Hanya sebagai buah pikiran aja, atas pengalaman pribadi
Saya beberapa kali mengalami joran patah, dan itu kebanyakan adalah joran yang terbuat dari carbon. Dan itu sebagian besar patah waktu hook up (digentak), dan kebanyakan pula terjadi pada ruas kedua dari atas. Pada waktu strike joran yang jebol paling cuma dua atau tiga kali saja, itu mungkin karena faktor ikan yang terlalu besar sehingga melampaui batas maksimum beban rencana (desain) tegeg.
Apakah saya termasuk yang ceroboh dalam pemakaian sitegeg 
sehingga terhitung sejak ngegarong sampai sekarang udah 8 tegeg yang jadi korban, padahal teman saya dari dulu sampai sekarang cuma punya satu joran dipiara sejak tahun 89 sampai sekarang.
Jadi setelah saya simpulkan joran tegeg yang patah adalah sbb:
Hook Up (waktu digentak) = 50 % (4 buah joran)
Strike (bejaban/tarik2 an) = 37,5% (3 buah joran)
Waktu angkat ikan = 12,5 % (1 bh joran)
Dan type kerusakan joran adalah sebagai berikut
Ruas Pertama dari atas = 1 bh joran waktu angkat ikan di Air Panas Suralaya (Green Mate)
Ruas kedua dari atas = 4 buah joran dengan rincian (satu green Mate di dermaga besi Tj. Lesung, satu green Mate di Bagan Kamal, 1 buah Sunlit Horse di Muara Baru , 1 buah Gin Ei di Aceh))
Ruas Ketiga dari atas = 1 buah joran Kevlar di Aceh
Ruas kedua dari bawah = 2 buah (joran Metanium di Aceh ,Sunlith Horse di Anyer).
Saya mengakui kalau joran patah karena strike/bejaban dengan ikan bisa menimbulkan rasa puas tersendiri, tapi joran patah waktu digentak (hook up) ada rasa kekesalan yang mendalam. Bisakah kita mengatakan kwalitas joran tsb jelek?
Sebagian besar joran patah waktu strike terjadi sewaktu posisi joran dalam keadaan horizontal (mendatar) dan diair dalam.
Dapat saya simpulkan dari pengalaman pribadi mungkin pada waktu joran dibebani, posisi joran sudah membentuk sudut dengan air sehingga sudah ada gaya normal negatif (-) dan yang terkena adalah bagian yang paling riskan (ruas kedua dari atas. Secara mekanika teknik dapat diterangkan gaya normal itu terbagi atas gaya normal negatif dan positif, gaya normal positif adalah (Menurut om Johan berujung) dimana ikan lari kedepan menurut garis lurus joran (gaya tarik).
Jadi kesimpulan saya hindarilah menggunakan benang yang lebih panjang dari joran, dan posisi joran sudah membentuk sudut (joran menunjuk keatas) sewaktu memancing.
Sekali lagi ini cuma buah pikiran dari pengalaman pribadi, mudah2an dapat membantu