Sorry oom nyelak dikit, seperti yang Mang Salim bilang kalau mau nyamain speednya inboard dengan outboard nggak bakalan ketemu. Tapi harusnya bisa jauh lebih kenceng larinya.
Masalahnya banyak oom. Dari bentuk body, keselarasan antara power dan putaran mesin dengan ratio gear box serta ukuran dan bentuk propeller sangat pengaruh oom. Ada lagi yang juga mempengaruhi speed, adalah posisi propeller terhadap tiang koker. Bila propeller terlalu maju kedepan, turbulensi airnya tinggi, akibatnya power loss nya tinggi.
Ratio gear box 3:1 emang terlalu rendah oom. Sebaiknya 2:1. Propeller oom Dharmo juga enggak pas, slipnya besar.
Kalau semuanya ideal, dengan ukuran mesin kapal oom Dharmo harusnya bisa lari sampe 14 knot tanpa maksain mesin. Kalau mau liat contohnya dengan ukuran body lebih besar dikit dan mesin seperti itu ojek Muara Angke ke Pulau Seribu dengan muatan penuh bisa lari 14 knot.
Di Muara Angke ada pembuat propeler yang lumayan pinter ngitung.
|