada F/F system yang memang desainnya untuk single frekwensi saja, yang otomatis transducer juga hanya single frekwensi. Unit seperti ini harganyapun lebih ekonomis dari yang dual/triple frequency.
Juga perlu diperhatikan RMS/Peak power dari F/F, untuk pemancing hobby biasanya paling tinggi sekitar 400-600W RMS. Karena bila powernya sudah 1000w (1kW) keatas, harganya luar biasa tingginya.
Juga untuk jangkauan kedalaman dari F/F sering produsen mengatakan utk power 500W RMS, 1500feet, kira2 450m, TETAPI tergantung dari kondisi air. Pengalaman saya untuk diperairan Banda, yang katanya kadar garamnya tinggi, sulit untuk bisa dipakai untuk lebih dari sekitar 300m. Dalam waktu dekat ini saya mau coba transducer baru, copper tru-hull dengan offset 20derajat. Kalau sudah ada hasilnya saya akan posting lagi dithread ini atau yg baru.
Mudah2an jawaban yg agak panjang ini bisa membantu untuk yang baru akan membeli F/F. Karena produsen2 rata2 mencantumkan angka2 terbaik dalam iklan dan bahkan juga dalam spesifikasi teknisnya, lalu ada catatan2 dengan huruf kecil2 sbg tambahan, hehehe, kita sama2 taulah apa isinya!
Salam
Jadi kalau ada 3 beam....berarti akan ada 3 frequency yang berbeda? Please make it sure
JACK
__________________
[SIGPIC][/SIGPIC]
No risk No Return
No Pain No Gain
No Money No Ship
No Ship No Fisssshhh....
Ha....ha...ha.. iya pak... tak ada maksud untuk menyudutkan orang lain... sorry kalau postingan saya menyinggung yg lain, khususnya anda.
Maaf tidak perlu ada yang merasa tersinggung koq krn itu posting dari rekan saya bang baby saya hanya mau mengatakan kalau kesalahan juga bisa terjadi pada siapa saja namanya juga manusia, termasuk saya dan anda . . .
Info yang benar dan baik akan menambah wawasan pengetahuan juga termasuk saya yang masih pemancing baru dan harus banyak belajar Thx .
Maaf tidak perlu ada yang merasa tersinggung koq krn itu posting dari rekan saya bang baby saya hanya mau mengatakan kalau kesalahan juga bisa terjadi pada siapa saja namanya juga manusia, termasuk saya dan anda . . .
Info yang benar dan baik akan menambah wawasan pengetahuan juga termasuk saya yang masih pemancing baru dan harus banyak belajar Thx .
He...he..he..he.. sama dong saya juga baru belajar sama senior-senior yang lain.
Ini bagian Marine dari Airmar yang membuat transducer2 untuk produsen2 F/F saat ini.
Kalau ada yang salah tolong dikoreksi, kalau saling koreksi dan bisa dapat informasi yang sejelas2nya keuntungannya kan untuk kita2 juga ya. Terima kasih sebelumnya!
Ini bagian Marine dari Airmar yang membuat transducer2 untuk produsen2 F/F saat ini.
Kalau ada yang salah tolong dikoreksi, kalau saling koreksi dan bisa dapat informasi yang sejelas2nya keuntungannya kan untuk kita2 juga ya. Terima kasih sebelumnya!
Kayaknya pengertian beam tidak equal dengan frequency. Beam secara kasar dapat saya artikan tembakan. Kalau FF kita hanya punya satu beam berarti hanya bisa menembak dengan satu frequency apakah 50 khz atau 200 khz. Apa yang ditembakkan? Yaitu suara atau bunyi. Suara/bunyi yang ditembakkan tersebut memantul dan ditangkap kembali oleh FF dan dicitrakan didalam layar FF kita
Kalau dual beam, ya otomatis punya kemampuan mendeliver dua frequency yaitu at 50khz dan 200 khz.
Kalau triple beam apakah otomatis ada 3 frequency yang berbeda??? Dari website humminbird, FF yang mempunyai triple beam, mempunyai satu tembakan dengan frequency 200 khz,sementara 2 tembakan lain adalah dengan frequency yang sama 455 khz. Three beam ini hanya dimaksudkan untuk memperluas coverage pemantauan dasar laut yang berada dibawah boat kita Jadi triple beam tidak selalu menembakkan 3 frequency yang berbeda
Quadra beam? Yaitu FF dengan 4 tembakan suara/bunyi dengan frequency yang berbeda-beda. Two beam dengan freq.455 khz, one beam dengan 83 khz dan one beam dengan 200 khz. Fungsinya adalah untuk memperluas wilayah pantauan dasar laut dibawah kapal kita.
Lalu ada side imaging sonar,....teknologi ini merubah data sonar menjadi data digital dan mengkonversi data itu menjadi gambar seperti film atau foto. Seolah-olah kita melihat dasar laut secara real time.
Kalau berminat untuk mendalami lebih lanjut dapat dilihat http://www.humminbird.com/ klik technolgy edge lalu klik lagi sonar technology.
Airmar adalah perusahaan yang memproduksi tranducer, semacam alat yang digunakan untuk menyalurkan tembakan frequency dari FF. Jenisnya bermacam-macam, saya punya FF Furuno FCV-620 yang menggunakan Airmar Transducer jenis/type B740, dual frequency
Salam,
Jack
__________________
[SIGPIC][/SIGPIC]
No risk No Return
No Pain No Gain
No Money No Ship
No Ship No Fisssshhh....