Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
FishyLureBincang-bincan tentang teknik mancing dengan umpan buatan / lure
Sy Roy, ini thread pertama saya.
Di dunia mancing boleh dikatakan pemula. Tapi adalah kebiasaan saya kalau sudah memulai sebuah hobby, saya akan mempelajari dan menganalisa sampai detail kalau perlu.
Back to topik.
Saya ingin menyampaikan pemikiran dan analisa saya yang mungkin benar dan mungkin juga salah. Maka saya dengan kerendahan hati meminta pendapat para senior/ seniorita/ pakar yang nantinya menjadi khasanah kita semua.
Ketika saya mempelajari dan menganalisa teknik mancing dengan lure buatan, baik itu untuk trolling, popping dan jigging, saya merasa pemakaian neklin/ kawat adalah buang buang waktu dan mereduce/ mengurangi atau mengacaukan kerja dari lure itu sendiri. Benarkah?
Mohon pendapat para senior/ seniorita/ pakar. Terima kasih sebelumnya
Alo om roy, menurut saya penggunaan nikelin disesuaikan dgn target serta teknik yang digunakan. Kalo saya pribadi, penggunaan nikelin hanya ketika troling dan jigging dengan target ikan bergigi tajam seperti tenggiri. Mksd dari penggunaan nikelin supaya lure kita jangan dibawa kabur oleh ikan bergigi tajam tsb. Soalnya harga 1 buah minnow seperti rapala ato yozuri cukup mahal, sayangkan bila perdana pakai langsung hilang. He5x.
Sedangkan ketika melakukan kegiatan light casting serta popping, saya lebih suka menyambungkan mono langsung ke lure tanpa nikelin, asumsi saya, utk popping biasanya uk lure cukup besar sehingga jarang ikan bisa menelan lure, sebaliknya dgn light casting, penggunaan nikelin akan mengurangi tingkat strike, karena ikan bersize kecil biasanya lebih peka, ini pendapat saya saja, mgkn rekan lain bisa menambahkan.
__________________
Im just a baby jigger and poppinger.....
YM/Email : blue_walu2@yahoo.co.id
Salam kenal kembali pak yusuf.
Pemakaian niklin atau kawat sudah pasti akan mengacaukan kerja dari lure itu sendiri apalagi dalam teknik jigging, tapi itu adalah hal yang gak bisa di tolak, karena kalau tanpa memakai niklin kalau strike terus akan mocel dan hilang ama lure buatan nya kan sia-sia saja. Jadi semua tergantung ikan apa yang ada di bawah kapal, kalau ikan bergigi tajam seperti tenggiri atau baracuda tentu kita pake niklin, kalau bukan yah kita copotin lagi niklin nya supaya gak ganggu kerja lure nya.
Begitu juga dengan trolling yang sebagian besar target nya ikan bergigi tajam, yang memaksa kita memakai niklin atau kawat. Kecuali poping jarang memaki kawat karena target sebagian besar adalah GT.
__________________ Nenek moyang ku seorang pemancing.......
Saya juga setuju sama Mr. Ronaldo dan Mr. Jusito tapi juga setuju sama Mr. Yusuf. Emang kadang perlu memakai wire leader untuk perang sama jurig laut bergigi tajam kalau mau sayang-sayang sama lure/jig, meski itu mau tidak mau akan mengurangi performance dari lure/jig yang kita pakai.
Tapi saya kira, kita bisa saja mengakalinya dengan memakai wire leader yang kecil, lemas tapi kuat. Biasanya wire leader yang serabut itu cukup lemas dan untuk nomor/ukuran yang sama, makin banyak serabutnya biasanya makin lemas dan lentur tapi kuat. Besar kecil dari wire leader ini tentu saja disesuaikan dengan lure / jig yang dipakai.
Masalah wire leader mengurangi performance ini.......... jangan pemakaian wire leader, pemakaian kili-kili, snap atau treble hook yang tidak sesuai standar lure/jig itu aja udah bikin performancenya beda dari seharusnya.....
Quote:
.....pemakaian neklin/ kawat adalah buang buang waktu dan mereduce/ mengurangi atau mengacaukan kerja dari lure itu sendiri.
......... dan tanpa neklin/kawat untuk mancing ikan bergigi tajam adalah buang-buang lure/jig dan mereduce atau mengacaukan jumlah dari lure kita atau isi kantong sendiri....
Terima kasih atas pendapat para senior yang cenderung sama, dan itu adalah tanggapan yang sangat logis dan saya yakin sebagian karena pengalaman.
Cuma ada sedikit pemikiran bodoh saya, bahwa lure yang bergerak cenderung cepat akan disambar ikan sesuai dengan karakter dan posisi ikannya; bisa dari bawah, samping dan belakang (mungkin ga dari depan lure).
Kecenderungan sifat predadator adalah melumpuhkan maka yang akan disamber adalah kepala, badan dan juga ekor (sesuai posisi huntingnya).
Pemikiran bodoh lagi; seandainya yang disamber adalah kepala atau sampai tertelan (akan masih dimulut ikan), bukankah lure dan hook akan menghalangi mulut ikan buat mingkem alias mengatup? Lagipula ada ring dan swifel.
Sedangkan untuk jig, benar ga kalau yang paling harus diperhatikan adalah swifel?
Mudah2an para senior ga bosen membaca dan masih mau memberikan pendapat briliannya.
Bener kalau posisi ikan makan pas di lure hingga tali leader kita aman dari gigi nya yg tajam, tapi gak setiap waktu cara ikan predator makan tepat mengenai posisi yg kita harapkan. Sering ikan predatornya menyambar terlalu cepat dari posisi lure nya (didepan lure) hingga mengenai tali leader kita yang mana kalau bukan wire pasti langsung putus. Ini sering terjadi kalau lagi trolling dengan rapala tanpa wire leader, tiba2 putus aja leader kita di sambar ikan karena ikan nya menyambar terlalu cepat dari speed lure nya.
Untuk lure yang ketelan ama ikan juga sama akan putus pada saat dia berusaha melepaskan diri dengan cara membelok dengan cepat hingga leader kita yg dekat lure menggesek gigi ikan tersebut.
Untuk ngejig saya enggak ngerti maksud pak yusuf yang harus di perhatikan swivel nya.
__________________ Nenek moyang ku seorang pemancing.......
memang ini dilema ngak pakai nikelin putus kalau pakai jalan lurenya ngak bagus (kalau utk minnow) karena saya sering putus, apalagi kena kakap biasanya pas dia lompat pasti tu monofilamen bisanya putus, kalau pakai benang PE langsung ke lure tampa shock leader , biasanya ikan ngak mau makan, dan biasanya kalau popper ukuran 7cm kalau disambar alu-alu (baracuda)pasti udah ketelan dimulut tu ikan , jangan kan benang putus popper aja pada ancur kena tu gigi si barascuda
Wah... terimakasih sekali ma Pak Jusito & Pak Iwan yang masih mau menanggapi.
Ok, sekarang saya paham bahwa predator dengan instingnya ga selalu tepat sasaran. Kalaupun kita percepat gerakan lure, kecepatan ikan dan jenis ikan juga berfariasi, dan tetap ga bisa menghindari kemungkinan terjadinya ga tepat sasaran sambaran ikan. Lagipula kalau terlalu cepat gerakan lure akan jelek dan terlempar lempar (U/. Floating).
Quote:
Originally Posted by jst
Untuk ngejig saya enggak ngerti maksud pak yusuf yang harus di perhatikan swivel nya.
Untuk ngejig juga saya masih pemula dan perlu penyegaran.
Pertanyaan saya apakah lure itu gerakannya berputar atau lurus saja?
Kalau berputar maka peran swifel jadi sangat penting.
Waktu itu saya pegang jiglure dan mengira-ngira cara kerjanya. Asumsi saya lure akan berputar dengan tarikan cepat.
Saya pernah coba pasang swifel yang murmer dilure, hasilnya lure berputar tersendat sendat dan menyebabkan tali and leader twisted alias melintir.
Kemudian swifel saya ganti yang ada ball bearingnya. Hasilnya lure berputar mulus, tali dan leader ga melintir lagi.
Apa udah benar yang saya lakukan, atau ada hal lain lagi?
Salam mancing semua,
dari pengalaman saya belum lama di binu (11 april), jig saya disambar tengiri cukup besar, tali jig (kevlar Owner 7/0) sampai sobek2 kyk dikunyah, untungnya ikan keburu keangkat di kapal. Abis itu, talinya gak bisa dipakai lagi, kailnya aja yg saya simpan.
menurut saya, kemungkinan ikan gigi tajam menyambar leader langsung lebih kecil daripada dia nyambar badan jig yang digantungi kevlar. tapi kalo lagi sial, si ikan menyambar kepala jig n gigit leader, ya jig bisa hilang.
saya juga sempat membuat sendiri tali jig baru dari nikelin walau belum sempat disambar.
bagaimana pendapat para senior?
1. agar performa lure tetap bagus, saya setuju ide pak lorensius, pakai kawat yang fleksibel sedikit di depan lure?
2. tali jig nikelin (kevlar) apakah mempengaruhi gerakan jig?
terima kasih
__________________
Fisherman: All fish for one
Angler : One fish for all
Salah satu orang yang mempopulerkan jigging di Indonesia adalah Munadi. Skitar 6-7 tahun lalu ia mengajarkan jigging kepada beberapa teman di Mancing-L, diantaranya Indra Pattiasina, Irwin Ismail, dll. Waktu itu kita satu-satunya yg jigging di binu, dan orang-orang masih pada bingung ngelihat kita.
Satu yg saya ingat, kalau gak salah dia berpendapat bahwa jigging TIDAK BOLEH pakai wire, karena akan merusak action lure. Kalau teknik jiggingnya sudah bagus, tenggiri sekalipun tidak akan memutuskan kenur katanya. Hal ini dia buktikan dengan demo jigging tenggiri di kep. Serbu, dan memang dapat, tanpa wire sama sekali.
Ini cerita yg saya dengar sih, karena saya sendiri waktu itu tidak ikut.
__________________ adrianus
What does not kill me, makes me stronger - Friedrich Nietzsche (1844-1900)
...Satu yg saya ingat, kalau gak salah dia berpendapat bahwa jigging TIDAK BOLEH pakai wire, karena akan merusak action lure. Kalau teknik jiggingnya sudah bagus, tenggiri sekalipun tidak akan memutuskan kenur katanya. Hal ini dia buktikan dengan demo jigging tenggiri di kep. Serbu, dan memang dapat, tanpa wire sama sekali.
Saya setuju dengan pendapat diatas dan sdh saya buktikan sendiri. Tengiri dan barakuda dapat di jigging tanpa menggunakan wire, hanya assist hook yg dipakai tetap harus menggunakan wire atau setidaknya pakai 'Zylon' (bukan Kevlar). Dan penggunaan wire leader memang dapat menurunkan strike rate, IMHO.
Kemarin waktu jigging di Miri, saya menaikkan 2 ekr tengiri dan 2 ekr barakuda dng tanpa menggunakan wire. Tetapi assist hook Zylon tetap hancur setelah kena 4 ekor ikan tsb. Ini kalau pakai Zylon, kalau pakai Kevlar kadang baru 1 ekr tegiri sudah 'rantas' berat atau malah putus...
Saya setuju dengan pendapat diatas dan sdh saya buktikan sendiri. Tengiri dan barakuda dapat di jigging tanpa menggunakan wire, hanya assist hook yg dipakai tetap harus menggunakan wire atau setidaknya pakai 'Zylon' (bukan Kevlar). Dan penggunaan wire leader memang dapat menurunkan strike rate, IMHO.
Kemarin waktu jigging di Miri, saya menaikkan 2 ekr tengiri dan 2 ekr barakuda dng tanpa menggunakan wire. Tetapi assist hook Zylon tetap hancur setelah kena 4 ekor ikan tsb. Ini kalau pakai Zylon, kalau pakai Kevlar kadang baru 1 ekr tegiri sudah 'rantas' berat atau malah putus...
Sory bung Lodewijk, sy masih tergolong baru di metode mancing ini, boleh tau (ada gambarnya gak?) Zylon yg seperti apa ?
__________________
Fisherman: All fish for one
Angler : One fish for all
Zylon adalah nama bahannya seperti juga Kevlar, dapat dicari di Wikipedia apakah Zylon itu. Sedang merk dari Zylon yg saya pakai adalah YGK.
Bentuknya dapat dilihat pada gbr. no. 01. Di gambar no. 01 ini selain YGK Zylon (cord-nya warna hitam, letaknya paling atas), juga ada Kevlar (cord warna merah paling kiri), YGK Dyneema & Aramid 50%-50% (cord warna coklat, letak di tengah bagian bawah) dan assist cord merk Owner (saya kurang tahu persis bahannya, cord warna coklat muda, letaknya paling kanan).
Lalu pada gbr no. 02, terlihat lebih jelas disitu ada 2 bh kotak/gulungan Zylon, yang pertama Zylon-100 (1000lbs) dan Zylon-70 (700lbs).
Semua bahan diatas saya pakai untuk bahan assist hook. Dari semua bahan tsb. terbukti Zylon yg paling kuat menahan gigi ikan Tengiri.
Gambar no. 03 memperlihatkan bagaimana assist cord Zylon rantas dan putus setelah 'dikunyah' oleh beberapa ikan bergigi tajam.
Pada assist hook yg paling kiri masih dalam taraf rantas sedikit. Lalu yg tengah sudah putus dan yg paling kanan adalah assist hook dengan memakai wire, untuk amannya dan gak bakalan putus2....
Wah senang sekali kalau senior senior dah mulai bicara.
Uraiannya begitu logis dan dengan mudah diterima. Ternyata mancing memang luas banget. Dari satu teknik bisa berbagai macam kondisi dan fariasi.
Saya yakin masih banyak senior yang belum mengeluarkan ilmu dan pengalamannya. Mudah2an mereka mau juga angkat bicara, dan mengkatrol orang orang seperti saya sebagai pemula (Maklum mencari pengalaman sendiri itu MUAHAAL BANGET).
Ada Zylon-100 ada Zylon-70, mungkin ada yang kecilan lagi X.
Tempat belinya dah dikasih tahu, harganya berapa ya kira-kira Pak Lodewijk? Mungkin saya ga akan mampu beli, tapi informasi selalu penting dan bernilai.
Zylon adalah nama bahannya seperti juga Kevlar, dapat dicari di Wikipedia apakah Zylon itu. Sedang merk dari Zylon yg saya pakai adalah YGK.
Bentuknya dapat dilihat pada gbr. no. 01. Di gambar no. 01 ini selain YGK Zylon (cord-nya warna hitam, letaknya paling atas), juga ada Kevlar (cord warna merah paling kiri), YGK Dyneema & Aramid 50%-50% (cord warna coklat, letak di tengah bagian bawah) dan assist cord merk Owner (saya kurang tahu persis bahannya, cord warna coklat muda, letaknya pa