Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
Selama ini saya menggunakan teknik mancing dasar. hasilnya lumayan untuk lauk bareng keluarga sisanya dibagikan para tetangga itupun masih ada sisa banyak. hasil tangkapan dari mancing dasar ini pada umumnya antara lain ikan tompel(tanda-tanda),grut itu pemberian nama nelayan di sini, menangin, kakap batu, dan kakap merah nah yang satu ini kalau dewi fortuna lagi berpihak kepada kita. Kadang-kadang kakap putih atau pada umumnya disebut Baramundi yang beratnya kira-kira tiga sampai lima kilo bisa juga kita dapatkan tapi kalo mancingnya di seputaran julu-julu milik nelayan yang ada di seputaran anak sungai sampai di depan muara sungai. Kalau kita mancing di seputaran sungai banyak juga terdapat anak baramundi yang beratnya antara setengah kilo sampai satu kilo. Biasanya kalau kita mancing di sungai resikonya siap-siap aja pancingannya sangkut di ranting pohon bakau yang rebah dan menjulur ke sungai. Biasanya Baramundi banyak berkeliaran di bawah ranting pohon bakau yang sudah mati dan gak ada daunya.
Akhir-akhir ini saya mencoba dengan menggunakan teknik Trolling. Pertama saya turun bersama patner saya yaitu Handoyo, dari pelabuhan Desa Pondong kira-kira pukul 06.00 dengan menggunakan perahu balapan naik 8 menurut nelayan disana bermesin DOM FENG yang di motoris oleh Pak Baco yang hanya bermodalkan Solar 30 liter, Nasi 6 Bungkus dan uang terima kasih 200.000 ribu.
Perjalanan tidak memakan waktu banyak hanya lima belas menit dari ibu kota Kabupaten Paser. dari pelabuhan Pondong perjalanan memakan waktu satu jam ke tempat lokasi trolling. begitu sampai di lokasi umpan palstik yang bermerk RAPALA MAGNUM rell bermerk maxel dan joran EXORI dan line merknya saya lupa tuh langsung diturunkan. setelah perjalanan hilir mudik menarik umpan tidak terasa waktu sudah mendekati pukul 14.00, saya dan fatner Handoyo langsung mengeluarkan bekal untuk makan siang yang sudah di persiapkan sebelum berangkat. Stetelah mengisi perut yang kosong, trolling dilanjutkan kembali. tidak begitu lama dari tempat saya istirahat umpan RAPALA MAGNUM berwarna hijau bercorak kuning dan merah langsung disambar tapi hanya hitungan detik line yang gunakan langsung KO (putus) dan rapala magnum hilang di curi ikan padahal hanya itu satu-satunya umpan palstik yang saya miliki akhirnya saya hanya . Tapi fatner Handoyo dengan ikhlas hati meminjamkan umpan HALCO, akhirnya saya pun kembali. Begitu boleh pinjaman dari Handoyo sayapun langsung mengikat HALCO tersebut dengan line yang saya gunakan tadi dan memandikan HALCO tersebut ke sungai. akhirnya, sekitar lima menit umpan HALCO langsung disambar BARACUDA dan tidak ada perlawanan sama sekali hanya hitungan detik BARACUDA berhasil di naikkan ke Balapan ukuran beratnya hanya setengah kilo aja dan tak lama umpan yang digunakan Fatner Handoyo juga disambar ikan Kerapu yang memiliki bobot satu kilo. Begitu berhasil di naikkan saya, Handoyo, dan Pak Baco langsung cabut pulang karena waktu sudah mendekati Maghrib. Kecewa sich iya tapi mo bagaimana lagi karena Dewi Fortuna masih tidak berpihak kepada kita. akhirnya sayapun pulang hanya dengan membawa BARACUDA yang berbobot setengah kilo dan Kerapu yang berbobot satu kilo mungkin di lain waktu bisa trolling lagi karena masih banyak tempat-tempat yang belum dikunjungi.
Untuk teman-teman para mancing mania mohon masukannya dan sarannya mengenai joran, reel dan umpan yang semestinya digunakan. Atas info yang diberikan kepada saya, saya ucapkan terima kasih.
Mungkin linenya pake braided line aka pe om, kemampuannya lebih baik drpd mono. Trus reelnya sebaiknya baitcaster daripada spinning, tapi yah itu harga baitcaster lebih mahal daripada spining. Trus troling sebaiknya jangan pake dong feng, ikan pada kabur dengar bunyinya yang super ribut, mesin tempel ato outboard dan ketinting lebih baik he5x
__________________
Im just a baby jigger and poppinger.....
YM/Email : blue_walu2@yahoo.co.id
wah ternyata mesin pengaruh juga yach pak?
selama ini ogut kalo trolling pake perahunya bermesin dong feng pantesan aja jarang dapet, abis kalo di semarang adanya cuman itu, yang nyamber paling2 baracuda..
Apa gak riskan oom kalau trolling pakai mesin ketinting atau tempel, soalnya posisi kipas mesin berada di belakang boat, yang kalau salah2 bisa habis senar satu sepul digulung sama kipas
Menurut saya engak tuh om, sama aja, bahkan ketinting lebih aman, karena baling2nya kecil sekali bila dibandingkan dengan outboard maupun dong feng. lagian itu kan tergantung kecakapan pengemudi dalam menggunakan mesin tersebut.
__________________
Im just a baby jigger and poppinger.....
YM/Email : blue_walu2@yahoo.co.id
Terima kasih atas informasi dari teman-teman mancing mania
ada satu hambatan saya dengan penggunaan umpan plastik, kalau saya mau trolling di seputaran sungai, umpan apa yang sebaiknya digunakan apakah Rapala Magnum atau Halco.
Maklumlah saya ini masih pemula dan belum tau jenis-jenis umpan plastik, maka dari itu saya mohon masukan dari teman-teman
gini, kalo pake mesin berisik, trolling ulurannya dijauhin aja... sama aja kok.
trus kalo trolling mending mono daripada braided deh, mono ada lenturnya, waktu fight ikan, kalo ikannya nyusul kapal (tengiri/wahoo/billfish suka lari kearah kapal) kenurnya ga langsung kendor, kenur kendor bikin mocel.
kalo emang masih mau pake braided, mending ujugnya dikasih mono yang gedenya sekelas sama braidednya, 50-100 meteran gitu, istilahnya topshot. keuntungan topshot ini, kalo putus bisa diganti, kalo putus mainline, benang berkurang, kalo putus topshot, bisa diganti baru. jadi kapasitas benang utuh terus.
Terima kasih atas informasi dari teman-teman mancing mania
ada satu hambatan saya dengan penggunaan umpan plastik, kalau saya mau trolling di seputaran sungai, umpan apa yang sebaiknya digunakan apakah Rapala Magnum atau Halco.
Maklumlah saya ini masih pemula dan belum tau jenis-jenis umpan plastik, maka dari itu saya mohon masukan dari teman-teman
Kalau masalah mesin, rasanya nggak juga, soalnya sy di balikpapan troling sungai kapalnya pakai dong feng, cuma kecepatannya agak pelan, sekitar 1-2 knot, seperti orang jalan cepat...
Untuk umpan, halco sudah cukup bagus, rapala juga bagus, ada juga yozuri, dan storm, mungkin warna dari umpan mesti dicoba untuk setiap kondisi air (jernih/kotor)...
Line, saya pake PE2 (20lbs) disesuaikan dengan kondisi reel dan joran, kalo mau aman ya pake 30/50 lbs keatas , ditambah leader mono flurocarbon 40-50 lbs (2-3m)
Jarak trolling sedekat mungkin dengan pinggiran bakau, disesuaikan dengan kondisi alam disana (kedalaman air, dll)
Dan yang terutama, kondisi pasang surut air. Jangan pas arus deras trolling di muara sungai
Setahu saya, ikan di daerah grogot masih menjanjikan, saya ada kenalan disana, sering dapat black bass & baramundi 5 kiloan keatas....
Terima kasih atas informasi dari teman-teman mancing mania
ada satu hambatan saya dengan penggunaan umpan plastik, kalau saya mau trolling di seputaran sungai, umpan apa yang sebaiknya digunakan apakah Rapala Magnum atau Halco.
Maklumlah saya ini masih pemula dan belum tau jenis-jenis umpan plastik, maka dari itu saya mohon masukan dari teman-teman
nambahin dikit nih oom, untuk ukuran lure di lihat dulu kedalaman airnya oom baik rapala ataupun jenis umpan lain punya ukuran yang beragam disesuaikan kedalaman air, untuk jarak dengan kapal (saya biasa pakai mesin dongfeng ) sekitar 20-30 meter oom. kalau salah mohon dikoreksi