Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
Met Kenal mas Didin ,
Saya juga dulu sering kusut ketika mancing dasar di air yang dalam > 50 m dan berarus solusinya saya menggunakan kawat seperti ini dan kumisnya dibuat panjang kurang lebih 50 - 60 cm , diturunkan perlahan lahan jangan terlalu cepat supaya benang tidak melintir . Semoga Membantu
Senang berkenalan dgn anda mas Kartono,
Terimakasih banyak atas advisnya. Saya sudah ada gambaran, tapi belum begitu jelas contoh gambarnya.
Ma'af saya baru sekarang bisa membalas postingnya.
Met Kenal mas Didin ,
Saya juga dulu sering kusut ketika mancing dasar di air yang dalam > 50 m dan berarus solusinya saya menggunakan kawat seperti ini dan kumisnya dibuat panjang kurang lebih 50 - 60 cm , diturunkan perlahan lahan jangan terlalu cepat supaya benang tidak melintir . Semoga Membantu
Wah Bung Kartono, sudah lama sekali anda enggak muncul? Kemana saja nih? Wlcome back ya?
Oh ya, saya punya beberap rig seperti itu. Problem saya kalau kita selesai mancing dan ingin menyimpan rig itu untuk dipakai lagi pada kesempatan berikutnya, bagaimana cara terbaik melakukannya? (Punya saya seringkali kusut!). Tks
__________________ "We are what we repeatedly do. Excellence, then is not an act, but a habit" (Aristotle)
Problem saya kalau kita selesai mancing dan ingin menyimpan rig itu untuk dipakai lagi pada kesempatan berikutnya, bagaimana cara terbaik melakukannya? (Punya saya seringkali kusut!). Tks
ikutan nimbrung yah p'Ruki,
saya kbetulan punya yg mirip sperti itu n pernah mengalami hal yg sama dgn bapak, kemudian sy lakukan beberpa modif sbb:
1. sy tambahkan interlock snap di swivel yg sdh ada terpasang di rig dengan
menggunakan split ring.
2. di sisi kumis yg akan disambung ke ujung rig sy ikat dahulu di solid ring, jadi pemasangannya tinggal di hubungkan ke interlock snap yg sudah terpasang sebelumnya.
kumis beserta kailnya bisa dengan "lebih" mudah untuk dibuka/dipasang dan dapat disimpan ditempat yg lain [busa/roll bekas].
Wah Bung Kartono, sudah lama sekali anda enggak muncul? Kemana saja nih? Wlcome back ya?
Oh ya, saya punya beberap rig seperti itu. Problem saya kalau kita selesai mancing dan ingin menyimpan rig itu untuk dipakai lagi pada kesempatan berikutnya, bagaimana cara terbaik melakukannya? (Punya saya seringkali kusut!). Tks
Saya masih tetap setia monitor di FF koq Pak , kabar anda juga gimana ? semoga tetap sehat selalu sekeluarga .
Kalau saya rig yang dari tali mono setiap kali setelah dipakai saya ganti pak karena sering kali sudah tidak lurus lagi / kusut atau ada cacat bekas gesekan sekalian latihan ikat mengikat juga sebelum mancing supaya tidak lupa .
Salam
ikutan nimbrung yah p'Ruki,
saya kbetulan punya yg mirip sperti itu n pernah mengalami hal yg sama dgn bapak, kemudian sy lakukan beberpa modif sbb:
1. sy tambahkan interlock snap di swivel yg sdh ada terpasang di rig dengan
menggunakan split ring.
2. di sisi kumis yg akan disambung ke ujung rig sy ikat dahulu di solid ring, jadi pemasangannya tinggal di hubungkan ke interlock snap yg sudah terpasang sebelumnya.
kumis beserta kailnya bisa dengan "lebih" mudah untuk dibuka/dipasang dan dapat disimpan ditempat yg lain [busa/roll bekas].
Salam,
Kurniadi
Terima kasih Mas Kurniadi utk saran anda. Saya akan coba lakukan itu soalnya dalam hal pembuatan rig saya benar benar masih tetap pusing. Soalnya karena sering mancing di Binu dan Merak jadi terlalu dimanjakan kedi (ABK). TApi begaitu harus mancing di temapt lain baru kelimpungan. ha, ha, ha, ha!
__________________ "We are what we repeatedly do. Excellence, then is not an act, but a habit" (Aristotle)
Mancing dengan rig yang di gambarkan oleh pak kartono emank bagus mencegah kenur leader melintir, tapi untuk masalah sensitip tangan kita merasakan ikan makan umpan tidak ada, kecuali target kita ikan besar yang sekali liat umpan langsung di sambar lari...
Tapi untuk solusi di arus kencang bagus sekali...
__________________ Nenek moyang ku seorang pemancing.......
Last edited by jst; 24-05-2008 at 10:41.
Reason: Tambahan buat arus kencang...
Yups, gambar rig pak Kartono & keterangan pak Jusito diatas sangat tepat , rig tsb bagus untuk mancing dasar terutama bila arus nya kencang, tapi kalo arusnya kendor senar cenderung melintir, untuk menyiasati biar tali jangan melintir tinggal di penedekin aja talinya kurang lebih 1 meteran. Rig ini juga bagus buat mancing cumi-cumi dasar menggunakan umpan udang-udangan
Rangkaian pancing dasar dengan kawat yang di posting sama om Kartono itu di Batam banyak yang pake om. Mengingat disini arusnya luar biasa ngeselinnya. Kalau lagi parah2nya, bandul / timah dengan berat 500 gram pun masih kegeser2. Di Batam kawat itu disebut ranggung...gak tau dech apa namanya kalau di jakarta.
Dulu saya juga pake ranggung itu. Tapi kendalanya emang seperti yang om Jusito bilang....kalau pas di jawil ikan yang makannya rada2 genit, selaaaluuu aja saya telat gentaknya... ( mungkin emang refleks saya yang rada2 bolot kali yeee? hehehe ).
Terus beberapa saat yang lalu, saya diajarin sama nelayan tua yang kapalnya saya sewa buat mancing.
Dia ngajarin buat rangkaian tanpa pake ranggung.
Jadi dari leader ke timah kita pake'in interlock snap yang besar yang ujungnya udah ada swivelnya ( yang saya pake biasanya yang warna hitam besar itu om...bener khan itu namanya interlock snap juga om?? semoga saya gak salah kasih nama ya..hehehe ).
Terus si kumis / rambut sepanjang 1 depa atau lebih ( disesuaikan ) ikut di ikatkan ke swivel yang ada di interlock snap itu.
Dengan demikian kalau kita lihat konstruksi rangkaian ini mirip dengan rangkaian yang memakai ranggung tapi minus kawat.
Terus waktu menurunkan ke dalam air, diusahakan sepelan mungkin biar si kumis gak " adu smack down" dengan leadernya.
Terlepas dari kekurangan atau kelebihan yang ada pada rangkaian versi pak tua ini, untuk saya yang saraf refleknya diambang batas sekarat..hehehe...rangkaian ini sreg banget karena rasanya lebih sensitive.
Sebagai ilustrasi, saya coba attach pict dari rangkaian yang di kamsud...eh..maksud.
Maaf kalau gambarnya gak jelas...abis photonya pake HP kamera abal2...hehehe.
Semoga bermanfaat.
Mas wahyu sepertinya di Tk Pancing Garuda Kemayoran / Lautan Mas ada deh , coba cek kesana .
waduhhh... om kartono, saya saya ini tinggalnya di palembang
makanya saya nanya nama rig itu apaan...
kalo disini rignya gak banyak macam2 (paling banyak rig keluaran pioneer)
nanti saya coba-coba di print aj pic. nya buat di kasih liat sama yang punya toko... kali aja dia masukin ni barang ke tokonya.
__________________
“What matters in life is'nt what happens 2 U but what U remember & how U remember it.”