Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
FishyRonmentDiskusi tentang lingkungan dan konservasi Sumber Daya Alam.
kemarin ada dinas di Ambon.. diajak rekan kantor utk jalan2 di hari minggu... jadilah turis dadakan...
Sebelumnya saya cuma dibilang'in kita lihat belut... saya sih ngga interest, di Surabaya aja saya makan belut... jadi ngikut aja...
Sampai di lokasi... sempet bingung, ada lihat (sori) ibu2 mandi di air seperti sungai kecil n dangkal... pakai shampoo, dengan ikan2 carp... saya heran2, mandi pake detergen, disebelah ada ikan... setelah lihat2, rekan saya manggil pawangnya.. turun ke sungai mini ini... n wow.. belut gede...
Di klaim pawang yg ini beratnya 9kg!!
Dan dia bilang yg paling besar 20kg lebih tapi tadi tak mau keluar. Umur bisa sampai 20tahun... bila ikan mati dikubur atau dibuat makanan ternak...
Apa jenis belut ini beda dengan jenis belut yg biasa dijual di pasar???
oh ya, kata sang pawang, makanan asli'nya udang air tawar... cuma terkadang dikasih telur mentah... nanti telur ayam mentah itu dihisap isi'nya oleh sang belut...
iya pernah liat di tivi tuh,,,, bahaw belut itu tidak boleh di pancing katanya,, coba kalo boleh pasti mantap iya,,,,,
emang belut kalo dah besar suka bikin lobang dan tidak mau keluar lagi menurut mitos,, akan besar dan bertanduk,,,karena bertanduk itulah tidak bisa kelaur lagi,, katanya loh,,,,
Ortu saya dulu pernah menetap di Ambon dan saya juga pernah mengunjungi site tersebut. Belut tersebut sebenarnya adalah moray eel yang berasal dari laut tapi somehow sudah beradaptasi dengan air tawar. Kalau anda sempat bertanya ke pawang-nya, pasti dia bilang bahwa dibawah kolam ada lubang atau gua yang berujung di lautan. Mulut gua-nya sendiri cukup besar untuk dimasuki oleh manusia dan menurut cerita pawang tersebut, ada tim dari jepang yang ingin mendokumentasikan ikan tersebut sekaligus meng-eksplore gua tersebut. Mereka masuk kurang lebih 1-2 km dan kembali lagi karena gua tersebut tidak bisa ditembus lagi karena celahnya menyempit.
sebenarnya Indonesia banyak ikan2 lokal yang mulai terancam punah nih.
dengan sedikit membumbu kan mitos atau larangan. saya yakin kelestarian ikan lokal akan terus abadi.
__________________
Sssttttt........
Jangan Berisik lagi Mancing nih
Dimana Ada Sungai disitu Saya Mancing