Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
untuk kedua kalinya kami mancing ke sei atap pada tanggal 30 desember kemarin.
berangkat dari tanjung redep jam 4 subuh, sampai di lokasi jam 06.15
langsung singgah di rumah p atap
di sekitar rumah pak nani terlihat sudah ada satu mobil L 300 yang ternyata sudah berangkat ke atas dari sabtu siangnya.
karena kesulitan komunikasi kita tidak bisa memastikan sebelumnya apakah pak atap siap berangkat atau tidak.
kekhuatiran kita akan ketidak siapan p atap ternyata menjadi kenyataan. ternyata sejak jumat dia sakit malaria.
tetapi dengan sedikit ragu2 akhirnya dia putuskan untuk berangkat bersama kita.
cuaca cerah, tidak ada hujan, dan sayangnya air sungai terlihat agak keruh. sepanjang perjalan kami sedikit kecewa karena di setiap lokasi yang potensial ikan ternyata sudah terpasang jaring/pukat.
akhirnya kami sampai di satu lokasi yang kita tuju, ternyata air masih keruh dan kita putuskan untuk mencoba melempar2 di lokasi tersebut.
setelah beberapa lama kita coba melempar2 pancing kita ternyata tidak ada sambaran, dan akhirnya kita putuskan untuk naik lagi ke arah hulu dan akhirnya sampai di cabang sungai.
di sinipun sudah terpasang pukat sepanjang lebar sungai yang kita lewati.
tetapi dengan sabar kita mencoba untuk melempar lagi dan kita rasakan ada beberapa sambaran, dan berhasil strike 3 ekor hampala yang semuanya kita rilis.
sekitar jam 12 siang kami putuskan untuk makan siang dan tak lama setelah kemudian datang ketinting yang ternyata pemilik pukat yang terpasang,
mereka menarik pukat mereka dan ikan yang mereka dapatkan memang cukup lumayan banyak dan besar2 jenisnya ada sapan, dan baong.
setelah makan kita lanjutkan lagi sampai akhirnya kita putuskan untuk balik ke lokasi yang pertama karena perkiraan kita di lokasi tersebut air sudah jernih dan kondisi P atap tidak bisa lagi untuk terus naik ke hulu.
di lokasi tersebut kami hanya mendapatkan tambahan 1 hampala yang juga kita rilis.
akhirnya jam 16.00 kita putuskan untuk turun ke rumah p atap dan sampai di rumah p atap sekitar jam 18.00.
trip kami yang kedua ini kurang berhasil mungkin karena beberapa faktor diantaranya:
1. kondisi air keruh,
2. ikan sudah stres karena ada temen2nya yang nyangkut di pukat.
3. kondisi p atap tidak sehat.
4. kami tidak bisa menginap berhari-hari sehingga kemampuan jelajah kami sangat terbatas.
sekian laporan dari saya dan saya berharap masih bisa datang lagi ke sei atap dengan hasil yang memuaskan
Wah kalau S.Atap sudah di jarah ( pukat ) , mungkin harus cari lokasi lain untuk FishyExpedition 2008 . Siapa gerangan yang pasang pukat tersebut , apa yang naik L300 atau penduduk lokal disekitar S.Atap ? Kalau ternyata pelakunya orang kota , ini keterlaluan . Yg pasti , berita ini sangat bukan berita yang menyenangkan di penghujung tahun 2007 .
Jon .
__________________
It's not what you don't know that gets you into troubles , it's what you know for sure that ain't so . Mark Twain .
Last edited by Sportfisherman; 31-12-2007 at 17:45.
Kondisi jalan ke lokasi cukup parah karena jadi aliran air waktu hujan dan kubangan lumpur, beruntung waktu kami lewat tidak hujan (sempat gerimis)
Kondisi air keruh dan cukup tinggi dari rata2 permukaan, kalau liat di foto2 Trip P' John ada melewati pohon tumbang dng celah antara air dan pohon yg cukup tinggi jaraknya, waktu trip kami kemarin, kapalnya nyaris sdh tidak bisa lewat, beruntung diujung kanan sebelah sungai ke arah hulu masih ada sedikit celah kapal bisa lewat, itupun dng susah payah karena hrs melawan arus, pulangnya juga pas lewat pohon tumbang pake acara nyungsep ke akar2 pohon soalnya kapal ketinting tidak pake rem he..he..he..
Memang cukup disayangkan sudah ada jaring yg dipasang dibeberapa lokasi, dan info dari P’ Atap mereka bukan dari masyarakat sekitar. Kami juga bingung mau berbuat apa, kecuali kalau mereka meracun maupun menyetrum tentunya akan langsung kami laporkan ke pihak yg berwajib.
Selain itu, bagi yg kepingin melakukan trip ke S. Atap kami ulangi lagi saran dari P' Jon, dipermantap dulu dech casting-nya, biar tidak pakai acara mancing monyet alias nyangkut-nyangkut ke pohon he..he..he..
Btw, P’ John minta advise-nya untuk spot jon’s corner, arsenal yg dipakai specnya spt apa? biar lurenya efektif sampai ke titik sasaran.
Btw, P’ John minta advise-nya untuk spot jon’s corner, arsenal yg dipakai specnya spt apa? biar lurenya efektif sampai ke titik sasaran.
Kino
Kalau di Jon's corner , casting nya harus sampai di " strike zone " dimana ikan besar berada ,
rod yang panjang minimum 7' tetapi lebih ideal 8' diperlukan dan benangnya jangan kurang dari PE3 krn dibawah permukaan air banyak pohon tumbang yang mana menjadi perlindungan ikan besar tersebut serta waktu casting , jangan lupa teknik " no line out " , jadi drag nya harus cukup tinggi . Hook nya juga harus yang XXXX strong n tajam , benang harus dalam keadaan prima n leader minimum 80 lbs. .
Nah soal menjaga kelestarian S.Atap , perlu partisipasi semuanya terutama di Berau dan sekitarnya untuk mendukung pak Atap sebagai penjaga daerah tersebut , bisa diberi masukan tentang penggunaan " barbless " hook dan CnR tentunya , apalagi untuk ikan yang terlihat lagi mengandung telur .
S.Atap jangan mengikuti daerah lain yang begitu jadi tujuan mancing langsung rusak , ini memerlukan " will power " dari anda semua di Berau n sekitarnya untuk memperjuangan agar dapat melestarikan daerah S.Atap dari kerusakan krn penjarahan , kalau sekarang sudah menggunakan pukat/jala , tidak lama lagi akan digunakan cara cara yang lebih merusak seperti yang terjadi di daerah lain , ini sudah terjadi di Sumatra Selatan n Lampung yang sebenarnya sangat baik untuk mancing toman serta hampala juga .
Jon .
__________________
It's not what you don't know that gets you into troubles , it's what you know for sure that ain't so . Mark Twain .
Sorry P' Jon tambahan pertanyaan, jenis lure apa yg paling efektif dan beratnya brp gram, serta warna apakah ada pengaruh??
Kino
Warna sih menurut saya tidak terlalu penting tetapi action nya lebih penting , type topwater walk the dog , shallow diving minnow dan favourite nya pak Atap tuh spoon adalah 3 type yang sudah terbukti di S.Atap .
Nanti anda ke S.Atap lagi , jangan lupa CnR yah agar spot tersebut tetap lestari dan teruskan pesan ini ke teman teman yang lain .
Jon .
__________________
It's not what you don't know that gets you into troubles , it's what you know for sure that ain't so . Mark Twain .
Nanti anda ke S.Atap lagi , jangan lupa CnR yah agar spot tersebut tetap lestari dan teruskan pesan ini ke teman teman yang lain .
Jon .[/quote]
Yes P' Jon, amanah-nya akan dijalankan. Setidaknya di group kami C&R wajib dan akan kami sosialisasikan ke teman2 yg lain, dan kami juga surpraise karena tanpa dikomando P' Atap turut serta mungutin sampah2 plastik, artinya Bliau juga sdh mulai paham akan arti penting pelestarian lingkungan walaupun disekitar rumahnya masih ada sampah2 plastik...he..he.. Next trip kalau ada kesempatan kami mau bawakan trash bag.
Sangat menyegarkan Pak Atap sudah mengerti arti dari kelestarian lingkungan yang juga akhir akhirnya menjadi keuntungan untuk beliau , saya harapkan semua yang pergi mancing ke S.Atap mendukung usaha ini agar tempat itu menjadi " sanctuary " dan bersamaan bisa menjadi contoh untuk daerah lain yang masih belum rusak sehingga menjadi daya tarik tersendiri untuk pariwisataan di Berau n sekitarnya .
Saya ada beicara dgn Welie dan dia menmberitahukan bahwa akan ke S.Atap hari ini untuk meninjau daerah tersebut serta melihat sendiri pukat pukat tersebut , kita semua mengharapkan segera bisa dibuat kesepakatan secara adat agar tempat itu dilindungi oleh penduduk setempat sehingga tujuan konservasi S.Atap bisa ter realisir dan bukan hanya " lip service " pejabat dan beberapa LSM tertentu yg NATO ( No action Talk Only ) .
Jon .
__________________
It's not what you don't know that gets you into troubles , it's what you know for sure that ain't so . Mark Twain .
Kalau di Jon's corner , casting nya harus sampai di " strike zone " dimana ikan besar berada ,
rod yang panjang minimum 7' tetapi lebih ideal 8' diperlukan dan benangnya jangan kurang dari PE3 ............
Jon .
Pak, PE3 klo dibandingkan sama mono kira2 yg kelas berapa lb yah??
Quote:
Originally Posted by kino
......Next trip kalau ada kesempatan kami mau bawakan trash bag.
Kino
Pak, kapan2 kalau saya pas ke tg.redeb boleh ikutan ke sei atap gak?
Kino ,
Saya ada beicara dgn Welie dan dia menmberitahukan bahwa akan ke S.Atap hari ini untuk meninjau daerah tersebut serta melihat sendiri pukat pukat tersebut , kita semua mengharapkan segera bisa dibuat kesepakatan secara adat agar tempat itu dilindungi oleh penduduk setempat sehingga tujuan konservasi S.Atap bisa ter realisir dan bukan hanya " lip service " pejabat dan beberapa LSM tertentu yg NATO ( No action Talk Only ) .
Jon .
Setuju P' Jon, kami dukung sepenuhnya, mudah2 P' Wellie bisa menjadi mediator dng penduduk, pemuka adat dan aparat pemerintahan ttg konservasi S. Atap.
Quote:
Originally Posted by piery
Pak, kapan2 kalau saya pas ke tg.redeb boleh ikutan ke sei atap gak?
Asal waktunya pas, bisa aja pak, cuma kalau sama saya tidak bisa lama2 mancingnya soalnya waktunya terbatas, tp kalau mau lebih oke hubungi P' Lurahnya aja langsung ke om Wellie pasti lebih sip he..he..Gimana Om Wellie???
wah sorry guys baru baca report ini, sudah berapa hari pulang dari sungai atap, end hancur lebur disikat hujan, banjir, dan sekarang kena flu berat nih, dan juga dapat khabar tidak enak dari jakarta bahwa pak heru santosa atau hansiong lagi sakit dan kelihatannya parah. Untuk keadaan sungai atap tidak ada yang pasang pukat lagi udah pulang dan saya harap tidak ada lagi ke depan yang pasang pukat karena setelah musim pananen tahun ini para pemuka suku dayak akan mengadakan temu adat sekaligus membuat hukum adat yang melarang aktifitas pemancingan ilegal baik dengan cara meracun, setrum dll. Yang terakhir saya dan teman teman di berau ikut berdoa supaya ko hansiong dapat cepat sembuh dari sakit yang diderita sekarang ini.
[ end hancur lebur disikat hujan, banjir, dan sekarang kena flu berat nih, dan juga dapat khabar tidak enak dari jakarta bahwa pak heru santosa atau hansiong lagi sakit
Welie[/quote]
salut berat buat om welly yang sudah bersusah payah ke sei atap sampai terkena flu...
dan saya bersama tim bcfc (beraucoal fishing club) juga selalu berdoa untuk kesembuhan Pak Heru Santosa yang sedang sakit.
Om welly bisa diceritakan hasil investigasi kemarin di sana? apakah yang pasang pukat orang sana atau orang dari luar?
wah kacau lebih baik untuk orang yang pasang pukat tsb kita bicarakan di luar ff aja deh, yang jelas bukan dari penduduk setempat. Untuk trip sungai atap sebaiknya kalau ada yang minat di lakukan setelah imlex deh, biar cuaca lebih mendukung.
wah kacau lebih baik untuk orang yang pasang pukat tsb kita bicarakan di luar ff aja deh, yang jelas bukan dari penduduk setempat. Untuk trip sungai atap sebaiknya kalau ada yang minat di lakukan setelah imlex deh, biar cuaca lebih mendukung.