Berhubung khawatir body mobil lecet lecet kena dahan perdu, diputuskan tidak masuk sampai kepantai, tapi hanya parkir di belakang pasar. Untuk angkutan ke pantai, dipanggillah rombongan tukang ojek, yaitu pak Chandra dan Efendy......(Sorry guys)

Singkat cerita, barang barang segera dimasukkan ke dalam perahu, dan rombongan siap berangkat. Sebelum berangkat doa dulu dong, soalnya saya lagi puasa, minta diberi kekuatan iman dan badan..........

Mengisi waktu perjalanan ke spot double six, kami gunakan waktu untuk mencoba trolling dengan reel Cando ST 10000 + Rod Hammer Jig + XRap Oranye dan Cando ST 8000 + rod Pioneer Tuna Jig Stick + XRap Hijau. Sayang tidak ada sambutan.
Tiba di spot yang dituju, rombongan segera bersiap mancing dasar. Mr Lod bersiaap siap jigging, saya dan wiraseta mempersiapkan rangkaian pancing dasar berpropeler, pak Budi bersiap siap mancing jeblug dan ABK berebutan lapak di belakang kapal. Gak tahu kenapa, orang lapak didepan lowong kok malah berebutan lapak dibelakang yang udah penuh sesak.
Ternyata, lapak dibelakang kapal emang paling hot. Begitu kail turun, langsung strike. Seekor cakal (GT) ukuran diatas 4 kg segera menggelepar di geladak.