Sangat aneh juga kalau FORMASI kekurangan member dari organisasi atau club2 mancing sehingga terpaksa menerima anggota secara perseorangan.

Setahu saya jumlah klub mancing di Jakarta ini lumayan banyak, paling tidak perusahaan2 besar, menengah dan sedang, rata2 punya klub mancing seperti a.l. Trakindo Fishing Club, CNOOC Fishing Club, IndoFood Fishing Club. Carrefour Fishing Club, Tugu Pratama Fishing Club, Askrindo Fishing Club, Indosat Fishing Club, Tel-Kom Fishing Club,Pertamina Fishing Club, Mandiri Fishing Club, Bukopin Fishing Club,....banyak lageee...

belum termasuk Fishing Club yang sudah ngetop seperti IFC,RAFAC dan BFC...hehehe

Kalau semua Fishing Club ini di organisir dengan baik, tentu FORMASI tidak kekurangan anggota. Cuma FORMASI jangan berpikir bahwa mancing itu hanya untuk mengakomodasi pemancing papan atas, yang pake yatch atau kapal guede...., yang pake kapal kayu dan jukung juga perlu diakomodasi.Bahkan kegiatan mancing ini bisa di galakkan di tingkat RT dan RW, dengan subsidi silang, melalui program CSR-nya FORMASI. Hemat saya, FORMASI perlu di kelola secara profesional baik organisasi maupun keuangannya. Banyak perusahaan Nirlaba seperti FORMASI dan sejenisnya bisa sukses dan berhasil secara finansial, tapi semua itu menuntut kerja keras dan sikap/prilaku yang professional. Menurut Mas Wied, mengelola FORMASI, mestinya tidak boleh diperlakukan sebagai second job.....

Salam,