Quote:
Originally Posted by leki
Dukun2 tegeg lg pada semedi ama bakar menyan spy dpt SIM heehhehehhe...
Pak Edi, Saya mmg perhatikan baik gen ei maupun meta juga bercelah semua...bingung juga apa disengaja atau mmg produksinya kurang detail...Mungkin yg punya tegeg mahal dapat memberikan comment?...krn jelas tegeg yg lbh mahal mutu pengerjaannya lbh bagus...
Kalo saya selalu kembali ke joran biasa (light tackle dlm hal ini yg 3 section)...kalo dilihat tidak ada celahnya.
Harusnya dgn celah yg sangat rapat transfer power ke ruas lain dan lengkungannya lbh bagus dan merata.
Mohon maaf bila pendapat saya salah nih 
|
Asal nimbrung aja nih, menurut pendapat saya setiap produsen joran sudah memperhitungkan panjang yang kontak antara ruas dengan ruas yang lain
(lip splice) berbeda antara masing masing ruas. Untuk ruas yang paling atas (yang mempunyai beban paling ringan dan diameter paling kecil) lip splice nya cuma 3 cm. Tapi antara ruas terbawah dengan yang kedua dari bawah kadangkala mempunyai panjang 7-10 cm.
Pada sewaktu fabrikasi masing masing ruas bagian bawah dilakukan penebalan untuk menyesuaikan supaya titik kontak ruas atas dengan ruas bawah sesuai dengan desain. Pada kasus joran tegeg gin-ei dan meta kemungkinan penebalannya terlalu berlebihan sehingga ruas atasnya masuk agak dalam keruas bawah padahal penebalan yang dilakukan terbatas, sehingga terlihat ada celah. Tapi itu tidak menjadi masalah karena pada prinsipnya panjang kontak
(lip splice) tetap sesuai desain.
Yang jadi masalah justru jika panjang kontak
(lip splice) cuma 3 cm. Itu juga yang menyebabkan Daiwa lebih lama bertahan daripada joran tegeg yang lain. Panjang kontak masing masing ruas nya lebih panjang daripada joran yang baru sekarang