Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
Saya punya rod jigging ATC Perfect Jig, PFJ-582 SXH.
Panjang 5'8", rating untuk PE-12 atau monofilament 100lbs. dan lure weight 20oz.
Belakangan banyak yg posting seputar rod building, mengenai benang (thread), ring guide, dll. Nah, karena itu saya juga ingin sharing tentang rod building sedikit.
Sampai sekarang rod ATC ini sudah mengalami rebuild 2 kali. Yang pertama dulu modifikasi kecil2an dan yg kali yg ke-2, rebuild beneran...
Ini adalah gambar aslinya, di web site-nya Anka Tackle Company, ATC Perfect Jig.
Sudah dari awal saya merasakan banyak yg kurang 'pas' dengan rod ini. Maklum, pada waktu itu pilihan terbatas, tidak seperti sekarang ini banyak sekali rod jigging baik merk dan jenis yg beredar di pasaran.
Perlu saya tegaskan, kurang 'pas' disini adalah 'relatif' untuk saya saja, belum tentu juga berlaku untuk orang lain. Jadi hal ini lebih bersifat 'preferensi' saja...
Untuk rebuild yg pertama ini, saya mengganti ukuran stripper guide (ring guide yg paling dekat dng reel), dari ukuran 30 menjadi ukuran 40.
IMHO, ukuran ring guide 30 kurang besar untuk rod dng rating PE-12. Rod dng rating PE-12 tentu membutuhkan reel yg seimbang, katakanlah Shimano 20k atau Daiwa 6500 yg spool-nya besar.
Dan spool yg besar tentu membutuhkan stripper guide yg besar pula, (apalagi kalau untuk popping) dan jarak dari reel seat ke stripper guide juga relatif terlalu pendek. Maka dari itu, hambatan PE gesekan dengan stripper guide sampai menimbulkan bunyi yg cukup mengganggu. Akhirnya setelah saya ganti dengan stripper guide ukuran 40, bunyi berkurang drastis...
Ini gambar rebuild yg ke I, ganti stripper dr 30 menjadi 40.
Setelah melakukan penggantian stripper guide, saya masih kurang puas juga. Akhirnya cukup lama juga rod ini nganggur krn jarang dipakai.
Belakangan lagi ada mood untuk rebuild rod, jadilah saya bongkar semuanya untuk rebuild ulang mulai dari awal...
Semuanya komponen dilepas semua, kecuali tip-top. Tip-top tidak saya bongkar karena tidak perlu dan backbone-nya juga sudah 'aligned'.
Perubahan yg ada kali ini adalah:
1. Jumlah guide berkurang, semula 6 ring guide + tip-top, menjadi 5 ring guide + tip-top.
Original-nya adalah 30, 25, 20, 16, 12, 12 + tip-top (12). Lalu pada rebuild ke I menjadi 40, 25, 20, 16, 12, 12 + tip-top(12). Dan pada rebuild ke II, kali ini menjadi 40, 25, 20, 16, 12 + tip-top(12) -> hanya 5 ring guide + tip-top.
2. Karena lay out ring guide berubah, maka letak dari reel seat juga saya sesuaikan/bergeser pula. Reel seat geser maju sekitar 12cm ke depan (ke arah guide). Akibatnya bagian butt (yg dikepit di ketiak kalau jigging) menjadi lebih panjang dan menurut saya lebih enak dipakai buat jigging. Berubahnya reel seat dan lay out ring guide juga mengakibatkan 'balance' dari rod ikut berubah, berubah menjadi lebih 'baik', IMHO...
3. Perubahan yg kecil2 lainnya seperti gimbal, semula gimbal originalnya pakai aluminium gimbal + rubber cap, skrg berubah menjadi 'rubber gimbal' warna putih tulang yg saya beli di Ace Hardware, biasanya untuk alas kaki meja/kursi dan harga Rp5rb/biji.
Lalu EVA bagian bawah pasang baru (warna merah darah), sedangkan yg bagian atas hasil 'daur ulang' dari yg lama (warna merah 'buram' dan ada coakan2nya). EVA ini yg juga rasanya carinya susah kalau disini...
Dan Reel seat-nya pakai reel seat bekas yg lama, hanya bongkar-pasang saja...
Sedang pemakaian bahan2 yg lain, untuk benang saya pakai benang nylon biasa warna merah. Banyak dijual di toko2 peralatan jahit-menjahit, satu biji sekitar Rp3rb.
Kecuali untuk hiasan kaki guide warna silver, saya pakai metallic thread Pacific Bay (disini sepertinya gak ada yg jual).
Lalu untuk lem, saya pakai epoxy resin Devcon yg 'Working Time'-nya 30mnt. Juga ada banyak di Ace Hardware, sekitar 40rb per set, saya habis sekitar 4 set total. Sebenarnya kalau ada yg working time-nya lebih lama lebih bagus, sayangnya tidak saya temukan.
P Lod rod nya di pasangkan dgn line size brp? Saya pernah melihat rod tsb, terlepas dr faktor2 lain tp bobotnya enak ringan sekali. Sayang ga ada yg pe 6 nya yg mestinya lbh ringan lg.
Btw setelah modif yg terakhir ini apa efek yg di rasakan di banding sebelumnya?
Yah itulah memang, salah satu sebab kenapa rod ini masih saya pertahankan adalah karena bobotnya. Saya kurang tahu originalnya berapa gram, tapi setelah saya rebuild habis2-an, timbangannya jadi 360gr...
Untuk line rating rencananya akan saya pakai untuk max. PE-10. Sebenarnya saya sendiri tidak pernah jigging dengan PE-10, siapa tahu kalau pakai PE6-8 masih putus terus 'kan ?
Untuk action-nya saya masih belum tahu karena baru saja selesai rebuild-nya. Nanti kalau sudah saya pakai pd trip y.a.d akan saya laporkan dah...
Sejauh ini kalau untuk dipakai 'simulasi' jigging (di darat) lengkap dng reel terpasang sih enak banget tuh...
boss, sorry mungkin dikit menyimpang.
apply epoxy ke permukaan yang mau diepoxy itu idealnya gimana sih? kok gw liat rod2 pabrikan bisa lurus banget epoxynya ya? kalo kita yang apply kok mlethot2 ya? apa epoxy mereka lebih encer? ato ada trick ato alat khusus untuk apply itu lem? mohon pencerahan dan enlightment nya hehehe... thx
@Jabrik: Memang bagian yg relatif paling sulit adalah waktu pemberian epoxy, baik untuk melapisi thread-nya kaki ring guide atau sekedar untuk coating.
Kuncinya adalah jangan pernah pakai epoxy yg 'fast cured'. Working time yg sedikit masih bisa untuk bidang kerja yg kecil, kalau bidang kerja-nya besar/panjang matilah kita...epoxy keburu kering dan alhasil jadi mletat-mletot !
Biasanya sih saya pakai FlexCoat. Tapi kali ini kebetulan sudah 'kedaluwarsa', habis sdh lama gak pernah utak-atik rod. Dan cari FlexCoat disini susah, jadi yah pakai Devcon. Karena pakai Devcon, maka hasilnya juga agak pletat-pletot pada bagian yg panjang (antara butt joint s/d stripper guide). Meskipun katanya working time-nya 30mnt, tapi kenyataannya gak sampai 10 menit juga sudah agak beku/keras. Kalau pakai flexCoat selain lebih encer, working time-nya juga lebih lama, bisa sampai sekitar 20-30menit. Dan 'curing time'-nya sekitar 1 jam, kering sempurna 4 jam dan mencapai kekuatan penuh dalam 4 hari. Jadi rod baru boleh di test setelah 4 hari, ini kalau pakai FlexCoat.
Okay, sekarang aplikasinya. Perbandingan harus pas 1:1, aduk sampai rata, lalu segera oleskan pada bidang yg akan diberi epoxy dengan memakai kuas kecil. Dalam tahap ini rod sudah berada dalam posisi terpasang di 'rod dryer'. Jadi rod akan terus berputar dengan kecepatan 8 s/d 15 RPM.
Setelah epoxy di oleskan, kita 'buang' kelebihan cairan epoxy ini dengan 'hair dryer' (kalau bisa yg professional use, yg 1000watt ke atas), panas hair dryer akan menghilangkan gelembung udara yg terjebak dan sekaligus meratakan epoxy. Inilah kuncinya !
Jadi lapisan pertama epoxy jangan terlalu tebal, karena bisa banyak gelembung udara nantinya. Tipis-tipis saja, nanti diulang lapisan yg ke-2, dst. kalau ingin lebih tebal. Hasilnya akan lebih rapi, tanpa gelembung dan rata...
...itu blower kan panas bro... bukannya epoxy kena panas jadi lebih cepet mengentalnya?
Justru harus panas baru bisa bagus. Epoxy kalau kena panas memang lebih cepat beku/keras, tapi sebelum itu epoxy akan menjadi lebih encer dan yg terpenting, gelembung udara yg terperangkap jadi keluar. Karena lebih encer, kelebihan epoxy akan menetes dan cairan akan merata di permukaan rod (yg berputar terus).
Satu hal lagi, sebelum dipakai pastikan hair dryer-nya bersih. Karena seringkali kotor, ada rambut dan partikel debu. Kotoran ini akan langsung nempel di epoxy-nya.
@Andy: Wah..., ya gak lah. Eqe 'kan profesional, kalau saya mah amatiran saja, he2...
Sampaikan salam dari saya kalau ketemu Eqe, yah...
Pk Lod apakah setelah langkah pengeleman dan pengeringan dilakukan , bagaimana cara kita mengetahui kekuatannya.. Apakah diberi beban tiap2 ring baik secara vertikal maupun horisontal atau dg rel terpasang kemudian diberi beban pk ?
__________________
Dapatkan Fitur & Kenyamanan Fasilitas Fishy Forum dengan bergabung disini
Atau mau Cankruk'an dg Member Jatim lainnya klikdisini
Cara memberikan 'load' pada joran untuk gambaran kekuatannya salah satunya adalah dengan bantuan orang lain memegang tip-topnya, lalu tip-top ditarik kebawah seperti lagi ditarik ikan. Biasanya ini dilakukan di toko2 pancing, untuk rod baru yg tidak mungkin dipasang reel yg berisi kenur.
Kalau di rumah yah langsung saja pakai reel dengan kenurnya. Lalu ujung kenur di ikatkan ke sesuatu (misal handle pintu). Hanya harap hati2, drag jangan dipasang melebihi kapasitas rod-nya dan jangan disentak2 terlalu keras, nanti malah patah...
Lod, kebetulan sekali walaupun mungkin ini agak OOT. Hari ini saya ditawari teman untuk beli Jigging Rod ATC punya dia yang dia baru beli di Malaysia. Ternyata ATC sudaah dibuat di Malaysia. Kapasitasnya adalah PE 5 dan max lure weight adalah 280 gram. Saya timbang timbang memang terasa ringan sekali, lebih ringan dari Shimano Jig Wrex. Dia minta rp.2.1 jt tapi saya masih ragu2 karena belem pernah dengar ttg ATC padahal Jig Wrex kelas yang sama cuma rp.1.7 jutaan. Apakah anda bisa memberi info tentang performance rod tersebut termasuk kenyamanan waktu dipakai, lifting power dsbg. Terima kasih sebelumnya Lod.
Yah itulah memang, salah satu sebab kenapa rod ini masih saya pertahankan adalah karena bobotnya. Saya kurang tahu originalnya berapa gram, tapi setelah saya rebuild habis2-an, timbangannya jadi 360gr...
...
sori oot mau tanya atc ini beli dimana yah? harganya brapaaan yah? sama jigwreck bagusan mana ya? thx
__________________
Fishing with lure-The sportiest way to get fish! Plus 2 times more fun!
Pak Lod, mau nanya nih "Rod Dryer" itu alat utk memutar joran ya, kalo mau beli dimana yah?
Kayaknya saya tertatarik mau belajar kostum juga neh.
Tks
Saya tidak tahu kalau disini, tapi kalau di luar harganya sekitar Rp750rb-1jt untuk 1 bh rod dryer dan 2 buah dryer support (seperti gbr attachment no:01).
Rod dryer adalah yg ada 'claw'-nya dan dryer support untuk menyangga rod-nya, dng bentuk yg ada bulatan2 pakai bearing 3bh.
Rod dryer tidak perlu harus pakai yg seperti itu. Bisa juga bikin sendiri pakai dinamo listrik (AC) yg kecil dng RPM antara 6 s/d 18. Kalau tidak salah per buah dinamo-nya sekitar Rp30rb (made in China).
Dan 'chuck'-nya (bagian untuk memegang rod) bisa pakai semacam karet, seperti yg digambar no:02. Atau pakai 'claw'-nya mesin bubut yg paling kecil, claw-nya bor tangan, dsb.
Demikian juga dengan Dryer support-nya, bisa bikin sendiri. Bahkan bisa juga pakai yg sederhana seperti gbr. no:03...
@The Old Man: Kalau pak Ruki maksudkan adalah ATC Perfect Jig, saya cukup puas dengan performanya. Sebetulnya komponennya sudah cukup bagus, seperti blank, ring guide SiC, reel seat Fuji DPS, dsb. Material bangunan sudah bagus, hanya saja saya kurang puas dengan 'bentuk bangunan'-nya (how they build the rod) itu saja.
@Layaran: Waktu itu saya belinya di luar. Tapi rasanya disini juga sudah gampang didapat.
Mengenai Jigwrex saya belum pernah mencoba jadi tidak bisa komentar.
Sebagai catatan, ATC yg saya maksud disini adalah Anka Tackle Company yg pabrik-nya berada di Penang (Malaysia). Bukan ATC yg berada di USA. Kalau ATC yg di USA itu singkatan dari Advanced Tubular Composites.