Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
FishyRonmentDiskusi tentang lingkungan dan konservasi Sumber Daya Alam.
Ini ada artikel tentang tertangkapnya nelayan di perairan kepri yang melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bom.
Kalau hal ini berlangsung terus2an, lama2 kekayan alam Indonesia akan semakin musnah nich.
Dan di artikel tersebut si tersangka saat tertangkap sempat mengatakan " saya tahu menggunakan bom menangkap ikan dilarang. Kami menyesal pak".... Lhaaaa....udah tau dilarang masih diterusin....bener2 parah nich mereka2 ini....
Dan seandainya mereka tidak tertangkap, saya ragu apakah akan ada perasaan menyesal yang hinggap di hati mereka....
Semoga pemerintah dapat lebih bertindak tegas untuk mengatasi hal seperti ini mengingat kejadian2 seperti ini masih terus terjadi di hampir seluruh wilayah perairan Indonesia.
__________________
masak iyaaa....mancing juga iya...
Guys,
.................................
Dan di artikel tersebut si tersangka saat tertangkap sempat mengatakan " saya tahu menggunakan bom menangkap ikan dilarang. Kami menyesal pak".... .............................
Kayanya kutipannya kurang lengkap deh.....
Pernyataan lengkap dari si tersangka kira kira begini "Saya tahu menggunakan bom menangkap ikan dilarang. Kami menyesal kenapa sampai tertangkap, pak."
__________________ Lagi Kesepian, Kangen ama Anak Istri
Hukumannya terlalu ringan, sih..... Padahal kejahatan terhadap lingkungan (seperti pengeboman ikan dsb) berakibat panjang.... sampai ke anak cucu dapat terkena imbasnya.
Harusnya kalau tertangkap tangan gak usah ditangkap. Langsung ledakkan bersama sama dengan bom yang mereka bawa aja, biar yang lain pada kapok.
__________________ Lagi Kesepian, Kangen ama Anak Istri
waduuuuuuuh, kasihan sekali negeri kita yang tercinta ini ...
seandainya saja para pemimpin kita adalah penggiat & pecinta lingkungan plus para penggiat mancing ... INSYA ALLLAH darat, laut dan udara kita akan makmur (bukan lautan hanya kolam susu, kail dan jala cukup ...... kata lagu KOES PLUS).
la wong yang memimpin kita orientasinya hanya untuk kepentingan kelompoknya kali ya????
Kasihan tuch nelayan tradisional, pantes pulang kadang bukan bawa ikan malah masuk angin doank ... mana solar & minyak tanah juga gak kebeli sama mereka?
Apa yang bisa kita sumbangkan dari forum ini buat bumi & negeri tercinta kita?
Bung MODERATOR, usul sekalian ach ... gimana kalau ada main forum tentang "FishyVironmentally" yg isinya tetang kecintaan para anggota forum ini pada bumi pertiwi tercinta (lingkungan hidup) yang akan kita wariskan ke anak cucu kita kelak?
Beberapa bulan lalu ada artikel yg isinya pemasok bom untuk nelayan adalah aparat keamanan>> Arip
Yess Pak Arip, sama kayak kondisi di teluk Jakarta. Tuch yg nyupply bomber di perairan Kep Seribu justru nyang mestinya jaga lautan. Kalo saya bilang mah yang di Kepri juga cuma 'lips service' doank. Lantas bombernya diapain?? perahunya disita?? orangnya dipenjara?? bakalan jadi gelap lagi dech.....
Boro - boro polisi cecurut di lapangan. Bekas Kapolri ajah jadi maling duit paspor ketika jadi Dubes di Malaysia......
Let's sing the song........ Long live cleptocratic!!!
__________________ BAN MARINE AQUARIUM OWNERSHIP AND TRADING !!!
Dulu sekitar 5 tahun yll, memang d daerah binu juga banyak kapal bom ikan dari lampung. untungnya sekarang udah pada gak ada. mudah2n sih gak akan ada lagi.
kalau usul saya sih kalau ada kapal yang ngebom laut dan ketangkep, kapalnya di sita trus di bom di laut biar jadi rumpon ikan.
Bettulll sekalee Pak Richard, yang ngerusak terumbu karang di area Binu seperti :
- Pasir Panjang
- Karang De'et
- Sekitaran P Tinjil dan Deli
- Sodong, dsb dsb
Adalah nelayan Lampung, namun apa tindakan pihak Syahbandar dan Kepolisian di sonoh?? "NOL BESAR!!!" sayah udah bosen laporan. Malahan pernah sewaktu scuba diving di kedet P Deli, ada yg ngebom juga, bujug dech sekujur badan kayak diremes. Tapi yg ngebom mah jauh, gak kelihatan.
Syahbandar sama Polisi disonoh mah cuma rajin dateng kalo deket hari besar doank, cuma minta 'jatah preman'. Kalo soal kerja : cuma kanjut burut doank....
Kenapa sekarang para bomber Lampung itu pada gak nongol lagi?? ; karena terumbu karang s/d kedalaman 40 meteran mah udah relatif habis bis bis... coba kalo masih banyak - para bomber akan meraja lela dech....
Coba ajah mancing jebluk si Binu pada kedalaman gak nyampe 60 meter ; kemungkinan besar boncoss surocoss toch ??: palingan juga ikan - ikan kecil maceman : lencam, pakol, kuwe kecil, kikil, kakatua, dsb - kalo ngarepin ikan kelas 'game fish' seperti : kuwe di atas 2 kg, kurisi ijo, salem / rainbow runner di atas 2 kg, kerapu merah, kerapu gede dsb dsb mah bisa dibilang 'hopeless' toch?? Padahal sekitar 1990-an saya sering panen ikan gede pake jeblug di kedalaman sekitar 30 - 40m. Di Pasir Panjang ajah pernah ngerelease kerapu di atas 30 kg. Di Sodong pernah kena rombongan GT - rata rata di atas 20 kgs - sayah kena yg di atas 55kgs.
Kalo sekarang?? peralatan trolling sayah (rata - rata kelas 50 lbs) - sering kali 'over kill' So saaaaadddd........
__________________ BAN MARINE AQUARIUM OWNERSHIP AND TRADING !!!
Ya itulah indonesia, tapi wajar saja, karena dengan nilai mata uang Rp. yang sangat murah tidak sesuai dengan harga beli, apalagi dengan tingkat pengangguran yang tinggi, jadi wajar saja semua itu terjadi, juga dalam kondisi pemerintahan yang seperti sekarang ini, yang ngga ada kejelasan tentang hukum, HAM dll
tapi kita sebagai pemancing Bodo teuing.... yang penting strike...strike...
tapi wajar saja, karena dengan nilai mata uang Rp. yang sangat murah tidak sesuai dengan harga beli, apalagi dengan tingkat pengangguran yang tinggi, jadi wajar saja semua itu terjadi, juga dalam kondisi pemerintahan yang seperti sekarang ini, yang ngga ada kejelasan tentang hukum, HAM dll tapi kita sebagai pemancing Bodo teuing.... yang penting strike...strike...>> Agus Wijaya
Dengan segala faktor negatif itu kita gak bisa mambenarkan atau bersikap cuek donk Pak. sampe kapan mo begini?? emang mo nambah bonyok?? nggak toch... Lalu gimenong kita sebagai angler bisa strike terus kalo alamnya juga rusak?? ... Gak bisa donk prinsip 'tujuan menghalalkan cara' itu diterapkan. Biar gimana pun yg salah adalah tetap salah.
We can't just ignoring those negative habits to continue. We have to do something, if can't we can shout!!! we can protest!!! we can do small right things..... there're must something we can do.... even the smallest one.....
__________________ BAN MARINE AQUARIUM OWNERSHIP AND TRADING !!!
Ya itulah indonesia, tapi wajar saja, karena dengan nilai mata uang Rp. yang sangat murah tidak sesuai dengan harga beli, apalagi dengan tingkat pengangguran yang tinggi, jadi wajar saja semua itu terjadi, juga dalam kondisi pemerintahan yang seperti sekarang ini, yang ngga ada kejelasan tentang hukum, HAM dll
tapi kita sebagai pemancing Bodo teuing.... yang penting strike...strike...
Saya rasa masalah utamanya bukan soal kesulitan ekonomi bos, tapi soal keserakahan. Ingat para pejabat kita yg notabene udah gajinya tinggi ditambah berbagai tunjangan masih korupsi juga.
So, kalau kita-2 ini yg mengetahui soal-2 kelestarian alam hanya cuek dan hanya mementingkan strike aja, sampai kapan bisa mancing terus dan yg lebih penting lagi adalah siapa lagi yg punya kepedulian ? tanya hati nurani, tanya hati nurani.
__________________ Begini ini kalau lama gak mancing
@ Om Ferry >> Hal seperti itu kita hanya bisa diam ( hanya bisa ngomel dll ) tapi kita ngga bisa action karena kita ngga punya power ( seperti Orang yang di atas , tinggal ngomong orang pada takut sedangkan kita, kita ngomong orang pada cuek ).
kita sich sebagai angler marah banget melihat hal seperti itu, tapi buat nelayan mungkin itu harus dilakukan karena kurang ( atau karena serakah ), karena mungkin kebutuhan biaya dengan hasil yang di dapat tidak sesuai ( unbalance ) alias tekor terus dan tidak adanya dukungan dari pemerintah daerahnya ( mungkin ada tapi di korup kali )
dan saya tidak membenarkan segala hal yang namanya pengrusakan alam ( ntar ngga strike lagi katanya he3 )
@ Om Arip >> Untuk orang yang di atas mungkin semua itu sebagai keserakahan tapi untuk yang di bawah belum tentu, saya dulu pernah di cerita in ma teman nelayan yang ada di cirebon, kapal harus sewa, solar harus beli, harus bawa bekal dll.... dia cerita dia mau jadi tukang Beca karena untuk jadi nelayan sudah susah, kebutuhan untuk melaut mahal, sedangkan pendapatan minim, makanya saya jadi tukang beca... ini cerita nelayan yang masih mau usaha yang laen, kalo nelayannya dah ngga mau berusaha yang laen selain jadi nelayan gimana ? ya mungkin kejadian seperti thread ini....
Dan kita hanya Bisa diamkan ( hanya bisa ngomel action belum ) he3...
Mungkin di FF, ada petinggi yang kerja di pemerintah, yang mau melirik dan melestarikan kekayaan alam kita, baik darat, laut dan udara..he3....
Salam kenal, n mau ikut nimbrung suhu2 sekalian...
Sepertinya sebagian besar masyarakat kita masih rendah mentalitasnya. Klo kita baca Kamus Besar Bahasa Indonesia, mentalitas: (n) keadaan dan aktivitas jiwa (batin), cara berpikir, dan berperasaan. Nah, keadaan dan aktivitas jiwa/batin (dibaca kesadaran) masyarakat pada umumnya, dan nelayan bomber (atau perusak sumber daya hayati dalam segala bentuknya) masih sangat rendah. Cara berpikir mereka bukan berjangka panjang alias pendek, demi keuntungan dengan "menghalalkan segala cara" untuk mendapatkan apa yg mereka mau dengan secepat-cepatnya dan semudah-mudahnya.
Dan cara berperasaan mereka (simpati juga empati), yang seharusnya peka akan kelestarian alam, kalah oleh iming2 keuntungan dan kemudahan cara yang mereka pakai. Atau memang mereka tak berperasaan sama sekali, dalam arti sah-sah saja melakukan itu. Seharusnya ada kesadaran individu, lalu kesadaran kolektif, untuk sama2 menjaga lingkungan kita.
Kaget juga ni tau yg nyuplai malah aparat keamanan. Saya sangat setuju klo ketangkap, kata mas GT, diledakkan aja jadikan rumpon gantinya karang2 yg mereka rusak. Para lekunya, sebelum diserahkan ke polisi, disuruh ndayung perahu sampe daratan. Harus ada efek jera, kali.
Iya, pemimpin kita orientasinya bisnis. Mana mikir masalah lingkungan. Kecuali yg jadi presiden atau wakil suka banget mancing, pasti asyik tuh. Kan ada pepatah, GAK KENAL MAKA TAK SAYANG.
Sewaktu aku kecil, sungai pun diBOM. Ikan2 terkapar semaput tinggal mungut. Utk sungai aktivitas bom mungkin gak terlalu merusak dibandingkan di laut krn dasar sungai umumnya bebatuan. Dan, tidak ditindak.
Jadi, selama mentalitas sebagian besar masyarakat rendah, yaa, kita hanya bisa bersedih dgn semakin rusaknya lingkungan. Apa perlu penyuluhan agar muncul kesadaran? Jelas perlu. Tp siapa yg peduli? Apa perlu tindakan tegas? Jelas perlu, tp polisi malah membiarkannya. Menurutku kuncinya adalah aparat keamanan. Jika mereka punya integritas, tidak mudah disogok, menindak tanpa pandang bulu para pelaku kejahatan lingkungan, pasti ada kemajuan dalam hal ini.
Mungkin, apakah harus menunggu ikan habis dulu baru semua sadar? Bisa saja di suatu waktu para angler, karena ikan dah sangat langka, berduyun-duyun datang ke Sea World untuk melepaskan rindu dan mengenang masa lalu tentang "STRIKE"!