Pencarian Buaya Pemakan Manusia Segera Dimulai
JAKARTA, KCM - Pencarian buaya-buaya yang diduga pernah memangsa manusia di Singkil dan Aceh Barat akan segera dimulai. Rencananya tim dari Australia Zoo bekerjasama dengan Departemen Kehutanan, Flora and Fauna International, Yayasan Leuser dan Taman Safari Indonesia bakal terjun ke daerah aliran Sungai Singkil dan Sungai Weila yang dihuni buaya-buaya tersebut pada tanggal 20 Januari 2008.
Mereka akan mencari buaya-buaya yang dalam beberapa bulan terakhir membunuh dan memangsa penduduk di sekitar sungai. Buaya-buaya jenis muara (
Crocodilus porosus) yang jumlahnya mencapai 20 ekor itu akan dipindahkan ke habitat lain yang tidak bersinggungan dengan manusia.
Menurut Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nanggroe Aceh Darussalam, Drs Andi Basrul, setidaknya ada tiga warga yang tewas disergap buaya. Dua di antaranya adalah perempuan yang sedang mencari kerang di sekitar sungai, sedangkan korban terakhir yang tewas hari Minggu (13/1), adalah seorang lelaki berusia sekitar 60 tahun.
"Korban perempuan ditemukan dengan luka di dahi, tengkuk dan lutut," ujar Andi saat dihubungi
kompas.com, Selasa (15/1). "Korban baru ditemukan setelah 36 jam dalam air. Seperti kebiasaan buaya, mangsa biasanya disimpan dahulu sebelum dimakan."
Selain tiga korban tewas, buaya-buaya muara yang ukurannya bisa mencapai tujuh meter itu (bahkan Guiness Book of Record pernah mencatat tangkapan sepanjang 10 meter) juga sempat melukai beberapa orang.
Diceritakan Andi, buaya-buaya di daerah Singkil itu mulai doyan manusia semenjak Aceh dilanda tsunami. Namun tidak diketahui apa hubungan tsunami dengan fenomena ini. Dugaan sementara, mungkin makanan alaminya menjadi berkurang sejak tsunami atau mereka terlanjur pernah menyantap korban tsunami sehingga menganggap manusia sebagai salah satu makanan juga.
Tim Steve Irwin
Yang menarik dari ekspedisi penangkapan buaya ini adalah keterlibatan tim dari Australia Zoo yang tak lain adalah rekan-rekan mendiang Steve Irwin, yang dikenal luas dalam acara Crocodile Hunter.
Empat penangkap buaya profesional dari Australia Zoo akan membantu menangkap dan memindahkan buaya-buaya itu ke habitat baru. Tim Australia Zoo juga akan mengajarkan pada masyarakat bagaimana menangani buaya.
Menurut Direktur Taman Safari Indonesia, Toni Sumampaw, masyarakat perlu diajarkan menangani buaya karena ada kemungkinan reptil-reptil itu kembali lagi ke daerah asalnya. "Pengalaman di Australia membuktikan bahwa meski buaya muara sudah dipindah ratusan kilometer menggunakan helikopter, ia teryata ditemukan lagi di lokasi asalnya," ujar Toni, Selasa (15/1). "Bagaimana hewan itu menemukan jalan pulang, masih menjadi misteri."
Hingga saat ini pihak-pihak terkait masih mencari lokasi yang tepat untuk memindahkan buaya-buaya tersebut. "Kami akan berusaha mencari habitat yang sesuai. Buaya yang sudah dewasa dan mempunyai daerah kekuasaan, kemungkinan akan kembali ke lokasi asalnya. Maka perlu mencari habitat yang membuat mereka nyaman," ujar Toni.
Australia Zoo/Getty Images
Mendiang Steve Irwin berpose bersama seekor buaya muara di KB Australia 16 September 2006 di Beerwah, Australia.