Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
FishyCastBincang-bincang tentang teknik mancing casting dan popping
Em, saya ingin bersama-sama rekan-rekan semua, belajar mengenai lure fishing untuk salt water alias di laut, meski tidak tertutup kemungkinan bisa juga diterapkan di air lainnya selain air laut.
Saya ada buku yang sederhana tapi cukup padat. Sayang sekali, buku itu dalam bahasa Jepang. Tapi, saya ingin coba sedikit menterjemahkan secara bebas, sehingga mungkin agak mudah dimengerti oleh rekan-rekan semua sesama pemula, yang lagi belajar casting, popping dan juga jigging.
Tentu saja, keterangan yang saya berikan nanti, tidak tertutup kemungkinan akan terjadi kesalahan, untuk itu mohon para master membetulkan kalau ada kesalahan.
Terima kasih, dan mari kita mulai belajar....
Note:
Supaya mudah, saya akan membagi dalam beberapa postingan, dengan tanpa bermaksud mengejar setoran postingan.
Dalam memulai belajar mancing dengan lure ini, ada beberapa hal yang mesti kita kenali lebih dulu. Mungkin teman-teman semua sudah banyak yang tahu, entah keseluruhan ataupun sepotong-sepotong. Tapi di sini, saya ingin kemukakan satu per satu secara urut, biar gampang mengikutinya, terutama untuk para beginners. Untuk yang sudah expert, mungkin akan menjadi membosankan. Maaf, yak!
Yang harus kita ketahui adalah:
1. Rod / Joran
2. Reel
3. Line / Kenur
4. Lure / Umpan Tiruan
5. Balance Tackel
6. Maintenance / Pemeliharaan Alat
7. Cara Casting
8. Knot / Simpul
9. Keamanan / Safety
Ada banyak sekali macam dan type joran. Dan untuk mancing dengan cara casting ini, ada joran khusus casting. Panjang joran sangat bervariasi, mulai dari yang cuma 1,5 meter, sampai mungkin lebih dari 4 meter.
Cara memilih joran yang baik:
1. One piece rod atau........?
Joran casting terbaik, sebenarnya adalah joran yang cuma 1 batang saja, alias tidak sambungan. Tapi, untuk joran panjang lebih dari 1,8 meter, agak sulit rasanya kalau kita memaksa memakai yang "one piece" itu. Nah, untuk joran panjang, akan lebih baik kalau kita memilih yang 2 pieces untuk panjang joran sekitar 11 feet, atau 3 pieces untuk joran yang lebih panjang lagi.
2. Berat Joran
Ya, berat joran ini juga mesti jadi perhatian kita. Dulu pernah ada juga yang membahas mengenai berat joran ini. Joran fiberglass itu kuat, tapi cukup berat, sedang joran carbon itu ringan tapi lebih mudah patah dibandingkan dengan joran fiberglass. Tapi untuk casting ini, kita mestinya lebih memilih yang ringan, karena akan membuat kita tidak mudah lelah.
3. Handle / Grip
Handle ini pada dasarnya ada 3 jenis, yaitu handle pendek, medium dan panjang. Joran yang pendek ini, biasanya dipakai untuk single-hand casting (casting dengan satu tangan), dan yang panjang untuk double-hand casting (casting dengan 2 tangan). Sedang yang medium, biasanya untuk single-hand casting tapi posisi ujung joran yang lebih panjang ini akan membantu kita menahan beban joran, terutama saat fight dengan ikan.
Selain itu, pada handle ini terdapat apa yang disebut dengan "reel sheet" alias dudukan reel. Kita harus tahu dulu, reel apa yang akan kita pakai. Kalau kita mau pakai Spinning Reel, joran juga harus disesuaikan, demikian juga kalau kita mau pakai bait reel.
Fast Tapper, Slow Tapper?
Joran itu secara garis besar ada type yang Fast Tapper dan juga Slow Tapper.
Coba lihat gambar / foto terlampir. Bagian atas itu adalah joran dengan Fast Tapper sedang yang bawah adalah Slow Tapper. Jadi bisa dikatakan, isitilah tapper ini seperti kecepatan action di joran dalam merespon gerakan kita saat kita menghentak joran pada waktu "hit" atau lure disambar ikan. Joran fast tapper ini cenderung keras di bagian pangkal sampai ke bagian tengah joran, baru agak lemas/lentur di ujungnya, sedang yang slow tapper cenderung lentur mulai dari ujung joran dekat handle / grip.
Nah, untuk casting ini, joran fast tapper cenderung lebih mudah dipakai, karena dengan joran ini kita bisa casting lebih jauh dan respon joran saat kita gentak juga cukup cepat.
Secara garis besar, reel untuk casting ini terbagi dalam 2 jenis, yaitu spinning reel dan bait reel.
Gambar 1 itu adalah bait reel (digambar yang kecil, ada spinning reelnya) dan Gambar 2 adalah spinning reel.
Apa sih bedanya? Kelebihan dan kekurangannya?
Bedanya, ya, sudah jelas dari bentuknya juga sudah berbeda, kan dan 2 jenis reel ini pun mempunyai kelebihan dan kekurangannya.
Bait Reel
Kelebihannya adalah lebih kuat saat kita menggulung benang / fight dengan ikan, kenur tidak mudah melintir. Intinya, reel ini kuat dalam hal menahan beban.
Kekurangannya adalah reel ini menggulung kenur dengan lebih lambat dibanding dengan spinning reel, kalau lurenya ringan agak sulit casting jarak jauh, ada resiko "lash-back" alias, kenur menggulung terbalik di spoolnya.
Spinning Reel
Kelebihannya adalah bisa dengan cepat menggulung kenur, jarang terjadi trouble dengan kenur seperti "lash-back", cukup mudah casting jauh meski lurenya ringan.
Kekurangannya adalah kalau kenur tidak kuat/kencang akan mudah "dobol" alias kenur keluar dari spool semau-maunya sendiri, resiko ruwet besar, tidak terlalu mampu menahan beban berat.
Tapi, semua kekurangan dari ke-2 reel tersebut semakin hari semakin berkurang dengan adanya reel-reel berteknologi tinggi, semisal pemakaian ball bearing dan lain sebagainya.
Gulungan kenur pada spool....
Seberapa banyak sih kita mesti menggulung kenur dalam spool? Jangan kurang, jangan lebih, tapi kudu pas. Penuh tapi tidak luber. Lihat gambar 3.
3. Lines / Kenur
Konon kabarnya, untuk casting dengan menggunakan spinning reel, pilihan kenur terbaik adalah yang berbahan nylon. Hal ini dikarenakan sesuai dengan karakter spinning reel yang "kurang tahan" dalam menahan beban, sehingga karakter line nylon yang agak lentur ini bisa ikut membantu reel dalam menahan beban.
Tapi, sekali lagi, sekarang ini teknologi sudah berbicara banyak dalam dunia permancingan, sehingga sudah banyak produk PE yang lentur atau reel spinning yang tahan juga dipasangi PE line yang cenderung kurang lentur itu.
Yang perlu diperhatikan, adalah dalam dunia casting ini, dalam kita memilih ukuran kenur, biasanya tidak berdasar nomor berapa, tapi berdasar kemampuan kenur menahan beban, yang biasanya dalam satuan liebes (lbs) atau setara sama dengan sekitar 500 gr.
Kita mengenal berbagai jenis lure, seperti
1. Top Water Plug (gbr 1 bawah)
Lure ini ada beberepa jenis, sepert popper, pencil bait, dan dipakai untuk target ikan yang ada didekat dengan permukaan air, seperti Trevally, Dolphin, Cakalang, Kakap Putih, dsb.
2. Vibration Plug gbr 1 atas)
Lure ini bersifat "sinking" alias tenggelam dan menghasilkan getaran-getaran khusus saat retreive yang bisa menggoda iman ikan. Dan karena sifatnya yang sinking tadi, lure ini dipakai untuk target ikan yang ada di dekat dasar laut, seperti kerapu, kue, dan kakap putih, layur lain sebagainya.
3. Minnow Plug (gbr 2)
Lure ini secara garis besar ada 3 tipe, yaitu floating, suspend dan sinking. Lure ini dikenal sebagai lure yang paling mudah dipergunakan karena kita "tinggal gulung" saja, dan lure ini akan menari sesuai dengan jenisnya. Dan karena ada 3 tipe, lure ini bisa dipakai untuk target ikan yang ada di permukaan, tengah maupun dasar, tergantung tipe yang kita pakai.
4. Metal Jig (gbr 3)
Sesuai dengan namanya, lure ini terbuat dari bahan metal (timah) ada juga yang dari bahan logam lainnya semisal besi. Bentuk dan ukuran dari lure ini cukup bervariasi dan banyak sekali, yang mana kalau kita ingin tahu lebih banyak bisa lihat di thread mengenai jig.
5. Jig Minnow (gbr 4 atas)
Lure ini adalah metal jig dengan bentuk minnow alias ikan kecil. Prinsip dasar actionnya juga mirip dengan metal jig.
6. Soft Lure (gbr 4 bawah)yang pemakaiannya lebih sering bersamaan dengan jig head (gbr 3 bawah).
Soft lure, sesuai dengan namanya adalah lure yang empuk dan lentur. Terbuat dari karet, palstik, silicon atau pun bahan lainnya. Bentuknya bisa seperti ikan (shad), cacing (worm), udang (shrimp) ataupun bentuk serangga air lainnya. Biasanya pemakaian soft lure ini dengan memakai mata pancing khusus (worm hook) atau memakai jig head. Ikan target dari lure ini juga bermacam-macam, tergantung kita "bermain" di permukaan, tengah atau dasar.
5. Balance Tackel
Mengenai balance tackel ini, sudah sering dibicarakan di thread yang lain. Silahkan mencari di sana. Pada intinya, balance tackel ini adalah membuat set tackle yang seimbang, dengan memperhatikan ikan target, joran, reel, kenur, lure dan lokasi kita memancing.
6. Maintenance
Pemeliharaan alat, juga sangat penting. Di thread lain pun ada banyak dibicarakan. Supaya tidak terlalu banyak double thread, silahkan anda cari mengenai pemeliharaan alat-alat pancing yang baik dan benar, mulai dari mencuci, memberi minyak, dan lain sebagainya.
Tapi ada sedikitt kekhususan maintenance dalam casting ini, yaitu pemeliharaan lure yang kita pakai, utamanya adalah yang hard lure. Pemberian lapisan anti karat pada hook, pelapisan (coating) body lure adalah kegiatan maintenance yang mesti kita lakukan. Penggantian hook yang sudah berkarat, mengasah mata hook yang sudah mulai tumpul juga merupakan kegiatan wajib bagi kita yang suka dengan casting ini (lihat gambar)
Dari berbagai thread yang saya baca, ada banyak teman yang bertanya, bagaimana sih cara casting yang baik dan benar.
Saya coba sharing beberapa hal yang saya ketahui dari buku yang saya baca.
Model / Cara Casting
A. Overhead Casting
Overhead casting ini, adalah casting dengan gerakan rod dan lure berada di atas kepala kita.
Berdasar tangan yang kita pakai, ada 2 yaitu single-hand overhead casting dan double-hand overhead casting.
Single-hand overhead casting (gbr 1) adalah kita memakai 1 tangan dalam melakukan casting. cara ini dipakai kalau kita memakai rod yang gripnya pendek.
Kelebihan dan kelemahan single-hand overhead casting adalah kita bisa lebih mudah secara akurat menempatkan lure sesuai lokasi target kita, tapi kurang tenaga untuk casting jarak jauh.
Double-hand overhead casting(gbr 2) adalah kita memakai 2 tangan dalam melakukan casting. cara ini dipakai kalau kita memakai rod yang gripnya panjang.
Kelebihan dan kelemahan double-hand overhead casting adalah cukup mudah untuk casting jarak jauh tapi agak sulit secara akurat menempatkan lure sesuai lokasi target kita.
B. Side Casting (gbr 3)
Sesuai dengan namanya, casting ini dilakukan dengan gerakan joran dari samping kita. Cara ini agak sulit, tapi mesti dilakukan kalau lokasi di atas kita tidak memungkinkan untuk casting.
C. Pitching Casting (gbr 4 atas)
Poisis ini sedikit mirip dengan side casting, tapi posisi joran dan lure agak di depan kita. Cara ini kita lakukan dengan satu tangan memegang joran, dan satu lagi memegang lure. Joran diayunkan bersamaan dengan lure kita lepaskan.
Dengan posisi ini, gerakan lure agak lebih mudah dikendalikan dan tidak liar, tidak membahayakan posisi di samping kita. Keakuratan juga cukup besar tapi sama sekali tidak bisa untuk jarak jauh.
D. Bow and Arrow (gbr 4 bawah)
Cara ini mirip dengan Pitching Casting. Tapi dengan lebih menarik lure kita melawan joran, sehingga joran melengkung. Dengan tanpa mengayunkan joran, kita melepaskan lure sehingga lure terpelanting karena gaya pegas joran, mirip orang memanah. Itu mengapa cara ini disebut dengan Bow and Arrow.
Bagaimanakan posisi jari tangan kita dalam menahan kenur saat melontarkan lure ini. Coba lihat gambar 3 bagian bawah. Untuk pemakaian spinning reel, jari kita letakan di ujung spool, sedang kalau pakai bait casting, jari kita letakan di atas spool (di atas gulungan kenur). Tapi selain itu, ada juga orang yang pebih senang menahan kenur ditempel dengan jari ke joran.
Jangan lupa, kalua kita casting dengan spinning reel, kita mesti membuka bail-arm sebelum casting atau menekam scratch kalau kita memakai bait reel.
TOPP abisss,
Thread yg sgt ditunggu2 oleh pemancing pemula spt saya ini, silakan dilanjut ke materi berikutnya pak..sementara saya akan terus menyimak, salam kenal n TQ bgt!!
Nah, kalau kita berbicara mengenai simpul dan rangkaian untuk casting, ada dasar-dasar dalam pembuatannya.
Rangkaian (gbr 1)
Rankaian pada teknik casting ini, sedikit banyak, sama dengan teknik yang lain. Tapi memang ada sedikit kekhususan pada teknik casting ini, yaitu tanpa pelampung, tanpa timah pemberat (dalam hal soft lure kadang memakai juga), dan ada bagian yang merupakan "double line" area. Bagian ini tersambung dengan shock leader, yang berfungsi untuk membagi beban yang bisa tiba-tiba menghentak, sehingga kenur tidak terlalu kaget lalu putus.
Cara membuat dan menyambung main line bagian double line dengan shock leader ini bisa di lihat di gambar 3 dan 4.
Membuat double line ini, bisa memakai simpul "mitsu-ami" (seperti kepang 3, gbr 3 atas), surgeon knot (gbr 3 bawah), juga bimi-twist (gbr 4 atas) dan spider hitch (gbr 4 bawah kiri). Tapi, dari gambar, sepertinya yang paling gampang adalah surgeon knot dan "mitsu-ami". Yang bimi-twist, nampaknya cukup rumit bagi seorang pemula.
Cara menyambung double line dengan shock leader, bisa dilihat di gbr 4 bawah kanan, dengan teknik simpul yang disebut dengan allbright knot.
Setelah tadi kita bicara simpul yang menghubungkan main line dengan shock leader, sekarang kita lihat simpul dasar dalam mengikat lure (gbr 2), yaitu dengan free-knot, clinch-knot, double clinch-knot atau juga uni-knit. Cara yang mudah dan gampang, nampaknya adalah free-knot, meskipun nampaknya agak "meragukan" kekuatannya, apalagi kalau targetnya adalah giant treavally yang kelas 10 kg ke atas..
Dalam memancing, kita mesti setuju kalau kita mencari kesenangan dan bukan kecelakaan. Dengan demikian, kita mesti hati-hati dalam melakukan casting mengingat kita memakai alat yang sangat berbahaya bila salah tempat, salah lokasi atau salah sasaran.
Pastikan, lokasi disekitar kita memungkinkan kita melakukan casting. Jaga jarak aman dengan orang lain, atau barang lain di sekitar kita. kalau memang tidak memungkinkan, lebih baik jangan memaksakan diri, sebab resikonya terlalu besar.
Selain itu, dalam casting ini, kita aktif bergerak dari satu lokasi ke lokasi yang lain, di mana mungkin kita harus melewati atau berada di lokasi yang berbahaya, licin, dan sebagainya. Untuk itu, pastikan kita selalu memakai live jacket, sepatu pelindung, dan juga pelindung badan lainnya, seperti hips guard, kaos tangan dan lain sebagainya. Memang semua perlengkapan pengaman itu tidak mesti kita pakai semua, tergantung dari lokasi kita melakukan casting itu.
Sesenang-senangnya casting, kalau kita semua aman, pasti akan lebih senang daripada sambil deg-degan takut kalau terjadi kecelakaan bukan? Jadi, selain semua hal (1- diatas, hal keamanan ini juga merupakan hal penting dan vital untuk selalu kita perhatikan.
Mengenai bagaimana supaya bisa casting dengan akurat, ya itu nampaknya hanya bisa dicapai dengan cara banyak berlatih dan belajar.
Terus, apa yang saya tulis ini, tidak mutlak dan harus begini 100%, sebab ini hanya teori dasarnya. Sejalan dengan seringnya kita melakukan, berlatih dan belajar, nantinya kita akan bisa dengan sendirinya merasakan, mana yang pas buat kita, dan juga mengembangkan sendiri teknik-teknik terbaik dan pas buat kita sendiri. Dan lebih lanjut lagi, kita bisa mengembangkan dan mengajari orang-orang di sekitar kita yang juga ingin belajar. Kata orang bijak adalah "Cara terbaik untuk belajar adalah dengan mencoba mengajar"
Lanjutannya, nanti lagi, ya, jempol udah capek, nih! Kalau ada yang mau nambah atau kritik atau kasih cendol ha.. ha.. ha.. ha.. ha... cincau-cincau! Itu ndak penting-penting amat, lah! Yang penting, mari kita belajar, belajar dan belajar!
boleh nih sering2 posting kayak gini pak...ilmunya langsung dari jepang...hehehe. terima kasih atas sharingnya, namanya juga kalo kita mau belajar sesuatu, hendaklah mulai dengan basic yg benar....