Banjarmasin, selasa 08-04-2008
Lokasi : 1. Tanjung lalak
2. Pulau Kerayaan
3. Pulau Birahbirahan (Pulau penyu)
Nama kapal : -
Nama Kapten: Kai penyu
Kondisi angin: Bertiup dari arah barat
Gelombang : Tenang
Cuaca : -Hari pertama hujan
-Hari kedua cerah
-Hari ketiga hujan
Tekhnik memancing: Popping dan dasaran
Umpan: Cumi, udang tdk ada .
Berangkat dari Banjarmasin jam 9.30, sampai di Batulicin jam 5.15 sore dan naik fery menyeberang ke pulau laut. Begitu tiba didermaga tanjung serdang sudah menunggu Bro Tajo adiknya Pak jala tempat kami menginap nanti disana. Sampai di Tanjung lalak di rumah Pak Jala jam 10.30 malam kami istirahat.
Hari pertama:
Kami bersiap utk menyeberang ke pulau Kerayaan, cuman yg jadi kendala adalah susahnya berkomunikasi dgn orang di pulau kerayaan, karena signal seluler kadang ada kadang hilang, maklum aja soalnya pulaunya jauh ketengah laut. Kalo menyeberang naik speed boat memerlukan waktu sekitar 30 menit tapi kalo naik perahu memerlukan waktu 1 jam. Tiba di Kerayaan ternyata disana lagi ada acara resepsi pernikahan. Mayoritas penduduk pulau kerayaan adalah keturunan dari suku mandar sulawesi. Kebiasaan disana kalo ada yg manten semua penduduknya tdk ada yg bekerja. Karena Kai penyu tdk bisa mengantar kami memancing akhirnya kami putuskan utk kembali ke Tanjung lalak, tapi ditengah perjalanan karena sudah sakau nih akhirnya kami singgah di bagang utk memancing di bagang, untungnya lagi kapten mau aja utk mengantar kami memancing, sayangnya cuaca berubah dari yg tadinya cerah jadi hujan. Walaupun hujan tapi strike terus menerus hasilnya lumayan utk makan malam. Ikan-ikan yg kami dapat adalah jenis kerapu dan cepa, tapi ada satu yg strike baronang ukuran 5 jari, sebenarnya saya pengen mencoba negeg baronang tapi saat itu kami tdk membawa nasi yg ada cuman snack saja. Setelah pakaian lumayan basah kami sudahi mancing di bagangnya dan balik ke Tanjung lalak. Istirahat dirumah Pak jala, makan siang, beli es utk persiapan mancing malam. Jam 5.30 sore kami bersiap dan berangkat lagi, umpan yg digunakan adalah cumi. Dari Tanjung lalak kapal diarahkan kearah timur. Hot spotnya tdk ada namanya jadi saya beri nama Sarang jana 1 karena posisinya sejajar dgn dengan bukit Sarang jana yg terkenal angker itu. Lokasi Hot spot di sini berupa teluk dgn struktur dasar adalah karang datar dgn kedalaman bervariasi antara7, 12 dan 25 meter. Begitu tiba di spot Tasrif menghidupkan fish finder dan tampak di layar monitor ikannya banyak sekali sampai layarnya penuh oleh icon ikan. Hari mulai gelap dan mulai terjadi strike, umpan cumi yg kami gunakan silih berganti dimakan. Ikan yg strike adalah rata-rata dari jenis kakap, mulai dari kakap merah, kaneke atau katal-katal, ketamba, sea breams atau dekok, kerapu, como, dan ikan cepa.
Ditengah keasyikan kami memancing tiba-tiba jangkar tersangkut sesuatu, ternyata itu adalah rengge atau jaring apung, yg dipasang oleh nelayan dgn cara berhanyut, alamaaak panjang nian jaringnya. Lumayan lama juga kami melepas jaring tersebut dgn dibantu oleh nelayan yg punya jaring tsb. Wah jadi terganggu nih, akhirnya dari pada mengganggu keselamatan kami dan utk menghindari ribut dgn nelayan itu akhirnya kami yg mengalah. Timbul masalah lagi karena gps ketinggalan di Banjarmasin sedangkan suasana gelap padahal kapten cuma mengandalkan patokan dari tanda-tanda alam utk mencari spot. Tapi dgn bantuan fish finder perahu dihidupkan dan dijalankan perlahan dgn diarahkan oleh kapten lebih masuk ke teluk, begitu tampak di monitor tampak gerombolan ikan segera jangkar dilempar. Ini saya namakan spot sarang jana 2, tapi arus air berbeda dgn spot yg pertama tadi kalo yg pertama tadi arus nya kencang tapi spot yg ke 2 ini malah tidak ada arus, Tapi walaupun tdk ada arus ikan tetap mau makan, ikan yg kami naikkan ukuran 1-2 kg. Lumayan malam itu Box coca cola dan box marina 35 L penuh. Pagi jam 8 kami kembali ke Tanjung Lalak mandi, sarapan dan bersiap utk menyeberang ke Pulau Kerayaan. Di Tanjung Lalak ikan yg kami dapat sebagian dibagikan sama Pak Jala dan tetangganya, hehehe bagi-bagi rezeki.
Hari ke 2 :
Karena Pulau kerayaan tdk ada listrik, utk penerangan menggunakan genset yg mulai hidup dari jam 6 sore sampai jam 11 malam, jadi tdk ada yg jual es batu di sana. Kami membeli es di Tanjung lalak.
Jam 9 pagi kami menyeberang ke kerayaan. Hari ini tujuan memancing kami adalah pulau Birahbirahan utk xplore spot popping , ini adalah habitat dan budidaya penyu serta kawasan yg dilindungi. Status ke pemilikan dari pulau Birahbirahan adalah dgn sistem lelang jadi pemenang lelanglah yg berhak utk mengelola, menjaga dan membudidayakan penyu yg setiap tahunnya akan dilelang lagi.
Tiba di Pulau kerayaan kami pindah kapal ke kapal Kai Penya yg akan mengantar kami ke pulau Birahbirahan. Kapal di arahkan ke barat lama perjalanan sekitar 1 jam. Hot spot di pulau Birahbirahan ini sebenarnya masih alami dan terumbu karangnya masih bagus. Disini adalah pertemuan arus air dari selat sulawesi dan dari laut Jawa.
Saya dan Tasrif mencoba popping di sini, tapi aneh tdk ada sambaran dari GT, mancing dasaran juga ikan tdk ganas yg naik cuman ikan-ikan kecil, kami hidupkan fish finder lagi tampak di layar ikan dasar tdk ada sama sekali yg ada cuman ikan di pertengahan. Ternyata informasi dari Kai Penyu kalo belum ada 2 minggu yg lalu disekitar pulau Birahbirahan habis di " BOM ", sama nelayan, tapi pelakunya bukan nelayan setempat tapi nelayan antar pulau dan lintas provinsi yg menggunakan kapal gede serta peralatan lengkap. Ikan yg terangkat luar biasa dgn berat " 4 TON " euiii gila ga ?, ini pun ikan pilihan yg diambil cuman yg besar sedangkan yg kecil dibuang, tapi saat mereka mengebom ada orang yg sedang memancing disitu dan melihat aksi mereka, kemudian pemancing tersebut pulang serta melaporkan ke Polisi AIRUD, syukurlah ada pemancing dan aparat polisi yg peduli dgn kejadian itu, sehingga pelakunya bisa tertangkap, ada 12 orang abk termasuk kapten, semua termasuk kapal sudah dibawa dan ditahan di Banjarmasin berikut barang buktinya, " SALUT UNTUK ANGLER DAN APARAT POLISI AIRUD "



. Untuk mengobati rasa kecewa kami naik ke pulau penyu utk beli telur penyu.
Rencananya juga kami mau coba mancing malam disini tapi berhubung lampu ketinggalan di kerayaan sedangkan headlamp saya baterenya habis karena dipakai mancing malam di Tanjung lalak. Sedangkan di pulau Kerayaan tdk ada yg jual batere AAA. Setelah istirahat dirasa cukup di pondok pemilik pulau sekalian mencicipi telur penyu rebus air laut yg rasanya sangat gurih kami kembali ke pulau Kerayaan.
Hari ke 3:
Ini adalah hari terakhir dari trip kami, rencana hari terakhir kami mau mancing baronang, sekalian praktek ngegarong hasil belajar kilat dgn Pak anks dan sekalian mancing dasar dgn target ikan lamun-lamun. Tapi hari terakhir ini cuaca lagi-lagi berubah yg mendadak turun hujan lebat, padahal dari atas dermaga kelihatan jelas ikan baronangnya banyak sekali dgn ukuran rata-rata seperti piring. Akhirnya karena hujan juga engga berhenti kami memutuskan utk balik ke Banjarmasin.
Lain hari saya akan kembali mancing ke sana soalnya masih banyak sekali hot spot yg belum sempat kami datangi. lagi pula trip perdana saya ini lebih bersifat x-plore saja.
Picturenya nyusul yaaah, ntar sore hehehe
