View Single Post
  #2 (permalink)  
Old 13-10-2007, 01:23
nOtHiNG_eSCaPeS's Avatar
nOtHiNG_eSCaPeS nOtHiNG_eSCaPeS is offline
Rocky Ryanto
Location: SG-Indo-OZ
RegularFishy
 
Join Date: Aug 2005
Posts: 218
Points: 3,705, Level: 25 Points: 3,705, Level: 25 Points: 3,705, Level: 25
Activity: 4% Activity: 4% Activity: 4%
Default

Hari ini, jam 8.40 pagi (waktu sydney), dinyatakan oleh BOM bahwa air akan pasang. Tetapi, sayangnya kekuatan angin dari tenggara telah di prediksi untuk mencapai 11-13 knot. Gawat deh, sepertinya gangguan casting harus di terima dengan lapang dada. Dengan tidak putus asa, saya jalan terus menuju lokasi. Sesampai disana, langsung bersiap2 dan “sheeeeeek”, lemparan pertama. Lure yang saya gunakan squdgy flick bait tembus pandang, dan setelah 3-4 hentak, terasa sambaran. Saya strike dan terasa gelengan kepala ikan. Ini pasti flathead. Sayang fight hanya berlangsung kurang lebih 5-7 detik, dan ikan meloloskan diri.

Angin membuat luring sangat susah, karena lemparan tidak bias mencapai jarak maksimal, dan sambaran ikan lebih susah terdeteksi. Singkat cerita, saya melaju ke marina, tempat yang lebih terteduh. Sp cacing2an menjadi pilihan pertama karena lokasi ini mempunyai dasaran lumpur, dan teknik seret menyeret di kondisi seperti ini sangat efektif.

Lemparan pertama di arahkan ke samping dermaga, dan setelah 2 seret, sp pun di hajar ikan. Stike dan meleset. Lepar lagi, dan deg2, strike, lolos lagi. Waduh, ini pasti ikan2 kecil. Gpp, sekarang lemparan di arahkan ke kolong dermaga, dan sebelum saya mendapatkan kesempatan untuk menghentakan joran, sp sudah di santap flathead. Naik deh baby flathead. Setelah ini, leparan saya arahkan ke pohon2 bakau yang ada di samping dermaga. Sambutan pun langsung terjadi, tuk tuk tuk, dan strike. Karena drag saya agak kendor kali ini, ikan pun dapat melarikan diri masuk ke akar2 bakau dan tes, putus deh senar.

Beberapa saat kemudian aktifitas ikan pun sepi dan akhirnya saya mengambil keputusan untuk pergi ke lokasi potensial selagi air masih hidup. Sesampai di tempat, rupanya, sudah ada 2 pemancing blackfish (blackfish adalah ikan semacam baronang yang bias tumbuh sangat besar. Tenaganya pun mantap dan sukanya memakan lumut). Tanpa membuang banyak waktu, saya langsung memasang gulp sandworm 6inch yang telah di potong setengah. Selama setengah jam, aktifitas ikan-ikan pemakan luire pun tidak terdeteksi dan pindah tempat lagi.

Kali ini angin pun sudah mulai mereda dan lokasi berikutnya adalah lokasi baru. Sesampai di lokasi, jam tangan menunjukan pukul 9.15, air pun sudah sangat pasang. Karena malas menggunakan sp, kali ini hardbody menjadi pilihan. Untuk menghindari putus senar, drag saya naikanm kira2 40%. Tanpa tunda2, ecogear sx40 berwarna emas belang2 pun bersetubuh dengan rangkaian pancing. 15 menit pertama di samping pohon2 bakau tiada sambutan. Akhirnya pindah ke sebelah tiang2 penahan pipa. Setelah 10 lemparan, sambutan pertama dari ikan dan suara zzz “pendek” pun disusul. Herannya tekanan flathead ini, lain daripada flathead yang biasa. Yang satu ini rada bertenaga sampai bisa mengulur senar (biarpun sedikit). Setelah ini aktifitas pun menjadi sepi.

Akhirnya Pindah deh ke lokasi pertama, ke samping pohon2 bakau, dan lure pun saya tukar warna. Setelah beberapa cast, terasa sabetan ikan. Yang ini beda. Dengan otomatis, saya hentikan itu lure dan zzzzzzz, haha, ini pasti bream. Ikan langsung mengarah ke pohon2 bakau dan tanpa ampun saya seret itu ikan. Bream no 1. Lalu setelah aktifitas kembali sepi, saya pindah tempat lagi. Kali ini, tempatnyanya agak unik. Tempat ini menyerupai irigasi kecil2an, dan biar foto saja yang menjelaskan. Di mulut sungai kecil ini, saya strike 3 ekor bream, hanya dapat menaikan 2 ekor. Merasa puas telah menaikan dan mengantar ikan pulang ke alam bebas, saya beres2 dan pulang.

foto:
1) flathead dermaga
2,3) lokasi baru, tiang2 dan tembok2 penahan pipa
5) flathead dari tiang2 dan tembok2
6) bream dari sebelah pohon bakau
6,7,8 ) sungai buatan
9) bream ke 2
10) bream terakhir.
__________________
Rocky
Reply With Quote