1 Hari sebelumnya sudah contact dengan pak Bincar ketemuan di dermaga penyeberangan ke Madura, sambil nunggu yang lain tentunya. Setelah saya dan deni nyampe (setengah delapan pagi), seperempat jam kemudian pak erwinar cs juga nyampe, disusul ama chrystosom.
Saat pertama nyampe di spot yang pak Bincar beritahukan, saya sempat kaget dengan kondisi spot itu. Gimana nggak? Wong kondisi sekitar spot itu adalah penuh dengan sampah, belum lagi warna air udah gak keliatan birunya sama sekali alias keruh banget, ditambah lagi di permukaan air banyak bekas tumpahan minyak atau solar.
Tapi percaya nggak, belum juga setengah jam saya dan deni berada di situ, sudah 2 ekor ikan cukil naik, dengan ukuran 1/2 kiloan dan satu lagi ukuran 1 1/2 kiloan. Saya sempat bingung, dengan kondisi spot yang seperti itu ternyata masih ada ikan yang mau hidup. Malah beberapa hari sebelumnya sempat naik cukil ukuran 4 & 7 kilo!?!?!?!?!


Mungkin dengan pertimbangan lokasi spot yang seperti itulah akhirnya pak erwinar buru2 ngajak kami langsung berangkat ke spot batu poron, supaya gak ketinggalan jam makannya ikan katanya.
Ternyata spot batu poron letaknya tidak terlalu jauh dari penyeberangan Kamal, dengan waktu tempuh 10 menit.
Setelah lapor alias minta ijin ke pos penjagaan, tanpa komando dari korlaptap (Reta aka TERA) yang batal ikut trip ini (udah mulai kesulitan ngurus SIM kali?), kami langsung setting peralatan.
Strike pertama? Biar rekans lain aja yang ngelanjutin, coz tangan saya hampir gak bisa digerakkan karena
kecapekan


. Lagian ini khan bukan solo trip, jadi ya yang lain biar nambahin, jangan malah dikurang-kurangin.
Pak bincar CS, tq 4 everything, next trip janji bawa saya ke socah ya

.
Chrys, saya masih ngutang mineral water ya ke kamu............hehehehe, tadi lupa

!