Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
Tanggal : 28 dan 30 Desember 2007
Lokasi Mancing : 28 Des :Pinggiran Punggur ( Gudang rusak )
30 Des : Perairan Punggur
Nama Anglers : Om Arip si suhu tegeg
Om Alphons
Nico
Wancik
Trisno
Asir
Kapten Kapal : Amri
Nama Kapal : Rejeki Pompong
Kondisi Angin : Sisa2 angin utara ( tapi lemah )
Kondisi Arus : Pagi sampai sore tenang, hanya sedikit berarus.
Cuaca : Cerah – cerah berawan, pas mau pulang hujan.
Ombak : Pagi – siang tenang, siang sampai sore goyang2.
Ikan yg di dapat :
Tanggal 28 :
Boncos markocos, hanya 1 ekor ikan pinang ukuran setelapak tangan.
Tanggal 30 :
Campuran ikan macam ( kebanyakan ikan2 karang ), mulai dari si ikan ojek alias lencing, kerapu ukuran kecil sampe sedang, ikan becok, ikan ketarap, ikan timun, ikan pasir merah, ikan pasir putih, ikan pinang.
Ukurannya bervariasi..dari mulai yang kecil ( rata2 ikan lencing karena emang gedenya ya cuma segitu2 aja…) sampai ukuran sedang menuju besar tapi masih masuk kategori table size.
Jumlah perolehan : Total semua 122 ekor.
Teknik Memancing : Negeg, dasaran dan ngotrek.
Umpan yg digunakan : Tanggal 28 : Bakwan, lumut ijo, dan tetelan daging rawon
Tanggal 30 : Udang dan gurita.
KRONOLOGIS :
TRIP TANGGAL 27 DES
Pada tanggal 27 Desember, om Arip main ke rumah saya untuk ngobrol2 dan kongkow2. Bersamaan dengan itu om Alphons yang kebetulan baru pulang kantor juga menyempatkan diri datang ke rumah saya.
Setelah makan malam bersama2, kita mulai ngobrol2 ngalor ngidul gak karuan.
Akhirnya obrolan sampai pada bahasan tentang babon2 baron di gudang rusak punggur yang bolak balik mutusin senar di tegeg kita. Akhirnya karena emang jadi bikin sakaw banget kelakuan babon2 itu, saya dan om Arip memutuskan untuk ndatengin lagi gudang rusak itu dan kami memutuskan untuk negeg pada tanggal 28 Des, yang berarti besok pagi.
Dan om Alphons yang harusnya besok pagi masih harus kerja dan sorenya akan kembali ke Jakarta berhasil kami racunin untuk bolos kerja dan ikut kami negeg, trus sorenya langsung saya antar ke airport….hehehehe…. ( sering2 keracunan gini ya om Alph….hahahaha )
Akhirnya pada tanggal 28 Des jam 6 pagi setelah membawa perbekalan secukupnya dan umpan gurita untuk persiapan mancing dasaran kalau2 baronnya lagi ogah2an makan, saya menjemput om Alph dan om Arip, terus kami langsung kabur ke lokasi gudang rusak di punggur.
Sesampainya disana, kondisi laut masih surut dan penjaga gudangnya juga sedang tidak ada di tempat, sehingga kami tidak bisa masuk kesana. Sambil menunggu air pasang dan si penjaga gudang tersebut, kami duduk2 di warung yang ada di dekat gudang itu.
Beberapa saat yang lalu waktu kami ngegarong digudang rusak ini, kami ditawarkan untuk sewa kapal yang lumayan besar yang dapat kami pakai mancing ke tengah oleh pemilik kapal yang menjadi tetengga gudang rusak tersebut. Pada kesempatan ini saya sekalian menunjukkan kapal tersebut kepada om Alph ( kapal tersebut sandar di sebelah gudang rusak ). Memang rencananya pada tanggal 30 Des kami sudah membooking kapal ini untuk trip ke tengah.
Karena si penjaga gudang tidak datang2 juga, akhirnya timbul ide gila kami yang di motori oleh om Alphons… “ dari pada kita gak ngapa2in gini, sekalian aja kita ke tengah sekarang pake kapal ini…gimana? “ begitu usulan nekad om Alph yang langsung tanpa ba bi bu kami iyakan dengan semangat 45. Toch arsenal untuk mancing ketengah dan umpan gurita juga sudah kami bawa.
Akhirnya setelah menemui si pemilik kapal, dia menyetujui untuk berangkat ke tengah, asalkan kami mau membantu dia untuk mencarikan bahan bakar untuk kapalnya karena dia tidak punya persiapan bahan bakar untuk trip hari itu.
Akhirnya kami mulai menurunkan barang2 bawa’an kami dan menaikkan 2 buah jerigen untuk minyak solar ke dalam mobil saya.
Sambil menurunkan barang2 bawa’an kami, saya iseng2 memeriksa kembali umpan gurita yang subuh2 tadi saya ambil dari freezer container di kantor saya.
Begitu plastic pembungkus umpan saya buka, saya sampai terkejut2 melihat isinya “Waaaalaaaahhh…..ini mah bukan guritaaa….ini daging tetelan untuk masak rawon ntar sore…..” teriak saya ke om Arip dan om Alhpons. Gilaaa. Ternyata karena saya mengambilnya masih dalam keadaan gelap dan dengan penerangan yang minim, saya salah comot bungkusan plastic. “ Waaah…bisa gak ada lauk nich entar malam di rumah…lha wong daging tetelannya aja saya bawa gini..” pikir saya. Kacau banget dech pokoknya.
Akhirnya karena gak pede gara2 gak punya umpan dasaran, kami memutuskan untuk tidak jadi menggunakan kapal untuk mancing ke tengah.
Bersamaan dengan itu si penjaga gudang datang dan membukakan pintu gudangnya untuk kami. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke rencana semula yaitu berburu babon di gudang rusak tersebut.
Tetapi begitu air mulai pasang sekitar pukul 9 pagi, warna air laut di gudang rusak itu sangat keruh dan kotor sekali. Berbeda banget dengan beberapa hari yang lalu disaat kami mendapat perlawanan dari para babon itu.
“ Waaah…kacau nich kalau gini terus… mau gak ya babon2 nya nongol kalau gini? “ pikir saya dalam hati.
Ternyata ke khawatiran saya beralasan. Hingga jam 2 siang, tak ada seekor babon pun yang menyentuh umpan bakwan kami.
Duuuh….makin sakaw nich kalau gini jadinya. Om Arip mulai belingsatan karena gelisah gak dapat perlawanan dari dasar laut.
Karena umpan bakwan gak disentuh2 juga, om Arip mulai berkreasi dengan mulai mencari2 lumut ijo di dasar pompong / perahu yang terparkir di gudang rusak itu.
Setelah om Arip nunggang nungging kayak ulet ngrambat batang pisang, akhirnya terkumpullah beberapa gumpal lumut ijo yang dapat dijadikan umpan alternative bagi babon2 itu.
Tetapi sampai lumutnya bosen di celap celup ke dalam air, babon2 itu juga gak nyentuh2 barang sedikitpun.
Karena mulai pegal memegang tegeg dan mata mulai jereng melototin pelampung terus, iseng2 saya mengeluarkan arsenal dasaran sebagai selingan dan mulai usaha cari2 umpan untuk mancing dasaran. Karena gak punya apa2 disitu, akhirnya saya coba2 mancing dasaran pakai daging tetelan yang salah bawa tadi…hehehe…siapa tau ada ikan nekad yang udah bosen makan udang atau ikan kecil2 dan mulai cari2 menu lain “ pikir saya.
Akhirnya sekerat daging tetelan jadi penghuni tetap mata pancing saya dan mulai saya turunkan ke dasar laut. Baru beberapa saat saya turunkan, dapat sambutan cukup meriah dari dasar lautan. Setelah di gentak sedikt dan mulai saya retrieve, naiklah seekor ikan pinang sebesar telapak tangan. “ hehehe….ikan nekad nich” pikir saya.
Setelah itu angin mulai berhembus dengan keras dan air semakin keruh yang membuat kondisi mancing jadi sangat tidak enak.
akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri trip mancing kami pada hari itu dan langsung meluncur ke air port untuk mengantarkan om Alphons.
Walaupun hari ini kami boncos, tapi kami gak kapok2 juga….suatu saat pasti kami akan kembali ke sana lagi untuk mentuntaskan rasa sakaw kami ini…hehehe.
Keterangan gambar :
1. Om Arip dan om Alphons yang keracunan sampe di bela2in bolos kantor...hehehe
2. Nunggu babon tompel makan umpan yang ternyata gak makan2 juga.
3. Cleaning service galangan kapal sedang beraksi membersihkan lumut di sekitar dasar kapal...hehehe....
__________________
masak iyaaa....mancing juga iya...
Sesuai dengan kesepakatan yang telah kami buat dengan pemilik kapal disebelah gudang rusak tempat kami mbaron, pada tangggal 30 desember ini kami akan melakukan trip ke tengah menggunakan kapalnya. Menurut informasi yang kami dapat dari pemilik kapal, kapal ini dilengkapi dengan fish finder sehingga dia dapat mengantar kami ke daerah2 yang berpotensi untuk melakukan jigging dan popping. “ Waaahhh…. Ini bisa menjadi langkah maju dalam usaha kami untuk mengeksplore potensi kelautan Batam nich” pikir saya waktu itu. Kita telah sepakat untuk berangkat jam 5:00 pagi.
Pada saat yang telah di tentukan, setelah jemput sana jemput sini, pada pukul 5 pagi, om Arip, saya, wancik, trisno dan pak Asir telah sampai di rumah pemilik kapal tersebut.
Tetapi saat kami celingak celinguk kayak monyet mau nyolong mangga, kami tidak melihat keberadaan kapal yang seharusnya kami sewa di dermaga depan rumahnya.
Tak lama keluarlah si penjaga gudang tempat kami biasa mbaron ( rencananya dia juga akan menjadi ABK kapal ini ) dan mengatakan bahwa pak Bok Seng ( si pemilik merangkap kapten kapal ) sedang keluar dari tadi malam karena mendapat bookingan dan baru akan kembali pukul 8 pagi. “ Pak Bok Seng juga menitipkan pesan bahwa bapak2 disuruh mencari 3 jerigen minyak solar untuk bahan bakar kapalnya untuk perjalanan ini dan nanti akan di potong dari bayaran dia. Terus nanti dia mau beres2 kapal dulu dan baru akan jalan lagi jam 11 siang” demikian kata si penjaga gudang merangkap ABK si Bok Seng itu. “ Giiilaaaaa……… “
Saat itu saya langsung meradang dan benar2 marah. “ Apa2an sich ini…bukannya dia sudah janji dengan kami jam 5 pagi ini? Kalau dia mau berubah jadwal, kenapa tidak menghubungi kami dari semalam? Khan dia punya no telp kami” ujar saya kepada orang tersebut. Lagian yang bener aja….masa kami yang disuruh mencari minyak untuk bahan baker kapalnya? “ baru di darat saja service nya sudah sekacau gini…gimana kalau nanti turun ke laut? “ pikir saya.
Saya merasa beruntung karena pak Sudarmanto ( barra fisher ) tidak jadi ikut dengan kami karena beliau masih berada di Jakarta….kalau beliau jadi ikut, bagaimana malunya saya yang telah mengajak beliau dan mendapat perlakuan seperti gini.
Akhirnya saya memutuskan untuk tidak jadi berangkat menggunakan kapal tersebut.
Beruntung saya memiliki kenalan nelayan yang sudah menjadi langganan tetap saya di daerah punggur ini.
Saya langsung mengubungi si Amri ( nelayan langganan saya ) dan dia menyanggupi untuk membawa kami turun mancing diseputaran punggur.
“ Yaaaach…dari pada gak turun ke laut sementara persiapan sudah heboh begini, lebih baik kita turun dengan Amri saja ya? “ demikian usulan saya kepada teman2 yang lain.
Akhirnya setelah melakukan persiapan seperlunya, si Amri menemui kami di dermaga tempat biasa dia membawa kami.
Pagi itu angin bertiup dengan sepoi2 dan arus sangat bersahabat.
Setelah sampai di tengah, kami langsung berlomba2 menurunkan arsenal untuk melakukan mancing dasaran.
Singkat kata dari pagi hingga jam 5:00 sore tadi, kami berhasil mendaratkan 122 ekor ikan berbagai jenis dan berbagai ukuran. ( dari ukuran kecil sampai sedang, yang masih masuk dalam kategori table size ).
Yaaach…. Lumayan dech sebagai obat kekecewaan dari permasalahan yang kami dapat pagi tadi….
Om Arip, tulunk pict nya di up load yaaa...
Saya cuma punya 1 ini nich...
Thanks....
__________________
masak iyaaa....mancing juga iya...
Tehnik baru ya Pak Nico, mancing pakai tetelan daging..
Salah daging tuh Pak, coba pakai daging kambing yg udah ditusuk2 sama lidi..
Trus bawa arang, bumbu, kecap. Maknyuus..
Selamat ya Pak, sukses ngeracuninnya..hahahaha...
Biar boncos yang penting rame.
Makasih mas Bud...
Hahaha....itu lebih tepatnya kepepet mas Bud.... Abis udah gak punya apa2 lagi untuk umpan....
Lha daripada pake om Arip yang saya jadi'in umpan....wua...ha...ha...
Om Ariip...ma'ap...ma'ap...berjanda lho yaaa...hehehehe
__________________
masak iyaaa....mancing juga iya...
Makasih om Steve...
Kalau hobby mancingnya untuk memenuhi kepuasan bathin om... Kalau profesi kuli dapurnya ya harus dilakoni biar periuk nasi di rumah gak njomplang...hahaha....
__________________
masak iyaaa....mancing juga iya...
Saya gak tahu musti nulis apa. Sebenarnya dalam hati masih dongkol surangkol gara-2 si Bok Seng itu telah mementahkan angan-2 saya dan pak Nico untuk menjajal jig, popper dan minnow dari kiai Magelang ....
Bayangkan, jam 12.30 malam gak bisa tidur gara-2 prepare untuk tanggal 30 esoknya, saya sms pak Nico dah tidur apa belum ?... rupanya beliau juga gak bisa tidur sedang mempersiapkan berbagai rangkaian untuk besok ....
Tapi, apapun ceritanya ... the show must go on
Ini oleh-2nya :
__________________ Begini ini kalau lama gak mancing
wakaka kaka... ka... nggak apa2 tidak dapat target, yang penting misinya untuk menyelamatkan tegeg dan pancing dari masa akhir aktif tetap terlaksana. Meski masuk table fish, pastinya enak dan segar nggak pakai bahan pengeras ikan alias formalin, dan tentunya ikannya masih empuk maknyus.
soal umpan tetelan, hmm hmm mmm iini rasanya perlu diangkat dalam thread baru di FF, soalnya sudah terbukti ada yang nyangkut dan retrieve. Congrat atas tripnya. Lain kali jangan kapok ajak saya ya Oom. Kalo saya dapat baronang pasti saya tenteng sepanjang jalan buat pastikan saya pEdE mancing rabbit fish.
Dari pada langsung pulang dengan mulut mencucu mencucu bin termonyong - monyong gara2 kecewa gak jadi turun ke laut oom...hehehe
Quote:
Originally Posted by Bara_fisher
wakaka kaka... ka... nggak apa2 tidak dapat target, yang penting misinya untuk menyelamatkan tegeg dan pancing dari masa akhir aktif tetap terlaksana. Meski masuk table fish, pastinya enak dan segar nggak pakai bahan pengeras ikan alias formalin, dan tentunya ikannya masih empuk maknyus.
soal umpan tetelan, hmm hmm mmm iini rasanya perlu diangkat dalam thread baru di FF, soalnya sudah terbukti ada yang nyangkut dan retrieve. Congrat atas tripnya. Lain kali jangan kapok ajak saya ya Oom. Kalo saya dapat baronang pasti saya tenteng sepanjang jalan buat pastikan saya pEdE mancing rabbit fish.
Ikannya mau di eksekusi ntar malem sambil tahun baru'an oom...hehehe...Lumayan gak keluar modal lagi...wakakakak.
Saya juga lagi mikir kapan2 kalau mancing mau coba bawa daging tetelan lagi ach oom...abis tetelan apalagi yang bagian urat khan kayak permen karet tuch...sampe ikannya bosen makanin tuch tetelan gak bakal abis2...hahahaha.
Ayo om....kita pokoknya gak bakalan bosen2nya ganggu'in om Darmanto untuk ngajakin ngebaron...begitu om Darmanto bilang bisa, kita langsung tancap gaaaz...hehehe
__________________
masak iyaaa....mancing juga iya...
wah si bok seng ini dah gelo kalee...omelin aja tuh...
Kemarin sempet ngobrol2 ama kang Deni a.k.a Frenzy, ternyata beliau pernah ngalamin hal yang sama dengan saya juga tuch oom... Emang kacau banget tuch orang....
__________________
masak iyaaa....mancing juga iya...