Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
Saya mau share pengalaman saya, tanggal 3-4 desember di Madiun, desa tempat saya liburan di serbu oleh sejenis laron berukuran besar. Laron ini memiliki panjang badan 1 Cm-1,5 Cm, diameternya 2 mm-3 mm, perutnya besar dan empuk, klo di pencet lemaknya banyak dan berbau asam, keluar hanya pada awal musim hujan dan dalam jumlah yg Massive, tidak menggigit.
Cara menangkapnya cukup mudah, gunakan ember plastik, lalu letakkan lilin menyala di tengah ember, lalu tinggal kita kumpulin pake tangan aja laronnya, karena ia akan mengerubungi cahaya dan masuk kedalam ember. Oleh warga setempat itu merupakan berkah karena mendapatkan asupan protein dari alam, biasanya di olah goreng kering, di pepes, di peyek, dimakan mentah juga bisa selama tahan dengan bau acid-nya dan ternyata kucing juga senang sekali memakannya.
Saya jadi teringat kakek saya dulu, beliau sering memakainya untuk umpan memancing, dan umpan alami ini menurut saya adalah umpan super, karena ampuh segala ikan, segala kondisi air tawar dibanding semua umpan alami lain yg pernah saya coba (Cacing, jangkrik, orong2 dst..), klo untuk air payau dan asin belum pernah saya coba.
Jadi saya pun mengumpulkannya, laron ini harus disimpan dengan kondisi kering sehingga bisa hidup agak lama (semingguan), saya pake toples plastik. Keesokan harinya siang jam 13.00 Wib saya pun berangkat dengan senjata Biologis ini ke sungai, kebtulan kondisi air sedang keruh keruhnya dan berarus deras karena daerah Madiun dah sekitarnya habis di guyur hujan deras, klo menurut warga setempat sungai dengan keadaan ini tidak layak pancing karena ikan tidak mau makan, tapi berhubung Senjata udah siap dan saya ingin mencoba apakah umpan semacam ini masih seampuh dulu?, jadi saya nekad saja meneruskan niat saya.
Dan apa yg terjadi ??? ternyata umpan Laron saya disambut meriah oleh ikan penghuni sungai bahkan sebelum umpan mencapai dasar udah habis digondol, dengan teknik mancing Float maupun glosor, ikan-ikan Wader pari/Cere, Wader, Garingan ukuran 10-15 Cm dan Tawes/Bader ukuran 15-20 Cm menyambar dengan rakus, bahkan Rod saya dengan rangkaian glosor sempat nyemplung ke sungai di bawa ikan Besaran ukuran 0,5 Kg (Karena saya memegang Rod rangkaian Float), singkat kata total ikan yg saya angkat pada hari itu sekitar 4 kiloan dalam waktu 3 jam saya.
Kesimpulan saya :
Umpan ini masih ampuh, kelemahannya hanya sulit di cari, dan tidak setiap saat tersedia, Rapuh sehingga gampang habis di sambar ikan kecil.
Alat :
1 Rod Float dengan rangkaian : pelampung kayu, timah kecil, kail carbon ukuran 7.
1 Rod Glosor dengan rangkaian : Timah ukuran kelereng, rangkaian kail biasa cabang 3 (seperti cakar ayam) ukuran 8.
sekian report saya, mungkin ada kesalahan istilah dan salah kata harap dimaklumi, kritik dan saran saya sambut gembira.
Terima kasih.
__________________
Don't do destructive & Over fishing.
Do Tag/Catch & Release on rare fishes.
P Mirco spt nya memang betul tuh fenomena ini. Dulu saya pernah mancing di waduk yg mana spot tsb lumayan ikannya terutama nila. Saat itu pas saya tiba di lokasi di air dan udara byk sekali laron ini. Dan spt di duga 95% pemancing yg ada boncos, ikan tdk mau makan. Mungkin sdh kenyang dgn laron2 ini.
waduh klo yg jual kayanya ga ngerti apalagi jakarta. kayanya klo perkotaan sudah agak susah, karena rumah rayap kan pada di basmi. karena dianggap merusak fondasi dan kayu perumahan.
__________________
Don't do destructive & Over fishing.
Do Tag/Catch & Release on rare fishes.
Setuju... laron memang mantap buat umpan. Saya pun terkadang "dipaksa" mancing oleh laron. Terkadang, saat hari libur diniatkan istirahat, jadi batal gara-gara malam sebelumnya muncul laron. Sayang kalau umpan "langka" ini tidak dimanfaatkan. Terpaksa deh besoknya brangkat mancing.
Kalau mau disimpan agak lama, kudu ditaruh di tempat kering yg sejuk. Jangan lupa dikasih makanan,bisa kayu jabuk,kertas,ato tissue
bro,laron di cantelin kail ga ancur yah? kan lembek banget tuh badannya...
lebih efektif mana dibanding mancing pake umpan kroto?
Gak Pak... Badannya laron itu kan isinya sejenis protein yg agak kental,selama laron tidak busuk,apalagi masih hidup tidak gampang hancur meski di tusuk.
Kalau soal efektifnya,banyak yg bilang lebih efektif laron.Tapi kalo menurut saya seh kurang lebih saja.Selama krotonya tidak dikukus atau rebus yg bisa mengurangi aromanya. Tapi ya itu,kroto mentah klo di tusuk langsung "mledos"
saya pernah mancing di rawa rawa sekitar banjarmasin..disana umpannya pake anak tawon yg masih putih...itu juga efektif...tapi nyari sarang tawonnya kalo di jakarta dimana yaa
Perbandingan Laron, Larva Lebah dan Tawon(Hornets), Kroto, dan Belatung, masa uji coba 3 hari.
Skor :Laron 9, Larva Lebah dan Tawon 7, Kroto 8, Belatung 7.
Masing masing ada kelebihan dan kelemahan, terserah kita mau nyoba yg mana dan semua kembali ke Hokky nya, ga ada yg ngalahin umpan "Hokky" :P
__________________
Don't do destructive & Over fishing.
Do Tag/Catch & Release on rare fishes.
laron ini bisa juga untuk umpan ikan air asin , contoh ikan layang2 Kalau disini kami sebut tu ikan kalau tempat lain saya ngak tau namanya, bentuk ikannya segi empat diatas badannya berwana angak kuning, mancingnya pakai mata kail kecil ,tidak usah pakai timah dan lempar kearah kumpulan ikan layang tersebut , umpan belum sempat turun pun sudah disambar, kalau dengan umpan laron tu ikan ngak bisa nolak lagi maunya nyambar terus. biasanya saya mancing di dermaga. coba lah garansi kalau ngak dapet.
ini pict laron super (1-1,5cm) atau laron standar/laron jakarta (gak sampe 1cm an). Kok laron di daerah masih bisa gede2 ya?
kemarin malem laron pada hadir tuh..gak banyak sih tapi cukup mengganggu. Mungkin bisa kita pergunakan yaitu.. laron2 jakarta yg kecil2 di kumpulin yg banyak, terus di"olah" dengan cara di tumbuk/giling/blender dan dibentuk umpan (pelet laron), atau untuk sebagai oplosan umpan, atau olesan untuk kroto....kan baunya jadi mirip laron. Ikan2 ketipu gak ya???
Cobain dong...
Info yg bagus, mungkin cara tersebut bisa kita coba, yg ada di foto bukan laron super, cuma beda jenis aja, memang ada yg jenisnya agak besar. mungkin klo di jakarta itu sudah langka karena pembangunan jakarta mesti di beri pestisida pada fondasi bangunannya sehingga laron tersebut tidak bisa berkembang, karena jenis laron yg ini sanggup mencerna beton.
__________________
Don't do destructive & Over fishing.
Do Tag/Catch & Release on rare fishes.
iya pak umpan laron emang ampuh. kemaren nemu rombongan laron ini...cuman sayang lagi naek motor dan ada nya di jalanan. masa mo turun malem" mungutin laron.....