Taka Bakang
Saya sampai di Makassar hari Selasa 2/11 sore. Sempat kontak Heri dan dan dia sempat menginformasikan bahwa ada masalah kecil dengan manifold kapal. Tapi masalahnya kecil cuma perlu di las sedikit.
Hari Rabu 3/11 Kami bertiga (Saya, Indra, Dandung) datang ke kapal. Manifold belum selesai tapi mestinya gak masalah, paling nanti sore juga selesai. Dari situ berangkat sama sama Heri ke toko pancing untuk belanja beberapa kebutuhan kecil. Dari situ Heri langsung balik ke kapal, dan kami ke supermarket untuk belanja tambahan makanan minuman dan buah-buahan.
Dari situ balik ke hotel. Malamnya datang kabar buruk pertama, Manifold ternyata rusaknya parah sehingga harus dibuat ulang. Jadi kemungkinan baru bisa berangkat Kamis siang. Kamis siang ditunggu tunggu sampe sore gak beres juga, sampe akhirnya malam itu Heri datang lagi dan bilang bahwa manifold yg baru ternyata pembuatannya gak sempurna, jadi kita gak bisa berangkat. Semua orang stress dan marah marah. Udah jauh jauh ke Makassar kalo gak jadi mancing benar benar gak lucu.
Akhirnya Heri ngusahain pinjaman kapal. Untunglah dapat, jadi kita keesokan harinya bisa berangkat pakai kapal Lady Popsa.
Keesokan harinya kami baru bangun jam 8. Siap-siap, dan jam 9 kapal berangkat. Trolling 6 jam, sempat strike sekali lemadang kecil tapi hook up tidak sempurna ikan lepas waktu sudah berada dekat kapal. Sampai Taka Bakang masalah berikutnya muncul. Kabel gearbox macet sehingga gearbox harus dipindahkan secara manual. Jadilah kapal itu kapal paling canggih di dunia. Mekanisme gearboxnya dengan voice control! Kapten cukup teriak Maju! dan Stop! dan gear akan pindah.
Akhirnya semua mulai popping. Popper Indra sempat dua kali disambar tapi tidak hook up. Dandung sempat disambar juga dan putus. Saya sempat menaikkan 1 baby GT (7-8 kg) dan di release dalam keadaan sehat. Pertarungan tidak seimbang dengan kenur 65 lbs dan joran Carpenter Wild Violence. Popping selama 2 jam diputuskan untuk lego jangkar untuk persiapan mancig malam.
bersambung
__________________
adrianus
What does not kill me, makes me stronger - Friedrich Nietzsche (1844-1900)
|