Richard ,
Kapal buatan Indonesia kebanyakan adalah hasil cloning dari kapal import dan umumnya sih kalau hanya niru saja tanpa ada re-engineering , hasil nya cukupan lah kendati masih ada kekurangan disini dan disana , body yang terlalu tipis ditempat yang vital dan terlalu tebal di bagian yang sebenarnya tidak perlu serta tebalnya dempul krn mould nya tidak sempurna .
Yang anda sebutkan tuh adalah hasil re-engineering tanpa perhitungan seperti merubah power system dari kapal yang mulanya stern drive/outboard ke shaft drive , ini hanya akan mengakibatkan shaft angle yang besar sehinnga pada waktu power dari engine diteruskan ke propeller untuk mendorong body kapal , scenario terburuknya mengakibatkan buritan kapal cenderung naik dan mendorong bagian depan kapal malah memedam ke air , dgn naiknya buritan maka terjadi cavitation serta rudder tidak berfungsi baik dan dgn memendamnya bagian depan kapal membuat kapal susah terkendali . Belum lagi pilihan propeller nya , baik diameter , number of blade dan pitch nya , gear ratio dari engine , rudder size , etc. , etc. .
Kalau cloning secara keseluruhan dari kapal yang memang sudah twin screw akan sangat mudah untuk memperoleh hasil cukupan tetapi harus diperhatikan juga tebal body sehingga kapal tidak miring kesatu arah , posisi perabotan terpasang juga perlu diperhatikan dan furniture untuk rumah umumnya terlalu berat digunakan diatas kapal .
Good luck with your 20 kt. quest !
Jon .
__________________
It's not what you don't know that gets you into troubles , it's what you know for sure that ain't so . Mark Twain .
|