Saat ini anda mengakses FishyForum sebagai guest/tamu. Sebagai tamu, anda tidak dapat melihat foto dan juga tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi. Dengan melakukan registrasi gratis anda dapat melakukannnya dan banyak hal lagi. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan bebas biaya, jadi, klik disini untuk bergabung dengan FishyForum sekarang!
You are currently viewing our boards as a guest which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content and access many other special features. Registration is fast, simple and absolutely free so please, join our community today!
If you have any problems with the registration process or your account login, please contact contact us.
Setelah kemarin manyun nggarong nggak ada hasil, saya jadi berpikir diantara manyunan itu...... kenapa mesti nasi penyet? kenapa mesti lumut ijo atau merah?
Maksud saya, adalah, kalau tahu alasan mengapa pakai umpan itu waktu nggarong, mungkin saya bisa cari padanan umpan itu di sini.
Oke lah kalau lumut, mungkin emang itu makanan alaminya. Lha kalau nasi penyet? Mana ada yang dikasih tepung beras lagi...
Kenapa, coba
He..he..he....Mumpung mangsih online,
Oom Bowo,
Benul untuk lumut merupakan makanan alami di habitat baronang, bisa dicari gantinya tergantung umpan alami lokal lainnya di lokasi masing2. Mingsal untuk di pantai Ngrenehan Jogja, umpan alaminya lumut/rumput keriting persis kaya' sikat WC, sama persis dengan umpan alami di pantai Sancang Garut (foto terlampir). Di pantai Santolo Pameungpeuk Garut juga ada umpan alami seperti ganggang merah (foto terlampir juga). Demikian juga di P.Pari, umpan alaminya pake lumut gambos selain ganggang/rumput laut yang dibudidayakan petani (foto terlampir juga). Jadi....oom Bowo tinggal "trial-error" untuk menemukan umpan alami baronang di Jepan ajah, kalo udah ketemu...tinggal ngomzet ikan doang, he..he..he..he......
Untuk umpan nasi lumat/penyet, biasanya karena kebiasaan makan ikan di lokasi. Biasanya lokasi dekat dengan tempat "pembuangan" sisa2 makanan entah dari warung/restoran atau kapal singgah. Karena terbiasa makan nasi2 sisa maka untuk umpannya tinggal menyesuaikan dengan makanan mereka. Tapi tidak semua lokasi bisa dipancing dengan umpan nasi, sekali lagi tergantung kebiasaan makan mereka.
Happy hunting umpan alami baronang Jepang.
Ket.Foto :
1. Lumut sikat WC, umpan lokal umum pantai laut selatan jawa
2. Lumut ganggang merah, umpan lokal baronang Santolo
3. Lumut gambos, umpan lokal baronang P. Pari
4. Lumut sikat WC, umpan lokal pantai Ngrenehan Jogja
Salam lalapan lumut ,
__________________
Ichang
RAFAC Rabbitfish.....Try to fish with pole rod & feel the zenzation.....You'll cry for more.....!
Om Bowo...bagi2 pengalaman sesama pelajar garonger nich ya om...
Beberapa waktu yang lalu saya sempet ngegarong sama om Arip dan om Alphons di ponton bahan bakar pertamina, truz kita nyoba'in pake lumut seperti yang biasa om Arip lakukan di tempat kerja om Arip.
Kalau di tempat kerja ( galangan kapal ) om Arip...para baron itu pada mau makan lumut. Giliran kita coba di ponton pertamina, asli yang namanya lumut itu sama sekali gak di endus.
Akhirnya setelah di coba2, ternyata umpan yang paling mujarab adalah bakwan. Saya juga heran kok baronang mau makan bakwan ya? ( setelah saya coba 3 potong ternyata bakwannya enak juga...hehehe...om Arip sampe melototin saya gara2 umpannya saya makanin...wakakak ).
Ternyata dari hasil ngobrol saya dengan nelayan setempat, mereka juga ada yang mancing dengan umpan pisang, nasi lumat dikasih terasi, tepung dikasih terasi truz dicampur air dikit dan dibulet2in dan lain sebagainya.
Jadi saya mengambil kesimpulan belum tentu umpan yang mujarab di satu tempat bisa mujarab juga di tempat lain.
CMIIW.
Jadi mungkin om Bowo bisa bereksperimen dengan berbagai macam umpan tuch om.
__________________
masak iyaaa....mancing juga iya...
Om Bowo...bagi2 pengalaman sesama pelajar garonger nich ya om...
Beberapa waktu yang lalu saya sempet ngegarong sama om Arip dan om Alphons di ponton bahan bakar pertamina, truz kita nyoba'in pake lumut seperti yang biasa om Arip lakukan di tempat kerja om Arip.
Kalau di tempat kerja ( galangan kapal ) om Arip...para baron itu pada mau makan lumut. Giliran kita coba di ponton pertamina, asli yang namanya lumut itu sama sekali gak di endus.
Akhirnya setelah di coba2, ternyata umpan yang paling mujarab adalah bakwan. Saya juga heran kok baronang mau makan bakwan ya? ( setelah saya coba 3 potong ternyata bakwannya enak juga...hehehe...om Arip sampe melototin saya gara2 umpannya saya makanin...wakakak ).
Ternyata dari hasil ngobrol saya dengan nelayan setempat, mereka juga ada yang mancing dengan umpan pisang, nasi lumat dikasih terasi, tepung dikasih terasi truz dicampur air dikit dan dibulet2in dan lain sebagainya.
Jadi saya mengambil kesimpulan belum tentu umpan yang mujarab di satu tempat bisa mujarab juga di tempat lain.
CMIIW.
Jadi mungkin om Bowo bisa bereksperimen dengan berbagai macam umpan tuch om.
That's right mas Bowo
Saya juga pernah bereksperimen pakai donat yang diremet-2, roti tawar diremet, bakso dan empek-2 mau juga kok.
__________________ Begini ini kalau lama gak mancing
Untuk umpan nasi lumat/penyet, biasanya karena kebiasaan makan ikan di lokasi. Biasanya lokasi dekat dengan tempat "pembuangan" sisa2 makanan entah dari warung/restoran atau kapal singgah. Karena terbiasa makan nasi2 sisa maka untuk umpannya tinggal menyesuaikan dengan makanan mereka. Tapi tidak semua lokasi bisa dipancing dengan umpan nasi, sekali lagi tergantung kebiasaan makan mereka.
Quote:
Originally Posted by nico
Akhirnya setelah di coba2, ternyata umpan yang paling mujarab adalah bakwan. Saya juga heran kok baronang mau makan bakwan ya? ( setelah saya coba 3 potong ternyata bakwannya enak juga...hehehe...om Arip sampe melototin saya gara2 umpannya saya makanin...wakakak )
Quote:
Originally Posted by arip
That's right mas Bowo Saya juga pernah bereksperimen pakai donat yang diremet-2, roti tawar diremet, bakso dan empek-2 mau juga kok.
Apa itu artinya Bos Nico sering buang-buang bakwan, donat, roti, bakso dan empek-empek ke laut di batam? Mbok kalau ada sisa catering, jangan dibuang, dikasih ke saya saja he.. he.. he... tapi jangan yang udah basi atau sisa gigitan orang, ya....
Hari ini saya pakai lumut ijo untuk "nggarong" Pak Jusuf di Semarang ha.. ha.. ha...
Apa itu artinya Bos Nico sering buang-buang bakwan, donat, roti, bakso dan empek-empek ke laut di batam? Mbok kalau ada sisa catering, jangan dibuang, dikasih ke saya saja he.. he.. he... tapi jangan yang udah basi atau sisa gigitan orang, ya....
Hari ini saya pakai lumut ijo untuk "nggarong" Pak Jusuf di Semarang ha.. ha.. ha...
Om Bowo, salah satu alasan kenapa kita gak pernah dapet baronang dalam jumlah banyak ya gara2 umpannya sering kehabisan karena saya makanin terus....hehehehe....
__________________
masak iyaaa....mancing juga iya...
dulu saya selalu pakai rebon buat mancing baronang, bisa aja kok bahkan baronangnya cenderung gede-gede baru akhir-akhir ini kenal lumut ijo,merah ,sama lumut lumpur yang full cacing itu dan yang paling up to date ya bakwan he...he...he....
Apa itu artinya Bos Nico sering buang-buang bakwan, donat, roti, bakso dan empek-empek ke laut di batam? Mbok kalau ada sisa catering, jangan dibuang, dikasih ke saya saja he.. he.. he... tapi jangan yang udah basi atau sisa gigitan orang, ya....
Hari ini saya pakai lumut ijo untuk "nggarong" Pak Jusuf di Semarang ha.. ha.. ha...
kemarin saya mancing malah pake bolang-baling hahahahaha.....
dapet 3 jarian
pokoknya yang kita doyan makan biasanya mr.naron juga doyan dah om, kalo gak doyan ya kita makan aja sendiri wakakakakakakkaka