Udang Meningkatkan Kolesterol Baik..!
Kabar baik buat yang suka udang
Udang Meningkatkan Kolesterol Baik..!
De Oleivera e Silva (1996) dan para periset di the Rockefeller Unversity, AS, telah melakukan penelitian tentang pengaruh konsumsi udang dan telur terhadap kadar lipoprotein dan bentuk kolesterol yang terdapat dalam darah. Penelitian melibatkan 18 orang sukarelawan yang memenuhi kriteria dan normolipidemia sebagai sampel.
Seluruh sukarelawan mendapat perlakuan tiga jenis diet yang sama, masing-masing selama tiga minggu. Jenis diet yang mereka konsumsi adalah standar (baseline), udang (diet standar dengan kolesterol dari udang dikukus sebanyak 300 gr per hari), dan telur (diet standar dengan kolesterol dari telur direbus 100 gr per hari atau setara dua butir telur besar). Dipilihnya udang dan telur sebagai unsur pembeda diet karena kandungan kolesterol kedua jenis makanan tersebut kadarnya tinggi.
Pada hari ke-16, 17, 19, dan 20, plasma darah sampel dari masing-masing tahap perlakuan diambil untuk pemeriksaan kadar lemak total, trigliserida (triasilgliserol), HDL (high density lipoprotein), LDL (low density lipoprotein), dan VLDL (very low density lipoprotein). Semua indikator yang diperiksa itu, kecuali HDL, adalah kolesterol yang berdampak negatif terhadap jantung dan pembuluh darah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa diet udang meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik) 12,1 persen dan menurunkan trigliserida 13,0 persen. Meskipun kadar LDL (kolesterol jahat) juga meningkat 7,1 persen, kenaikannya lebih kecil dari HDL, sehingga tidak merusak rasio kolesterol total terhadap HDL maupun rasio LDL terhadap HDL. Hasil pada diet telur terjadi kebalikannya. Kadar LDL meningkat lebih tinggi (10,2 persen) dari HDL (7,6 persen) dengan akibat merusak rasio kolesterol total terhadap HDL maupun rasio LDL terhadap HDL. Selain itu, kadar VLDL (very low density lipoprotein) pada diet udang masih pada tingkat normal.
Pada diet telur, terjadi peningkatan kadar VLDL secara nyata sekitar 16,6 persen. VLDL merupakan lipoprotein penyebab terjadinya asterosgenesis (proses pengerasan dan penebalan dinding pembuluh darah). Menurut De Oleivera, minimal ada tiga faktor yang diduga menyebabkan kenapa diet kerang dan udang (shellfish) tersebut berpengaruh positif terhadap lipoprotein sampel.
* Pertama, absorpsi kolesterol kerang dan udang tidak efisien dalam tubuh karena kadar lemak total pada kedua jenis lauk tersebut rendah. Akibatnya, pembentukan miceller yang memerlukan lemak itu tidak sempurna atau gagal. Miceller adalah bentuk kolesterol yang siap diserap oleh sel-sel tubuh.
* Kedua, penyerapan kolesterol udang kalah bersaing dengan sterol nonkolesterol yang juga banyak terdapat pada kerang dan udang. Hasil penelitian pada tikus menunjukkan terjadi penurunan penyerapan kolesterol sekitar 25-40 persen bila diberi sterol dari kerang atau tiram.
* Ketiga, kandungan asam lemak esensial omega-3 (EPA dan DHA) pada diet kerang-udang cukup tinggi dibandingkan dengan diet tinggi kolesterol lainnya. Diketahui bahwa omega-3 berefek menurunkan kadar trigliserida dan produksi VLDL. Jadi, dengan menurunnya trigliserida, kadar HDL pun meningkat.
© PT. Kompas Cyber Media
__________________
Soni
dian_wiryatmo@yahoo.co.id
08562910578
ym id : super_hampala
When there is water.... there will be fish....
|