Gin Ei
Saya belum lama menggunakan tegek, tapi khusus untuk Ginei sy punya pendapat khusus dengan tegek yang jadi favoritku ini
Dari pengamatan beberapa rekan dan sy amati juga, ginei mempunyai celah pada ujung sambungan, ini bukan kekurangan justru ini adalah rancangan yang dipakai pada ginei. Pendapat sy, beban pada sambungan disengaja tertumpu tidak pada ujung ruas yang memang kritis namun pada bagian yang lebih dalam yang pasti lebih kuat.
karakter ginei beda dengan karakter tegek lainnya yang sama-sama kelas kaku, pada ginei lengkungan terjadi hampir di semua ruas, kalo menurut om Erwin hampir parabolik sempurna. Sambungan yang longgar membuat ruas saat melengkung tidak membebani ujung ruas lainnya.
Dengan section ujung yang lebih besar diameternya (lbh kuat tentunya) dibanding tegek kevlar misalnya, ginei justru mempunyai lendutan yang lebih besar. Karakter itulah yang membuat rekan garonger merasa lebih lama untuk menaikkan ikan berukuran sama..
ilustrasi menggambarkan tegek saat tanpa beban dan berbeban.
|