Quote:
Originally Posted by fishy
Kalau begitu kayaknya kalimatnya mesti dirubah ya pak. Soalnya katanya tidak boleh mengambil untung pada sesama pemancing, mestinya ambil untung sedikit saja pada sahabat.
Kalau soal ini kayaknya hak pribadi masing masing orang kalau menurut saya, dan apapun yang dia perbuat saja saja tidak perlu dipermasalahkan. Sebagai contoh: Seorang sahabat dan juga guru dan orang yang sangat saya hormati di bidang mancing ini orangnya sangat tegas memisahkan 'teman' dan 'bisnis'. Teman ya teman, bisnis ya bisnis. Saya kalau beli barang sama dia bayar seperti orang lain, kalaupun ada diskon sedikit sekali. Saya beberapa kali mancing pakai kapal dia, dan tarif sewanya ya sama saja dengan orang lain. Tapi saya tetap menghormati dia, karena menurut saya ini adalah haknya. Seorang teman yang lain kebalikannya. Kalau saya mau pakai kapal dia tinggal isi solar dan bayar uang layar abk. Malah kalau mancingnya sama dia praktis gak bayar sama sekali, semua ditanggung oleh dia. Kalau saya mau ikut saweran dia bilang gak usah.
Dua-duanya masih menjadi sahabat saya sampai detik ini, dan saya menghormati pandangan dan prinsip mereka.
PS: Sssttt, teman yg pertama itu, kalau dia ke luar negeri dan saya nitip sesuatu biasanya gak pernah ditagih. Mungkin karena itu bukan bisnis dia. Tapi kebalikannya juga jadi sama, kalau dia ngambil atas nitip sesuatu sama saya saya juga jadi gak pernah nagih, hehehe.
|
Gue tahu tuh siapa ??
yup bisnis adalah bisnis .. dan teman dan bisnis harus dapat dipisahkan
sekali waktu saya pergi ke toko pancing yg sudah sangat akrab sama saya waktu itu saya ada beli joran sama dia .. tetep sih dikasih diskon ..walaupun sedikit
saya sempet tanya koq dikit sih ??
nah dia kasih tahu .. ini pembelajaran buat anak buahnya karena kalo nanti ada ngaku ngaku temennya dia ( yg punya toko ) tidak ada perbedaan dengan pembeli lainnya
tetapi kalo urusan lainnya .. busaet dach .. orangnya ga itungan tuh sama saya .. he he he ibarat kata habis jutaan pun dia cuma ketawa aja