Quote:
Originally Posted by edi.r
Om Budi
Kalo dari teori sih katanya material yang sering dibebani memang umurnya jadi lebih pendek, walaupun bebannya dibawah kekuatannya.
Beban dinamis/kejut lebih merusak material dibanding beban statis, sehingga wajar saja lebih sering patah saat digentak, apalagi gentaknya sangat cepat.
batas umur berdasarkan berapa sering mendapat beban dinamis, misalnya 1000 kali/siklus
kata teori juga, beban kejut menimbulkan retakan kecil menjadi bertambah besar setiap siklusnya, sehingga tiba pada satu saat tegek retak dengan sangat cepat atau mbleduk... untuk lebih jelas silahkan baca buku teorinya perambatan retakan karya Prof. Dr. Ing. BJ Habibie ... whakakaa..
ya gimana lagi, kalo sering dipake pasti lebih cepat rusak... kata om Erwin, sering-sering saja tegek dicek untuk melihat retakan..
salam mimpi matahin tegek..
|
Benar sekali mas Edi, memang joran tegeg harusnya didesain khusus untuk meredam beban kejut, cocoknya memang dari yang berbahan fiber atau tubular glass construction tapi joran tersebut relatif lebih berat ya? Dan seperti yang diterangin mas Erwin, setiap material itu mempunyai memori apalagi kalau sudah melewati batas plastisnya. Mangkanya joran tua saya (Daiwa Mate) ga berani saya turunkan. Takut mbleduk ha ha ha ha
BTW terimakasih atas pencerahannya