Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
Apa kalau galatama selalu pakai tehnik glosor, apa kalau pakai teknik pelampung kurang strikenya dibandingkan teknik glosor?
Kang Ipink, galatama pakai tehnik glosor, karena untuk menjaga pemancing supaya jangan mengambangkan ikan, kalau ikan ngambang nanti banyak ikan yang digaet.
Kalau digaet, nanti bisa kena apa aja, badan, mata dan sebagainya yang akan mengakibatkan ikan cepat rusak.
Lain dengan sistem kiloan atau harian, mau digaet juga engga ngaruh buat pemilik empang, kan ikannya dibawa pulang peserta.
Location: Cipinang BesarSelatan, Jatinegara, Jakarta Timur
Queenfish
Join Date: Nov 2007
Posts: 372
[quote=kakang;163138]
Kalau digaet, nanti bisa kena apa aja, badan, mata dan sebagainya
Trus kalau ternyata tanpa disengaja ikan kena badan dll (kail gak nyangkut dimulut), apa itu sah?...maksudnya apa masuk hitungan untuk ditimbang atau dihitung jumlahnya?
Ehh maap kalau pertanyaannya gak nyangkut sama topiknya ..hehehe
Trus kalau ternyata tanpa disengaja ikan kena badan dll (kail gak nyangkut dimulut), apa itu sah?...maksudnya apa masuk hitungan untuk ditimbang atau dihitung jumlahnya?
Kalau galatama di jakarta sah untuk ditimbang, sepanjang tidak sengaja.
Kalau Galatama di Surabaya, yang saya tau engga sah untuk ditimbang, apapun alasannya
Untuk daerah lainnya saya kurang tau, masing masing daerah, lain lain peraturannya
numpang nanya juga ahh, mumpung ada ahlinya..
umpannya hanya ongol2/cenil aja ya?? apa ga boleh pake adonan palet di campur2 gt/kue kering/kroto/atau kreasi sendiri? kenapa ya?
apa boleh pake bom sewaktu lomba? bom nya terbuat dari apa ya?
..hehe, harap maklum, sm sekali ga paham sistem gt...
makasih..
apa ga boleh pake adonan palet di campur2 gt/kue kering/kroto/atau kreasi sendiri? kenapa ya?
apa boleh pake bom sewaktu lomba? bom nya terbuat dari apa ya?
Dikolam galatama pada umumnya kroto engga boleh bro..., ada di galatama tertentu yang membolehkan penggunaan kroto, seperti di Pemancingan Galatama Gunung Kujang, kroto boleh.
Umpan umpan yang pada umumnya diperbolehkan adalah :
1. Cendil
2. Roti
3. Ikan Mas
4. Belut
Itu umpan pada umumnya, tergantung peraturan di kolam tersebut, ada yang membolehkan dan ada yang tidak memperbolehkan umpan diatas.
Tapi secara keseluruhan yang saya tau, umpan cendil di perbolehkan diseluruh empang galatama, bahkan banyak empang yang hanya memperbolehkan umpan cendil.
Bom terbuat dari pelet kalau umpannya cendil.
kalau umpannya roti, ya bom nya juga roti, begitu juga umpan ikan mas dan belut, bomnya disesuaikan dengan umpannya.
ada dua jenis bom, bom yang dilempar pake tangan dan bom yang biasanya menempel di timah.
Bom yang menempel ditimah, sebagaian besar empang membolehkannya
sedangkan bom yang dilempar pake tangan ada yang membolehkan dan ada yang melarang.
Untuk ukuran timah di bbrp kolam pemancingan seperti Cibubur, Telaga Mina TMII, PIK, Kemayoran ukuran timah harus sebesar biji buah melinjo (no. berapa ya?) soalnya kalo pake yg lebih kecil akan disqualified.
MBAU, BBI Ciganjur masih boleh pake yg agak kecilan. Mungkin bbrp yg lainnya juga
Ternyata aturan2 tersebut memang dibuat untuk menjadikan suatu event ada bobotnya kali ya? Atau, ada maksud2 tertentu?
Mangsudnya supaya ada keseragaman bro...
Kita mancing dengan standard yang sama, jadi yang menang dan yang kalah bisa menerima dengan lapang dada, makanya kalau ada yang menang dengan menggunakan piranti tidak standard akan didiskualifikasi.
Kalau memang untuk keseragaman, kenapa juga musti setiap event atau lokasi berbeda juga aturannya. Mustinya khan kalo emang untuk keseragaman, ya harusnya ada aturan yang betul2 bisa jadi acuan, dimanapun dan kapanpun event tsb dilaksanakan. Jadi seandainya(ini seandainya loh),... kalo saya mo ngikut galatama di Jabotabek(misal), saya pasti sudah tahu aturan di lokasi tersebut. So, saya prepare segala sesuatu untuk di sana seperti saya prepare di sini aja.
Kalo tentang yang berbau magis apa ada aturannya juga? Atau aturannya tidak tertulis antar sesama pemakai magis?
(Nanya mulu,..... gak pernah ngikut event! hehehehehe.....)
Kalau memang untuk keseragaman, kenapa juga musti setiap event atau lokasi berbeda juga aturannya.
Kalo tentang yang berbau magis apa ada aturannya juga?
Idealnya emang begitu bro...
Cuma siapa coba yang mau ngaturnya, formasi kadang emang turun juga nengokin empang, cuma gregetnya engga kerasa di empang, akhirnya ya.. Masing masing pemilik empang ngatur dirinya sendiri.
Kalau urusan magis, engga ikut ikutan dah, cuma kadang kasian aja, udah bawa guru ke empang, pake nyiramin air kembang, eh masih kalah juga... Kasian deh.. Lu.....
makasih Om tanggapannya..
tampaknya ribet bget ya, udah byk aturannya, beda2 lg di tiap lokasinya...menurut sy sih, jd kurang enjoy gt...idealnya sihh, (kepengennya gt)...untuk umpan terserah peserta, untuk piranti mungkin dibatasi jumlah mata kailnya saja, untuk teknik ya bebas gt...kan namanya juga lomba, apapun namanya, tetap aja siapa yg paling unggul kan? kalo semua di samaratakan gt, ujung2nya unsur keberuntungan jd berperan besar...siapa aja bisa menang, entah kapan gt..
ini cuma pandangan sy yg awam aja lho...mohon maaf kalo salah & oot yah...
@nes-Lyn: sharing pendapat aja ya mas. menurut saya itulah bedanya galatama sama mancing borongan, kalo mancing borongan kan terserah yg mau mancing, mau pake umpan apapun silakan, dan dengan cara apapun silakan. Mungkin yg bisa membantu menjelaskan adalah para founder galatama atau pemilik empang, kenapa aturannya seperti itu?
Kalau tidak salah, galatama ini di buat dari sekumpulan orang-orang yg suka mancing bareng (±tahun 80an), dari seringnya mancing dengan pelampung. Mungkin meniru-niru perhelatan di jaman baheula yang ada perserikatan dan juga ada galatama.
Jadi enjoy gak enjoy tergantung dari si pemancing (menurut saya), di galatama ada yg motifnya hadiah, adanya yg motifnya fun, ada yg motifnya selingan (karena tidak bisa melaut or something).
Soal teknik (maaf newbie, tolong koreksi jika salah), kenapa ikan mas maksimal 3 kail per rangkaian? pertimbangannya mungkin ikan tidak begitu lincah seperti patin or bawal, jadi dengan 3 mata kail tidak akan merusak ikan tersebut dan ikan mas susah untuk di gaet karena ikan ini bersisik dan berdaging lembut (tidak alot).
Ikan patin. kenapa rangkaian kudu 2 mata kail, karena ikan patin ini lincah dan selalu bergerak, selain tidak bersisik kulitnya pun kuat dan alot, jadi mudah tergaet dan akhirnya meninggalkan luka.
Untuk ikan bawal. kenapa pake mata kail 1 dan pake neklin? pertimbangannya ikan bawal bergigi tajam dan keras, jika tidak pake neklin maka jika putus dan kail tertancap di ikan akan membuat ikan luka, dll.
mungkin itu yg sedikit pengetauan yg saya dapatkan, makhlum masih newbie. untuk para senior or ahlinya tolong di koreksi atau di tambahin.
Location: Cipinang BesarSelatan, Jatinegara, Jakarta Timur
Queenfish
Join Date: Nov 2007
Posts: 372
Maap OOT neh..
Siapa yg lempar cendol ijo sama ajakan ini ya?
"Hayu galatamaan..., tanggal 13 hadir ya di tambok lobu"
Jawab: Gak tau tempatnya Mas, jauh banget dari sini, nanti aja kalo fishy pound event pasti ikutan deh...
Mo jawab bingung jawabnya kemana, jadi kesini aja deh, kalau salah alamat maap yah...hehehe...