Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
Bagi seorang yang hobi mancing, jika rumah pindah ke suatu daerah, maka yg dicari pertama adalah informasi lokasi mancing. Begitulah ketika saya pindah dari pasar minggu ke Ciledug, Tangerang setelah saya cari informasi mengenai lokasi mancing, maka yg terdekat dengan rumah adalah kali angke, dengan jenis ikannya adalah : Broso (betutu), Tawes, Meleman dan, gabus dll.
Suatu hari saya pergi mancing ikan betutu dengan cara mancing glosor di pinggiran kali bawah kaki kita persis dan dipinggiran sebrang kali, saya baru dapat 2 ekor ketika tiba-tiba datang seorang bapak yg langsung ambil posisi duduk disebelah saya, setelah mengeluarkan alat2 pancingnya beliau mulai melemparkannya kedalam air (saat itu, selain basa-basi sedikit, saya tidak begitu peduli dengan apa yg dia lakukan setelah itu).
yang membuat saya heran ternyata Bapak itu melemparkan umpan ada yg dipinggir, ada yg ditengah2 kali yg mengalir, yang ditengah dia beri krincingan (bell).
Tidak lama kemudian terdengar suara gemerincing dan ternyata dia strike ikan tawes..tanpa harus menggentak joran.
setelah tanya2, ternyata dia menggunakan tehnik yg menurut saya saat itu aneh dia membuat alat sendiri dan diberi nama pancing rampok, dengan pancing itu setelah umpan dilempar, maka joran gak perlu dipegangpun akan strike sendiri, bahkan ikan gak akan bisa lari.
setelah saya selidiki ternyata alat itu dibuat dengan menggunakan potongan tempurung kelapa serta beberapa (6- kail kecil yg digabung dengan timah diatasnya dan umpan yg digunakan adalah : mie instan kering mentah yg sudah ditumbuk menjadi tepung (tidak menggunakan bumbu), dicampur dengan tempe dan putih telur ditumbuk hingga menjadi adonan.
akhirnya saya tanpa minta ijin dari beliau langsung mencoba membuat alat itu, sesuai dengan apa yg saya amati.... dan hasilnya....ruarrr biasa....
nantilah boss saya gambar aja, karena pancing rampok saya sudah lama gak keliatan batang hidungnya, karena saya juga sudah lama gak mancing di sungai, gara2 sungai sering dibius
ini boss sudah saya gambarkan, semoga bisa jadi masukan
Salam,
Diar Indriatno
Terima kasih Pak. Semoga bisa jadi bahan pengetahuan buat kita di FF ini... Btw, itu umpan terus ditaruh di mana? Dikepelin di mata pancingnya yang berderet-deret itu atau ada cara khusus lainnya?
Umpannya di kepal dan dibuat menjadi setengah bulatan sebesar tempurung kelapanya kemudian ditempelkan ditempurung tersebut, sedangkan mata kail yg jumlahnya 8 buah tersebut di biarkan tertimbun oleh umpan dengan posisi kail yg acak.
ketika ikan memakan umpan ia akan tersangkut di salah satu kail dan jika ia berontak maka kail yg lain akan ikut menancap dimulutnya, sehingga ikan akan sulit melepaskan diri.
Selamat Mencoba.
NB: Kail tidak menempel pada tempurung (tempurung kelapa bisa maju mundur di senar)
oh, gitu.... jadi fungsi tempurung itu ada 2 yi: menjaga agar mata pancing nggak kemana-mana, plus sebagai tempat nempelnya umpan, ya? btw, itu tempurung kelapa diameternya kira-kira berapa, ya?
diameter tempurung tergantung kebutuhan pak
antara 2 cm s.d. 2,5 cm catatan : fungsi tempurung juga untuk menjaga supaya umpan adonan tidak terkikis oleh air sungai yg mengalir
wah kayaknya seru banget bos, kira2 bisa di pakai di semua sungai tidak? (wild fishy),
thanks before.
saya belum pernah coba, tapi menurut saya sih bisa, tetapi umpan adonannya disesuaikan dengan umpan kesukaan si ikan, (yg saya bahas disini kebetulan tawes)
Setelah lihat gambar, saya juga pernah lihat jenis rangkaian pancing yg serupa di daerah rangkas Bitung..... sama namanya PANCING RAMPOK, tp aku blm pernah coba.....
Kalo kita buat versi gede-nya ut di laut efektif ngak yah?
salam
Wira
Quote:
Originally Posted by dheearr
ini boss sudah saya gambarkan, semoga bisa jadi masukan
he he he, lebih seru kl dikasih foto kl yah Boss Dedi...... jd penasaran pengin nyoba.....
Quote:
Originally Posted by dheearr
Umpannya di kepal dan dibuat menjadi setengah bulatan sebesar tempurung kelapanya kemudian ditempelkan ditempurung tersebut, sedangkan mata kail yg jumlahnya 8 buah tersebut di biarkan tertimbun oleh umpan dengan posisi kail yg acak.
ketika ikan memakan umpan ia akan tersangkut di salah satu kail dan jika ia berontak maka kail yg lain akan ikut menancap dimulutnya, sehingga ikan akan sulit melepaskan diri.
Selamat Mencoba.
NB: Kail tidak menempel pada tempurung (tempurung kelapa bisa maju mundur di senar)
kyknya tempurung kelapa nya bisa di ganti pake bekas air minum kemasan gelas atawa botol pak. ada yg suka mancing dgn cara ini di daerah saya yg mancing nya di daerah cibitung dan sekitar nya yg aliran kalimalang klo dah nyampe jakarta.
dulu waktu saya di jogja sering mancing wader dan bader..pake rangkaian kaya gitu...memang efektif kok...kalo mancing seharian bisa dapet ratusan ekor..tapi biasanya saya bom dulu pake pur 521 untuk pakan ayam...
kyknya tempurung kelapa nya bisa di ganti pake bekas air minum kemasan gelas atawa botol pak. ada yg suka mancing dgn cara ini di daerah saya yg mancing nya di daerah cibitung dan sekitar nya yg aliran kalimalang klo dah nyampe jakarta.
....
Cerdass cerdasss.. om roel niehh pake alternatif lain..
bukan napa napa cari batok kelapa susahnya minta ampun
Om Dheer kali angkenya masih ok khan ikannya walau pernah bius
diameter tempurung tergantung kebutuhan pak
antara 2 cm s.d. 2,5 cm catatan : fungsi tempurung juga untuk menjaga supaya umpan adonan tidak terkikis oleh air sungai yg mengalir
Apakah tidak akan ruwet nantinya kalau diameter tempurung katakan 2,5 cm dengan 8 buah mata kail yang berdekatan dan bisa menjulur panjang atau pendek senarnya?
^
saya kira, kemungkinan ruwet sih ada, mister, tapi kalau dilihat dari gerakan batok/plastik yang cuman kurang dari 10 cm itu (jarak batok/plastik ke timah sekitar 10 cm, kan? ) kalau toh ruwet paling sedikit saja dan dapat dengan mudah diuraikan lagi.