Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
Sebelumnya, mohon maaf bila salah ruangan om moderator tapi ide dibelakang penulisan di fishypond adalah peruntukan akhirnya untuk kolam.
OK, kita mulai ...
Sekitar 3-4 minggu lalu saya memulai pencarian atas ikan-ikan aneh dan yang sudah mulai langka. Ekspedisi pun dilakukan menjelajah seantero Jakarta dan dunia ... maya (maksudnya lewat internet ). Adapun jenis2 ikan yang menarik perhatian saya adalah:
Toman dan keluarganya
Redtail, leopard, dan tiger catfish (introduced fish)
Helicopter catfish atau ikan tapah
Lomak atau Jelawat (kalau ga salah ... ya pasti benar )
Hampala
Kakap putih air tawar
Managuense
Peacok bass (introduced fish)
Perburuan batch pertama saya berlangsung sukses dengan memiliki 2 ekor ikan toman + 4 ekor ikan betutu. Ekspedisi yang lebih intensif pun terus dilakukan dan beberapa titik terang dijumpai, di Solo dan di Riau. Di Solo ada yang menjual indukan toman (1 jantan dan 2 betina ukuran 1 kg perekornya) akan tetapi dijual dengan harga yang mahal sekali sehingga saya tidak jadi membelinya dan dari Riau mengatakan ada bibit toman dalam jumlah banyak. Sayangnya pada saat dikonfirmasi ulang, tidak ada kelanjutan kabar mengenai bibit toman malah sang sumber dari Riau menawarkan bibit hampala dalam jumlah ribuan ekor dengan ukuran 3 inchi perekornya dan harga IDR 1.700/ekor (minimal pemesanan 500 ekor, port-to-port). Saya pribadi hanya ingin memelihara antara 50-100 ekor saja, jadi bila ada yang menginginkan bibit hampala untuk dibesarkan dikolamnya (mudah2an setelah itu dibuka buat sesama anglers untuk dijadikan game fishing), bisa mendaftar ke saya dengan menyebutkan jumlah bibit yang dipesan.
Untuk om moderator, saya bukan marketing dari sang penjual di Riau akan tetapi hanyalah angler yang ingin memelihara (mengembangbiakkan) ikan2 diatas untuk kemudian dijadikan game fishing dan program konservasi alam.
Kalau untuk membesarkan benih hampala, mungkin perlakuannya sama seperti benih2 yang lain. Bisa dilakukan dalam media jaring atau menggunakan bak fiberglass atau bahkan aquarium (cuma rada mahal bila menggunakan media ini). Yang penting air harus mengalir dan bersih serta pakan cukup. Satu hal lagi mungkin perlu diperhatikan adalah padat tebar per m3-nya. Saya belum pernah membiakkan hampala, jadi saya masih dalam proses eksperimentasi untuk padat tebarnya untuk mencapai growth rate yang optimal dari bibit tersebut.
Bibitnya sendiri saya yakin diperoleh dari alam, bukan orang itu yang mengembangbiakkan. Sehingga jumlahnya juga terbatas (beberapa ribu ekor saja). Pemesanan minimum 500 ekor, saya hanya butuh 50-100 ekor saja untuk kepentingan riset pribadi saya (pengembangbiakkan hampala).
Untuk peacock bass, saya sendiri juga masih mencari tapi sepertinya agak susah karena ikan ini merupakan jenis introduced fish sehingga bila belum ada orang yang menernakkan ikan jenis ini, maka kemungkinan besar bibit harus diimport.
Yang saya juga lagi incar adalah jenis bass lainnya yang merupakan endemic nusantara, yaitu papuan bass. Kalau ada dengar kabar mengenai orang yang jual bibit ini, boleh dishare ke saya.
Mas, sy sudah pernah korespondensi dg dosen perikanan Umbraw dia udah mengadakan riset ttg hampala di Waduk Karangkates, spt halnya keluarga Cyprinidae lainnya (tawes, nilem, ikan mas) cara memijahnya di daerah2 lumut di pinggiran berbatu. Jd kalau bs membiakkan ikan mas dan tawes, membiakkan hampala adalah tidak terlalu susah. Penelitian hampala hanya sekedar bikin makalah saja karena ikan ini tidak ada nilai ekonomi'nya waktu itu.
Mas, sy sudah pernah korespondensi dg dosen perikanan Umbraw dia udah mengadakan riset ttg hampala di Waduk Karangkates, spt halnya keluarga Cyprinidae lainnya (tawes, nilem, ikan mas) cara memijahnya di daerah2 lumut di pinggiran berbatu. Jd kalau bs membiakkan ikan mas dan tawes, membiakkan hampala adalah tidak terlalu susah. Penelitian hampala hanya sekedar bikin makalah saja karena ikan ini tidak ada nilai ekonomi'nya waktu itu.
Terima kasih masukannya P'Soni, mungkin ikan hampala 'belum' memiliki nilai ekonominya ... saya sendiri belum pernah merasakan daging ikan hampala ini apakah enak atau tidak ... saya tidak tahu sama sekali. Tujuan dari pengembangbiakkan ada dua: 1. untuk konservasi alam 2. komersil (dijadikan lauk dan/atau game fish). Apakah P'Soni masih memiliki makalah tersebut? Kalau boleh, saya ingin membaca dan mempelajarinya. Saya ingin mencoba mengembangkan teknologi pengembangbiakkan ikan dengan media yang tidak konvensional dalam lahan yang sempit. Saya kira pengembangan teknologi ini semakin diperlukan mengingat luas lahan yang tersedia semakin hari semakin menyusut akibat meningkatnya populasi manusia.
Saya bisa belajar kan dari P'Soni mengenai budidaya, pemeliharaan ikan langka dan eksotis, dsb?
Mas, sy sudah pernah korespondensi dg dosen perikanan Umbraw dia udah mengadakan riset ttg hampala di Waduk Karangkates, spt halnya keluarga Cyprinidae lainnya (tawes, nilem, ikan mas) cara memijahnya di daerah2 lumut di pinggiran berbatu. Jd kalau bs membiakkan ikan mas dan tawes, membiakkan hampala adalah tidak terlalu susah. Penelitian hampala hanya sekedar bikin makalah saja karena ikan ini tidak ada nilai ekonomi'nya waktu itu.
Problem dari dosen dosen kita tuh hanya mikirin perut n tidak mikirin lain nya , coba kalau dosen tersebut juga pemancing , pasti sudah terpikirkan nilai " life style " nya hampala , pikir saja saya dan teman teman lain pergi ke KalTim untuk bertarung dgn hampala , malah ada orang Singapore yang jauh jauh ke tempat yang sama untuk tujuan yang sama .
Seumpamanya di setiap daerah di Jawa ada satu bendungan / waduk / danau yang bisa di khususkan untuk menunjang hobby dgn memberdayakan penduduk sekitar sebagai guide / penyewa perahu , etc. , bukan mustahil lebih banyak lagi lure fisherman akan kesana dan pembuat lure local pun akan mendapat keuntungan nya dan penjual alat pancing pun ikut untung , jadi mereka ini yang seharusnya mempelopori tebar behih ini .
Nah , gimana seterusnya nih Soni ?
Jon .
__________________
It's not what you don't know that gets you into troubles , it's what you know for sure that ain't so . Mark Twain .
Good idea pak..............emang kayaknya hampala perlu di kembang biakan, kalo bisa ada kolam pemancingan hampala, biar semua orang bisa ngerasain tarikan hampala yg konon ruar biasa, saya sendiri belum pernah ngerasainnya, ................
Hayo pak jangan ragu2 untuk mencoba kembang biakan hampala....semoga berhasil pak
maaf...boleh kasih sedikit inpo nih.sy punya tetenga yg memelihara ikan gabus .tampa disengaja tuh gabus bertelur selang berapa lama menetas . itu anak kanya ribuan junlahnya.tidak tau cara menbesarkanya jadi yg hidup cuma sedikit.
maaf...boleh kasih sedikit inpo nih.sy punya tetenga yg memelihara ikan gabus .tampa disengaja tuh gabus bertelur selang berapa lama menetas . itu anak kanya ribuan junlahnya.tidak tau cara menbesarkanya jadi yg hidup cuma sedikit.
P'Suburaje, boleh dikasih tahu lebih detail jenis gabusnya apakah gabus biasa atau familinya yang lain seperti toman, cobra snakehead, dll. Kalau sepengetahuan saya, gabus atau snake head itu bernafas tidak seperti layaknya ikan yang lain yaitu ikan ini mengambil oksigen langsung dari udara makanya sering terlihat ikan ini seolah-olah menenggak dipermukaan air (hal ini juga menjadi pertanda bahwa di daerah tersebut ada snake head). Anak ikan gabus ini pun bernafas menggunakan metoda yang sama dan kalau diperhatikan di alam liarnya, induknya akan 'mendorong' anakannya kepermukaan untuk bernafas. Bila kita memisahkan antara anakan dan indukannya sebelum anakan tersebut tahu cara bernafas yang benar, maka kemungkinan besar anakan akan mati tenggelam (tidak mendapatkan oksigen yang dibutuhkan).
Dari sekian banyak telur, berapa yang tersisa Pak? Ukurannya saat ini berapa? Kalau dari jenis Toman, saya mau menerima tuh Pak.
Sepertinya banyak diantara kita yang share satu dream ... yaitu dream dimana kita para angler dapat menyalurkan hobi kita di lokasi yang masih alami dengan ikan dari berbagai jenis. Saya sih berpikir lebih jauh lagi dari sekedar Bung Sam Ran, yaitu mirip seperti di laut tapi kondisinya di danau dimana danau tersebut bisa kita proteksikan dan kondisikan untuk kepentingan wisata olahraga yang alami namun sangat menantang. Tapi tentunya langkah ke arah sana butuh perjalanan dan perjuangan yang panjang dan bisa dimulai dari sesuatu yang mirip dengan Bung Sam Ran.
Saya usul angler di FF ini berkumpul untuk kemudian membentuk suatu badan usaha yang nantinya akan mengelola suatu tempat mirip BSR dan dimasukkan kedalam program parisiwata nasional dan internasional. Dari sana kita bisa menunjukkan bahwa setu atau danau yang banyak terdapat di seantero nusantara dapat dijadikan lokasi pariwisata yang menawarkan sesuatu yang mirip dengan BSR tapi jauh lebih menantang. Seperti kata Pak John, banyak keuntungan yang bisa diambil dari kegiatan/usaha ini, baik penduduk sekitar, negara, maupun alam sekitarnya. Bagaimana teman2?
Pak Reza,
Kayaknya sayah sama anda kok hobbynya mirip. Saya juga suka bereksperiman ternak binatang dan saya rasa tangan saya cocok untuk ternak binatang. (kalo untuk taneman gak cocok, mati mulu). Kalo ternak binatang (jaing, kucing, ikan, burung) udah sering hasil. Kayaknya kita kudu sering ngobrol dech. Ntar ketemu di TL 01 Mei kita banyak tuker pikiran yach.
__________________ BAN MARINE AQUARIUM OWNERSHIP AND TRADING !!!
Bung Reza, untuk tahap pertama saya berminat 100 ekor dulu untuk eksperimen di kolam saya (2 buah kolam tanah luas masing masing a 300 m2). Kalau anda siap memesannya beritahu saya kapan harus transfer uangnya!
Yang bener mah pada tanggal 1 Mei, Om Ferry yang nurunin elmu ke saya ... saya mah banyak gagalnya, tapi ga pernah putus asa. Saya lagi mengkhayal menggabungkan pengembangbiakkan ikan + tanaman berumur pendek dalam siklus tertutup dan bertingkat, jadi menghemat ruangan dan penggunaan air ... wah jadi OOT nih .... maaf ya semua.
Bung Reza, untuk tahap pertama saya berminat 100 ekor dulu untuk eksperiemn di kolam saya (2 buah kolam tanah luas masing masing a 300 m2). Kalau anda siap memesannya beritahu saya kapan harus transfer uangnya!
Pak Ruki, ada thread yang mirip dgn thread ini yang kamarnya ada di fishyronment. Sumber ikan sama dengan sumber saya dan disana mereka berencana membeli untuk dilepaskan di danau. Saya berencana untuk berkoordinasi dengan mereka sehingga jumlah pembelian mungkin bisa mencapai lebih dari 1000 ekor. Ukuran ikan adalah 3", jadi mungkin sebaiknya dibesarkan menggunakan media jaring. Jangan dilepaskan langsung ke kolam Pak, takutnya fatality rate-nya tinggi.
itu makalah dosen Unbraw udah gak tau entah kemana.. la korespondensi tahun 97`an.. pas seneng2nya nyari info tentang hampala... tapi intinya ya begitu... bertelur di daerah berlumut di bebatuan.. trus kalau memijah bareng2 banyak sekali berombongan.. jadi kalau ketahuan tukang jaring tamat deh...