View Single Post
  #9 (permalink)  
Old 21-09-2007, 11:09
aryanto's Avatar
aryanto aryanto is offline
Aryanto Purnomo
Location: Jogja - Jambi
Hanya Pemancing Biasa
 
Join Date: Oct 2006
Posts: 248
Points: 6,340, Level: 33 Points: 6,340, Level: 33 Points: 6,340, Level: 33
Activity: 3% Activity: 3% Activity: 3%
Send a message via Yahoo to aryanto
Default Survival loh....

Guys,

Dalam konteks survival, makanan yang boleh dimakan tentunya harus bebas resiko apabila langsung dimakan tanpa pengolahan lebih lanjut -- Atau dalam pengolahan yang sangat minimal.
Alasannya, jangan sampai kita konyol.. gara-gara sembarangan makan -- bukannya survive tapi malah KoIt...

Ikan fugu, jelas dalam konteks survival tidak boleh dimakan karena supaya aman dikonsumsi harus ada teknik khusus untuk membersihkannya. (Setahu saya di Jepang juga hanya "certified chef" saja yang boleh menyajikan hidangan ikan fugu)

Dalam artikel yang saya posting sebelumnya, disebutkan bahwa ikan air tawar apapun jenisnya tidak ada yang beracun.
Sedangkan untuk ikan laut, ada beberapa jenis yang beracun (sekali lagi dalam konteks survival)

Mengapa saya postingkan artikel ini, kan kita-kita para anglers sering keluar masuk hutan, berhari-hari di laut, etc... Saya pikir ada baiknya juga tahu tentang "survival" terlepas dari instansi mana yang me'release'. Yah.. buat jaga-jaga saja apabila (amit-amit) ada sesuatu dalam trip kita... kita bisa bertahan hidup. Toh.. siapapun yang mengeluarkan petunjuk, basic dan tujuannya tetap sama kok...

So, kita kembali ke konteks semula benarkah kakap merah, kuwe, pogot beracun..?? Mengapa...?? Potensi Ciguatera kah..?? Atau ada sebab lain kah..?? Sekali lagi dalam konteks survival loh...
Kalo sudah dimasak jelas no problem..

Apakah ada yang bisa memberi pencerahan....???

salam
ary
__________________
The worst day fishing is still better than a good day at work
Kerja ya kerja, tapi jangan sampai ganggu mancingnya...
Reply With Quote